Terima kasih yang sudah nge follow dan Fav Fic ini dan yang sudah coret coret dikolom review. Aku hargain bangeett  ̄ε  ̄

zehakazama : Waah sankyuuu bgt xD Nanti kapan kapan aku panjangin lemonnya wkwkwk xD Semoga suka dan ngikutin Fic ini terus yaa #ngarep.

Frizca A : Fanfic yg pernah kamu baca?._. Waaa maaf deh,aku gatau kl emg rada mirip/gmn,Tapi ini Pure Ide aku sendiri. Btw makasih yaa udh ngereview xD Mwahmwah

mantika mochi : Maaf yaa kalo agak ribett,ini alurnya emg susah . Semoga chapter 2 ini jelas yaa ̄ω ̄Sankyuu sudah mau review.

lightflower22 : Sankyuuu Iyaa nih maaf yaa banyak yg typo,Udh aku benerin kok senpaii,Coba dibaca ulang,Siapatau jd ngerti :"v Makasih reviewnyaa

hanazono yuri : Siaapp,Ini sudah update xD Sankyuu reviewnya,aku hargain bangett.

jamurlumutan 462 : Hehehe Iyaa xD Udh Update yaa,Happy Reading. Sankyuu reviewnya mastaa.

.

~oOo~

.

.

.

.

Don't Hurt My Love.

Naruto & Friends is Belong to Masashi Kishimoto (岸本 雅史)

Rated : M - MA

Genre : Romance,Hurt/Comfort,Crime,Tragedy,Sci-Fi,Lemon.

AU/AT/OOC/DLDR/TYPO

Story by : Bacsojin

.

.

.

Happy Reading^^

.

.

.

Wanita bermahkotakan soft pink itu kini tengah sibuk mencari buku pelajarannya didalam rak yang terbuat dari kayu Mahoni. Rak itu terlihat sangat berantakan.

Sesekali kepala pink nya menoleh kearah jarum jam yang terus bedentum. Detik demi detik,menit demi menit,Akhirnya ia mendapatkan buku yang dari tadi ia cari.

Setelah memasukan buku buku kedalam ransel kesayangannya,Ditariknya sepasang flat shoe berpita dengan warna hitam elegan dari kotak sepatunya.

Sakura langsung menarik ransel merk ternamanya dan segera berlari keluar dari kamarnya

Saat hendak mencari sosok sasuke yang berjanji ingin mengantarnya ke kampus,Pria itu sudah berteriak memperingati dirinya.

"Hey,Cepatlah,Sudah Hampir jam 7!Kau bisa terlambat." Sasuke memperingati.

"I-iya,Aku tahu. Sebentar Sasuke-kun."

Taklama sakura pun terlihat tegesa gesa menuruni Setiap anak tangga. Sasuke segera mengambil Kunci Ferrari F12 Berlinetta nya dan langsung Tancap gas mengantar sakura ke kampus.

Didalam mobil,Sasuke memandangi wajah sakura yang berkilau dan terlihat semakin cantik nan eksotis karna berkeringat.

"Apa?"

Sasuke yang kepergok sedang memandang sakura penuh arti langsung mengalihkan pandangannya kedepan. "Tidak apa apa."

1,2,3,4ー5 menit,Keheningan menyelimuti.

"Aku ingin tanya sesuatu." Ujar Sasuke memecah keheningan.

"Apa?" Sahut sakura tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphone,jemarinya terus bergerak menyentuh setiap inci layar smartphone nya.

"Apa kau yakin kepribadian gandamu sudah hilang?Sisi gelapmu itu sudah tidak ada?" Tanya sasuke jujur to the yang mengganggu pikirannya belakangan hari ini.

Deg.

Dua pertanyaan yang terdengar sangat mudah diucapkan tapi disisi lain sangat menyakitkan untuk sakura dengar.

"You didn't believe me?" Sakura menghentikan aktifitasnya bermain handphone.

"Aku hanya ingin mengantisipasi sesuatu."

"Itu artinya kau mencurigaiku."

"Bukan begitu sakuー"

"Kau sendiri yang dengar dari dokter kejiwaanku,bahwa saat itu aku dinyatakan sembuh." Potong Sakura.

"Siapa tahu sisi gelapmu tibatiba kembali." Ucap sasuke enteng.

Rahang sakura mengeras. "Turunkan aku."

"Apa?" Sasuke menoleh kearah sakura.

"Turunkan aku sekarang!" Teriak sakura penuh amarah.

"Jangan gila!Kita sedang dijalan!" Sasuke malah balas meneriaki sakura.

Cklek

Tangan sakura nekat menarik knop pintu yang melihat aksi nekat sakura langsung minggir ketepi jalan.

Grep

"Hey!Hentikan itu!" Perintahnya.

Diabaikan. Sakura malah semakin nekat melebarkan pintu mobil sasuke. Secepat mungkin Sasuke menarik sakura kedalam pelukannya,lalu menutup dan mengunci pintu mobilnya kembali.

Ditariknya pergelangan tangan sakura dengan sedikit paksaan,tapi tidak kasar. Sasuke langsung menangkup wajah sakura dan mengecupnya singkat. "Aku mempercayaimu,kumohon maafkan aku."

Sakura menatap sasuke lekat lekat,mencari adakah sebuah penyesalan di iris kelam sasuke akan pertanyaan dan ucapannya tadi. Tak lama sakura mengangguk dan tersenyum. Walau masih ada sedikit rasa kecewa pada sasuke.

Setelah adanya pertengkaran kecil ini,suasana mobil benar benar heningーcanggung. Tidak ada yang memulai pembicaaraan. Sasuke yang sangat benci situasi seperti ini akhirnya buka mulut.

"Sebagai permintaan maafku…" Tangan sasuke mulai menyambar tangan kekasihnya yang terletak dipahanya mulusnya.

"Kita makan malam berdua ya nanti." Pinta sasuke sembari mengusap tangan sakura.

"Oke."

"Terima kasih." Sasuke menarik tengkuk sakura lalu mengecup dahi lebar sakura.

.

.

.

"Kita sampai." Sasuke keluar terlebih dahulu membukakan pintu mobil sebelah untuk sakura.

"Terima kasih sasuke-kun."

Sasuke menarik pinggang ramping sakura dan mengecup singkat dari dahi,hidung,pipi,bibir,hingga dagu sakura. Keromantisan mereka sempat membuat siswi yang melihat adegan panas itu fangirlingan.

"Astagaa!~ tampan sekali pacarnya sakura-san" Jerit siswi disebrang sana.

"Romantis pulaaaa!~" Sambung Sisiwi lainnya.

"Sampai bertemu jam 8." Sasuke mengecup punggung tangan sakura lalu memasuki mobilnya.

Sakura melambaikan tangan sambil tersenyum melihat mobil sasuke yang menjauh dari pandangannya.

Dddrttt drrt

"Hn?"

"Info yang kau inginkan,sudah aku dapatkan,Yakushi Kabuto. Sebaiknya kaー" Belum sempat orang disebrang telfon melanjutkan ucapannya,Sasuke langsung memutus sambungan telfon secara sepihak.

Mobil sasuke langsung tancap gas menuju Kantor Departmen Informasi dan Komunikasi Jepang.

.

.

.

"Ini adalah info Orang yang kau cari." Pria berambut putih mencuat itu menunjukan dokumen yang berisikan informasi tentang Kabuto.

Sasuke memandangi informasi itu dengan baik dan seksama.

"Aku minta salinannya." Sasuke menjulurkan tangannya.

Pria yang sering disapa kakashi ini menngedipkan sebelah matanya,membuat sasuke yang berdiri didepannya terlihat risih. Suasana diruangan itu pun sedikit canggung.

"Ck,Bayaranku bodoh. Aku tidak sedang menggodamu." Tukas Kakashi.

"Siapa juga yang berpikir kau menggodaku." Sasuke langsung mengeluarkan amplop tebal dari kantong jaketnya dan memberikannya pada kakashi. Lelaki berambut putih itu tersenyum dan langsung memberikan salinan dokumen pada Sasuke.

"Terima kasih." Ucap sasuke sebelum pergi meninggalkan ruangan kakakshi.

Sasuke segera menelfon rekan rekannya untuk berkumpul di Smart House,Apapun yang sedang mereka lakukan,dimanapun mereka berada saat ini,mereka harus ada di Smart House sebelum sasuke tiba.

Sasuke semakin menginjak gas mobil nya agar cepat sampai ke smart house. Selang beberapa menit ia sampai didepan Gerbang Smart House.

"Open Garage.(Buka Garasi.)" Titahnya pada sistem Smart House.

Taklama pintu garasi terbuka,ia segera memarkirkan mobilnya lalu menarik berkas dari kursi sebelah.

"Ini datanya,aku ingin kau analisa sekarang." Sasuke melempar dokumennya kearah shikamaru,Ia pun refleks menangkapnya.

Shikamaru segera membuka holo komputernya,Mencari kebenaran data yang Sasuke dapatkan.

"90% Akurat." Ucapnya Taklama

"10% nya?" Sasuke mengerenyit.

"Hanya palsu di bagiam Umur saja. Dia berumur 39 tapi dikertasmu itu27."

"Apakah itu penting sekarang?" Sasuke kira ada 10% kebohongan berarti,ternyata hanya kebohongan tak berarti. Shikamaru terkekeh.

"Aku sempat membacanya,Dia kerja di Arata Lab. Kita ke Arata Laboratory nanti sore,kau siapkan strategi." Perintahnya pada Shikamaru.

Shikamaru memberi hormat sebagai jawaban "Siap."

.

.

.

Terlihat semaunya sudah mengenakan pakaian standar selayaknya orang normal,Untuk mengurangi kecurigaan. Masing masing menggunakan mantel tebal untuk menutupi senjata yang dibawa.

"Semuanya sudah lengkap?Sudah siap semuanya?" Ucap sasuke sambil mengamati setiap anggotanya.

"Ya!Siap!" Jawab seluruh anggota bersamaan.

Mereka pun menuju Arata Lab bersamaan,Namun kendaraannya tidak digabung,melainkan terpisah.

Naruto dan Sasuke tiba lebih dulu daripada yang lain,Dua lelaki tampan ini langsung pergi mencari ruangan Kabuto.

Lalu diikuti dengan Shikamaru dan Temari yang selanjutnya datang,dan bergerak terpisah untuk memastikan tidak ada yang menghalangi jalur mereka untuk keluarーMasuk.

Setelah itu Neji dan Hinata,Yang ditugaskan untuk mengawasi.

Terakhir Ada Lee yang menjaga pintu depan dan Ino yang menjaga Pintu belakang,Mencegah bila target berusaha melarikan diri.

"Bersiap pada posisi." Perintah sasuke lewat Mikrofon.

Dan disertai jawaban "Siap." Dari masing masing anggota.

Sasuke dan naruto mulai berpencar mencari Kabuto.

Naruto ke kanan,Sasuke ke kiri.

Sepertinya keberuntungan berpihak pada Naruto "Aku menemukannya." Ucap Naruto semangat.

Dor!

Suara tembakan terdengar "Naruto?! Ck,Sial." Sasuke langsung berlari ke sumber suara tembakan,berharap naruto tidak terluka atau apapun yang dapat menyebabkan kegagalan misi.

Cklek

Iris kelam sasuke terbelalak melihat Naruto yang sedang jongkok dan sudah ditodong Pistol oleh Target. Kabuto. Terlihat ada banyak darah disekitar telapak tangan naruto.

"Kau pikir aku tidak tahu akan ada penyerbuan?Kalian pikir aku bodoh hah?!" Ujar kabuto penuh amarah.

Sasuke hanya diam tak berkutik,jangan sampai ia salah bicara atau salah gerak. Bisa bisa ada lubang rapih yang terukir dikepala Naruto nantinya.

Naruto melirik sasuke. Iris sapphire nya berkedip sebelah,Memberi suatu kode. Sasuke yang melihat itu langsung menyeringai tipis kasat mata.

Dug

Naruto langsung menyelengkat kaki kabuto hingga jatuh tersungkur,Sasuke dengan cekatan langsung merebut pistol yang dipegang kabuto.

Saat sasuke fokus merebut pistol kabuto. Ia lengah. Kabuto Berhasil keluar dari ruangannya. Sasuke dan Naruto pun langsung berinisiatif mengejar Kabuto.

"Target keluar. Kuulangi Target keluar,Siapapun yang melihatnya,Cegah dia kabur." Seru naruto sambil terus berlari.

Sasuke merogoh Koch Usp dari kantong dalam mantelnya. Sasuke membidik kaki Kabuto namun dicegah oleh Naruto. "Jangan buat keributan! Kita bisa diserbu."

Akhirnya sasuke mengurungkan Niatnya untuk Menembak Kabuto.

Tiba-tiba…

Stab

"Ngghh!Sialan!" Seseorang tak dikenal menusuk Naruto dari belakang.

"Sasuke jangan hiraukan aku,Cepat kejar kabuto!" Teriak Naruto pada Sasuke yang masih mematung didepannya.

"Ck,Sial." Akhirnya Sasuke memutuskan kembali berlari mengejar Kabuto.

Akhirnya aksi kejar mengejar ini selesai. Kabuto sudah terkepung.

"Ah-aku akan langsung ke inti." Sasuke masih mengatur Nafasnya yang tak beraturan.

Kabuto hanya diam tak berkutik karena sudah ditodong oleh Sasuke,Pria berkacamata itu tidak bisa lari karna ada Ino yang menghalangi.

Bug!

"Kau membuang waktuku!" Geram Sasuke.

"Cih. Lebih baik aku mati." Tangan kabuto bergerak kearah Pelatuk pistol sasuke. Walaupun sasuke berusaha menghindari tangan kabuto,Tapi...

Dor!

Kabuto berhasil bunuh diri. Kabuto menarik pelatuk pistol Sasuke. Ia Mengukir Lingkaran Indah dikepalanya sendiri.

Ino langsung menghampiri tubuh kabuto dan langsung menginjak injak kepalanya. "Bajingan sialan! Kau mebuang waktuku!"

Sasuke memijit pangkal hidungnya, "Semuanya berkumpul dipintu belakang sekarang." Perintah Sasuke lewat Mikrofon.

"Siap!"

Hinata dan Neji yang ada disekitar pintu depan langsung berjalanーsedikit berlari untuk menemui Sasuke dan yang lainnya.

Saat mereka sudah bertemu Temari dan Shikamaru dipertengahan lorong lab,Hinata merasakan sesuatu yang mengganjal. Seperti Ada seseorang yang mengamati pergerakan mereka.

"Kabuto tewas." Bisik seseorang dibelakang.

Bug!

"Siapa kau?!" Hinata refleks menghampiri dan langsung memukul pria dibelakangnya.

"A-apa maksud mu nona?" Pria berambut perak itu meringis kesakitan.

"Kau menyebut Nama 'kabuto' tadi!"

Bug!

"H-hey,Santai Hinata." Ucap Shikamaru.

"Berikan telfon itu." Tangan hinata berusaha mengambil telfon yang digenggam pria tersebut.

"Tidak!" Lelaki itu menjauhkan telfonnya dari hinata. Ia berusaha berdiri namun dicegah oleh hinata.

"Berikan itu!" Hinata memaksa.

Tap.

Sebuah lampu kecil berwarna merah yang ada dikalung pria itu berkedip kedip.

"Menjauh!"

Hinata menendang dan langsung menarik paksa telfon milik pria misterius itu.

Duarrrrrrr!

Ledakan bom terjadi di dalam Arata Lab. 2 anggota yang sudah ada dipintu belakang langsung panikーsebenarnya hanya ino yang panik. Walaupun Sasuke mendengar ledakan tapi tetap saja ia masih pasang tampang stoic khas miliknya.

"Apa apaan itu?!Sebaiknya kita cek,Sasuke" Ino menarik lengan Sasukeーtapi ditepis.

"Jangan. Kita akan menimbulkan lebih banyak masalah jika kembali."

"Aaaaah Kabuto sialannn!" Ujar Ino Frustasi.

"Uhuk uhuk uhuk" Debu runtuhan bangunan itu membuat penglihatan Temari,Hinata dan Shikamaru tidak leluasa lagi.

"Kau baik baik saja?" Shikamaru panik dan langsung meraba raba lekukan tubuh istrinya,memastikan tidak ada luka disana.

"Mhmm,Tidak apa apa. Tenanglah."

Setelah debu disekitar situ berkurang,Hinata langsung berdiri dan mendekati jasad Pria misterius tadi yang sudah tewas mengenaskan.

Hinata berdiri dan langsung mendekati jasad pria tersebut. Hinata membuka tangannya,memandangi telfon yang ia dapatkan dari pria itu.

"Hinata,Ayo cepat!" Temari menarik lengan hinata.

Mereka langsung berlari dari tempat kejadian dan segera melaporkan apa yang terjadi pada Sasuke.

Selang beberapa menit,Hinata,Temari dan Shikamaru sampai dipintu belakang.

"Lee dan Naruto?" Iris Onyx sasuke tidak melihat adanya Dua rekan kerjanya itu.

Hinata menggeleng "Kita tidak bertemu mereka."

"Ck,Sialan." Decak Sasuke Kesal.

"Heeeyyy!" Terlihat lee yang sedang membopong Naruto yang berlumuran darah.

Sasuke segera berlari untuk membantu Lee membopong Naruto.

"Apa yang terjadi?" Sasuke melingkarkan tangan naruto dilehernya.

Naruto yang kehilangan setengah kesadarannya tidak sanggup menjawab.

"Aku menemukannya dilorong terbaring dengan seseorang. Keadaannya sudah seperti ini saat aku datang" Jelas lee.

.

.

.

"T-temari,Tolong kotak peralatanku." Hinata menunjuk kearah kotak kayu yang ada didekat rak buku.

Temari langsung mengambil kotak itu dan menyerahkannya pada Hinata. Dibukalah kotak tersebut ada peralatan untuk menjahit luka.

"Nii-san,O-obat bius." Neji mengangguk dan segera mengambil obat bius dilaci kamarnya.

"N-naruto-kun bertahanlah" Tangan Hinata bergetar hebat saat sedang menyuntikan Obat Bius pada Naruto.

Karena kesadaran Naruto sudah berkurang sejak masih ada di Lab,Tidak butuh waktu lama membuat Naruto tertidur karna efek obat bius.

Air mata mulai membasahi pipi hinata hingga akhirnya terjatuh ke tangan Naruto.

"Berjuanglah,Aku tahu kau bisa." Neji menyemangati.

Hinata mulai menjahit kulit didaerah Punggung Naruto yang terbuka akibat luka tusuk. Sasuke sedikit melirik kearah telapak tangan naruto. Seingatnya Naruto kena Luka tembak tadi. "Seharusnya ada peluru ditelapak tangannya."

"Dia pasti mencabut paksa benda itu tadi." Jawab Ino.

Sasuke mengacak acak surai ravennya,bagaimana semua ini terjadi?Mereka kembali tanpa informasi sedikitpun.

Jantung Sasuke berhenti sesaat. "Astaga. Sekarang Jam 10?!"

"Sialan!Bajingan sialan!" Amarah Sasuke memuncak. Ditendanglah deretan Guci tak bersalah yang semula berdiri cantik diatas meja.

Plak

"Kontrol Emosimu!" Tamparan Neji berhasil menghentikan Aksi tendangan membabi buta sasuke. Berkat Kabuto,Sekarang Sasuke telat 2 jam untuk makan malam dengan Sakura.

Sasuke langsung mengganti mantelnya lalu mengambil Kunci Mobil Secara Acak.

Disinilah sekarang Sasuke berada,Tempat yang direncanakan untuk makan malamnya dengan Sakura. Ia langsung berlari kedalam Restoran.

Ditemukanlah Sakura yang sedang meminum segelas Milkshake Strawberry.

Dddrt drrrt

Ponsel Sasuke berdering,dan kembali mati. Terlihatlah ada 37 panggilan tak terjawab dari Orang yang sama,Sakura.

Sakura mendengar ada langkah kaki mendekat,Kepalanya mulai menoleh kearah suara langkah kaki tersebut. Ia langsung berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Sakura maafkan akー"

Plak

"Kenapa kau datang?" Ujar Sakura datar.

"Aku..."

"Misi lagi?" Sakura menatap sasuke yang diam mematung.

"Mana yang lebih kau prioritaskan?Aku atauー"

"Tentu saja kau!" Potong Sasuke.

"Tapi nyatanya kau lebih memilih pekerjaanmu hari ini." Sakura mulai berjalan menjauh.

Sasuke langsung menangkap pergelangan tangan sakura.

"Jangan sentuh aku." Sakura menepis.

Sasuke terdiam. Ia merasakan sakit teramat sangat. Sakura-nya marah dan benar benar tidak mau disentuh. Setelah kesalahannya tadi pagi dan juga malam ini,Wajar saja jika Sakura Marah.

Sasuke berlari mengejar Sakura,Namun ia kalah cepat. Sakura sudah pergi menaiki Taksi. Sasuke berlari kearah mobil dan segera mengejar Sakura.

Brak

"Aku tidak peduli." Sakura datang membanting pintu,Penghuni Smart House pun Kebingungan akan kedatangan sakura yang baru datang langsung membanting pintu.

"Sakura,Kumohon." Sasuke terus terusan memohon maaf,tapi diabaikan.

Brak

Lagi lagi pintu dibanting,Setelah membanting pintu kamarnya, "Lock The Door." Sakura pun ikut mengunci pintu tersebut.

"Locked."

Shikamaru mengerutkan Dahi, "Apa yang terjadi?"

"Hhh.. Rumit." Sasuke melempar tubuhnya ke sofa,Mengacak surai ravennya frustasi.

"Kita benar benar gagal kali ini." Gumam sasuke. Lengannya digunakan untuk menutupi sebelah matanya.

"Tidak sepenuhnya." Hinata melempar ponsel yang ia dapatkan di Lab tadi.

"Apa ini?"

"Aku dapat itu dari seorang pria,dia menyebut nama Kabuto. Aku merebutnya,Taklama dia menyalakan bom bunuh diri." Tutur panjang hinata.

"Shika." Sasuke melempar ponsel itu ke shikamaru.

"Ya ya aku tahu."

Jam menunjukan Pukul 02.30 pagi. Sakura masih enggan membuka Pintu kamarnya untuk Sasuke.

"Tidurlah dikamarku." Tawar Lee.

"Tidak perlu. Aku rasa lebih nyaman di sofa." Sasuke memperbaiki letak bantal dikepalanya.

"Hmm...Baiklah." Lee berjalan meninggalkan Sasuke.

"Door open." Suara sistem smart house masuk kedalam indra pendengaran Sasuke.

Pria itu langsung berdiri dan sedikit berlari ke arah kamarnya.

Cklek

"Tidurlah. Jangan berbicara apapun." Sakura menenggelamkan dirinya didalam selimut.

Sasuke tersenyum lalu menghampiri Sakura.

"Terima kasih." Bisiknya seraya memeluk tubuh sakura.

Sakura tidak bisa terus terusan marah pada sasuke. Untuk kesekian kalinya,Hati Sakura tulus memaafkan kesalahan Sasuke.

.

.

.

Pagi ini Hampir seluruh anggota Prop Hunt pergi untuk membawa Naruto ke Rumah Sakit. Sasuke tidak ikut karena Sakura,hari ini Malaikatnya Libur kuliah,Tidak mungkin sasuke mau meninggalkan Sakura lagi.

"Kami berangkat." Ucap Ino pada Sasuke dan Sakura yang tengah asik menonton tv.

"Jangan berbuat yang aneh aneh." Ledek Neji.

"Tidak mungkin mereka menyianyiakan momen seperti ini." Naruto yang masih dibalut perban tidak mau kalah.

"Sudahlah Naruto-kun,jangan banyak bicara." Tegur Hinata.

Setelah pintu ditutup,Sasuke langsung bersandar manja di bahu Sakura.

"Malaikatku sangat cantik hari ini."

Blush

Walaupun Sasuke sering memuji Sakura 'cantik' dan sering menyebutnya 'malaikat',Tetap saja Sakura Blushing jika sudah dipuji seperti itu.

Sasuke menjauhkan kepalanya dari bahu sakura,iris kelamnya menatap wajah sakura yang tetap terlihat cantik dari samping.

Sakura menoleh. Pandangan sasuke langsung tertuju pada bibir mungil sakura,Pria itu pun langsung mendekatkan wajahnya untuk mencium Sakura.

Sakura memejamkan mata,begitupula sasuke. Kedua manusia ini saling melumat bibir lawan mainnya. Bertarung lidah guna mendominasi.

"Enggh~" Desah Sakura disela sela ciumannya,Tangan sasuke mulai meraba payudaranya.

Sasuke pun menurunkan ciumannya keleher jenjang Sakura.

"Ahnnn~"

Beberapa Bercak merah pun mulai terlihat dileher mulus Sakura. Sasuke yang tidak sabaran langsung berusaha melepas kaos sakura.

"Kau tahu?Aku suka saat kau menyentuhku,bukan merabaku." Ucap sakura disela sela kegiatan mereka.

Sasuke kembali menjalannya aksinya. Lelaki itu sedikit mengangkat tubuh sakura untuk melepas kaitan bra yang sakura pakai.

"Kau tahu?Aku suka saat kau menyebut namaku,Bukan mendesah." Sasuke menyeringai.

Ting nong

Sasuke berdecak kesal,sedangkan sakura hanya terkekeh melihat wajah sasuke. Suara bel menginterupsi kegiatan panas mereka.

"Biar aku yang buka." Sakura merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan karna ulah sasuke barusan.

"Tidak,aku saja." Cegah Sasuke.

Cklek

"Hallo,Sasu-cake."

"Nii-san?!"

.

.

.

.

.

.

~oOo~

Author Note : Tjiehh lemonnya kepotong Hahaha /plak/ Hmm untuk saat ini aku gakngerti mau jelasin apa. Aku rasa disini gaada yg perlu dijelasin:"v Udh pd ngerti blm Sakura itu kenapa? Kalo gak ngerti silahkan baca ulang ulang sampe ngerti. Janggg Author macam apa ini:"v Ga ga boong:v Silahkan ditanya,Bagian mana yang gak jelas. Maap kalo ada typo/kata kata yg tdk dimengerti,Maklum baru pertama kali nulis:'v

Betewe,Happy New Year 2k16 Semuanyaa^^

New year,New Me?Halah bull$hit:v Be your self aja lah.

Silahkan Ramaikan Review,Pujian,Kritik dan Saran diterima,Tapi aku gakterima Caci Makian HAHAHA.

Arigato Gozaimasu~

See ya Next Chapter❤

~愛してる~