He so Beautiful!

Main Cast :

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Support Cast :

Cari sendiri ya -3-)/

Rating : T

Genre :

Romance (masih dikit)/absurd/friendship

WARNING! GENDERSWITCH INSIDE!

TYPO BERTEBARAN! BAHASA NGGAK EYD! ALUR KECEPETAN! GAJE!

DLDR! SIDERS MENJAUH!

Happy reading^^

.

.

.

Krystal yang menyadari adanya perubahan air muka Chanyeol pun membekap mulutnya, lalu menatap Chanyeol dengan ragu.

Chanyeol menyandarkan kepalanya di papan yang berada di belakangnya, ia menghela nafasnya berkali - kali, bahkan tangan Baekhyun kini sudah ditarik oleh pemiliknya karena menyadari adanya perubahan air muka Chanyeol.

"Gwenchana?" tanya Baekhyun lembut, Chanyeol pun membuka matanya, lalu menggeleng.

Baekhyun pun mengangguk paham, lalu bangkit dan hendak meninggalkan gazebo, tapi Chanyeol langsung menahannya, Chanyeol pun ikut bangkit, sedangkan Baekhyun menatapnya heran.

"Oke, aku dan Hyun Jae duluan." ujar Chanyeol tanpa menoleh ke arah belakangnya lalu menggandeng Baekhyun keluar dari sekolahnya. Baekhyun hanya pasrah mengikuti Chanyeol kemanapun namja itu pergi.

.

.

.

"Yeol! Kau ke-"

GREP!

Mata Baekhyun membulat ketika Chanyeol yang tiba - tiba memeluknya, dan sekarang Baekhyun mulai merasakan getaran di pundak namja itu, Baekhyun mengrenyit, Chanyeol menangis? Baekhyun juga bisa merasakan pundaknya yang sedikit basah.

"Aku membutuhkanmu hari ini, hanya untuk teman curhat." pinta Chanyeol, Baekhyun pun dengan refleks mengangguk.

"Berceritalah, sampai kau puas."

Namja itu tertawa, lalu melepaskan pelukannya dan mengusap kedua matanya yang sedikit memerah, namja itu mulai mendudukan dirinya di ranjang, sedangkan Baekhyun sudah tengkurap di ranjang Chanyeol sembari menopang dagunya dengan kedua tangan mungilnya.

Chanyeol lagi - lagi menghela nafasnya, ia merasakan hatinya masih terasa berat untuk menceritakan masa lalunya ke Baekhyun. Baekhyun yang mengetahui itu pun tersenyum lalu menggeleng, mengisyaratkan jika Chanyeol tidak perlu menceritakan semuanya, tapi namja tinggi itu tetap bersikeras ingin menceritakan semuanya kepada Baekhyun.

"Kau tidak perlu memaksa." kata Baekhyun dengan lembut. Chanyeol merasakan suara Baekhyun seperti melodi merdu yang melewati telingannya

"Aku dulu memiliki noona Jae-ah, Yoora noona, begitulah aku memanggilnya. Hubungan kami sangat baik saat itu, yeah, seperti apa yang dilakukan kakak dengan adiknya. Bermain, belajar bersama, makan bersama, bercanda, dan masih banyak lagi.

Sampai saat itu ada kebakaran yang melanda rumahku, dan Yoora noona menolongku dan membiarkanku lolos, sedangkan eomma, appa dan noonaku ada di dalam sana, dan sekarang? Aku kehilangan keluarga yang sangat kucintai saat umurku 10 tahun, aku hanya bisa menangis dan

memanggil ataupun berteriak untuk memanggil salah satu anggota keluargaku. Tapi semua sia - sia Jae-ah, sampai keluarga Krystal mengadopsiku saat umurku 14 tahun. Aku sangat bahagia saat itu, aku kembali memiliki saudara perempuan yang manis seperti Krystal dan Jung eomma yang sangat baik kepadaku. Tapi aku masih memiliki trauma itu, aku takut akan menyayangi yeoja lagi, aku tidak mau yeoja itu berakhir seperti Yoora noona atau Eomma."

Nafas Baekhyun tercekat, jadi Chanyeol tidak mau mencintai yeoja lagi, apa itu artinya tidak ada lagi harapan untuk Baekhyun? Baekhyun langsung memejamkan matanya, pura- pura tertidur untuk menghalau air matanya yang sudah berkumpul di pelupuk matanya.

"Kau tertidur?"

Baekhyun masih diam, tidak bergeming. Sampai ia merasakan jemari Chanyeol membuka jemarinya yang tergenggam, ia melihat gelang dengan bandul dream catcher disana, gelang itu berwarna merah dan sangatlah cantik.

Chanyeol terkekeh melihatnya. Lalu menatap balik mata Baekhyun yang terbuka sedikit.

"Kau tau itu bukan? Itu untuk mencegah mimpi buruk, dan kupikir kau butuh satu." Baekhyun tersenyum manis, lalu menatap Chanyeol yang masih duduk di sebelahnya. Baekhyun sekarang sudah telentang sembari memandangi gelang itu.

"Ini cantik." puji Baekhyun, Chanyeol tersenyum, lalu mengacak rambut Baekhyun gemas.

"Gomawo, aku akan tidur di ranjangmu, kau tidur saja disini." pinta Chanyeol dan Baekhyun hanya mengangguk paham.

.

.

.

Tak terasa, ini sudah dua bulan sejak Baekhyun disini, dan sekarang, yeoja mungil itu tengah berlindung di bawah halte dekat asramanya dengan kondisi tubuh yang basah kuyup. Yeoja itu lupa membawa jaketnya.

Baekhyun menggesekan kedua telapak tangannya lalu ia tangkupkan di pipinya. Ia sendirian sekarang, tadi Chanyeol mengantar Krystal karena adiknya sekaligus tunangannya tengah bertengkar dengan kekasihnya, jadi Chanyeol yang terkena imbasnya dengan mengantarkan Krystal ke asrama yeoja.

GREB!

Baekhyun terlonjak ketika menyadari ada yang menarik Baekhyun ke pelukan itu, Baekhyun berusaha meronta, tapi yang terdengar malah kekehan geli dari suara yang sangat di kenal Baekhyun.

"Chanyeol! Bajumu bisa basah nanti!" dengus Baekhyun.

"Biarkan saja, ini perintah!" balas Chanyeol, Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal, membiarkan kakinya yang mengayun karena Chanyeol mengangkatnya terlalu tinggi.

Jika saja ia mengetahui password handphone Chanyeol, ia langsung menghapus foto 'laknat' miliknya dan ia akhirnya bisa membangkang ke Chanyeol dan ia akan terbebas karena Chanyeol tidak memilki bukti sama sekali.

"Tubuhmu benar - benar dingin." Chanyeol menurunkan Baekhyun kembali, tapi ia masih memeluknya, lalu berjalan di bawah hujan dengan payung kotak - kotak merah miliknya.

.

.

.

"Hatchii!" Baekhyun terus menggosok hidung mungilnya dengan jari telunjuk miliknya. Chanyeol yang baru datang pun langsung meletakan kompres di dahi Baekhyun dan menjejalkan ŧermometer ke mulut Baekhyun.

Mata namja itu membulat ketika melihat hasil termometernya. 39 derajat! Pantas saja Baekhyun terlihat begitu lemas dan pucat, tanpa basa - basi lagi, Chanyeol langsung menggendong Baekhyun ke Klinik yang ada di asrama ini.

Baekhyun pun secara refleks mengalungkan tangannya di leher Chanyeol dan menyandarkan kepalanya di dada Chanyeol. Hingga ia mulai kehilangan kesadaran karena pusing yang menimpanya.

.

.

.

Mata Baekhyun terbuka, ia bisa melihat ruangan putih ini dengan jelas, ia tau sekarang, in di Klinik, Baekhyun tidak terlalu bodoh untuk mengetahui itu. Baekhyun juga bisa melihat Chanyeol yang mendekat ke arahnya. Dan saat itu juga ia merasakan pipinya memanas.

"Kau mau kembali ke kamar?" tanya Chanyeol, Baekhyun pum mengangguk, tenggorokannya masih sakit untuk digunakan berbicara.

Chanyeol kembali mengangkatnya seperti pengantin, dan lagi- lagi pipi Baekhyun merona hebat. Ia bisa melihat rahang tegas milik Chanyeol - tapi tidak setegas sehun- degup jantung yang sangat merdu dan teratur, dan itu membuat Baekhyun tenang.

"Kau masih pusing?" tanya Chanyeol, ia masih berjalan menelusuri lorong.

"Tidak, terimakasih."

"Syukurlah, kau membuatku khawatir tadi."

Chanyeol? Khawatir dengannya? Whoa! Ini akan menjadi trending topic besok! Tapi memang Baekhyun menyadari perubahan sikap Chanyeol setelah Chanyeol menceritakan masa lalunya ke Baekhyun dua bulan yang lalu, tapi rasa tidak enak kembali menggerogoti hati Baekhyun, Bagaimana jika tiba - tiba Chanyeol mengetahui dirinya adalah yeoja? Apa Chanyeol memaafkannya? Memusuhinya? Menjauhinya? Mau menerima Baekhyun apa adanya?

"Jangan melamun, tidur, ini sudah malam."

"Kau sendiri bagaimana?"

"Aku tidak akan tidur."

"Memangnya kenapa? Kau vampire?" jari telunjuk Baekhyun mulai jahil, jari lentiknya menusuk - nusuk pipi Chanyeol, dan terkadang menarik pipinya pelan, sedangkan Chanyeol masih diam,Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Kenapa kau mengerucutkan bibirmu? Ingin memberiku ciuman selamat malam?" tanya Chanyeol sembari menaik - turunkan kedua alisnya.

"BIG NO!" bentak Baekhyun lalu bersembunyi di balik selimut tebal milik Chanyeol, dan lagi - lagi Chanyeol hanya tertawa geli karena ulah Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun merasakan ada yang bergerak disampingnya, mata sipitnya terbuka perlahan, ia takut jika tiba - tiba sesuatu yang ia takuti (read : setan / hantu,dll) muncul begitu saja. Setelah matanya terbuka dengan benar, ia menemukan Chanyeol yang sudah terduduk dengan rambut yang acak - acakan.

"Wae?" tanya Baekhyun, lalu mengusap pipi Chanyeol yang tampak basah karena air matanya, jika saja Chanyeol ini Jongin atau Sehun, ia pasti akan menertawakannya hingga perutnya sakit (#poorKaiHun) tapi ini Chanyeol, namja yang sudah membuat dirinya -ahsudahlah.

"Mimpi buruk."

"Tentang?" tanya Baekhyun sembari mengacak - acak laci untuk mencari gelangnya.

"Kebakaran itu." jawabnya, tatapan Chanyeol masih kosong, Baekhyun pun mengikatkan gelang itu ke pergelangan Chanyeol, namja itu menatap Baekhyun yang sekarang tersenyum lembut ke arahnya.

"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, banyak orang yang masih menyayangimu yeol." Chanyeol tersenyum getir, lalu memeluk Baekhyun sangat erat.

"Kau tau? Aku bahkan seringkali mengiramu sebagai noonaku, tapi hanya di tubuh orang lain, aku benar - benar tidak ingin kehilanganmu." Baekhyun tersenyum, ia mulai membalas pelukan Chanyeol tidak kalah erat, ia merasa ada kupu - kupu yang menggelitik perutnya sekarang.

Selang beberapa lama, Chanyeol menatap Baekhyun sangat lembut, membuat Baekhyun terhanyut di dalamnya. Tapi Baekhyun langsung menepis pikiran anehnya itu.

"Gomawo." bisik Chanyeol.

"Cheonma." Baekhyun langsung membaringkan tubuhnya dan kembali tidur.

.

.

.

'Apa aku menyukai seorang namja?' batin Chanyeol, namja tinggi itu belum tidur, ia sekarang sibuk menelusuri lekuk wajah Baekhyun dengan jari panjangnya.

Chanyeol mendengus, ia tidak pernah merasa seperti ini kepada seorang namja, contohnya dengan Kris, yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, tapi ini berbeda. Chanyeol merasa ada yang berbeda dengan Baekhyun (ya iyalah -_-, dia cewek bang, peka bang, peka.) tatapan Chanyeol tertuju ke bibir cherry milik Baekhyun, ia langsung menelan ludahnya kasar.

'Tidak Park! Tahan dirimu.' Chanyeol menggelengkan kepalanya, lalu tidur dengan membelakangi Baekhyun. Ia berusaha menetralkan nafas dan degup jantungnya yang terlalu kencang.

Chanyeol terlalu lambat menyadari ini, ia sudah menyukai Baekhyun sejak Baekhyun melemparkan bola basket ke arah wajahnya dan Baekhyun yang membersihkan hidungnya yang mimisan yang akhirnya berakhir di ruang musik dengan lagu goodbye summer.

'Dasar bodoh!' rutuknya dalam hati, namja itu memejamkan matanya, berusaha untuk tidur, ia tidak mau Baekhyun terbangun karena tubuhnya yang sedari tadi bergerak gelisah. Selang beberapa menit, akhirnya namja itu menyusul Baekhyun ke mimpinya.

.

.

.

BRAKKK!

"CHANYEOLL! YAAKKK!" bentak Baekhyun sambil menghentakan kakinya kesal, lalu mengejar Chanyeol lagi, coba lihat kamar mereka (gimana caranya cobak?), buku, seragam kotor, bantal, guling, selimut, sandal rumah, sepatu, kaos kaki pikachu yang belum di ketahui siapa pemiliknya, tapi Chanyeol ingat jika itu milik Kris, semuanya berhamburan, dasar jorok.

"Chanyeolll! Kembalikan flashdiskku!' rengek Baekhyun, yeoja itu menggigiti bibir bawahnya dengan gelisah, di flashdisk itu bukan sekedar flashdisk biasa(?) di dalam flashdisk itu banyak sekali foto - foto saat ia ada di panggung, dirumah dengan piano putihnya, dengan Kris, jongin,sehun, Kyuhyun, dan masih banyak lagi.

"Memangnya ada apa disini?"

"Ada bomnya!"

"Wow, kelihatanya menarik." Chanyeol hendak menghubungkan flash disk Baekhyun ke laptopnya,tapi puppy eyes milik Baekhyun membuat Chanyeol mendengus dan mengaku kalah.

"Sana berangkat!" usir Baekhyun lalu mendorong dada Chanyeol dengan kesal.

"Aku tidak akan berangkat." elak Chanyeol. Baekhyun hanya mendengus menanggapinya.

"Yeol! Kepalaku akan lebih pusing lagi jika kau masih di kamar ini!"

"Aku akan merawatmu hari ini."

"Tapi-"

"Sssttt!" Chanyeol langsung menuntun Baekhyun ke ranjangnya, lalu menyelimutinya dan mengusak rambut Baekhyun pelan.

Baekhyun memandang Chanyeol cukup lama, begitu juga Chanyeol yang membalas tatapannya, Baekhyun tersentak ketika wajah Chanyeol mulai menekat ke wajahnya, dan sekarang jarak antara wajah mereka hanya kurang lebih 5 cm.

Chanyeol tersenyum geli menatap wajah Baekhyun yang memerah, rupanya usaha Chanyeol untuk menggoda Baekhyun berhasil.

"Bernafas Jae-ah." Begitu Chanyeol menjauh dari wajahnya, Baekhyun langsung meraup oksigen sebanyak yang ia bisa, sedangkan Chanyeol terkekeh geli karena melihat Baekhyun.

Chu~

Mata Baekhyun membulat ketika tiba tiba Chanyeol mengecup keningnya. Baekhyun akui itu menyenangkan, tak lama kemudian Baekhyun ikut memejamkan matanya, tangannya mulai melingkar di punggung Chanyeol.

Begitu Chanyeol melepskan ciumannya, mata cokelat gelapnya memandang Baekhyun dengan sayu, lalu mengelus rambut Baekhyun pelan.

"Tidurlah, kau belum terlalu sehat." Pinta Chanyeol, sedangkan Baekhyun mengangguk malu - malu. Pipinya memerah hebat sekarang.

Setelah itu, Chanyeol langsung mengusap rambut Baekhyun agar yeoja yang mulai terkena efek obat itu tertidur. Baekhyun memang sempat meminum obat sebelum adanya acara kejar - kejaran tadi.

"Tidurlah." pinta Chanyeol ketika Baekhyun masih membuka matanya, yeoja itu memiliki perasaan yang tidak enak hari ini.

"B-baiklah."

.

.

.

"Baekhyun! Bangunlah!" Kyungsoo mengguncang tubuh Baekhyun kasar, Baekhyun pun langsung membuka matanya dengan cepat, lalu memandang Kyungsoo tajam. Kyungsoo memang di panggil oleh Chanyeol sebelum namja tinggi itu pergi ke sekolah untuk latihan basket.

"Begini Baek, sekarang pengawal eommamu tengah perjalanan kesini, jadi kau harus ke ruangan kepala sekolah sekarang!" pinta Kyungsoo, yeoja itu menggigiti bibir bawahnya.

Kyungsoo pun segera menyeret Baekhyun yang hanya mengenakan piyama itu, sedangkan Baekhyun yang sudah sepenuhnya sadar, ikut berlari kecil mengikuti Kyungsoo.

Baekhyun sekarang juga sangat gugup, ia masih tidak mau kembali ke eommanya,disini menyenangkan walau menyamar sebagai namja, ia bisa bertemu Jongin dan Sehun setiap hari. Tidak seperti di rumah, hanya di kamar, bermain piani sampai jari - jari Baekhyun lelah. Jika ia sakit, ada Chanyeol atau Kyungsoo yang merawatnya, tapi dirumah, yeoja itu harus mengalami bentakan dari eommanya karena tidak bisa menjaga kesehatannya. Dan satu lagi, Baekhyun mencintai Chanyeol, ia tidak mau berpisah jauh darinya.

"Syukurlah, kalian datang tepat pada waktunya, Kyungsoo - ah, bawa Baekhyun ke kamar, biarkan dia istirahat, wajahnya masih pucat."

"Aku tidak mau, samchoon harus menceritakan semuanya!"

"Begini, Baekhyun sayang, pengawal eommamu datang kesini, dan ia sudah memeriksa asrama yeoja dan sekolah, jadi tujuan terakhirnya adalah asrama namja, kau bisa tidur lagi." Baekhyun mengangguk lemah, lalu berjalan menuju kamar yang ada di ruangan itu.

.

.

.

"Hah, oke terima kasih sudah mengizinkanku memeriksa asramamu, tidak ada Baekhyun disana." Baekhyun yang tengah menguping di pintu kemar itu menggigit bibirnya cukup keras, bahkan ia merasakan bibirnya berdarah sekarang.

"Tapi kudengar ia denganmu malam itu, kau kemanakan dia?" tanya eunhyuk, nadanya terdengar sangat angkuh.

"Aku tidak akan memberitahumu." jawab Kyuhyun dengan seringai evil seperti biasanya.

"Sialan kau." umpat Eunhyuk, dan itu kata - kata terakhir yang di ucapkan Eunhyuk sampai akhirnya yeoja yang berstatus sebagai eomma Baekhyun itu membanting pintu ruang kepala sekolah dan pergi dari sana secepat mungkin.

.

.

.

"Chanyeol? Bisakah kau ke ruang kepala sekolah?"

'Wae?'

"Bae-Ah Hyun Jae, dia-"

'Dia kenapa!?'

"Dia ada disini, jadi mungkin kau bisa menjemputnya bukan?"

'Oke aku kesana dalam lima menit.'

Pip!

"Roomatenya sudah?" tanya Kyuhyun, Kyungsoo mengangguk. Dan Kyuhyun hanya menghela nafasnya.

.

.

.

"Annyeong sonsaengnim." sapa Chanyeol.

"Bisa kau bawa Hyun Jae sekarang?" tanya Kyuhyun, Chanyeol pun langsung mengangguk cepat, lalu berjalan ke kamar atau lebih tepatnya mengikuti Kyuhyun ke kamar yang sudah di sediakan di sana.

Mulut Chanyeol tebuka lebar, kamar ini benar - benar luas! Sekitar dua kali dari kamar yang di berikan asrama, ia pun dengan cepat menghampiri Baekhyun yang piyamanya sudah di ganti dengan warna biru. Seingat Chanyeol tadi Baekhyun menggunakan piyama merah kotak - kotak. Air mukanya juga berubah ketika melihat Kyungsoo di sana. Seperti cemburu? Mungkin?

"Hyun Jae-ah?" panggil Chanyeol, senyum lebar langsung terlukis di wajah Baekhyun , bahkan yeoja itu bahkan langsung memeluk Chanyeol sangat erat, Baekhyun awalnya ingin sekali menangis, tapi ia tidak tau alasan akurat apa yang bisa membuat Chanyeol percaya.

"Oke, ayo naik di punggungku." Baekhyun mengangguk, lalu naik ke punggung Chanyeol, dan membiarkan Chanyeol membawanya pergi.

'Aw, keponakan samchoon tengah jatuh cinta~' bisik Kyuhyun dengan jahil, bahkan Kyungsoo yang ada di belakang Baekhyun ikut tertawa kecil.

Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal, ia sejenak menatap Kyuhyun tajam, tapi kemudian ia menatap wajah samping Chanyeol, mata namja itu terlihat berapi - api karena marah.

"Kau marah denganku?" tanya Baekhyun, ia meletakan dagunya di pundak Chanyeol.

Chanyeol masih diam, wajah Chanyeol terlihat ingin membakar semua yang ada di dekatnya, tunggu, itu artinya Baekhyun juga? Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya, kemudian menyeringai imut, ia memiliki cara untuk menjahili Chanyeol.

.

.

.

"Chanyeol, aku pusing.' Rengek Baekhyun, tapi namja itu masih tidak meresponya, Baekhyun lagi - lagi menyeringai imut, lalu memejamkan matanya dan mengendurkan pelukannya yang ada di leher Chanyeol. Dan BINGO! Chanyeol langsung panik dan mendudukan tubuhnya di kursi ada di sekitar sana.

"Jae - ah, bangunlah." panggil Chanyeol, Baekhyun awalnya tidak mau menahan tawanya ketika i mengintip wajah Chanyeol yang super khawatir.

"Jae-ah!'

"PfftttHAHAHAHAHA!" tawa Baekhyun meledak,dan itu membuat Chanyeol melongo.

Setelah lama tertawa, akhirnya ia membuka matanya dan menemukan Chanyeol yang cemberut di depannya. Baekhyun hanya tertawa kecil lalu memeluk namja di hadapannya itu dengan erat.

"Jangan marah ya? Ya?" Chanyeol tidak tahan menahan senyuman gelinya, akhirnya ia menjitak kepala Baekhyun yang bagian belakang.

"Dengarkan aku, aku benar - benar mencemaskanmu dan kau malah bercanda, oh yang benar saja." gerutu Chanyeol sedangkan Baekhyun hanya mengulum senyumnya dan kembali memasang wajah malu - malu.

"Apa? Kau mau kugendong lagi?" tanya Chanyeol, tapi Baekhyun menggeleng, lalu tersenyum kecil.

'Kau memakai kaus kaki yang bebeda yeol.' ujar yeoja itu lalu tertawa terbahak - bahak sembari berjalan di lapangan sekolah atau lebih tepatnya di pinggirnya.

Sedangkan Chanyeol hanya menggeleng sembari menatap kedua kakinya, lalu memincingkanmatanya ketika ada pot yang bergerak dan akan terjatuh tepat di atas kepalanya.

"HYUN JAE-AH! AWAS!"

.

.

.

Tbc :v

Note : heyooo~ ini gimana? Udah fast? Maaf kalo selalu lama waktu apdet :'.habisnya modem hilang , jadi kalo buat nih epep di hape :v, mana nih hape mungil(?) cuma segenggam tangan(?) jadi kalo banyak typo harap di maklumi :v trus yang minta dibanyakin ChanBaeknya itu yang di atas kurang banyak? Trus juga minta maap buat yoora eonnie yang di buat -ahsudahlah :v.

Buat yang udah ripiu kemarin terimakasehh~ kalian sangat berjasa untuk saya :"

Oke yang terakhir, review please?