He so Beautiful!
Main Cast:
- Byun Baekhyun
- Park Chanyeol
Support cast :
Cari sendiri -3-)/
Genre :
Romance / Friendship/absurd/ cari sendiri :v
Rating : M (tapi bohong)
WARNING! GENDERSWITCH INSIDE!
TYPO BBERTEBARAN! ABSURD! GAJE! ALUR KECEPETAN!
DLDR! SIDERS MENJAUH!
NO PLAGIARISM (betewe ini tulisannya bener apa nggak :v)
Happy Reading ^^
.
.
.
Belum yeoja mungil itu menoleh, seseorang langsung menariknya, dengan cepat sebelum pot keramik itu menjatuhi kepala Baekhyun.
PRAAANGG!
"Oppa baik - baik saja?" Baekhyun langsung membuka matanya yang terpejam, ia menemukan Krystal yang sudah menggenggam jemari lentiknya.
"Yeah, gomawo jung-ie." Krystal atau Soojung itu mengangguk imut, lalu beralih ke Chanyeol yang baru sampai dan langsung menusuri tubuh Baekhyun dengan matanya.
"Hyun Jae oppa baik - baik saja." tutur Krystal, lalu tersenyum manis.
"Benarkah? Siapa yang melakukan ini?"
"Aish, itu jatuh sendiri oppa, kenapa oppa ini hobi sekali berprasangka buruk eoh?" gerutu Krystal, Baekhyun langsung tertawa kecil.
Baekhyun memang sempat mengira jika Krystal akan berbuat jahat dengan 'siapapun yang mendekati Chanyeol' entah kenapa, tapi ternyata sekarang Baekhyun melihat sisi baik Krystal, ia yeoja yang manis, polos dan dapat merebut hati orang dengan mudah.
Begitu juga Chanyeol, ah~ Baekhyun ingat saat dia pertama bertemu dengan Chanyeol, ukh! Namja itu benar - benar angkuh , tapi sekarang? Baekhyun bisa melihat sisi hangat dan lembut yang dimiliki Chanyeol, dan Baekhyun menyukai itu .
"Oppa, eomma bilang eomma merindukan oppa, tapi eomma belum bisa kesini, yeah, oppa tahu itu."
"Lalu kenapa kau malah meninggalkan eomma di rumah?" Krystal nyengir, lalu tertawa geli
Chanyeol hanya melongos, tangan kekarnya merangkul Baekhyun dengan erat, seolah olah Baekhyun akan terbang atau meloncat begitu saja jika Chanyeol melepaskannya. Oke fix ini alay.
"Chanyeolhhh.. Sesakhh!" Chanyeol langsung melonggarkan pelukannya, lalu nyengir kuda.
"Oke, kalian terlihat sangat dekat, kalian sepasang kekasih? Kapan?"
Chanyeol tersenyum pahit.
"Tidak, kami hanya teman, itu saja." jawab Baekhyun dengan terputus - putus. Sedangkan Krystal tertawa geli.
"Oke, kalian memang tidak berpacaran, tapi tatapan kalian itu-aww! Oppa!" jerit Krystal ketika Chanyeol mencubit bibirnya. Baekhyun pun tertawa geli.
"Kajja, Jae - ah, kita tinggal saja Krystal."
"Eits! aku duluan! Hyunnie oppaa~ Antarkan aku ke asrama yeoja ya? Yaaa?" rengek Krystal sambil mengguncang tubuh Baekhyun.
"Oke, kajja Chanyeol-ah."
"Tidak! Kau baru saja sembuh dan aku tidak akan membiarkanmu kemana - mana! Kau mengerti?" nada Chanyeol mulai melembut, tangannya mengusap rambut Baekhyun dengan lembut, lalu menatap Krystal tajam, sedangkan Krystal hanya nyengir kuda lalu meninggalkan sekolah.
"Kau mau kugendong lagi?"
"Tidak! Aku marah denganmu!"
"Memangnya kau bisa?"
Pipi Baekhyun langsung memerah, jelas saja tidak bisa, ia selalu membutuhkan Chanyeol kapanpun itu, yeah, ia pernah berusaha marah dengan Chanyeol, dan itu tidak tahan selama satu jam. Namja itu terus - terusan menggoda atau merajuk ke Baekhyun dan membuat Baekhyun tidak bisa menahan senyumnya, sekalipun ia tidak tertawa, pasti pipi atau telingannya memerah.
Chanyeol yang melihat pipi Baekhyun yang memerah itu terkekeh, lalu meletakan lengannya di pundak Baekhyun lalu mengeratkan tubuhnya dengan Baekhyun , pipi Baekhyun memerah lagi, lalu tertawa kecil.
"Berhentilah menggodaku."
"Ayolah, aku kekurangan kasih sayang." elak Chanyeol, Baekhyun mengerucutkan bibirnya, sedangkan Chanyeol lagi - lagi tertawa.
"Makanya cari pacar, huh." Dengus Baekhyun, Chanyeol tersenyum miris, ia ingin sekali mengatakan 'aku menyukaimu, jadilah kekasihku.', tapi Chanyeol masih punya otak, ia tidak mau Baekhyun jijik dengannya karena ia gay atau yang lainnya. Apalagi jika Baekhyun minta pisah kamar karena ulah gilanya, membayangkannya sudah mengerikan, apa lagi jika itu benar - benar terjadi.
Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya berkali kali, lalu menatap rambut hitam Baekhyun yang berkilauan karenaterkena sinar matahari yang sangat panas saat itu. Chanyeol yang menyadari itu langsung mengeluarkan topi hitam miliknya dan langsung ia pakaikan ke kepala Baekhyun, tapi yang ada topi itu kebesaran, jadi topinya menutupi mata Baekhyun.
"Kecilkan yeollie~" rengek Baekhyun karena tangan Chanyeol terlalu erat memeluknya jadi ia tidak bisa melepas salah satu tangannya untuk membenarkan topinya.
Chanyeol menaikan topi itu, lalu menatap mata wajah Baekhyun yang mendongak karena Chanyeol menarik topi itu dengan kasar. Yeoja itu menatap Chanyeol tajam, sedangkan Chanyeol malah menatap mata Barkhyu
n dengan senyuman miring, dan lagi - lagi Baekhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
"Kau mau bubble tea?"
"Aa~ mau, tapi-" Baekhyun memandang piyamannya dengan ragu, sedangkan Chanyeol sudah tertawa geli melihatnya.
"Tidak apa, itu toko bubble tea, bukan pesta besar." potong Chanyeol lalu tersenyum lima jari dan memperlihatkan sembilan belas giginya, dan Baekhyun masih sempat - sempatnya berpikiran seperti ini 'gigi Jongin lebih banyak saat tersenyum, dua puluh buah, sedangkan Chanyeol hanya sembilan belas buah.' tapi setelah itu Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan pikiran tidak pentingnya.
Setelah sampai , Baekhyun langsung mendudukan tubuhnya setelah meminta Chanyeol untuk memesan satu strawberry bubble tea dan dua chocco bubble tea untuk KaiHun. Selang beberapa menit, Chanyeol kembali, tapi bukan bubble tea yang diberikan ke Baekhyun, melainkan susu stroberi yang masih hangat.
"Kau masih belum sembuh benar, minum ini." Baekhyun mengangguk, lalu menyedot(?) susu stroberi miliknya. Baekhyun tidak protes, ia senang - senang saja, toh ini minuman favoritnya.
Chanyeol mengusak rambut Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun mendengus kesal. Yeoja itu berusaha menampik tangan Chanyeol yang sangat jahil itu. Saat asiknya bertengkar, tiba - tiba saja kucing putih mendekat ke arah Chanyeol dan bergelayut di kakinya, Chanyeol langsung mengangkat kakinya, sedangkan Baekhyun mengangkat kucing putih itu dan memangkunya.
"Neommu yeoppoo~" puji Baekhyun dengan gemas, bahkan ahjumma penjaga toko sekaligus pemilik kucing itu hanya tersenyum geli dan membiarkan Baekhyun memainkan kucing putihnya.
"Jae-ah, turunkan itu." pinta Chanyeol, Baekhyun menggeleng, ĺalu meletakan tangan Chanyeol ke atas tubuh kucing itu, lalu memberinya elusan - elusan yang membuat kucing putih iťu nyaman.
Baekhyun tertawa geli melihat ekspresi Chanyeol yang kagum,takut, bingung, dan tidak percaya ketika mengelus kucing itu, dan Chanyeol sekarang mulai menggaruk leher kucing itu yang membuat kucing imut itu menggeliat senang.
"Kucing itu ramah bukan?"
"Yeah, aku tidak menyangkanya,benar - benar manis." Baekhyun tersenyum lucu, lalu mengangguk - paham.
"Kajja kembali, Bubble teanya akan keburu dingin nanti."
Baekhyun mengangguk imut, lalu tersenyum malu saat Chanyeol merangkulnya lagi. Dan akhirnya kedua anak manusia itu kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang.
.
.
.
"Wohoho! Gomawo~ ini gratis kan?" pekik jongin senang, sedangkan Sehun hanya geleng - geleng melihat kelakuan Jongin yang seperti tidak pernah meminum bubble tea.
Baekhyun mengangguk lucu lalu tersenyum manis, sedangkan Jongin sudah asik menyeruput bubble tea miliknya dengan rakus, dan akhirnya Sehun yang bilang terima kasih dengan Baekhyun dengan sesekali melirik Jongin tajam karena namja berkulit tan itu meminum bubble tea milknya.
"Oke, aku duluan."
"Hyung, tunggu~"
"Eitts! Telan bubble mu itu dulu! Enak saja mau main cium, menjijikan!" keluh Baekhyun, sedangkan Jongin janya meringis dan menjauhkan bibirnya dari pipi Baekhyun.
"Mian, mian kekekeke~" kikik Jongin.
"Sudahlah Jong, biarkan hyung kembali ke kamarnya."
"Ide bagus ,kajja Chan."
Sehun menggerutu di belakang Baekhyun, dan berpikir seperti ini 'sebenarnya kembaran Jongin itu siapa? Aku atau Baekhyun noona? Sial, kenapa sifat mereka sama - sama menyebalkannya?' tapi akhirnya pikiran itu teralihkan karena suara berat milik Jongin.
"Baekhyun noona terlihat sangat dekat dengan Chanyeol hyung."
"Yeah, entah kenapa- tunggu! YA! KENAPA BUBBLE TEA MILIKKU JUGA KAU MINUM? YA! CHO JONGIN! KEMARI KAU!"
.
.
.
Baekhyun sekarang tengah berada di ranjang Chanyeol dengan buku catatan matematika yang ia bolak - balik dam sesekali menggeram frustasi jika tidak paham, atau ia akan menggumam lucu ketika ia memahami rumus itu dengan benar.
Besok memang ada ulangan matematika di kelas Baekhyun, dan jujur saja, Baekhyun tidak terlalu pandai di pelajaran matematika ini, bisa - bisa ia akan mati penasaran karena soal matema- Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya, mana mungkin ia akan mati hanya karena soal matematika.
"Hei, sedang apa?" tanya Chanyeol yang baru selesai mandi, Baekhyun bisa tau itu dari rambut Chanyeol yang masih basah. Baekhyun menjawabny dengan dengusan, mata lebarnya itu apa tidak dipakai? Tidak lihat jika Baekhyun sedang belajar sekarang?
"Mandi." jawab Baekhyun asal, Chanyeil langsung terkekeh, lalu mengusak rambut Baekhyun yang basah karena yeoja mungil itu juga sudah mandi sebelum Chanyeol, dengan beribu - ribu aegyeo yang ditujukan ke Chanyeol sebelumnya sampai akhirnya Baekhyun diijinkan mandi.
Baekhyun menepis tangan Chanyeol dengan kesal, namja itu tengah menghalangi mata Baekhyun dañ itu membuat Baekhyun salah mencoret buku tulisnya, dan ngomong - ngomong, Baekhyun juga tengah mengerjakan pekerjaan rumahnya (idihh rajin banget /digorok/). Chanyeol pun yang merasa terkacangi(?) itu pun bersedekap sembari mengerucutkan bibir tebalnya, yang alhasil mendapat pukulan imut(?) dari pensil mekanik milik Baekhyun. Tepat di bibirnya.
"Bantu aku mengerjakan soal ini, huhuhu~" rengek Baekhyun dengan mengguncang lengan kokoh milik Chanyeol, sedangkan si empu masih tertawa geli melihat kelakuan Baekhyun yang teramat menggemaskan ini.
Chanyeol pun menjelaskan soal itu dengan sabar dan sesekali akan menyentil kening Baekhyun jika yeoja itu belum paham, dan Baekhyun akan meminta mengulangi penjelasannya karena menurut Baekhyun penjelasan Chanyeol itu terlalu cepat, kalimatnya terlalu panjang, rumit atau kata lainnya Baekhyun tidak paham.
"Hoamm..." Baekhyun menguap, lalu menyandarkan kepalanya di lengan atas milik Chanyeol, masih berusaha mendengarkan penjelasan Chanyeol.
"Kau mengantuk?"
"Ne."
Chanyeol tersenyum, lalu mengusak rambut Baekhyun lagi, Baekhyun sekarang sudah membenarkan posisinya untuk tidur.
"Yeollie, aku tidur disini lagi ne?" tanya Baekhyun, Chanyeol mengangguk lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Baekhyun, sedangkan Baekhyun sibuk berblushing ria, jujur saja, walaupun ia sudah sering tidur -seranjang- dengan Chanyeol, tapi ia masih benar - benar gugup saat Chanyeol ada di sampingnya seperti saat ini.
"Jalja." bisik Chanyeol sebelum akhirnya Baekhyun kembali tenggelam ke mimpinya.
.
.
.
"Hohoho, kau masuk rupanya hari ini." goda Kyungsoo sembari menusuk - nusukan jarinya ke pipi chubby milik Baekhyun.
"Aku tidak mau ikut ulangan susulan." Jawab Baekhyun, lalu tertawa kecil sembari menutup loker miliknya.
"Hei, mana Chanyeolmu?" tanya Kyungsoo dengan alis yang dinaik turunkan yang ia maksudkan untuk menggoda Baekhyun. Dan yap! Bisa kalian tebak, pipi yeoja bermata sipit itu memerah hebat, Kyungsoo pun tertawa terbahak untuk merayakan 'kemenanganya'.
"Noona!" panggil Jongin dengan nafas yang terengah engah, sedangkan Kyungsoo hanya menatapnya bingung, sembari mencium pipi kanan Jongin, sedangkan Baekhyun malah menatapnya geli.
Kyungsoo pun memberikan tatapan ke Jongin yang seperti isyarat seperti ini 'nanti saja, kau tidak liat ada Baekhyun disini?' Jongin langsung mengangguk, lau mengecup pipi Kyungsoo dengan gemas dan meninggalkan kedua yeoja yang masih ada disana.
"Labil sekali anak itu."
"Sudahlah, kajja." potong Kyungsoo dengan cepat dan langsung menuju kelas, dengan Baekhyun tentunya.
Belum ada setengah jalan mereka tempuh, Krystal langsung berlari ke arah Baekhyun, lalu meraih lengan Baekhyun dan mengayunnya pelan.
"Oppaaa~ nanti oppa sibuk?"
"Tidak, wae?"
"Eumm, aku mau oppa menemaniku nanti."
"Kemana?" tanya Baekhyun santai.
"Nanti ada pertandingan Chanyeol oppa."
"Ok, aku nanti akan menjemputmu di kelasmu."
"Gomawo oppa~"
Baekhyun tersenyum sembari memandang punggung Krystal yang perlahan menjauh, jadi sekarang Chanyeol ada pertandingan? Kenapa tidak memberitahunya? Baekhyun pun menggigit bibinya menahan senang, ia tidak sabar akan melihat pertandingan Chanyeol nanti setelah pulang sekolah.
.
.
Chanyeol menatap Krystal dan Baekhyun dengan tatapan tajamnya ketika namja tinggi itu melihat Baekhyun dan Krystal datang, dengan Baekhyun yang merangkul Krystal, dan oke, Chanyeol akui ia cemburu sekarang, jangan tanya kenapa lagi.
Chanyeol pun langsung menarik Krystal kasar ke dekatnya, lalu sedangkan Baekhyun menatap kedua kakak beradik itu dengan bingung.
"Kenapa kau tidak pergi dengan Minhyuk?"
"Minhyuk ada kerja kelompok, yeah, aku butuh Hyunnie oppa sekarang." jawab Krystal.
Chanyeol mendengus, lalu menatap Baekhyun yang tengah meminum air mineral di botolnya, yeoja mungil itu tampak cantik siang ini, kira - kira seperti itulah pikiran yang ada di pikiran Chanyeol. Tapi namja itu langsung menggelengkan kepalanya dan berpikir jika Baekhyun itu namja, dan ia tidak bisa mengatainya cantik, atau Baekhyun akan marah nanti.
"Oppa." panggil Krystal kesal.
"Hah? Ne?"
"Oppa menyukai HyunJae oppa kan?"
"A-apa?"
"Oppa tidak apa menyukainya, aku sudah mengetahui semuannya dari eomma."
Dahi Chanyeol mengrenyit, kenapa ia bisa lupa jika eommanya -Jessica Jung- itu guru yang ada di sekolah ini, oh! Jadi itu alasan Krystal disini? Menjaga Baekhyun dari Chanyeol? Hei, kenapa Chanyeol sepertinya ketinggalan banyak sekali berita?Dan kenapa Baekhyun menyembunyikannya?
Chanyeol menghela nafasnya, lalu menatap Baekhyun yang tengah berbincang dengan Tao, setelah itu, Chanyeol melihat Krystal.
"Aku tidak akan merebut Hyun Jae oppa dari oppa, oke? Aku tidak sebodoh itu."
"Tapi , apa yang disembunyikan olehnya? Kau dan eomma?"
"Maafkan aku, aku belum bisa memberi tahu oppa, aku takut merenggangkan hubungan kalian." Jawab Krystal, lalu berjalan meninggalkan Chanyeol dan berjalan ke arah Baekhyun.
.
.
.
Baekhyun sekarang menangis di dalam kamarnya, iatakut Chanyeol sudah mengetahui siapa dirinya, dari tadi Chanyeol memandangnya dengan tatapan kecewa, dan Baekhyun takut jika Chanyeol akan meninggalkannya atau marah dengannya.
Cklek...
Baekhyun yang menyadari itu Chanyeol pun langsung bersembunyi di balik selimutnya dan berpura - pura tidur, dan saat itu juga ia merasa ada yang menyibak selimutnya.
"Apa yang kau sembunyikan dariku? Apa itu membuatku harus menjauhimu? Jae-ah, kumohon, aku tidak mau kehilanganmu, cukup aku kehilangan keluargaku, aku tidak mau kehilanganmu juga." pinta Chanyeol, nada bicanya terdengar sangat putus asa.
"Saranghae." bisik Chanyeol lalu mengecup kening Baekhyun cukup lama, lalu melepasnya.
"Aku benar - benar cengeng, sial." Chanyeol langsung mengusap kedua matanya dan berjalan menuju kamar mandinya.
Setelah kepergian Chanyeol, Baekhyun langsung turun dari ranjangnya dan mengambil jaketnya untuk menutupi kemeja baby blue yang ia gunakan sekarang. ia membutuhkan udara segar, hawa di kamarnya ini hanya membuatnya kembali sesak.
Saat ia akan keluar dari kamarnya, ia bertemu dengan Minhyuk yang tengah tersenyum miring yang mengerikan, Baekhyun pun menatap namja itu dengan heran.
"Apa yang kau lakukan-hhmmppphhh!"
"Kau akan menerima akibatnya jika berani merebut Krystal dariku."
Tak lama kemudian,bius yang Minhyuk gunakan untuk membekap Baekhyun mulai bekerja, dan itu membuat Baekhyun semakin kehilangan kesadarannya.
'Chanyeol...'
.
.
.
Tbc :v
Note : annyeong~ Ini udah awal konpliknya, eh ya nggak sih :v udahlah, pokoknya ya gitu deh :v
EXO UDAH KAMBEKKK~ TRUS ITU, FOTONYA CHANBAEK YANG DI TEASER NYA EXO NEXT DOOR ITULOHHH! TATAPANNYA CENYOL KE BEGYUN! Hayati ngefly liatnya. Oke ini alay.
Udalah, trus makasih buat yang udah baca dan ripiu epep abal - abal ini, trus terima kasih buat Tasya :v temen kelas yang udah ripiu pake usernameku :v lupa gak di log out, jadi kesannya kek lucu gimana gitu :v masa authornya ripiu epepnya sendiri? Tapi itu temen loh ya '-' bukan author :v.
Okelah, Review please?
