He so Beautiful!
Main Cast :
-Byun Baekhyun
-Park Chanyeol
Support Cast :
Cari sendiri yesh~
Rating : T
Genre :
Romance/
Hurt/ Comfort / Friendship / tentuin sendiri lah -3-)/
WARNING! GENDERSWITCH INSIDE!
TYPO BERTEBARAN! ALUR KECEPETAN! GAJE!
DLDR! SIDERS MENJAUH!
NO PLAGIARISM!
ALL CAST ISN'T MINE, BUT
MY STORY IS MINE!
Happy Reading ^^
.
.
.
Chanyeol ngrenyitkan dahinya ketika merasakan ada gejolak aneh yang merasuki dadanya. Karena namja itu terus terusan merasakan gejolak aneh itu, ia pun bergegas menyelesaikan mandinya.
Setelah ia keluar dari kamar mandi, ia langsung berjalan menuju ranjang Baekhyun, tapi nihil, tidak ada tanda - tanda Baekhyun disana, bahkan Baekhyun tidak meninggalkan pesan atau apapun yang lain ketika ia pergi. Dan sialnya lagi, Baekhyun meninggalkan ponselnya.
Chanyeol mengusap dahinya kasar, lalu segera keluar dari kamarnya untuk mencari Baekhyun, oke ini memang bukan pertama kalinya Baekhyun keluar kamar tanpa izin Chanyeol, tapi pada akhirnya nanti pemilik kamar yang Baekhyun tumpangi akan menelponya atau paling tidak Baekhyun membawa handphonenya.
"Shit, Krys? Hyun Jae ada denganmu?"
'Eh? Tidak oppa.'
"Yang benar, kalian bersekongkol kan?"
"Oppa, aku sedang merawat Luna sekarang, demamnya tinggi, aku tidak punya waktu untuk berbohong, memang kenapa?'
"Dia menghilang."
'MWO? oppa sudah mencarinya?'
"Aku sedang mencarinya."
"Oke, semoga berhasil.'
"Gomawo."
Pik!
"Jae-ah, eodiga?"
.
.
.
Baekhyun membuka matanya perlahan, lalu menatap sekelilingnya,ini Lab bawah tanah yang sudah tidak dipakai! Siapa yang membawanya kesini? Baekhyun berusaha meronta, tapi yang ada pergelangannya semakin perih ketika ia menariknya, ia diikat di sebuah kursi yang tidak dipakai, tapi mulutnya dibiarkan bebas.
Baekhyun pun menggunakan kesempatan itu untuk berteriak sekeras - kerasnya, dan tak lama kemudian teriakan itu berubah menjadi isakan - isakan dari Baekhyun, ia mengingat semuanya, saat ia tadi diculik tadi, demi tuhan, Krystal? Apa Minhyuk itu-
"Sudah terbangun, manis?"
"Minhyuk-ssi, jeballyo... Aku tidak bermaksud merebut Krystal, maafkan aku, aku-"
"Hentikan omong kosongmu itu," Minhyuk menyela perkataan Baekhyun, "dan jika boleh lancang, aku ingin mengetahui apa yang ada di balik kemejamu ini."
Mata Baekhyun langsung membulat, ia terus - terusan menangis dan meronta sekuat tenaga, tapi yang ada Minhyuk malah tertawa lalu menyeringai lebar.
"Kau tau? Aku selama ini memendam rasa ingin tahuku yang kenapa suaramu terdengar sangat indah, kau yang selalu menghindar saat pelajaran renang dan tidak berganti pakaian dengan namja? Aku tau semua itu." tanya Minhyuk.
Baekhyun menjerit ketika Minhyuk mulai melepas kancing kemejanya, ia benar - benar takut sekarang, ia menginginkan Chanyeol sekarang, Chanyeol yang menghiburnya disaat seperti ini.
Mata Minhyuk membulat, ia langsung mengancingkan kembali kemeja Baekhyun dengan tangan bergetar seolah- olah ia baru membunuh orang dengan tangannya itu. Baekhyun juga meraskan ikatan di tangannya mulai terlepas dan ia bisa melihat wajah Minhyuk yang memerah.
"Noona, mianhaeyeo."
"L-lupakan itu, biarkan aku pergi Minhyuk-ssi."
"T-tunggu, noona bisa memukulku se-"
BUGH!
Tangan mungil Baekhyun langsung menghajar pipi Minhyuk, hingga menghasilkan memar disana, bahkan tubuh Minhyuk sampai nyaris tersungkur di lantai.
"Gomawo, aku akan pergi sekarang." Baekhyun pun segera menaiki tangga disana dan ia langsung sampai di depan perpustakaan, ia pun berlari menerobos hujan menuju asramanya.
.
.
.
Chanyeol sekarang tengah mondar mandir di kamarnya sembari melihat jam yang sudah menunjukan pukul dua belas lebih. Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, air matanya kembali jatuh, di luar sana tengah hujan yang sangat deras, bagaimana Baekhyun sampai disini ?, tapi kekhawathiran itu langsung musnah ketika mendengar ketukan di pintunya.
"Yeollie..." mata Chanyeol membulat ketika menyadari siapa yàng ada di depannya, Baekhyun.
"Astaga, kau kemana saja?" tanya Chanyeol, tapi tubuh Baekhyun sudah terhuyung dan mulai kehilangan kesadarannya, tapi Chanyeol dengan sigap membawa yeoja mungil itu keranjangnya.
Chanyeol menatap wajah pucat Baekhyun, lalu dengan perlahan membuka kancing kemeja Baekhyun yang basah karena hujan. Ia bermaksud menggantikan pakaian Baekhyun yang sudah sangat basah itu, Tapi kemudian tangan namja itu langsung terhenti, lalu mengancingkan kembali piyama Baekhyun dengan tangan bergetar, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya, Chanyeol menggerutu dalam hati, kenapa ia benar - benar cengeng akhir - akhir ini? Dan akhirnya namja itu meraih handphonenya dengan tangan bergetar.
"Kyungsoo-ssi, bisa kau ke kamarku? Ini tentang Baekhyun."
.
.
.
Mata Kyungsoo yang bulat semakin membulat, sedangkan Tao yang ada di hadapannya mengrenyit bingung, tidak mengetahui apa yang terjadi sekarang.
"A-arra, aku kesana."
'Ne, gomawo Kyungsoo-ssi'
Pik!
"Jie, wae?"
"Ada sedikit masalah, aku duluan Tao-ie."
"O-oke, hati - hati."
Kyungsoo menggigit bibirnya selagi berjalan ke asrama namja, kenapa identitas Baekhyun bisa terbongkar? Kyungsoo memang tau tadi Chanyeol berkali - kali menelponnya dan menanyakan Baekhyun, tapi Kyungsoo memang benar - benar tidak mengtahui dimana Baekhyun. Dan juga cara bicara Chanyeol tadi, benar - benar gabungan antara kecewa dan juga nada dnginnya yang seperti biasanya.
Setelah sampai, Kyungsoo langsung menerobos masuk, ini sudah kebiasaan Kyungsoo akan menerbos masuk apabila ia sudah panik, seperti sekarang ini.
"Ch-Chanyeol, m-mian."
"Gwenchana, aku harap kau bisa menggantikan baju Baekhyun dan merawatnya, jika ia mencariku, bilang saja 'kau masih mencari orang yang kau khianati? Dan satu lagi, aku menyesal telah berbuat baik denganmu, benar - benar menyesal.'." tutur Chanyeol dengan nada dingin dan angkuh seperti dulu, bahkan Kyungsoo langsung terdiam dan mengangguk.
"Terimakasih." ucap Chanyeol sampai akhirya ia menghilang dari pintu kamar.
.
.
.
Baekhyun terbangun dengan isakan ketika ia kembali mimpi buruk, matanya menusuri kamarnya itu dengan teliti, tapi Chanyeol tidak menampakan dirinya sama sekali, dan akhirnya ia menemukan Kyungsoo yang ada di sebelahnya. tangan Kyungsoo terulur untuk mengelus kepala Baekhyun dengan sayang.
"Mana Chanyeol?" tanya Baekhyun, nyaris seperti bisikan.
"Chanyeol tidak pergi karena mengetahui aku yeoja bukan?"
Kyungsoo masih diam.
"Kyung... Chanyeol -hikss... "
"Sssttt... Uljimayo, Chanyeol butuh waktu untuk sendiri,kau paham?"
Baekhyun menggeleng, masih mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo. Kyungsoo pun membisikan kata - kata penenang agar Baekhyun agak tenang, tapi sayang, itu malah memperburuk keadaan.
Baekhyun semakin terisak, Kyungsoo pun menangkup kedua pipi Baekhyun.
"Kau bukan Byun Baekhyun yang kenal, Byun Baekhyun yang kukenal mampu menghadapi semua perlakuan orang tuanya selama kurang lebih dua belas tahun, dan sekarang kau menangisi namja yang baru kau kenal kurang dari 3 bulan?"
"Aku mencintainya soo!" bentak Baekhyun air matanya semakin bercucuran deras , Kyungsoo pun memeluk Baekhyun sangat erat.
"Aku tau perasaanmu, tidurlah, aku harap Chanyeol datang ke mimpimu."
Dan itu kalimat terakhir yang Baekhyun dengar sampai ia tertidur pulas di pundak Kyungsoo.
.
.
.
Chanyeol sekarang tengah ada di kamar Kris dan Jongdae, namja itu tengah melamunkan sesuatu yang kalian bisa tebak, Baekhyun. Chanyeol masih tidak percaya apa yang dilakukan Baekhyun, menipunya,menghianatinya, dan bodohnya Chanyeol mencintainya.
Sangat mencintainya.
Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, ia kembali menonjok tembok di belakangnya, sampai tanganya berdarah, tapi Chanyeol berasa seperti mati rasa, hanya rasa sakit di dadanya yang terasa, sampai Kris datang dengan wajah yang basah, namja blasteran itu tengah menguap lebar.
"Berhenti berlarut dalam kesedihanmu, balut lukamu dan tidur, aku akan belajar, sialan , seharusnya aku keluar eskul , besok aku akan meminta keluar eskul." gerutu namja itu, Chanyeol pun mengikuti perintah Kris, ia langsung mencuci lukannya lalu tidur di ranjang Kris, sekarang sudah pukul tiga pagi, setidaknya ia punya waktu tiga jam untuk tidur.
"Semoga saja hubungan mereka baik - baik saja." gumam Kris.
.
.
.
Sekarang, Baekhyun tengah ada di dalam kelasnya ia tengah melamun sembari mendengarkan lagu saat ia ada di ruang musik dengan Chanyeol saat itu , goodbye summer.
Baekhyun memutar lagu itu berkali - kali sembari memandang pintu dengan tatapan kosong, berharap Chanyeol akan datang lalu menghampirinya dan memeluknya, atau pun akan bercanda dengan Baekhyun, apa lagi sekarang ia merasa hanya ada bangku kosong di sebelahnya, Kyungsoo? Jangan tanya, yeoja bermata bulat itu tidak mau rahasia Baekhyun terbongkar lagi .
Dan namja itu datang, ia langsung mendekati Baekhyun dengan tatapan dingin nan angkuh andalannya. Baekhyun pikir Chanyeol akan mendekat ke arahnya, tapi itu salah, Chanyeol menuju bangku belakang sendiri tempat seorang yeoja bermata rusa yang di bingkai kacamata besar yang membuatnya terkesan imut. Dan juga rambut cokelat madunya yang dibiarkan terurai.
"Luhan-ssi, aku ingin kau duduk disebelah Hyun Jae-ssi , aku duduk disini."
"Tapi Chanyeol-ssi-"
"Kumohon." pinta Chanyeol , dan akhirnya Luhan -nama yeoja itu- mengangguk kecil dan menghampiri Baekhyun, pundak yeoja itu bergetar hebat, tapi tidak ada yang menyadarinya. Luhan pun menepuk pundak Baekhyun dengan sangat lembut, dan itu cukup membuat Baekhyun terlonjak kaget.
"kau baik - baik saja?"
"Cukup baik, hanya ada sedikit masalah."
Luhan menggigit bibir bawahnya takut.
"Kau ada masalah dengan Chanyeol-ssi?"
Baekhyun mengrenyitkan dahinya bingung, apa Luhan sebegitu tahunya?
"Yeah." jawab Baekhyun singkat.
Luhan pun mengangguk kecil. Lalu kembali memfokuskan dirinya ke pelajaran, guru mereka baru saja datang dan langsung menjelaskan materi pelajaran yang akan digunakan di ujian nanti, matematika.
Ukh , Baekhyun terus - terusan terpikir saat ia belajar bersama dengan Chanyeol, itu pun belum lama terjadi, dan sekarang? Baekhyun ďan Chanyeol sudah tidak saling menyapa, melihat saja tidak, padahal susah ada di depan mata. Aneh. Tapi Baekhyun memang menyadari ini salahnya, ia ingin sekali meminta maaf kepada Chanyeol, tapi sudah dipastikan Chanyeol tidak akan memaafkannya , kesalahan itu pasti membuat Chanyeol kecewa dan menghilangkan perasaannya terhadapnya, dan sekarang Baekhyun kembali merutuki dirinya.
.
.
.
"Baekhyun-ah?" panggil Kris, Baekhyun pun mendongakkan kepalanya, matanya yang memerah dan berair sekarang sedikit berbinar.
"Bogoshipeo..." Baekhyun memeluk Kris erat, namja jangkung itu pun membalas pelukan Baekhyun tak kalah erat.
Baekhyun tidak peduli apapun kali ini, ia mebutuhkan sandaran untuknya, ia terlalu banyak berpikir tentang Chanyeol dan sepertinya Kris tidak terlalu buruk, lagi pula hubungan mereka baik - baik saja, toh dulunya mereka pernah saling membahagiakan, untuk apa bermusuhan.
"Kau ada masalah dengan Chanyeol?" tanya Kris sembari menyodorkan sapu tangan berwarna biru tua ke arah Baekhyun.
"Kalau aku tidak bermusuhan, Kau tidak akan mengetahui siapa aku sebenarnya." jawab Baekhyun, lalu terkekeh pahit.
"Hmm, kau benar, si idiot itu memang menceritakan semuanya padaku, dengan emosi yang- ukh, Chanyeol memang sangat sensitif jika membahas tentang yeoja."
"Benarkah?"
"Ya, dan kalau kau mau tau, tangannya berdarah - darah karena kemarin ia meninju tembok dengan cukup keras, dan sepertinya tembok kamarku sedikit retak."
"Astaga, ini pasti karenaku." nada Baekhyun terdengar bergetar, Kris pun terkekeh.
"Sudahlah, Chanyeol memang childlish, sekarang lebih baik kau ke ruang kesehatan, Chanyeol sepertinya kesusahan membalut lukanya sendiri." pinta Kris lalu meninggalkan Baekhyun yang mematung di bangku taman belakang sekolah.
.
.
.
Baekhyun sekarang tengah berada di depan ruang kesehatan, ia bisa melihat Chanyeol yang menghela nafasnya karena ia kesusahan melilitkan perbannya dengan satu tangan.
Baekhyun tengah mengalami konflik batin sekarang, ia ingin masuk, tapi ia takut Chanyeol mengusirnya, ia ingin pergi dari sana, tapi ia tidak bisa membiarkan Chanyeol kesusahan seperti itu, Baekhyun pun membuka pintu itu dengan tangan bergetar, ia tau tadi Chanyeol meliriknya sekilas, lalu fokus ke kasa yang melilit acak - acakan di tangannya.
Setelah mengambil obat merah yang ada di kotak obat, Baekhyun mendudukan tubuhnya di sebelah Chanyeol, tapi namja itu memberikan tatapan dingin nan datarnya ke arah Baekhyun, tapi itu di balas senyuman manis dengan Baekhyun.
"Kali ini jangan menolakku, aku mohon, biarkan aku."
Chanyeol hanya diam ketika Baekhyun melepas lilitan kasa di tangannya, Chanyeol bisa merasakan jari - jari Baekhyun yang membenarkan perbannya dengan hati - hati dan penuh kasih sayang, setelah perban itu lepas , Baekhyun meletakan kapas baru dengan obat merah di tangan Chanyeol, lalu kembali melilit tangan Chanyeol dengan perban tadi.
"Nah, sudah benar, kau boleh pergi sekarang."
"Hmm." gumam Chanyeol, lalu berdiri membelakangi Baekhyun dan hendak berdiri, tapi Baekhyun langsung memeluknya dari belakang.
"Mianhae, Nado saranghae..." bisik Baekhyun dengan nada bergetar.
Chanyeol pun terdiam, Baekhyun membalas pernyataan cintanya tempo hari, itu artinya Baehyun juga mencintainya? Jadi Chanyeol juga merasa bersalah disini, ia benar - benar membuat Baekhyun semakin terpuruk dengan tau semua dari Kris, tentang masa lalu Baekhyun yang seharusnya di lewatkan oleh candaan, liburan dengan orangtua, tapi, yeoja itu malah melewati masa kecilnya dengan kamar, piano, belajar, homeschooling, cacian dari orangtuanya ketika ia sakit - sakitan dan masih banyak hal yang lebih buruk dari itu.
Chanyeol berpikir itu lebih buruk dari masa kecilnya, orang tua dan kakak perempuannya meninggal karena menyelamatkannya, itu artinya mereka masih menyayanginya. Lagipula sekarang Chanyeol memliki keluarga Jung yang merawat dan mencintainya seperti keluarganya dulu. Sedangkan orang tua Baekhyun? Chanyeol bahkan berpikir mungkin orangtua Baekhyun mungkin bukan manusia.
Namja tinggi itu sangat ingin memeluk Baekhyun balik, merasakan tubuh hangat Baekhyun di dekapannya, isakan - isakan kecil yang membuat nya panik, senyum manis yang ia lontarkan setelah menangis, bukan tatapan kecewa dan pedih seperti sekarang.
Isakan Baekhyun semakin hebat, Chanyeol bisa merasakan punggungnya basah sekarang, ia benar - benar ingin membalas pelukan Baekhyun,membiarkan Baekhyun menangis terisak di dadanya, membisikan kata - kata penenang agar yeoja itu terdiam. Jujur saja, isakan Baekhyun ini membuat hatinya terkoyak.
Grepp!
Chanyeol pun memeluk Baekhyun sangat erat, membiarkan Baekhyun menangis di dadanya, ia juga mengecupi puncak kepala Baekhyun agar yeoja itu agak tenang, tapi yang ada Baekhyun malah semakin terisak hebat.
"A-aku benar - benar minta maaf yeol..."
"Berhentilah menangis, biarkan aku sendiri Baek, kumohon."
Baekhyun mendongak, lalu menatap wajah Chanyeol yang perlahan mendekat ke arah wajahnya, Baekhyun pun refleks memejamkan matanya, sampai akhirnya bibir Chanyeol mendarat tepat di bibir tipisnya.
Chu~
Chanyeol melumat lembut bibir cherry nan tipis milik Baekhyun, sedangkan Baekhyun yang awalnya terkejut mulai terbuai dengan ciuman Chanyeol, ia pun mulai membalas ciuman Chanyeol, tapi tidak selihai Chanyeol. Bahkan, tangan yeoja mungil itu sekarang ada di leher Chanyeol.
"Berikan aku waktu oke? Aku mencintaimu." bisik Chanyeol yang membuat pipi Baekhyun merona.
"Eumm, ya. nado saranghae." jawab Baekhyun, sedangkan Chanyeol langsung terkekeh menanggapi Baekhyun yang tengah berblushing ria.
'Maafkan aku eomma, aku tidak akan bertunangan dengan Krystal, aku sudah menemukan penggantinya.'
.
.
.
Tbc XD
Note : Hallooo~ saya kambek :", maaf kalo cerita ini kependekan, abis ini tadi ngebuatnya cuma sebentar, trus lama ya ini apdetnya? Habis, paketan ini kagak wajar weh, ya masa browser sama chrome pada gabisa jalan? Jadi sini minta maaf ya :"
Okelah, nanti author walaupun ada ujian gak bakal hiatus, buat apa coba? Lagian saya selama sekolah itu gapernah buka buku di rumah, cuma belajar disekolah. :v
Last, Review please?
