Hai.. kembali lagi bersama chavyn author gaul sedunia
Kali ini di chapy 2 ceritanya akan lebih dipanjangin lagi
Oh ya selamat membaca dan terima kasih atas reviewnya.
Chapter 2
The SECRET and The PROMISE
Chapy sebelumnya...
"Ohayoo mina... Saya Lucy" kata Lucy yang entah kenapa seorang pemuda berambut merah muda langsung kaget mendengar nama siswi baru itu
"Lucy Haruka akan menjadi teman kalian." sapa Lucy. "Ohayoo Lucy" sapa semua murid. kecuali seorang siwa itu yang sangat kecewa karena siwi itu bukanlah Orang yang dia cari. mengapa? karena marganya berbeda, matanya berbeda, dan sifatnya juga agak berbeda apa mungkin itu orang yang dia cari.? mungkin dia bukan lah orang yang dia cari
"Lucy silahkan pilih kamu mau duduk di mana. didepan atau belakang."tanya Gildart. "Saya duduk dibelakang saja Sensei" sahut Lucy sembari melihat tempat yang akan dia duduki dan melihat seseorang yang menurutnya di kenal
Siapa...?
End chapy 1
...-...-...chapy 2...-...-...
Natsu POV
'ternyata bukan dia' batinku. "Hai, salam kenal aku Lucy, namamu siapa?"tanya Luce sambil tersenyum manis 'mirip' sahutku dalam hati. "hm,,, aku Natsu. Natsu Dragnel senang berkenalan denganmu"salamku kepada Lucy. 'entah kenapa aku masih memikirkanmu Luce? Aku harap kamulah yang berada disisiku sekarang ini.' Kataku dalam hati.
End Natsu POV
...,,,,,...
Normal POV
Gildart pun mulai mengabsen satu persatu muridnya dan menyuruh mereka memperkenalkan diri.
"Erza Scarlet"katanya. "ya, saya sensei"sahut seorang siswi cantik berambut merah mengeluarkan aura kewibawaan dan percaya diri. "silahkan perkenalkan dirimu"sambung Gildart. "Perkenalkan nama saya Erza Scarlet cukup dipanggil Erza."kata Erza memperkenalkan dirinya. "baik. Selanjutnya Levy."ucap Gildart. "hai... mina. Nama saya Levy Mc Garden senang bertemu dengan kalian" kata seorang siswiberambut biru pendek berkacamata. 'sepertinya dia gadis yang pintar'kata Lucy dalam hati. Lalu Gildart meneruskan panggilan sampai nama terakhir dan menentukan Erza sebagai ketua kelas. Setelah selesai Gildart pun keluar kelas dan bel istirahat berbunyi membuat seluruh isi kelas keluar kecuali Natsu, Lucy, Levy. Dan erza.
Lucy datang mendekati Levy dan Erza. "Hai levy-chan sedang apa nih?"tanya Lucy "Eh... Lu-chan. Ini lagi baca novel terbaru"jawab Levy. "Wah seru nih."sambung Erza. "Oh iya Erza selamat ya telah menjadi ketua kelas."puji Lucy. "Iya Erza-san selamat ya"kata Levy yang ikut memberi selamat. "Hai.. hai... Arigatounee."kata Erza sambil menunduk karena pipinya memerah sewaktu di puji. Selagi mereka berbicara mengenai Novel Levy, jabatan Erza, serta asal mula kedatangan Lucy yang pindah, Natsu sedari tadi hanya diam melihat Lucy yang berbicara dengan Levy dan Erza. Erza yang menyadari hal itu karena Dia menghadap kebelakang Langsung membisikkan kata-kata tentang Natsu ke telinga Lucy.
"hei Lucy, sepertinya sedari tadi Natsu melihatmu terus" bisik Erza
"Eh... b..benarkah..?" tanya Lucy sambil berbisik dan tidak ingin menghadap belakang takut Natsu tahu kalu mereka sedang berbicara tentangnya.
"iya, dari tadi dia hanya memandangmu. Apa kamu tahu sebabnya?"Kini Erza yang bernalik bertanya
"hn,,, tidak tahu Erza-san"kata Lucy.
"apa kalian pernah bertemu sebelumnya"bisik Levy yang juga ikutan.
"sepertinya tidak"jawab Lucy lagi
"mina, bagaimana kita berbicara ditempat lain saja bukankah lebih enak jika berbicara di tempat lain."saran Levy
"Ya, ayo" kata Erza dan Lucy sambil pergi. Mereka pun pergi menuju Kantin Mira sensei.
...di kantin...
Lucy POV
'apa benar Natsu melihatku?' tanya Lucy dalam hati.
"Hey Lu-chan jangan bengong dong..."sahut Levy
"Eh..i..iy..iya-iya."jawabku terbata-bata
"Hei tahu tidak Natsu itu dulunya seorang yang periang namun semenjak di tinggal temannya masa kecil dia menjadi murid yang pendiam"jelas Erza
"benarkah? Masa sih,,,?"tanyaku terkejut
"pantas saja ia sangat pendiam selama ini"sambung Levy.
'aduh Lucy karena kau sekarang Natsu menjadi pendiam' batinku sambil mengutuki diriku sendiri
"sepertinya kau harus bertanya mengapa dia selalu memperhatikanmu saat dikelas tadi Lucy"saran Erza
"Ya, mungkin saja kau mirip seseorang yang perbah ditemuinya Lucy"kata Levy
"hai..hai... baiklah setelah itu aku akan memberitahukan pada kalian kan?"sahutku lagi.
"yah itulah yang kami inginkan. Mulai dari sekarang kita akan menjadi sahabat ya.."ucap Levy dengan bersemangat
"Okey... aku setuju" sahut Erza
"Baiklah aku juga senag punya sahabat seperti kalian."kataku.
"Hei kalian disini hanya ingin mengobrol saja atau ingin memesan juga?"tanya Mira sensei dengan sedikit sinis.
"oh iya,,,. Maaf Mira sensei kami lupa karena mengobrol asik. Aku memesan orange Juice" sahut Erza sembari membungkukan badan seraya meminta maaf dan kami mengikutinya.
"hai...hai... sudahlah lagi pula aku pernah menjadi murid seperti kalian yang asyik mengobrol sampai lupa memesan jajan. Oh ya, apa kalian berdua juga ingin memesan?" tanya Mira sensei kepada Aku dan Levy
"saya vanila milk shake saja sensei"kataku
"kalau saya melon juice sensei" sahut Levy
Lalu kami pun menghabiskan minuman kami sampai bel berbunyi dan kami berlari menuju kelas sebelum Laxus sensei guru matematika tergalak sedunia itu menghukum kami karena telat datang.
...di kelas...
"untung saja belum terlambat" kataku.
"oh iya Lu-chan jangan lupa tanya ya." Kata Levy sambil mengedipkan mata kearahku. Lalu aku pun duduk di kursiku. Dan aku pun ingin langsung berbicara padanya. Natsu Dragnel, sahabat kecilku yang kasihan ini.
"Hn... Natsu"panggilku.
"Ya,apa ?" tanya Natsu
"maaf kalau tidak sopan pertanyaanku ini. Apa sewaktu aku dikelas bersama Erza dan Levy kamu melihatku terus...?"tanyaku lagi.
'Apa?jadi dia tahu aku melihatnya? Bagaimana ini apa yang harus aku jawab?'tanya Natsu dalam Hati
Lucy POV end
To Be Contiuniue
Ingin tahu jawaban Natsu? Ikuti ceritanya terus di chapy ke 3. Bye...bye...
Oh ya,,,, ingat ya Reviewnya nya ya. Thanks.
Dan yang mau follow aku nih aku kasih di : chavynagatha.
Jangan Lupa Review ya,,, byee...
