Hai Readers...

Lama tidak jumpa ya...! [Plak..]

Ya, , sory readers... author kelamaan gak update.

Karena banyak ulangan, latihan, pr yang harus segera author kerjakan,

Belum lagi author harus melanjutkan novel author yang ke-2 ini.

Untunglah ada libur selama 3 hari sehingga author menyempatkan diri tuk melanjutkan

Fic yang tertinggal ini.. (curhat?)

Daripada curhat mending kita capcyus ke cerita, namun mari kita liha chapy sebelumnya...

Chapy 3 :

"Ayo Lucy,,, kau pasti bisa turun kan?" tanya Natsu.

"sedang berusaha Natsu, tapi sepertinya tidak bisa." Kata Lucy dengan kesal karena tidak bisa turun dari atap.

"Kamu sih, bisa naik tapi tidak bisa turun"Sambung Natsu sambil memanyunkan mulutnya.

"Ada ide,,,?"tanya Lucy berharap pada otak Natsu

"Yah,, ada. Kamu lompat biar aku menangkapmu di bawah. Tidak buruk kan?"tanya Natsu sambil berpikir dan muncullah ide sederhana itu

'Dewi Fortuna semoga kau menguatkan Natsu untuk mengendongku dibawah.' Batin Lucy

"Yah baik, kau siap-siap ya,"Kata Lucy sambil melompat dannnnnnnnnnn...

HHHAAAPPP... Lucy berhasil ditangkap Natsu dengan pose ala Bridal style.

Dalam beberapa detik lamanya mereka bertatapan dan membuat kedua insan itu merah mukanya.

Disclaimer : Hiro Mashima sensei

Story : by Author (Chavyn)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 4 :

[Natsu P.O.V]

'Kok bisa jadi begini?' tanya Natsu pada dirinya sendiri

'ayo Natsu lepaskan, tapi kenapa tidak bisa?'tanyaku lagi pada dirinya sendiri

Natsu dan Lucy masih tetap saling melihat iris yang berwarna Onyx itu bertemu dengan iris Caramel milik Lucy

"A... Ano Natsu, kau bisa lepaskan aku sekarang"kata Lucy menyadarkan Natsu

"Ma..,maaf. Aku minta maaf." Katanya seraya membukukkan badan

"Tidak pa-pa kok, lagipula memang aku yang tidak bisa turun tadi. Terima kasih ya, dan maaf sudah merepotkan"ucap Lucy sambil mengeluarakan semburat merah tipis di mukanya.

"ayo kekelas" ucap Natsu berjalan di depan Lucy

"Tunggu aku Natsu..." teriak Lucy sambil berlari mengejar Natsu.

[Natsu P.O.V End]


Di kelas,

Natsu telah kembali duduk dan tak kala itu juga berkelahi dengan Gray dan Gajeel, sedangkan Lucy, Levy, dan Erza sedang mambicarakan tentang Natsu.

"Lu-chan, jadi bagaimana hasilnya?" tanya Levy

"Mengapa dia bisa seperti itu?"tanya Erza

"Dia seperti itu karena aku" ucap Lucy lesu

"Memangnya apa yang kau lakukuan sehingga dia seperti itu Lu-chan?"

"Aku ini sahabat kecilnya Natsu, dulu aku sempat berjanji bila aku akan kembali ke sini secepatnya"

"Memangnya kau dari mana Lucy?"

"Dulu aku memang tinggal di kota ini namun aku pindah selama 7 tahun lebih. Namun sekarang aku telah kembali"

"Lalu, kenapa Natsu tidak mengenalimu Lu-chan, bukankah kau bilang Natsu itu sahabatmu?"

"Ada yang aku sembunyikan dari kalian semua"

"Sepertinya ini begitu serius"

"Ya, Namun aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Aku akan mengatakannya saat istirhat ke-2 nanti"

"Kita membicarakannya saat istirahat nanti di perpustakaan"Saran Erza

"Aku setuju"dukung Levy

"Baiklah"pasrah Lucy sambil bersweetdrop melihat temannya yang begitu semangat.


Evergreen sensei datang dan semua murid mulai diam dan menghentikan aktifitas mereka masing-masing.

"Konichiwa..! hari ini kita kedatangan murid baru, Kau yang diluar masuklah" ucap Eve-sensei.

Seorang siswi berambut biru bergelombang memasuki kelas.

"Konichiwa minna-san... Watashi wa name wa Juvia, Juvia Locksar. Mohon bantuannya"ucap gadis tersebut menundukkan badan.

"Nah... Juvia, duduklah di sebelah Gray"ucap Eve-sensei

[Juvia P.O.V]

Seorang murid yang disebut oleh sensei mengangkat tangannya, "ternyata ia kkkyyyaa...tampan sekali" ucapku dalam hati.

"Tahan, Juvia, jangan sekarang"perintahku pada diri sendiri, aku pun berjalan menuju bangku kosong tepat di sebelah Gray-sama.

"Hai... Salam kenal semoga kamu betah di kelas ini"sapanya

"Terima kasih..."

"Gray, kau boleh panggilku Gray"

"Terima kasih Gray"

"Ya... sama-sama Juvia"

'kkkkyaaaa dia baik sekali'ucapku dalam hati, rasanya pipiku mulai memunculkan semburat tipis

[Juvia P.O.V End]

"Ehem..."dehem Eve-sensei dan melanjutkan perkataannya "Gray, Juvia bisakah kalian tidak berbicara selama jam pelajaran?. Dan Gray aku harap kau bisa membantunya bukan ngerumpi dan bergosip. KAU dengar ITU GRAYYYYY!"

"Hai.. sensei... Gomene.."ucap Gray minta maaf.

Skip Time


.

.

.

.

Di Perpustakaan

Saat bel istirahat berbunyi, Lucy, Erza, dan Levy langsung bergegas pergi ke perpustakaan. Dengan Lucy yang membawa kotak pensil yang memiliki isi rahasia. Ketika mereka sampai, tidak ada lagi basa-basi. Mereka langsung TTP (to the point).

"Sebenarnya begini" ucap Lucy sambil menunjukkan kotak pensilnya

"Apa itu isinya Lu-chan?" tanya Levy

"Jadi begini. Sebelumnya aku ingin bilang kalu sebenarnya namaku itu di palsukan"

"Di palsukan? Kenapa?" tanya Erza penasaran

"tentang kenapa kita bahas di lain waktu. Sebenarnya namaku ini adalah Lucy Heartfilia, yang berasal dari keluarga bangsawan terkenal. Ini kotak dari soft lens ku. Warna mataku bukan seperti ini yang asli itu seperti ini."Jelas Lucy sambil mengambil soft lens yang sedang dipakainya

"Warna karamel?"Ucap Erza dan Levy bersamaan

"Ya, jangan besar-besar. Dan ini gelang perjanjian antara aku dan Natsu sewaktu masih kecil" Kata Lucy sambil menunjukkan sebuah gelang berwarna silver dengan beberapa intan berlian menghiasinya.

"Indah sekali Lu-chan"kagum Levy

"Kenapa kau tidak memakai gelangnya?"tanya Erza

"akan ku katakan di lain wa..."

"Di lain waktu ne..? Ceeritakan sekarang, Aku tidak ingin lain waktu dan lain waktu terus"paksa Erza sambil mengeluarkan Deathglarenya.

"Ya... Baiklah"ucap Lucy

"Nah begitu Lu-chan. Dalam bersahabat tidak boleh ada rahasia kan"dukung Levy

"Awalnya begini, karena aku satu-satunya keturunan dari keluarga inti Heartfilia, ada banyak musuh yang mengintaiku dan berusaha untuk menculikku. Ayahku awalnya lebih setuju bila aku tetap tinggal di kota Fiore karena disana lebih aman"

"Lalu kau tetap bersihkeras untuk kembali karena mengingat natsu ne?"goda Levy

"Diam Levy, biarkan Lucy melanjutkannya"Kata Erza dengan nada yang menyeramkan.

"Ya kau benar, selama tinggal di sana aku terus bersih keras untuk kembali ke Magnolia karena teringat akan Natsu. Akhirnya selama lebih dari 7 tahun akhirnya aku diperbolehkan ikut kembali ke sini dengan satu syarat. Aku harus menerima satu resiko besar yaitu menanggung identitas yang baru agar tidak dikenali oleh satu orang pun. Ya,,,, seperti marga samaran, warna lensa yang berubah, dan tidak memakai gelang pemberian Natsu. Itu semua agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" Jelas Lucy panjang lebar.

"BBBBRRRAAAKKK"suara buku terjatuh

"Gawat ada yang mendengar" Ucap Lucy panik

"Siapa di sana?"tanya Levy

Erza yang langsung berdiri dan tidak bertanya lagi langsung menangkap tangan seorang pria berambut hitam yang ingin kabur dari tempat menguping.

"Gomene"ucap pria itu

"Gajeel! Kenapa kau bisa ada di sini?"tanya Levy berteriak kecil sambil memukul Gajeel dengan buku

"Seberapa banyak yang kau dengar?"Sahut Erza dengan Deathglare tingkat 100 nya (?)

"Tidak banyak kok"ucapnya dengan nada polos yang terdengar keterlaluan

"Jangan berbohong" bentak Lucy

"Dia mendengar semuanya"Ucap seorang pria berambut biru dengan sebelah mukanya di beri tato

"Jellal, jangan-jangan kau juga dengar!" ucap Lucy kaget akan kedatangan Jellal

"Benar yang kau ucapkan Bunny girl, pendek jangan pukul aku terus, Erza kau bisa lepaskan tangan ku yang kau genggam secara ganas itu. Lagi pula aku tidak akan kabur dan aku akan tanggung jawab kok" ucap gajeel

Erza yang melepaskan tangan Gajeel langsung menggenggam tangan jellal

"Kau juga harus bertanggung jawab, jangan ceritakan terhadap siapapun!"bentak Erza

"Untunglah Erza bertindak"bisik Lucy pada Levy.

"Ya, aku akan bertanggung jawab kok"kata Jellal lembut sambil memegang balik tangan Erza.

"Pendek...! ayo kita ke kelas sebentar lagi bel akan berbunyi"ajak Gajeel pada Levy dan disetujui olehnya, lalu mereka pergi ke kelas.

"Baiklah Erza, aku akan mengantarmu ke kelas"ajak Jellal

"Maaf aku tidak bisa aku akan kembali bersama Lu.."

"Tidak Erza kau lebih baik bersama Jellal aku bisa kembali sendiri karena aku masih meminjam novel koleksi baru dari perpustakaan. Oh iya, Arigatou Erza"

"Doitashimasite. Baiklah kalau begitu aku duluan ya, Jaa~" Erza pun pergi bersama Jellal

Lucy merapikan soft lensnya dan memasukkan gelang serta kotak soft lens ke dalam kotak pensilnya. Setelah itu ia mencari novel lalu kembali ke kelasnya

Setelah bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan keluar sekolah dan pulang ke rumahnya masing-masing.

[Natsu&Lucy]

"Ne Luce... kau mau pulang bersamaku? Aku pulang sendirian"ucap Natsu

"Ayo aku juga kebetulan sendirian." Angguk Lucy bertanda setuju

[Gajeel&Levy]

"Gajeel kau mau pulang tidak? Kok dari tadi kau hanya duduk?"tanya Levy pada Gajeel

"Ayo kecil aku juga mau pulang, sekalian aku mengantarmu"ajak Gajeel sambil menarik tangan Levy

[Gray& Juvia]

"Juvia, dengar-dengar rumahmu searah dengan ku ya? Mau barengan?" ajak Gray

"ya kau benar, Ayo kita pulang" jawab Juvia semangat

[Jellal&Erza, di gerbang sekolah]

"Hai Erza mau pulang? Ayo barengan"ajak Jellal

"Aku sedang ingin sendirian, jadi kau pulanglah"kata Erza lesu

"Aku tidak akan pulang tanpamu ayo"tarik Jellal tanpa diketahui Jellal, di pipi Erza telah ada semburat merah tipis.

.

.

.

.

.


Di tempat lain

"Sudah waktunya kita mengajak siswi itu agar ia aman"ucap seorang wanita berambut putih panjang

"Jangan sekarang bagimana bila besok saja?" saran seorang kakek pendek

"Aku setuju, tapi lebih cepat lebih baik"ucap seorang pria lagi yang berambut warna hijau panjang

"Meski nyawanya dalam bahaya, tidak mungkin dia sendirian yang ikut bukan, pikirkan juga itu"kata pria yang satunya lagi yang berambut kuning.

"Aku setuju denganmu, bagaimana bila kita menyuruhnya mengajak temannya yang berpotensi dan dapat di andalkan?"setuju pria yang berambut orange sepundak

"Semua usul kalian benar, tapi semua keputusan kita kembalikan ke master lagi. Jadi bagaimana master?"ucap seorang wanita yang berkacamata

"Bailklah demi keselamatannya dan kebaikan sekolah, besok kalian persiapkan diri kalian karena besok kita akan mengajaknya dan menyuruhnya juga mengajak temannya. Jadi aku harap kalian tidak memasang wajah garang kalian dan mau mengajari mereka dengan baik"perintah seorang kakek pendek yang dipanggil sebagai master

"Hai... kami akan siap"sahut semuanya

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Siapakah yang dimaksud oleh orang rahasia tadi?

Bagaimana kelanjutannya?

Ikuti terus Fiction The SECRET and The PROMISE...

Natsu : Bagaimana readers apakah chap ini kurang bagus?

Author: Natsu di mana Lucy?

Natsu : Tu lagi main akunnya di ESKIMI tuh... (sambil nunjuk Lucy)

Author: Lucy...! ayo ikut ucapin trims terhadap readers

Lucy : Aye...! terima kasih readers yang baik...

Author: Apakah fic kali ini moment Nalunya bagus? Maafkan atas typo yang bersebaran di mana-mana

Natsu : Ataukah jelek?

Lucy :Semoga bagus...

Natsu : Review di chapter ini maaf ya belum bisa di balas

Lucy : Di chapter selanjutnya Review akan dibalas

Author: Sekali lagi Terima kasih ya buat readers yang udah menyempatkan diri membaca fic gaje ini

Lucy : Numpang promote akun eskimi ya... add my Eskimi : ChavynLyra, bagi teman yang ada aja ya

Natsu :#sweetdrop

Author,Lucy, Natsu : Arigatou minna-san. Don forget to R&R, once again, Thank you very much...