Hello, Ni Hao, Annyeonghaseyo, Moshi-moshi!

Aku bawa chapter 2 nih! Entah kenapa jadi pengen update yang ini

.


"Huuh,, mereka semua dapat nomorku darimana sih?! ganggu aja!"Teriakku lantang membuat burung-burung terbang dari sarangnya dan mendatangkan kakakku

"Bisa diam gak sih? ganggu aja!"Tegur kak Fang dengan raut wajah kesal

"Eh, iya kak"

"Emangnya kenapa?"

"Ini nih, banyak nomor tidak dikenal masuk di ponselku."

"Sini!" kak Fang merebut ponsel kuning dari genggamanku

"Ini dari Yaya."

"Hah?!"Aku baru ingat, tadi ada lima pesan dan yang kubaca baru empat.

Boboiboy © Animonsta Studio

~DEAR VIOLIN~

.

Aku merebut kembali ponselku dan kubaca pesan dari Yaya

From : Yaya

Ying? Maaf mengganggumu. Aku hanya ingin mengajakmu ke kafe terdekat, apa kau mau? Kalau kau mau aku akan menjemputmu sekarang. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Tapi, Jika kau tidak mau aku tidak memaksa kok. Sekali lagi maaf mengganggumu.

"Apa kau membacanya?"Tanyaku pada kak Fang

"Aku belum sempat membacanya, jadi kemarikan akan kubacakan"Jawab kak Fang

"Tidak perlu, aku sudah membacanya. Sekarang aku tinggal membalasnya saja."Kataku lalu berjalan keluar kamar menuju taman belakang rumah, disinilah tempat favoritku. Duduk diatas kursi taman lengkap dengan meja berbahan kayu jati asli dibawah pohon yang rindang. Ditambah dengan semilir angin membelai rambut hitamku. Kubalas pesan dari Yaya

To : Yaya

Tentu saja kau mengganggu istirahatku. Tapi baiklah aku mau

Setelah membalas pesan Yaya, aku mulai menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dan daun kering yang berjatuhan dari pohon didekat tempatku duduk saat ini. Aku memandangi pohon rindang yang cukup besar bagiku. Dulu, di taman belakang rumahku tidak ada pohon sama sekali, hanya ada bunga-bunga yang indah. Aku dan kak Fang suka sekali duduk-duduk di kursi ini. Namun, aku dan kakakku berpikir bahwa alangkah baiknya jikalau taman ini ditanami pohon untuk menambah keindahan dan dijadikan tempat berteduh ketika pohon sudah cukup besar. Kak Fang mengusulkan hal itu pada ayah, aku sangat mendukung. Setelah itu, kami langsung menanamnya agar pohon yang kami tanam lekas tumbuh dan meninggi, dan kini hal itu terwujud. Rupanya aku terlalu sibuk memikirkan asal-usul pohon dihadapanku ini. Aku membalikkan badanku dan-

"Yaya?"Aku mendapati Yaya duduk disampingku. "Sejak kapan kau datang?"

"Barusan, maaf mengagetkanmu"Jawab Yaya

"Ya"Jawabku singkat, "ayo berangkat!"Ajakku

Aku dan Yaya pergi menuju Modern Minimalist cafe yang hanya berjarak 350 meter dari rumahku. Di jalan, aku terus memainkan ponselku tak perduli dengan Yaya, bukan hanya sekali aku tersandung batu. Namun, aku tidak menabrak orang lain atau lupa jalan, karena aku sudah sering ke kafe yang akan kami kunjungi sekarang.

Sesampainya disana, aku dan Yaya menuju meja yang terletak di teras kafe disebelah tanaman asparagus. Aku memesan Chocochinno satu, sedangkan Yaya memesan jus sirsak.

"Hei Yaya"Panggilku pada Yaya yang sedang menyeruput jusnya

"Iya"Jawabnya

"Seenarnya... Hei, itu bukannya Alexa? drummer terkenal itu loh"Tanyaku pada Yaya, ia menghentikan aktivitas menyeruput jusnya.

"Sepertinya iya!"Jawab Yaya

"Alexa!"Seruku. Gadis bersurai kecokelatan yang kupanggil menoleh dan menghampiri kami

"Boleh aku duduk disini?"Tanyanya

"Silahkan"Aku mempersilahkannya duduk

Saat ini, aku lebih sering berbicara dengan Alexa daripada Yaya, sampai akhirnya Yaya memutuskan untuk pulang. setelah dirasa Yaya sudah cukup jauh, Alexa mengejutkanku lalu menanyakan sesuatu padaku, membuatku hampir menyemburkan chocochinno-ku

"Hei Ying! siapa gadis tadi?"Tanya Alexa

"Oh, dia Yaya, sahabatku"Jawabku

"Hah? sahabatmu? Ying, kau sudah terkenal. Cari sahabat baru dong! yang sama-sama terkenal, jangan seperti dia!"Ucapnya

"Tapi, dia itu nggak kayak yang lain, dia itu baik!"Pekikku

"Masih banyak kali orang baik di dunia ini, bahkan lebih baik darinya. Kau tahu kan? dari tadi dia diam terus? Sadarlah Ying!"

"Sudahlah lebih baik aku pulang daripada gosip gak jelas gini. Gosipin sahabat aku lagi!" Aku segera berdiri dan berlalu dari kafe tadi. Aku sempat mendengar dia bergumam tidak jelas tadi.

"Aku akan membuatmu sadar Ying!"


"Ying, kau ada konser lagi pukul tujuh malam nanti"Kata kak Fang

"Hah?!Konser lagi?"Seruku

"Iya"Ucapnya singkat

"Dimana? huh ... padahal baru aja mau santai-santai"

"Balai pertemuan, menyambut kedatangan bapak gubernur dan wakil gubernur"

Aku menghela nafas malas, padahal baru pemain biola, belum penyanyi, belum bintang film. Aduuuhh..

.

_SKIP TIME_

"Nah, ini dia, seorang pemain biola yang sekarang sedang naik daun. Mari kita sambut ... Ying!" Pembawa acara pertemuan gubernur berteriak saking senangnya. Aku memasuki ruangan dan langsung diserbu oleh beberapa pertanyaan dari pembawa acara tersebut sebelum aku memainkan biolaku.

"Ying, sejak kapan kau bisa memainkan biola?" Tanyanya

"Sejak ... berumur sebelas tahun"Jawabku agak ragu

"Siapa yang mengajarimu?"Tanya pembawa acara itu lagi

"Pertama kali, aku diajari oleh kakak dan sahabatku, namanya Yaya. Namun, karena tugas sekolah kakakku yang menumpuk, jadi aku ikut kelas musik di sekolah."Jelasku

"Oh, begitu, ya sudah, tanpa basa basi lagi, mari kita sambut, ini dia penampilan biola oleh Ying!"Seru pembawa acara yang hiperaktif itu (para hadirin bertepuk tangan)

Aku memainkan biolaku, menggesek senar-senar biola untuk menciptakan nada-nada. Setelah giliranku selesai, aku diperkenankan untuk keluar.

"Kaakaaaaakkk"Aku berlari keluar dari dalam gedung pertemuan dan langsung memeluk kakakku

"E-eh k-kenapa?"Tanyanya, ia bingung dengan kelakuanku yang mendadak begini. "Kamu dipuji ya sama bapak gubernur?"Tebak kak Fang seakan membaca dengan tepat pikiranku

"Right! to the point! Kakak terlalu pandai menebak."Aku melepaskan pelukanku

"Aku memang jauh lebih pandai darimu~"ejek kak Fang. Mulai deh, terlalu membanggakan diri sekali. "Pulang yuk, udah malem"Ajaknya

"Ayo!"Sahutku semangat.

Kami pulang hanya berdua, sesampainya di rumah, aku dan kakakku duduk di sofa depan televisi. Kakak berkali-kali mengganti channel mencari acara TV yang cocok ditonton. Akhirnya, kakakku berhenti ketika sebuah stasiun televisi menayangkan berita tentang kasus pembunuhan.

"Ying, kasus ini ada di jalan Kebenaran (?) itu artinya di sekitar sini."Ucap kakakku tiba-tiba. Aku tersentak dan langsung menoleh kearahnya.

"Hah? benarkah? besok saja kita buktikan"Kataku lalu segera pergi ke kamar untuk tidur. Kakakku yang melihatku juga ikutan tidur.

Namun, di dalam kamar, aku tidak bisa tidur. Perasaanku mendadak tidak enak.

"Aduuhh ... kenapa perasaanku tiba-tiba begini ya? semoga saja tidak ada hal yang aneh-aneh terjadi."Aku mencoba memejamkan mataku, namun tetap saja tidak bisa. Akhirnya ada suatu ide yang melintas di kepalaku.

"Aku telefon Yaya, biar bisa bicara dengannya. Mungkin bisa membuatku mengantuk."Aku meraih ponselku dan mencari nama Yaya di kontakku. Setelah aku temukan, aku masih bingung antara ingin menelfonnya atau tidak. Aku takut mengganggu. Kulihat jam di ponselku.

23:53

Pasti Yaya sudah tidur. Jadi,kuurungkan niatku untuk menghubunginya. Dan melakukan banyak hal untuk membuatku tertidur, mulai dari mengarang cerita, membaca komik, novel, majalah, buku pelajaran, dan lain-lain. Alhasil, aku berhasil tidur pukul satu dini hari.

_SKIP TIME_(lagi)

Aku bangun pukul enam tepat saat mendengar seruan kakakku. Aku menggumam tidak jelas yang aku sendiri tidak mengerti, lalu. Kudengar pintu kamarku terbuka dan seseorang memasuki kamarku.

"Hei Ying, ayo bangun. Udah jam enam nih! Kamu nggak ke rumah Yaya?"Kakakku mencoba membangunkanku. Aku yang tadinya malas untuk bangun, langsung membuka mataku dan bangkit dari tidurku ketika mendengar nama Yaya.

"Eh, emangnya ada apa dengan Yaya?"Tanyaku bingung

"Sudahlah, mandi dulu, akan kuceritakan!"kata kakakku. Aku tak membalas perkataannya, melainkan bergegas melangkah dengan gontai dan rambut acak-acakan menuju kamar mandi. Belum ada sepuluh menit, aku sudah bepakaian rapi menuju ruang keluarga tempat kakakku saat ini.

"Sudah selesai ya?"Tanya kakakku

"Kalau belum, aku gak ada disini"Jawabku

"Baiklah, ummm ... kamu tahu berita kemarin malam kan?"

"Iya, kenapa?"

"Itu ... err ... Itu ... Ya-Yaya"Ucap kakakku

"Ja-jangan bercanda! Tidak mungkin itu Yaya!"Aku tidak mempercayai ucapannya. Sama sekali TIDAK

"Jangan mencoba lari dari kenyataan, Ying"Kata kak Fang

"Tidak ... tidak mungkin itu Yaya ... "Lirihku

"Baiklah kalau begitu, ayo ke rumah Yaya!"Ajak kakak. Aku mengangguk, inilah satu-satunya cara untuk mengetahui benar atau tidaknya perkataan kak Fang. Aku merapikan pakaian dan rambutku. Setelah itu, kami bergegas menuju rumah Yaya. Oh iya, aku lupa, setelah aku menjadi terkenal, aku dan kakakku homeschooling.

Di luar pagar, rumah Yaya memang terlihat sepi. Namun, didalamnya sangat ramai. Aku dan kak Fang melangkahkan kaki memasuki rumah Yaya.

"Ying, mendekatlah kesana, aku ingin disini saja bersama saudara-saudara lelaki Yaya."Ujar kakak. Aku masih belum ingin berbicara, aku hanya mengangguk. Lalu mendekati ibu Yaya yang menangis histeris di sebelah selimut yang menyelimuti sesosok tubuh mungil, kuharap itu bukan Yaya. Aku berharap bisa pergi ke kafe, atau sekedar berjalan-jalan dan bersendau gura lagi bersama Yaya. Namun, seketika itu, harapanku sirna begitu saja, setelah aku mengetahui bahwa sosok mungil tersebut adalah Yaya. Kini, aku sudah tidak bisa membendung air mataku lagi. Aku menangis tersedu-sedu sekarang. Mengingat awal dari pertemuan kami hingga saat kami bertengkar. Aku begitu menyesal, sangat menyesal.

Pemakaman Yaya telah usai, sedikit demi sedikit orang-orang mulai pulang. Hanya tersisa aku dan kak Fang saja. Aku masih terus menangis, pikiranku hanya dipenuhi rasa penyesalan atas kepergian Yaya.

Aku sudah tidak kuat menahan kesedihan ini, aku berteriak sekencang-kencangnya atas penyesalanku

"Yayaaaaaaa! jangan tinggalkan aku Yayaaaaaaaaaaaa! kumohon bangunlah ... "

"Jangan Yayaaaaaa ... Maafkan aku yang terlalu egois Yayaaaaa! Kau boleh meminta apa saja dariku. Asalkan bangunlah! Jangan seperti ini Yayaaaaaa!"

"Sudahlah Ying, penyesalan memang datang terlambat. Kau mengalaminya kan?"Kak Fang mencoba menenangkanku dengan susah payah, mengelus punggungku

"Aku bodoh! aku yang menyebabkan Yaya seperti ini! I'm a loser ..."

"Sudah, kita pulang yuk, sudah mau hujan nih."Ajak kak Fang, aku menurutinya.

Sesampainya dirumah, aku langsung bercermin, melihat pantulan diriku kini. Mata sembab dan rambut berantakan, itulah style ku saat ini. Aku merebahkan diriku di kasur kesayanganku dan akhirnya terlelap.


Ting tong

Bel rumahku berbunyi, menandakan ada seseorang yang datang kerumahku. Aku sedang tidak ingin keluar kamar, jadi kuputuskan untuk tetap berbaring dikasurku. Tak lama kemudian, pintu kamarku diketuk oleh seseorang

"Masuklah"Seruku dengan suara agak serak. Pintu kamarku terbuka dan kakakku masuk membawakan sebuah kotak besar yang terbungkus rapi.

"Ini, dari ibu Yaya"Kata kak Fang sambil menyodorkan kotak tadi kepadaku lalu beranjak pergi. Aku membukanya.

Sebuah biola

dan

Sebuah diary berwarna merah muda dan kuning

Dear Ying, my best friend, aku memberikanmu sebuah biola dan sebuah diary. Maaf, mungkin merknya bukan merk yang mahal dan terkenal. Tapi, itu cukup kan sebagai pemberian dariku? Maafkan aku yang selama ini tidak bisa menjadi seseorang yang perfect bagimu. Saat ini kau pasti membaca surat ini kan? Simpan baik-baik surat ini ya! Jangan sampai hilang! Oh iya, besok kan tanggal 9 Mei, hari ulang tahun persahabatan kita kan? Makanya aku belikan ini untukmu, kalau mau curhat ke buku diary aja ya!

Penuh kebahagiaan~ Yaya

Sebulir kristal bening kembali jatuh membasahi pipiku. Hari ini, Yaya meninggal tepat saat hari ulang tahun persahabatan kita. Maafkan aku Yaya, aku melupakan hari ulang tahun persahabatan kita.

Kini aku sendiri

Menjalani suka duka sendiri

Di kehidupanku yang kini

Menyesal

Aku sungguh menyesal

Aku benar-benar menyesal

Sudah tiada lagi harapanku

Harapan untuk terus bersamanya

Untuk kesekian kalinya aku menyesal

Kehilangan separuh nafasku

Separuh jiwaku

Separuh harapanku

Aku rindu dirinya

Senyumannya

Menenangkan hatiku

Seseorang yang membuang seluruh sifat pemaluku

Seseorang yang telah membuat hidupku secerah ini

Kini telah tiada

~TBC~


Akhirnya chapter 2 selesai juga. Tapi-

Aduuuuhh ... kenapa OC nya malah aku munculin cuma sebentar..
Baiklah, untuk chapter 3 akan aku masukin banyak peran OC nya. Tenang aja ya~~~~

Untuk BST, D, Hariken yuu-chan, Nadya, dan Yamada Chie-chan thanks review nya ya!

Review dong