Another Chance

.

.

.

Author: MY98 dan (Kim Heeya)

Cast:

Park Jimin as Park Jimin (24 tahun)

Kim Taehyung as Kim Taehyung (24 tahun)

Jeon Jungkook as Jeon Jungkook (24 tahun)

Etc.

Pairing : VMin, Kookmin sligh Namjin

Rating : T+ nyaris M /pingsan/

Genre :Romance, Humor, Hurt/Comfort

Disclaimer: BTS itu milik BigHIt ent, tapi jimin milik saya! ._.

Warning! : Typo bertebaran! Penggunaan bahasa tidak sesuai dengan EYD! Gaje!Cerita pasaran! Aneh! OOC! Yaoi!

.

.

Happy Reading ^_^

.

.

_Another Chance_

.

.

Jeon's Mansion

Jungkook POV

Ku tatap potret diri Jimin yang sedang tersenyum di dalam bingkai foto yang sedang kupegang saat ini. Kembali kuletakkan bingkai foto tersebut di meja yang berada tepat di samping ranjangku. Aku segera bangkit dari ranjangku. Sudah kuputuskan. Keputusanku sudah bulat.

Kim Taehyung. Maafkan aku. Sepertinya persahabatan ini berakhir di sini. Tidak, persahabatan kita sudah berakhir sejak dulu.

.

_Another Chance_

.

Kim's Corp. 21.30 pm KST

Seorang pria tampan yang mengenakan kemeja putih tampak sedang menatap kaca berukuran besar yang menampilkan pemandangan keramaian malam dengan gedung-gedung pencakar langit serta langit malam sebagai latar belakangnya. Ia lalu mendesah seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

"Kenapa kau belum pulang juga, Taehyung. 'Istrimu' pasti sudah menunggu."

Pria yang dipanggil Taehyung itu menoleh, "Ah Appa.. ne, aku akan pulang sebentar lagi, pekerjaanku baru saja selesai." sahutnya. Mr. Kim mendekati anaknya itu dan ikut menatap keluar jendela besar tersebut. "Kau tau, Kim Taehyung? Dua tahun yang lalu.. ketika kau meminta Appa untuk menjodohkanmu dengan 'istri'mu sekarang, Appa sudah menganggapmu tidak waras.." Mr. Kim tertawa pelan. "Pernikahan sesama jenis masih jarang di Korea Selatan bukan?" Taehyung ikut tertawa pelan menanggapi perkataan sang Ayah.

"Tapi, ketika melihat kesungguhanmu dan kerja kerasmu atas syarat yang Appa berikan padamu, merubah dirimu dari seorang gelandangan bernama Ryosuke Yamada yang tidak mau diatur menjadi Kim Taehyung, anak Appa yang memiliki potensi, Appa sadar.. kau sangat mencintainya, mencintai pria itu.." ujar Mr. Kim panjang lebar. Taehyung hanya diam, ia lalu tersenyum miris.

"Ya.. tentu saja, aku sangat mencintainya.."

'Tapi dia tidak.'sebuah suara berbisik pelan di hati pria tampan itu.

"Hah, lebih baik kau pulang. Ini sudah kesekian kalinya kau lembur bukan? Kalau kau memang mencintai istrimu, bersegeralah pulang!" Mr. Kim menepuk punggung anaknya dan berlalu dari hadapannya, meninggalkan Taehyung yang terdiam.

.

_Another Chance_

.

One Month Later.

Kim's Apartment 22.00 pm KST

Jungkook menatap ke arah figura-figura foto yang bergantungan di dinding ruangan tersebut. Foto pernikahan Taehyung dan pacarnya, Jimin. Pria itu lalu tersenyum mengejek. 'Hah, untuk apa aku merasa bersalah? Toh yang memintaku untuk tetap berhubungan adalah Jimin sendiri..'

Yah, pria itu sudah tak memikirkan lagi masalah pertemanannya yang telah hancur dengan Kim Taehyung. Penghianat? Bisa dibilang begitu.

"Maaf membuatmu menunggu lama, sayang.." tiba-tiba Jimin muncul dengan hanya mengenakan sehelai bath-robe yang menyetak lekuk tubuh pria manis itu, dan rambutnya yang sedikit basah itu menambah kesan sexy nya. "Jimin-ah.." Jungkook terpesona menatap pacar manisnya itu. "Kenapa?" tanya Jimin polos.

"Hah, kenapa kau terlalu polos hah?" Jimin hanya mengerutkan keningnya dan berlalu menuju kamarnya. "Maksudmu?" tanya pria manis itu. Jungkook mengikuti di belakang, tak menjawab pertanyaan dari pacarnya itu. "Yaa, Jeon Jungkook! Jawab aku!" seru Jimin ketika mereka sudah berada di depan pintu kamarnya.

Bruk!

"Y-ya! Sakit!" Jungkook menatap tajam mata Jimin, sedangkan kedua tangannya menopang beban badannya di kedua sisi kepala Jimin. "Kau mau menggodaku hah? Muncul dengan pakaian seperti itu." Ekspresi Jimin yang awalnya menahan sakit dan kebingungan, mendadak berubah. Pria manis itu memamerkan seringaiannya. "Ooh, jadi kau tergoda hmm?" Jungkook berdecak, "Aissh! Kau! Jangan salahkan aku jika kau tak bisa jalan besok!"

"Yaa! Kau jangan bergurau Jeon Jungkook! Satu minggu ini kau selalu melakukannya, aku capek!"

Namun Jungkook tak mendengarkan protesan pria manis itu.

.

_Another Chance_

.

Kim's Apartment 22.15 pm KST

Taehyung POV

"Aku pulang."

Tak ada sahutan ataupun sambutan, seperti biasa. Hah.. ku letakkan tas kerja dan jasku di atas sofa lalu berjalan menuju dapur. Bir. Teman setiaku selama sebulan ini.. kutatapi koleksi-koleksi birku sebelum mengambil dua botol bir yang paling kusukai, Budweiser, dan lalu membukanya.

"Ngg.. ahh.. ya di situ!"

Glup.

Pahit. Bir yang biasanya selalu menjernihkan kepalaku, kali ini terasa pahit dan... membuatku sakit.

"Ah, fasterr! Ah ngghh,"

"Ah, you so tight Jimin ahh.. call my name.."

Ah, aku memang pria bodoh. Tak bisa merebut kembali milikku. Kuteguk sekali lagi cairan yang terasa panas dari botol yang berada di genggaman tanganku.

"Ahh ngghh.."

"Call my name!"

"Ju-jungkokie! Ahh, fasteerr!"

Seharusnya dia memanggil namaku. Bukan pria itu.

"A-nghh aku sam-paiihhhh.."

"Wait! I will coming too! Ahh,"

Brak!

Prang!

Kutatapi pecahan-pecahan botol bir tersebut. Hancur, seperti hatiku. Hh, miris bukan? Suaminya adalah aku. Namun, yang merebut keperawanannya pria lain. Aku suaminya. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa ketika dia bercinta dengan laki-laki lain.

"BRENGSEK!"

PRANG!

Lagi, kulempari botol bir satu lagi ke dinding kamar, tempat mereka melakukan itu, saksi dari semua hal yang mereka lakukan. Dengan sedikit sempoyongan, aku berjalan menuju pintu keluar. Namun langkahku berhenti tepat tak jauh dari dinding yang dihiasi dengan frame foto. Entah kenapa, tiba-tiba emosiku memuncak ketika manik mataku menangkap sosok wajahku di salah satu frame foto.

Hah. Kim Taehyung adalah seorang pria yang memang tak berguna sama sekali. Seorang pria brengsek.

Prang!

Kali ini frame yang berisikan foto diriku lah yang menjadi korban. Tanpa mempedulikan tanganku yang terasa perih, kakiku menuntunku untuk keluar dari apartemen ini.

Sial, pikiranku mulai berkabut. Mabuk? Entahlah.

Taehyung POV END

.

_Another Chance_

.

Kim's Apartment 23.45 pm KST

"Terima kasih.. Aku mencintaimu.."

Jungkook mengecup pelan bibir cherry Jimin. Pria tampan itu lalu mempererat pelukannya pada tubuh polos Jimin yang hanya tertutupi sehelai selimut. Jimin hanya tersenyum dan berbisik pelan, "Aku juga mencintaimu.."

"Tidurlah, kau pasti lelah.." ujar Jungkook, yang juga terdengar lelah. "Baiklah. Kau juga." namun tak ada jawaban, yang terdengar hanya dengkuran halus. Jimin tersenyum tipis. Perlahan, tangannya mengangkat lengan Jungkook yang melingkar di pinggangnya. Pria manis itu lalu bangkit dari ranjangnya, lalu meraih bathrobe yang terletak di lantai dan segera memakainya.

"Haahh, sakit.. shh," Jimin mendesis ketika ia mulai berjalan keluar dari kamar tersebut, 'hole' nya benar-benar perih. Bagaimana tidak? Mereka melakukan 'itu' selama hampir seminggu berturut-turut.

Pria manis itu tetap berusaha untuk melangkah walaupun sedikit tertatih-tatih. Sesampainya di luar kamarnya, ia menatap ruang tamunya. Berantakan. Ada pecahan-pecahan kaca di sana-sini. Namun matanya terhenti di salah satu frame foto yang berisikan foto 'suami'nya sendiri. Kaca frame itu pecah dan ada noda merah di atas foto itu.

Jimin perlahan berjalan mendekati frame itu. Baru kali ini Taehyung lepas kendali. Padahal sudah sebulan sejak mereka, Jimin dan Taehyung, menikah dan sudah selama seminggu ini ia berani membawa Jungkook ke rumahnya. Tapi.. baru kali ini Taehyung lepas kendali.

Jimin menatap pecahan kaca tersebut. Entah kenapa... hatinya sedikit sakit. Remuk. Ia lalu berlutut dan mulai membersihkan pecahan-pecahan kaca tersebut.

.

_Another Chance_

.

Paradise Cafe, 03.00 am KST

"Taehyung, sudahlah! Kau sudah minum terlalu banyak!"

"Yaa, Kim Namjoon! Kau jangan mentitahku! Aku membutuhkan ini!"

Namjoon hanya menatap kesal pria yang lebih muda darinya yang tengah mabuk itu. "Kau.. hk," Taehyung terkikik pelan, mabuk. ".. kau tau? Aku ini seorang pria brengsek Hyung! Sangat breng-"

Tak!

"Iya iya aku tau! Berhentilah meminum minuman itu! Kau sudah mempunyai 'istri'!" bentak pria tampan itu pada Taehyung. Sedangkan yang dibentak hanya mengeluarkan suara tawa tercekik. "Hk, istri? Ah ya istriku! Park Jimin yang sangat manis!" Taehyung lalu tertawa, "Kau tahu? Bahkan yang merebut keperawanannya bukan aku! Haha,"

Namjoon hanya menghela nafas berat. "Dan seharusnya dia tahu bahwa pria itu aku! Aku hyung! AKU!" bentak Taehyung. Ia lalu menyodorkan gelasnya pada bartender cafe tersebut. "Segelas lagi." ujarnya. Melihat itu, Namjoon langsung merebut gelas yang berada di genggaman tangan suami sepupunya tersebut. "Cukup. Hentikan."

"Hyuunnggg! Kumohon, kali ini, hk, sajaa!" Namjoon menggeleng. pria itu lalu menarik lengan Taehyung dan menyeretnya keluar dari cafe tersebut. "Hyung kita mau ke manaaaa..?" Namjoon tak menyahuti pertanyaan pria itu.

"Aish, Tuhan! Apa salahku, kenapa kau menitipkan sepasang suami-istri aneh ini padaku?!"

.

_Another Chance_

.

Kim's Mansion, 07.00 am KST

Ting tong..

Duk duk dukk!

"Yaa, buka pintunyaaa!"

Jimin tersentak. Matanya otomatis terbuka. Ia lalu perlahan bangkit dari sofa. Pria manis itu kemudian menatap sekitar apartmentnya sambil merenggangkan badannya, melepas penat setelah membersihkan apartemennya semalaman suntuk. Tiba-tiba sebuah kertas putih yang berada di atas meja yang terletak tepat di samping sofa menarik perhatiannya. Pria itu segera meraih kertas tersebut dan segera membukanya.

'Jimin-ah, aku ada janji dengan teman lama. Maaf aku tidak membangunkanmu, kau terlihat sangat lelah. AKu mencintaimu.'

- -Jungkook

Jimin hanya tersenyum tipis. Ia lalu kembali melipat kertas itu dan bangkit dari duduknya, berniat untuk membersihkan dirinya yang masih lengket.

Duk duk duk!

"Yaa! Park Jimin, buka pintu ini!"

Bentakan dari luar rumah tersebut otomatis membuat langkah Jimin terhenti. Ia sangat mengenali pemilik suara itu. Sangat sangat mengenalnya. Namun.. Jimin sedikit heran.. kenapa pria itu memanggilnya dengan nama 'Park Jimin' bukannya 'Kim Jimin' seperti biasanya. Pria manis itu lalu memutar arah langkahnya ke arah pintu apartmennya. "Tunggu sebentar!" sesampainya di depan pintu tersebut, Jimin segera membuka pintu tersebut.

"Park Jimin! Kenapa kau lama sekali?!"

"Sudah kubilang! Tunggu sebentar! Ap-" perkataan Jimin seketika terhenti ketika mendapati keadaan Taehyung yang berantakan. "Jangan menghalangi pintu masuk." ujar Taehyung dingin sedari menerobos masuk. Jimin menatap 'suami'nya yang langsung menerobos masuk itu dengan heran. Sedangkan pria itu hanya balik menatapnya sesaat. "Tsk!" Taehyung melemparkan jasnya ke lantai dan berlalu begitu saja menuju kamarnya.

"Aish dasar bodoh!" dengan berat hati Jimin membungkuk dan mengambil jas Taehyung. Namun, seperti ada yang menyetrumnya, tubuh pria manis itu seketika menegang. "Seperti ada yang... aneh.. apa ya? Ah entahlah ."

.

_Another Chance_

.

12.15 pm KST

Karena hari ini hari Minggu, Taehyung tidak bekerja dan biasanya lebih memilih di rumah, mengganggu ketenangan Jimin. Mengikuti kemana saja pria manis itu pergi, membuat apartemen mereka yang luas, ramai dengan suara mereka. Namun kali ini berbeda. Kali ini Jimin hanya sendirian di ruang keluarga, sedangkan 'suaminya' mengurung diri sejak tadi pagi. Bahkan apartemen mereka sepi, hanya terdengar suara dari televisi yang ditonton Jimin.

"Hahh.." entah sudah helaan nafas yang keberapa kalinya yang dikeluarkan Jimin. Yang jelas saat ini ia merasa sangat bosan dan... kesepian. Jangan tanya kenapa, ia sendiri tak tahu alasannya.

Kriekk..

Jimin otomatis memutar kepalanya dan mendapati Taehyung melangkah keluar dari kamarnya sambil merapikan kaosnya, style yang jarang, bahkan tak pernah di lihat Jimin. Dan entah kenapa.. dia seperti berharap pria itu akan mengganggunya. Jimin mengikuti gerak-gerik pria tampan itu dengan bola matanya.

"Apa?"

Tiba-tiba, suara Taehyung mengejutkan Jimin. Bukan, bukan karena perkataannya yang tiba-tiba itu. Tapi.. suara itu sangat dingin. "Apa hah?!" ulang pria tampan itu lagi. Jimin mengedikkan punggungnya, "Ti-tidak.." sahutnya, tergagap.

Taehyung tak membalasnya, pria tampan itu hanya diam sedari berjalan menuju pintu apartemen. Melihat itu, Jimin bangkit dari duduknya, "Kau mau ke mana?" Langkah kaki pria bermarga 'Kim' itu terhenti seketika. Tanpa sepengetahuan Jimin, ia mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya dalam kepalanya.

Tapi ia sudah memutuskan.

Pria tampan itu lalu memutar tubuhnya dan menatap tajam Jimin. "Apa pedulimu?" ujarnya dingin dan dengan itu ia berbalik dan keluar dari apartemen. Meninggalkan Jimin yang terpaku. Terpaku dengan hati yang entah kenapa terasa sakit.

Bodoh bukan?

.

_Another Chance_

.

Jeon's Corp. 13.00 pm KST

"Selamat. Kau menang."

Jungkook menengadahkan kepalanya dari kertas-kertas di atas mejanya dan menatap sosok yang tiba-tiba muncul di ruang kerjanya tersebut. Namun pria itu dengan cepat mengontrol emosinya. "Aku sudah menang dari dulu, Kim Taehyung." sahut pria itu dengan nada sombong.

Taehyung duduk tepat di hadapan 'mantan sahabatnya' itu. Pria itu lalu menopang dagunya dan menatap Jungkook dengan datar. "Aku ke sini hanya ingin mengatakan sesuatu." Jungkook menaikkan sebelah alisnya. "Jujur, aku kecewa persahabatan kita hancur hanya karena cinta. Tapi kau yang memulainya. Dan aku tak akan pernah mengucapkan kata maaf padamu atas hancurnya persahabatan kita." Ia lalu bangkit dan berjalan menuju pintu ruangan tersebut.

"Ah satu lagi," Taehyung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya. "Aku sudah memutuskan pilihanku. Aku akan menceraikan Jimin. Kalian, cepatlah menikah, aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi." Taehyung pun melanjutkan langkah kakinya. Namun sebelum keluar dari ruangan tersebut, pria itu berbisik pelan, "Selamat."

Jungkook terdiam mendengar perkataan Taehyung. Pria itu lalu mengusap wajahnya dengan frustasi. "Aku memang salah.." bisiknya pelan. "Tapi, apa kau tahu? Sepertinya separuh hati Jimin sudah berisikan namamu."

.

_Another Chance_

.

TBC

AN : Holla~ Apa kbar~? Kekeke~ Bagi yg nanya disini jimin jdi uke, emang, dia emang jdi uke. Bahkan di setiap ff yang ane buat, Jimin akan selalu jdi uke. xD satu lgi ada yg mau ff oneshot ehem Rated M ehem dngan jimin sbagai ukenya? Klau mau, kalian mau pairing apa? :* di jwab nee~

Last one, Review Juseyoo~..