Just for Fun
Kuroko no Basuke
.
.
.
Jeruji Besi
Teman-teman dari Uncrowed Kings ternyata masuk penjara. Inilah kasus-kasus dan alasan mengapa mereka masuk penjara.
Hanamiya Makoto : Ia masuk penjara karena hampir memperkosa seorang nenek yang lagi cebok.
Mibuchi Reo : Agak kebalikan dari Hanamiya, ia hampir memperkosa seorang kakek yang sedang berselfie ria.
Nebuya Eikichi : Meminum minuman keras berupa es batu. Karena es batu itu keras dan ditambah dengan air, maka ia masuk penjara. Sekali lagi, karena ia meminum minuman keras.
Hayama Kotarou : Mencuri jemuran tetangganya sendiri berupa celana dalam bayi.
Kiyoshi Teppei : Tidak melakukan kejahatan apapun, tapi dia masuk penjara gara-gara sering cengengesan dan ketawa nggak jelas di jalan ramai hingga ia sempat disangka orang gila.
Suatu hari, di dalam penjara bawah tanah, para anggota Uncrowned Kings pada ribut sama beberapa tahanan di penjara seberang, beberapa tahanan itu adalah Kagami, Himuro, dan Takao.
"Oi! Ngapai lu ngomong kayak gitu?! Nyari ribut, lu?!" tanya Kagami sambil memukul-mukul jeruji besi walaupun ia malah menjerit kesakitan setelahnya.
"Emang kenapa, hah?! Lu emang pantas masuk penjara! Muka lu tuh emang tampang-tampang teroris. Ditambah lagi alis cabang lu yang nyentrik!" ledek Hayama kemudian menjulurkan lidahnya.
"Kamfretos, lu!"
"Udah, ah, Taiga... Jangan bikin ribut nih penjara," kata Himuro berusaha menenangkan rekannya itu.
"Loh? Kok nggak boleh ribut? Kan lumayan buat hiburan di penjara," kata Takao dengan seringai GaJe-nya, membuat Himuro bernafsu untuk memukul Takao sampai pingsan.
"Udahlah... jangan pada ribut... Kasihan tahanan lainnya," kata Kiyoshi udah nggak tahan sama keributan itu.
"Tau, nih... Kagak elit banget, ciiin...," kata Mibuchi ber-OOC ria ala banci.
Mereka pun terus saling ribut hingga kepala Hayama menembus sela-sela jeruji besi dan nyangkut di sana.
"Eh, lu kenapa?" tanya Hanamiya ketika melihat kepala Hayama tersangkut di jeruji besi.
"Etdah! Tolongin gue, dong...! Kepala gue nyangkut, nih..." Hayama berusaha untuk melepaskan kepalanya dari sela-sela jeruji besi.
"Noh, rasain lu! Nyari ribut sama tahanan lain aja terus! Kualat, kan?!" sembur Nebuya.
"Ya, udin... Mendingan kalian cepat bantui gue, gih!"
Teman-teman Hayama pun berusaha menarik tubuh dan kepala Hayama agar bisa lepas, namun gagal. Kemudian, polisi Aomine Daiki datang.
"Woi! Pada kenapa, nih? Mau coba-coba melarikan diri?" tanya Aomine.
"Ya, elah, Pak... Daripada salah sangka, mending bantuin teman kita lepas dari sela-sela jeruji besi ini, ciiin..."
"Kepalanya nyangkut, Pak," kata Kiyoshi.
"Kalau ditarik kayak tadi itu bisa-bisa kepalanya lepas dari tubuhnya sendiri."
"Hah? Yang bener, Pak? Jangan, Pak...! Gue masih pengen hidup, Pak! Gue nggak mau mati konyol dengan cara begini!" rengek Hayama.
"Tuh! Rasain lu! Mampus lu! Mati aja lu sono!" ledek Kagami hingga akhirnya ia juga ikut pingsan setelah kena tendang Himuro.
"Udahlah, gue punya cara buat membebaskan dia." Aomine menyerahkan sebuah jarum kepada Kiyoshi. "Coba lu tusuk bongkongnya pakai ini."
"Siap!" ucap Kiyoshi sambil memberi hormat kepada Aomine.
"Eh, busyet! Jangan tusuk bokong cantik gue! Lu bakal- AW!"
Setelah ditusuk bokong Hayama pada bokong, cuma ada sedikit bagian yang terbebas dari sela-sela jeruji besi.
"Pak, hampir berhasil," kata Kiyoshi.
"Kalau begitu, coba pakai yang ini." Aomine menyerahkan tombak kepada Hanamiya.
"Usahakan tusuk di~"
"AAAAAWWWW!"
Belum sempat Aomine menjelaskan, Hanamiya sudah menusuk Hayama menggunakan tombak dibagian a**snya.
"Ya, udin... Gue tadi mau bilang tusuk sedikit di bagian bokongnya, bukan tepat di a**snya," jelas Aomine.
"Nafsu amat lu pengen ngebunuh anak orang," kata Nebuya kepada Hanamiya.
"Kagak sengaja," jawab singkat Hanamiya dengan tampang sok WaTaDos (Wajah Tanpa Dosa).
Mibuchi sempat melihat bagian ***pip*** berdarah akibat kejadian tadi. "Aku baru tahu kalau lu bisa menstruasi juga."
"Gile lu, Reo! Ini tuh gara-gara si kamfret Makoto!"
"Sudah gue bilang, gue kagak sengaja!"
"Tapi itu tadi berhasil, loh," kata Kiyoshi sambil menunjuk setengah dari kepala Hayama tersangkut, lebih tepatnya hampir lepas, "Mungkin perlu satu cara lagi buat membebaskannya."
"Gue tahu!" ucap Aomine.
Dengan kekuatan Papa Zola (Ngapain bawa-bawa nama ini) Aomine yang awalnya berseragam polisi kini berubah pakaian menjadi pakaian ala pemain sepak bola beserta sepatunya. Aomine pun mengambil ancang-ancang, bersiap untuk membebaskan Hayama dari jepitan jeruji besi.
"Eh, Pak? Mau ngapain?" tanya Hayama mulai merasa tidak enak.
"Mau membebaskan lu!"
Para tahanan dari penjara lain pun antusias melihat apa yang terjadi selanjutnya.
"Siap, Pak!" teriak Nebuya.
Para tahanan pun mulai berhitung mundur. "... 3... 2... 1!"
Mibuchi pun meniup pluit yang tidak tahu ia dapat dari mana.
PRUUUUUIITTTT!
BRAAAAKKK!
Aomine menendang kepala Hayama hingga yang ditendang lepas dari jepitan jeruji besi lalu Hayama terpental hingga menabrak tembok penjara.
"GOOOOAAAAALLLLL!"
Aomine pun berselebrasi ria dan para tahanan pun terharu setelah melihat Aomine 'mencetak goal cantik' dari tendangannya.
"Salam aki-aki," ucap Aomine sambil mengarahkan kedua jari telunjuknya ke atas ala Vi*** *r*****o.
Kini, yang ditendang pingsan dalam keadaan tragis yang author sendiri tidak sanggup untuk menjelaskannya.
.
.
.
Holla! Yang Chapie pertama itu memang sengaja dibikin mainstream, soalnya hanya sekedar iseng-iseng buat mengisi waktu puasa. Apakah Chapie ini mainstream juga? Tergantung penilaian para Readers.
Kita akan ketemu lagi di Chapie selanjutnya! Jangan lupa untuk membaca Fanfic punya Anzel yang lainnya, seperti 'Fight!' dan 'Bloody Voodoo Doll'. ^^v
