The SECRET and the Promise
Chapter 1
Lucy POV
"hey Luce kau jadi hari ini pindah?" tanya Natsu seorang anak kecil berambut merah muda terhadap Lucy seorang gadis kecil berambut pirang "Ya, hm.. Natsu.." jawab Lucy "ya ada apa Lucy?" tanya Natsu. "en... tidak jadi ah." Kata Lucy. "Yo, Luce. Apa kau mau berjanji satu hal padaku sebelum pergi dariku?" tanya Natsu, "Berjanji?"ulang Lucy terhadap kata Natsu tadi. "ya... berjanji" sahut Natsu. "Emang berjanji apa Natsu?" tanya Lucy sekali lagi. "eng.. ber..berjanji kalau sudah besar nanti kau akan kembali ke Magnolia dan kita akan bersama selamanya,"ucap Natsu gugup. "bersama selamanya?" tanyaku lagi. "Apa kau keberatan?" tanya Natsu. "tidak tentu saja tidak. Semakin lama bersama Natsu mungkin aku akan senang, kita kan bisa bermain terus. Tapi kau memang harus benar-benar berjanji kan? Dan kau akan menapatinya kan?"sahutku meyakinkan. "he...he.. JANJI" kata Natsu meyakinkan. "JANJI"Ucapku. Kami pun saling bertautan jari kelingking tanda perjanjian. "Oh ya Luce, kau mau menyimpan gelang ini kan? Pakailah setiap hari jika kau masih mengingatku"sambung Natsu sambil memberikan sebuah gelang kepada Lucy. "Hem.. pasti"sahutku. "Lucy... ayo kita pergi" sahut ibu Lucy dari kejauhan. "nah Natsu sampai jumpa"kataku sembari meninggalkan Natsu dan melambaikan tangan kulihat dia hanya membalas lambaian tanganku.
Whusss...
'hah... mimpi itu lagi, sepertinya aku masih mengingat Natsu ya. Apa dia masih mengingat ku?' pikirku dalam hati yang baru terbangun. "Lucy, kau sudah bangun ya? Ayo ibu sudah menyiapkan sarapan pagi dan kau harus cepat pergi ke sekolah bukankah sekarang kau harus masuk sekolahkan? Terlebih lagi sekolah baru. Tidak baik memberikan kesan buruk di hari pertamamu Lucy"nasehat ibu yang kudengar dari pintu. "ya bu."jawabku singkat
Ya, sekarang aku sudah 7 tahun pindah dari Magnolia ke Fiore sewaktu aku berumur 7 tahun dan sekarang sudah 15 tahun umurku dan aku telah kembali lagi ke Magnolia. Ya sekarang aku bukan anak kecil lagi meskipun aku masih mengingat kecadian masa itu, dan akupun masih mengingat Natsu, apa dia masih mengingat ku? Pertanyaan itu selalu berputar dalam memori otakku.
Aku pun segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah, setelah itu aku memakai seragam baru dan menyiapkan tas serta menguncit rambutku yang bagus ini. Setelah merasa siap aku mengambil gelang pemberian Natsu yang sampai sekarang masih aku simpan. Lalu aku pun turun ikit sarapan bersama Ibuku Nayla, Ayahku Jude, dan Adikku Wendy. Setelah itu aku dan Wendy pergi meluncur kesekolaj (#Luce: oe author berangkat bukan meluncur...! *author : terserah gue dong kamu ga mau dapat jatah paran hah..? #Luce: iya..iya..sorry deh.) menggunakan mobil yang dikendarai oleh ayah.
Lucy POV end
...di sekolah...
Normal POv
Gildart sensei pun datang memasuki ruangan kelas.
"selamat pagi, tahun ajaran ini saya akan menjadi wali kelas kalian. Sebelum saya mengabsen untuk memperkenalkan diri, saya akan memperkenalkan seseorang terhadap kalian. Masuklah!" perintah Gildart kepada Lucy
"Ohayoo mina... Saya Lucy" kata Lucy yang entah kenapa seorang pemuda berambut merah muda langsung kaget mendengar nama siswi baru itu
"Lucy Haruka akan menjadi teman kalian." sapa Lucy. "Ohayoo Lucy" sapa semua murid. kecuali seorang siwa itu yang sangat kecewa karena siwi itu bukanlah Orang yang dia cari. mengapa? karena marganya berbeda, matanya berbeda, dan sifatnya juga agak berbeda apa mungkin itu orang yang dia cari.? mungkin dia bukan lah orang yang dia cari
"Lucy silahkan pilih kamu mau duduk di mana. didepan atau belakang."tanya Gildart. "Saya duduk dibelakang saja Sensei" sahut Lucy sembari melihat tempat yang akan dia duduki dan melihat seseorang yang menurutnya di kenal
Siapa...?
To be contiunue
Thanks to you because you Read. Akhir kata saya ingin mengucapkan terimakasih dan mohon review ya...! sekalian mau ngumpulin ide cerita buat chapy 2.
Thanks :)
