( Ini aku, kai ... )

Chap : 3/?

.

.

.

.

.

.

Kai kembali lagi dan lagi memandangi dirinya di depan cermin panjang yang ada di letak dinding kamarnya. Menyeret malas kakinya yang seakan terasa lumpuh itu untuk berjalan ke arah tepi ranjang. Merebahkan- punggung-tubuh bagian atas nya ke ranjangnya dan menjatuh- paha -bawahnya kelantai. Lengan kanannya menutup separuh wajahnya. Secair Liguid bening meluncur ke pipi tirusnya. Tubuhnya terasa lelah , sakit dan kaku. Kepalanya pusing bagaikan permainan gasing yang tiada henti hentinya terus berputar . sekarang hanya ada banyangan namja 'brengksek'sebutan darinya, yang telah membuat dirinya seperti orang gila seperti sekarang. Gila dalam arti takut untuk hidup.

Kai merasa lemah. Dia lelaki dan namja'Brengsek' itu juga lelaki. Mereka mungkin sama sama mempunyai kekuatan yang setara. Tapi entahlah saat kai memandang mata hitam kelam bak serigala itu dirinya seperti jatuh kedalam suatu lubang hitam. Pasrah dan bertekuk lutut . Pandangan dari mata namja itu sangat berbeda . Seperti menghipnotis tubuh dan jiwa nya.

Kai memandang langit langit kamar nya. Dengan pandangan kosong . Mata hitam jernih itu tidak terlihat lagi seperti dulu. harapan itu hilang seketika. menjadi lemah bukan dirinya, namun seperti takdir hidup berkata lain.

"Kai, ayo makan malam." Kai tersadar. Bergegas berganti kaos dan jins selutut. Mencuci wajahnya. berdehem mencoba menetralkan nada suaranya kembali.

Tap ... Tap ... Tap

Krek

"Kenapa wajahmu pucat." Sosok itu menyentuh bagian kanan wajah kai. Kai hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya.

"Aniyo , aku baik baik saja." Sosok itu menghela nafas . Mengerti keadaan kai.

Mencoba memaklumi sifat mesterius yang dimiliki kai, cucunya.

"Bagaimana di sekolah , nini." Kai terdiam. mengigit pipi dalamnya. Otak nya Berfikir, Berusaha mencari kata yang tepat.

"Baik." Singkat. Sosok itu hanya terdiam enggan melanjutkan topik pembicaraan tentang 'sekolah' kai.

"Halmonie akan pergi ke rumah bibimu." Kai menoleh. memandang Halmonie-Sosok yeoja itu dengan raut wajah senduh.

"Halmonie , juga akan menetap disana beberapa hari." Kai menudukan kepalanya . Nafsu makan nya hilang entah kemana. Tangannya Memilih ujung kaos baju miliknya kemudian menariknya.

"Kai baik baik saja bukan, kalau halmoni, tinggal?." Halmonie mengelus sayang rambut hitam legam milik kai. Tatapnya begitu hangat, yeoja renta itu Mencoba memahami arti pandangan dari sorotan kedua bola mata milik namja manis tersebut.

Kai mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Menutup matanya saat merasakan tangan ringkih itu masih mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang .

"Ne , halmonie, kai gwenchana." Mencoba tersenyum tenang. Memperlihatkan lipatan mata indah melengkung sempurna. Menimbulkan efek senyum yang begitu mempesona.

"Halmonie benar benar menghawatirkan kamu, kai. Tapi halmonie juga punya urusan penting dengan bibi mu yang ada di daegun." Halmonie megenggam tangan milik kai. Telapak halus dari tangan ringkih ituI membuat kai nyaman. Kai kembali tersenyum kali ini menyakinkan halmonie- nya.

"Ne , aku mengerti halmonie. umur ku sudah tujuh belas tahun, aku ini namja ... Halmonie tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri sendiri ." Suara itu begitu tenang saat mengucapkan nya . sedikit membuat hati yeoja paruh baya itu membucah. rasa resah di dalam hatinya sedikit terbuang melihat tatapan menyakinkan kai.

"Baiklah, halmonie percaya kepada nini , cha habiskan makan malam mu."

"Ne."

...

"Oke. Baik saya ulang kembali. Daging steak spesial dua . Jus jeruk nya satu dan jus avokado nya satu. Ada lagi yang ingin di pesan tuan?."

"Tidak."

"Mohon tunggu sebentar. Terima kasih."

"Kai. Nanti meja nomor dua tolong di lap kan mejanya."

"Ne hyung." Namja manis itu berjalan kearah dapur. berteriak Menyebut menu nya ke arah seorang namja, notabenya tukang masak di rumah makan tersebut. Dan kai kembali lagi melanjutkan perkerjaan yang belum terselesaikan. Sesekali tangan miliknya mengelap dahi dan bawah dagu saat keringat beriringan jatuh menetes ke arah meja.

Kai suka dengan dunianya. kai suka Perkerjaannya sekarang yang sebagai seorang pelayan rumah makan. Dia-kai Bukanlah terlahir dari anak orang kaya. Itu harus membuatnya melalukan perkerjaan sampingan di saat bangku sekolah menengah atas . Dia tidak mau lagi menyusahkan halmonienya. Cukup sudah halmonienya menjaga dan membiayainya selama hidupnya sekarang. Semenjak kedua orang tua nya pergi jauh dari dunia ini, kai tinggal dan hidup dengan halmonienya seorang. hanya halmonienya mengerti keadaan kai. Yeoja paruh baya hangat itu begitu menyayangi kai. Begitu juga kai, rasa sayangnya kepada sang hamonie membuatnya takut kehilangn keluarga satu satunya , yahHalmonie nya.

Hey, siapa yang mau keluargamu satu satu nya yang mengerti keadaan dan sifat kamu, tiba tiba pergi meninggalkan mu sendrian didunia ini. Kai tidak tega melihathalmonienya yang cukup tua itu berkerja keras menjadi asisten rumah tangga di rumah orang lain. kai sudah cukup sedih melihat halmonienya tergeletak di ranjang dengan tubuh lemah dan suhu tubuh yang panas tinggi . Bahkan mengucapkan kata 'minum' saja sudah susah. Terkadang kai merelakan aktivitas sekolahnya untuk menjaga sang nenek. Kai tidak mau lagi melihat nenek nya jatuh sakit hanya karna mencari biaya kebutuhan kai. Kai sudah cukup dewasa sekarang. mencari uang dengan berkerja sampingan harus dia tekuninya. tak halyal terkdang membuat tenaga nya terkuras habis.

Namun ini kemauan dirinya. kai hanya ingin membalas budi sang halmonie tersayang. yah dengan cara berkerja keras untuk kebutuhan halmonie dan dirinya.

'ahhhh...' Kai mengerakan otot otot di pundaknya. Hari ini rumah makan tempatnya berkerja cukup ramai. Sedikit membuatnya letih namun sangat besar membuatnya senang. Jika banyak tamu berarti akan ada honor lebih yang di terimanya. Kai menoleh kekanan dan kekiri . Hanya beberapa tamu lagi yang masih betah makan dan berbincang bicang di rumah makan tempatnya berkerja.

Melirik ke arah jam tangan miliknya. Sudah enam jam kai berkerja tanpa adanya istirahat. Yah itulah resiko kerja sampingan. Tidak ada namanya waktu istirahat. sebisa mungkin kai mencuri curi waktu untuk me rehatkan sebentar tubuhnya lalu melanjutkan kembali perkerjaan nya yang tertunda.

Tring.

Bunyi lonceng terdengar dari arah pintu masuk rumah makan tempat kai berkerja. Kai segera membersihkan penampilannya . Mengambil buku menu di meja lalu mengeluarkan notes kecil dan pulpen yang ada kantung hitam bertengger di pertutnya.

"Selamat datang. Silahkan pilih menunya tuan." Ucap kai seramah mungkin.

"Kau mau makan apa ? " Namja yang memakai kacamata itu menoleh bertanya kepada seorang yeoja yang ada di hadapan tempat nya duduk.

"Sini biar aku lihat dulu oppa. Mmm ... Mana yah . Ah, aku mau pasta daging." Ucap yeoja itu tersenyum kearah kai. Dan kai mencatat pesanan yeoja tersebut.

"Aku nasi goreng kimchi saja. Dan dua gelas teh manis hangat." Ucap namja tersebut. Seraya memberikan kembali buku menu kehadapan kai.

"Baiklah. Saya ulangi. Pasta daging satu, nasi goreng kimchinya satu. Dan dua teh hangat. Ada lagi yang ingin di pesan." Namja berkaca mata itu menggeleng pelan.

"Silahkan ditunggu tuan terima kasih." Kai tersenyum ramah. Mencoba memberikan pelayan yang terbaik ke para pelanggan tempatnya berkerja. Kai bergerak. Berjalan ke arah dapur dan memberikan note kehadapan yeoja yang sedang mengepel lantai.

"Tolong ucapkan noona." Ucap kai menyodorkan notes tersebut . Yeoja itu mendengus dan mengambil notes yang di berikan kai.

"Kau ini kenapa kerja setengah tengah sih." Yeoja itu melanjutkan perkerjaan kembali setelah berteriak menyebutkan menu kearah tukang masak.

"Aku capek, sulli noona." Ucapa kai lirih. Tubuhnya terasa seperti tidak bisa dierakan bahkan pantatnya seolah olah sudah menyatu pada kursi yang sekarang di duduki nya . Ototnya nya enggan untuk bergerak maupun berjalan.

"Kau sakit ?." Sulli yeoja yang lebih tua dari umur kai itu menyentuh dahi milik namja manis itu -kai.

"Tidak. mungkin aku kecapekan." Sulli menghela nafasnya. Mengambil gelas dan mengisinya dengan air hangat yang keluar dari dispenser lalu menyerahkan gelas berisi air hangat itu kearah kai.

"Minumlah kai. mungkin kau kekurang minum." Kai mangambil. Kemudian menengak habis air hangat tersebut.

Sulli memandang kai dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada rasa sedih , khawatir dan iba seakaan menjadi satu dari dalam tatapan mata yang di tunjukan sulli terhadap kai .

Sulli sudah cukup lama mengenal siapa kai.

Kai-Namja manis dengan segala sifat cerianya, terkadang bertingkah polos, kekanakan, periang dan penyayang.

Namja manis yang tidak mengerti apa arti rasa kejamnya dunia harus menjalani hidup seperti ini. di usianya yang masih perlu merasakan sentuhan kasih sayang dari kedua orang tua harus musnah Semenjak usianya menajak ke tujuh tahun , kai sudah tidak tahu lagi bagaimana rasanya kasih sayang kedua orang tuanya. Kecelakan mobil merengut nyawan kedua orang tua kai. membuat kai merasakan sebagian hidupannya hilang, kai merasa kecewa terhadap dirinya sendiri.

Pernah terlintas di benaknya ingin ikut pergi menyusul ketempat dimana kedua orang tuanya sekarang berada. Kai Merasa tidak pernah akan ada yang menyayangi nya setulus kedua orang tuanya. Tidak akan ada yang menerimanya selamanya dan pasti semua orang akan mencemoh nya.

Namun entah kenapa perasaan itu sekarang di tepisnya. semenjak sang halmonie datang , mengulurkan tangan dan pelukan hangat. memberikan kasih sayang yang lebih terhadap kai. Menjaga , merawat dan selalu membuat kai nyaman.

Dan semua prilaku halmonie nya membuat kai semakin sayang terhadap sang halmonie. Sekarang di benaknya hanya ada halmonie, orang tuanya.

Halmonienya yang terkdang bisa menjadi sosok seorang Aboji yang tegas terhadap kai. Halmonie tersayangnya yang terkadang bisa menjadi sosok seorang Eomma yang menyayangi, menjaga bahkan melipahkan kasih sayang yang lebih kepada kai.

Kai tidak mau apa apa lagi sekarang. Sudah cukup satu halmonienya sebagai orang tuanya, walau terkadang kai benar benar ingin merasakan kembali sentuhan dari Eomma dan Abojinya .

Sulli tersenyum lembut kearah kai. Mengusap surai hitam lembut milik kai. Kai menengakan kepalanya menatap bingung ke arah sulli.

"Ada apa noonna ?." Ucap kai merasa pandangan mata sulli yang begitu hangat ke arah nya.

"Ani. Habis ini makanlah. Ini pesanannya sudah siap. Nah tolong antarkan kepelanggan." Ucap sulli seraya mengambil piring dan membersihkan noda noda makan yang ada di pinggir pinggir piring.

"Ne." Kai beranjak. Membawa dua makanan dan dua minuman pesanan dari sang pelanggan.

"Permisi. Ini pesanan anda.." Kai meletakan piring piring yang berisi makan tersebut ke arah meja.

"Baiklah. Terima kasih." Namja berkacamata itu tersenyum kecil. Kai juga tersenyum. Lalu bergerak berjalan kearah pintu belakang. Mendudukan tubuhnya di sofa. Membuka kain hitam yang ada di pinggang nya. Lalu menutupkannya ke wajah.

Clek.

"Ini. Ayo makan." Kai membuka kain hitam itu dari wajahnya. Sepering nasi dengan lauk ayam Kfc dan segelas the hangat sudah ada di depan matanya. Mata kai memandang piring itu dengan berbinar lalu sedikit menyeruput teh hangat tersebut.

"Gomawo, taem." Ucap kai mengambil tergesa piring tersebut.

"Dasar hitam! Aku lebih tua darimu. Panggil hyung. HYUNG." Ucap namja manis beramabut coklat pekat dangan bentuk rambut sedikit bergelombang tersebut.

Kai tidak mengubris ucapan namja manis yang ada di samping kanan tubuhnya. Dia sekarang hanya mau mengisi perutnya yang kosong lalu sedikit berehat untuk merengangkan otot otot tubuhnya.

...

Tap ... Tap ... Tap

Namja berawajah tampan dengan ekspresi datar itu berjalan ke arah kamar pribadinya. Meletakan tas dan merebahkan tubuhnya ke king size miliknya.

Pandangan menerawang jauh. Matanya terpenjam mengigat kembali kejadian yang di lakukannya terhadap namja manis di sekolahnya. Entah mengapa sehun suka wajah namja 'lemah' itu. Wajah yang begitu manis, Kulit hitam halus, tubuh ringkih yang pas di pelukannya membuat sehun menginginkan sosok itu.

Sehun, benar benar ingin tubuh sekarang. otak serasa pecah hanya karena memikirkan bagaimana tubuh ringkih dengan kulit tan halus tersebut ada di bawahnya. Bergerak eksotis dengan tubuh terhentak hentak indah Mengeluh kenikmatan akibat dorongan pinggul yang dibuat oleh sehun.

Sekarang Sehun merasa depresi . Seperti akan Kecanduan tubuh ringkih sexy milik namja manis itu. tapi kali ini rasanya melebihi canduan narkotika. lebih nikmat di bandingkan appapun. otaknya langsung memikirkan bibir tebal merah milik namja berkulit hitam yang sudah pernah di kecupnya. ada rasa manis yang selalu keluar saat bibir tipis miliknya mengisap kuat kedua belahan Bibir sensual milik namja berkulit tan tersebut. Bagian bawahnya terasa sesak sekarang. Jika seperti ini sehun pasti akan bersolo sendirian lagi. Fikirnya bosan tadi di sekolah sekarang dirumah. Dan itu semua karna 1 orang yang selalu membuatnya ereksi. namja manis bertubuh ringkih yang mempunyai satu sejuta pesona yang membuat 'little oh' selalu bangun saat memikirkan wajah dan tubuhnya namja manis tersebut.

Sehun berusaha mencari akal bagaimana caranya besok agar dia bisa menikmati tubuh itu kembali. Walaupun melakukan hal yang buruk sekalipun terhadap namja manis. Tersebut, Sehun tidak mau tahu.

'Damn!' Gumanya. tubuhnya semakin merasakan panas gairahan yang memuncak setelah menahan percumnnya sedari tadi sudah ingin keluar. sehun Mendengus kasar lalu berjalan kearah kamar mandi. Menuntaskan 'little Oh' nya yang tegang akibat ereksi imajinasi liarnya.

...

"Dah ... Sampai jumpa besok." Kai masih menyunggingkan senyumnya dan melambai tangan melihat rekan kerjanya yang sekarang sudah terpisah arah seperti dirinya.

Merapatkan hoodie coklatnya saat merasakan angin malam menghembus tubuh rampingnya . Matanya memandang bawah jalan trotoar. Bibirnya Bersenandung membuat dirinya tidak merasa kesepian.

"Baiklah, aku pulang dulu . Langsung tidur ne , selamat malam." Kai memperjelas penglihatannya . Tubuhnya terkejut melihat namja itu mencium kening sosok yang tersenyum ke arah namja tersebut.

'Bye.' Brumm

"Bukannya ... itu ... - Suho ?." Ucap kai memandang dengan tatapan bingung ke arah mobil putih yang baru saja berlalu di hadapannya.

.

.

Cahaya sang mentari menembus ke rentina indah milik sosok namja manis itu- kai. kai mengerjap ngerjapkan matanya dan mencoba menerima cahaya hangat dari sang mentari ke rentina miliknya.

Kai bergerak turun dari ranjang. membetulkan kain tidur yang ada di ranjangnya. Membersihkan bantal dan menatanya dengan rapi.

Butuh beberapa menit untuk kai bersia siap dengan seragam dan tas sekolahnya. Rumahnya tampak sepi mengigat tadi malam sang halmonie kerumah bibi nya yang ada daegun.

Kai mengunci pintu rumahnya. Setelah mengecek dengan benar kakinya langsung melangkah ke arah jalan raya menuju pemberhentian bus.

Angin musim dingin menerpa tubuh kurusnya. Kai mengerutuki kebodohannya kenapa dia lupa membawa jacket yang lebih tebal dari jas sekolahnya. Dia hanya bisa memeluk tubuh mencoba mengurangi rasa dingin yang di timbulkan hawa musim dingin.

TIN .. TIN.

"Kai-ssi , naiklah." Kai terkejut. Memandang mobil yang berhenti di samping tubuhnya. Perutnya seperti terasa tergelitik senang.

"Kris." Kai menguma. Memandang wajah karismastik kris.

"Ayo, naiklah kita berangkat sekolah bersama."

Klek . Kris membuka pintu kiri mobilnya, mempersilahkan kai masuk .

"Ng ... tap - tapi aku biasanya naik bus." Ucap kai melirih. Jantungnya bergemuruh, rasa senang itu menjalar kepipinya menimbulkan warna merah yang terlihat samar.

"Hari ini kita berangkat bersama, kajja." Kai menganggukan kepalanya pelan ,setelah mempertimbangkan ucapan kris. Kai mencoba menikmati perjalanan ke sekolah dengan pangeran - tercintanya - kris.

Jantungnya terpompa . Kai Gugup dia ingin sekali bergerak memperbaiki letak duduknnya namun di urungkan nya . Takut membuat kris terusik dengan pergerakan dari kai nanti.

"Hari ini apa kita jadi latihannya." Ucap kris membuat kai tersentak kaget.

"Akh . Ja- jadi." Kai mengagukan kepalanya semangat. Kris tersenyum miring melihat kealakuan kai.

"Haaa .. Untung aku sudah merengangkan otot otot ku tadi di rumah ." Kris tersenyum kehadapan kai. Kai terdiam melihat senyuman itu, dia suka sekali. akan selalu suka melihat kris tersenyum ke arah nya.

...

.

.

.

.

.

-۞۞۞ LOVE ۞۞۞-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

...

Buk buk buk

Trang!

Suho memperhatikan namja tinggi itu dengan dahi seperti asing dengan sosok namja yah - yang tampan pribadinya.

"Mmm ... Anyyonghaseyo, nuguseyo." Ucap suho tersenyum ke arah sosok itu. Sosok itu menoleh memasang wajah datarnya.

"kau siapa ?." Sosok itu berbalik tanya kepada suho.

"Aku. Ah annyeong suho iminidam" duh menjulurkan tangannya. Sosok itu hanya memandang hmpa uluran tangan suho.

Buk buk buk

Trang!

'Dua point.' Guma suho, sosok itu berbalik lagi memandang suho.

"Sehun. Apa kau kapten basket disini." Sosok itu sehun- memasukan kedua tangan ke dalam celana memandang suho dengan mata tajam miliknya.

"Ani, kris yang kapten disini."

"Apa aku bisa bertemu dengannya."

"Baik, ayo ikut aku." Suho keluar dari lapangan dengan sehun namja tampan itu.

Suho memandang ke segala arah mencari keberadaan kris.

"KRIS." Teriak suho melihat tubuh tinggi kris tengah memasuki sebuah ruangan.

"Ada apa suho." Ucap kris. Menyengritkan dahinya meliha namja tampan berkulit putih bersih di samping kanan tubuh suho.

"Perkenalkan ini sehun. Dan ini sehun kapten kami kris." Sehun memandang kris datar.

"Sehun."

"Kris. Ada apa mencariku."

"Aku ingin bergabung di tim basket sekolah ini." Ucap sehun datar. Kris memandang sehun dari ujung kaki sampai kepala.

"Ya sebenarnya kami juga membutuhkan orang lagi ke tim kami, sepertinya kau akan kami terima tapi kami anggota ingin mempertimbangkan nya dulu." Ucap kris sedikit tersenyum.

Sehun memandang datar ke arah kris mengalihkan pandangnya ke balik punggung kris.

Sehun menyunggingkan seringainya memandang ke arah sosok namja manis di belakang tubuh kris yang kini tengah mengerakan badannya.

Matanya memandang buas tubuh kurus itu. Seakan akan ingin menerkam sekarang juga.

"Baiklah , kalau itu keputusan mu. Aku akan menunggu. Bemain - main sebnatr tidak ada salahnya di sekolah baru ini bukan." Suho dan kris hanya mengangguk singkat.

Sehun memandang dari ujung kepala hingga ujung kaki tubuh itu. Lalu berlalu meninggalkan suho dan kris .

Sehun mengecek jam yang ada ditangannya, ada waktu yang panjang setelah ini. Dan dia akan setia menunggu mangsa nya yang ada di dalam ruangan itu.

.

.

.

TBC or END

Hai ... Di chap ini saya kepengen nunjuki siapa karakter kai yang sebenarnya ^^

Sepertinya bakalan ada adegan BDSM keinginan HKS di chaper selanjutnya ... *author dan HKS goyang dumang T_T*

FF akan terus berlanjut kalau Riview juga terus mengalir readers ^^ ..

Thanks -

|| Okky ||