Chap 4/?.

.

.

.

Kai namja manis bertubuh ramping itu kembali lagi megerakan badan serta kedua kakinya . Membuat gerak tarian sesimple mungkin ke hadapan kris. Kris namja bertubuh tinggi itu hanya fokus memandangi gerakan kai. Sesekali bibirnya mengguma 'one two tree' mengikuti hentakan dan gerakan yang di buat oleh kai.

Kai merasa tubuhnya semakin lemas, mengajari kris menari ternyata tidak semudah yang iya bayangkan. Namja berperawakan tampan itu cukup sulit untuk menggerakan badanya. Kaki nya yang terlalu panjang sesekali tersandung dengan kakinya sendiri. Kris hanya mengaruk belakang kepalanya menyadari tindakannya itu. Kai mencoba untuk bersabar.

disini sekarang posisinya sebagai pelatih menari untuk kris mau tidak mau itu tanggung jawabnya sebagai seorang pelatih. Menjagarkan dan membuat anak didiknya bisa menghafalkan gerakan dance yang di buat olehnya.

"Huhhh kai, aku ingin istirahat." Ucap kris sembari menyeka keringat di dahi dan lehernya dengan handuk putih yang ad dia tangannya.

"Baiklah." Kai menepatkan duduknya di samping tubuh kris. Jantung masih berdetak kencang dari lima belas menit yang lalu. Mungkin akibat aktivitas menari mereka atau mungkin karna tubuhnya berdekatan dengan tubuh hangat milik kris.

"Ahh, apa kau yakin aku bisa ?." Uapan putih keluar dari dalam mulut kris. Lalu kris meremas kuat handuk yang ada di tangannya sendiri.

"Ya, aku yakin kau bisa kris."

"Kau yakin sekali kai." Kris memandang kai lucu, tersenyum melihat respon yang di berikan kai . yang tengah mengagukan kepalanya berulang kali.

"Karna kau bisa." Ucap kai . Pandangan kedua bola mata hitam jernih miliknya memancarkan kekaguman ke pada wajah rupawan itu kris.

Kris hanya tersenyum menanggapi ucapan kai, kris kembali lagi menenguk air mineralnya Menghabiskannya tanpa tersisa.

Kai hanya diam melihat respon yang diberikan kris. Dia masih bingung sedari tadi pertanya pertanya selalu muncul dan berputar di otak belian nya. kenapa kris menyuruh kai untuk mengajarinya menari ? Apa kris ingin mendekati kai? Atau kris mencari perhatian kai dengan alasan menjadi pelatihnya? Atau kris tahu kalau kai mencintainya? Atau mungkin sehabis mereka selesai dengan semua ini kris tiba tiba akan menyatakan cinta kepada kai ?.

Uh, Membayangkan hal apa yang dilakukan kris kepadanya sudah membuat kedua pipi tirusnya bersemu merah.

Tet ... Tet ... Teeeeeeeetttttt

"Hah sudah masuk kelas, jadi sampai disini saja kita latihannya kai ." Kai menganngukkan kepalanya mengiyakan perkataan kris.

"Hari apa saja kita akan latihan lagi ? ." Ucap kris sembari mengambil tas dan merapikan seragam sekolahnya.

"Aku hanya bisa di hari rabu, jumat dan sabtu." ucap kai .

"Hari minggu tidak bisa ?." Ucap kris kembali menatap dalam kedua mata kai. Kai hanya menggelengkan pelan kepalanya.

"Oh, yasudah tidak apa apa." Ucap kris tersenyum melangkah terlebih dahulu, lalu menahan pintu dan mempersilahkan kai terlebih dahulu jalan .

Kai menggumakan 'terima kasih'. Badannya merasa merinding senang melihat sikap kecil kris kepadanya.

"Kai."

"Ne." Rasa hangat senang kembali bergejolak dari dalam perut dan dadanya menimbulkan warna merah samar di kedua pipinya.

Saat telinga milik kai mendenggar panggilan lembut dari kris . Jantungnya berpompa kencang. Melihat tubuh tinggi menjulang milik kris berjalan tenang ke arah nya. Kai ingin sekali berlari menghambur ke dalam dada kokoh kris. Mencium aroma dari dalam tubuh kris kemudian berbisik 'aku mencintaimu kris'. Dan berakhir dengan ciuman hangat yang menggairahkan.

"Aku lupa, boleh aku minta nomor telephonmu." Apa ini lampu hijau yang di berikan kris untuk kai!.

Kai hanya terdiam . Tubuhnya kaku. Memandang wajah kris dengan wajahnya yang sepenuhnya memerah. Jantungnya semakin berdegup tidak karuan. Lama memandangi kris , akhirnya kai mengaguka kepalanya .

"Terima kasih kai, annyongi gyeseyo." Ucap kris meninggalkan kai yang masih terpaku. Kai tersenyum memandang punggung kris yang semakin lama semakin lenyap dari pandanganya.

.

.

...OoO...

.

.

Baekhyun menyengrit, memandang aneh ke arah kai. Kai tidak biasanya seperti ini . Kai Kali ini dia lebih banyak diam dan tersenyum. Baekhyun awalnya tidak perduli dan kembali melanjutkan makan siangnya . Namun semakin lama baekhyun risih juga melihat senyuman 'sejuta vot' milik kai. Aktivitas makan nya benar benar berhenti setelah baekhyun merasa merinding, memandangi wajah kai yang kini tengah tertawa seorang diri.

"Kai, Mmm ... Kau benar benar tidak apa apa ? ." Ucap baekhyun ragu menatap kai sembari menaikan kedua alis matanya. Kai mengerjap, lalu menggelengkan kepalanya. Mulutnya hendak terbuka namun tertutup kembali. Kemudian Kai hanya tersenyum dengan lipat mata yang melengkung indah yang di tunjukannya kepada baekhyun.

Baekhyun kembali memakan makannya. Sesekali ekor matanya memandang aneh kearah kai. Kai seperti bahagia dengan dunianya sendiri dan baekhyun tahu itu. Baekhyun hanya diam enggan bertanya lebih dalam kepada kai. ada atau tidak adanya jawaban yang keluar dari mulut kai pun. baekhyun sudah cukup senang. Terkadang atmofir Kebahagian yang ditimbulkan kai cukup membuat semua orang yang di sekitanya juga merasa senang dan bahagia. Seperti yang di rasakan baekhyun sekarang. atmofir kebahagian kai melingkupi perasaannya.

...

"Suho!." Kris namja tampan bertubuh tinggi dan berbadan kokoh itu berlari ringan ke arah suho. Lalu berhenti. Berdiri tepat di hadapan suho . Kris tesenyum karimastik , menujukan senyum menawannya ke arah suho.

Suho namja bertubuh kecil itu hanya menyengrit, menempelkan punggung tangannya ke dahi lebar putih milik kris, tidak sengaja telapak tangan mungilnya itu bersentuh langsung dengan helain rambut lembut milik kris.

"Kau sakit, kenapa senyum aneh seperti itu." Ucap suho sembari menjauhkan telapak tangannya dari dahi kris. Kris memudarkan sedikit senyum nya saat merasakan kehilanga kehangatan daru tangan kecil milik suho yang kini sudah menjauh dari dahinya.

"Ani. Kajja kita latihan basket." Kris mengambil telapak tangan kanan milik suho. mengaitkan jari jari besar miliknya keselipan jari jari kecil milik suho. Megenggamnya erat kemudian mengusapkan ibu jari tangannya ke daerah lembut bagian punggung belakang tangan suho. Suho hanya diam saja memperhatikan tingkah kris. Suho dapat merasakan kehangatan yang ditimbulkan dari telapak tangan milik kris yang sekarang ada di genggaman tanganya . Hingga akhirnya suho tersenyum manis kearah kris. Kemudian mereka berdua berjalan tenang kearah lapangan sekolah dengan tangan saling yang berpegangan.

...

Sehun namja berwajah tampan dingin itu memandang datar wanita yang ada di hadapannya. Sesekali bibirnya terangkat sinis mendengar ucapan yang keluar dari bibir tipis milik wanita tersebut. Sehun muak disituasi seperti ini. Membicarakan hal yang tidak penting baginya .

Situasi yang di inginkannya sedari tadi adalah memuaskan si' kecil sehun'.

Bukan memandang jenuh wanita yang mencoba untuk menganggu sehun. Dengan bebagai macam pose menggoda menurut wanita tersebut.

Dari Wanita itu menyibakan rambut panjang kebelakang pundaknya, membuat adegan kepanasan dengan cara mengipas ngipas kan jemarinya ke leher putih jenjang miliknya.

Lalu duduk dengan kaki yang saling bertumpu silang menyibak rok sekolahnya menujukan paha putih mulusnya ke hadapan sehun.

Sehun hanya merespon dengan tersenyum simpul menatap datar wanita yang ada di hadapannya ini berpura pura tertarik.

"Sehun ayolah, aku bosan setiap kali aku mengajak mu pergi pasti kau mempunyai alasan pergi keluar." Wanita itu mempoutkan bibirnya membuat wajah yang seakan akan imut . Padahal sehun muak melihat tingkah wanita yang ada di depan nya sekarang itu.

"Kau mau bukan nanti malam makan malam dengan ku ?." Wanita itu memajukan tubuhnya bergerak gerak aneh di hadapan sehun.

"Aku. tidak. bisa." Ucap sehun mutlak.

Srekkk.

Sehun memasukan kedua tangannya kedalam saku celana sekolah miliknya. Berdiri memandang remeh wanita yang ada di bawah wajahnya. Berjalan pelan meninggalkan wanita itu yang kini tengah mendengus keras dan mengupat kesal melihat sifat sehun yang acuh kepadanya.

"Apa yang kurang dari ku, aku cantik aku kaya, aku terkenal. Hell, seharusnya dia yang mengila gila dan berketuk lutut di hadapan ku." Wanita itu memandang sinis ke arah pintu kelas memandang sosok sehun yang telah menjauh dari hadapannya.

...OoO...

.

.

Sehun berjalan menyisir sekolah barunya. Memandang datar kelas kelas sekolah yang di lihatnya.

Mencari keberadaan 'surga nikmat' nya. Seringai jahat terukir diwajah tampanya. Saat indra pendengaran nya menajam mendengar suara dari salah satu kelas. Suara milik namaj manis yang sedari tadi di carinya. Mata Sehun memandang buas dan nafsu tubuh namja manis itu. Bagaikan serigala hutan saat mendapatkan mangsa sekaligus betinanya. Sehun juga seperti.

"Baekhyun, jangan menganggu ku." Ucap namja manis itu-kai.

"Ayolah kai, aku tahu kau sedang berbunga bunga kan. Hem, hemm." Ucapnya menggoda namja yang ada disamping kanan tubuh kai, bekhyun. Alis bekhyun naik-turun dengan bibir tersenyum geli memandang kearah kai.

Kai hanya mempoutkan bibir merah berisinya. Kedua alis nya saling menyatu. Meminta protes dari ucapan baekhyun.

"Aku tahu siapa dirimu, ya! Wajah mu jelek saat seperti itu." Kai mendelik tajam kearah baekhyun. Sedang yang di tatap hanya menjawab dengan menujukan raut wajah 'apa' .

Kai mendengus. Membuang wajahnya ke arah kiri tubuhnya. Memandang objek lain asalakan jangan baekhyun. Kedua Pipinya sedikit memerah mendengar ucapan baekhyun tadi.

'Apa kelihatan yah.' Kai hanya tersenyum simpul dan malu. dia mengulum dan mengigit bibir bagian bawahnya.

Kai merasa panas di pipinya dan hentakan setruman geli di perut kai kembali terasa. Baekhyun yang melihat tingkah kai akhirnya ikut tersenyum juga memandang geli wajah kai yang sekarang memerah pudar.

"Benar bukan dugaan ku. Ck, dasar hitam." Ucap baekhyun mencebik bibir bawahnya.

"Yak!. Pendek." Ucap kai ketus .

Sehun hanya tersenyum simpul. Melihat pertengkaran namja pendek itu dengan 'surga nikmat' nya. Melirik jam tangan nya. Lalu memandang kembali sosok namja manis itu.

"I wait you." Ucap nya pelan melayang seperti angin.

hembusan angin dingin yang menerpa kelas kai berada. ceruk leher kai tiba tiba terasa meremang. merasa perasaan aneh dan mistis.

Seperti ada yang membisik tepat di tengah telinganya

Firasatnya tidak enak. Entahlah firasat apa itu. Tapi kai benar benar merasa bahwa akan ada hal terjadi setelah ini. Sesuatu yang tidak pernah terbayang olehnya.

Kai menghelas nafasnya dan menggeleng gelengkan kepala pelan. Menepis perasaan dari ucapan mistis yang tadi terdengar di indra pendengarannya.

"Yasudah kai aku pulang dulu yah, hubungi aku jika sudah ada perkembangan."

"Perkebangan hidungmu! Ya ya sana." Ucap kai malas memandang wajah baekhyun yang benar benar membuatnya kesal.

"Kekekekeke. Bye bye hitam." Ucap Bekhyun lalu menghilang dari balik pintu kelas. kai hanya tersenyum geli memandang kepergian baekhyun teman pendeknya yang imut itu.

Kai bergegas keluar dari kelasnya. Berjalan tenang di lorong sekolah. Beberapa meter sedikit jauh dari kelasnya.

kai merasa seperti ada seseorang yang tengah mengawasinya kini. Kai mencoba tenang menepis rasa mistisnya dan perasaan anehnya. Saat setelah mengelah nafas tiba tiba tangan besar mengamit dan menyeret lengannya.

"YAAA! Hmmmpppffftttt ..."

Buk.

Kai merasa tubuhnya lemah, saat ketika tiba tiba sapu tangan abu abu bercorak entah darimana itu menekan kuat ke hidungnya. Sebelum tubuh dan penglihatanya mengabur kai memandang wajah itu lagi. Wajah Namja 'brengksek' yang tengah menyeringa mengerikan ke arahnya kemudian memeluk erat tubuhnya. Setelah itu kai merasa tubuhnya seakan melayang tidak berpijak ditanah dan akhirnya kesadaranya hilang sepenuhnya.

.

.

.

TBC or END ? ...

Saya belum bisa bikin adegan Hunkai yang 'Ayo Kai kita buat anak! Thenthun udah nungguin nih dari tadi' di chap ini ... :3

Dan tentang adegan BDSM nya juga bnyak yang bilang 'Jangan' atau 'jangan biki kai tersakitinya karna BDSM nya' -

Jadi kemungkinan di chap selanjutnya saya akan menegahkan nya ^^

Ada yang bilang Kris sama Kai aja .

Waduuhh ... tapi saya udah terlalu menyukai Sehun dan Kai , Kai dan Sehun . Dimana Ada seHUN harus ada KAI. Gk bisa di ganti lagi ... *mian yoo*

DAN ...

Fanfaction ini akan terus berlanjut kalo riview terus mengalir :) * ..

Thaks All bye ..

|| OkkyNa ||

mau tidak mau baekhyun juga ikut tersenyum ke arah kai walau Dia tidak mengerti apa penyebabnya.