Hello Minna-san. Syl is BACK with sequel of SENPAI..!!

Story Syl yang lain masih buntu, cuman fic ini yang terus muter-muter di kepala Syl. Mungkin karena pemgalaman pribadi *ups. Syl tidak menyangka sama sekali, Fic Syl yang ink banyak yang menikmati, terimakasih atas ripiwnya minna-san. That keeps me alive lol

Copyright : Masashi Kishimoto

Genre : Drama - Hurt/Comfort - Romance - Angst (?) - Lemon/Lime (?) - Yaoi/BL

Pairing : Kakashi x Tenzou (Yamato) dan mungkin AsuIru (?)

Warning : Ini adalah Fic Yaoi/BL, Jika Anda merasa ini bukan tipical fic bacaan Anda, silahkan tekan tombol kembali yang ada, Srlsy.. Don't waste your time here.

And This is SENPAI : Hope after Despair

2 jam sebelumnya...

Cahaya yang menyinari seluruh hutan itu kini mulai meredup. Mengubah warnanya menjadi warna oranye kemerahan yang begitu cantik. Tanda bahwa hari itu akan berakhir. Dan kegelapan malam mulai datang dari horizon di arah timur. Nampak pula di arah sana bulan yang masih samar-samar memunculkan dirinya. Ia masih malu dengan cahaya matahari yang begitu terang dan mencakup seluruh permukaan bumi.

Di sore itu Kakashi sudah hampir mencapai tempat yang ia tuju. Yaitu tempat dimana Yamato tinggal setelah ia di usir dari desa Konoha. Pengusiran yang terjadi dikarenakan ulah dirinya kala itu. Ia masih ingat dengan jelas apa yang ia katakan kepada para tetua konoha waktu itu. Entah apa yang ada di benak Kakashi sampai melakukan hal yang dibilang nekat, namun waktu itu Kakashi benar-benar dalam keadaan khawatir yang sangat. Khawatir terhadap Yamato yang akan menghancurkan nama baiknya sebagai salah satu jonin terbaik konoha karena apa yang telah ia lakukan.

"Tok tok".

"Masuk, siapa disana ?"

"Ini aku, Kakashi".

"Kakashi, masuklah. Kau butuh sesuatu ?".

"Aku ingin melaporkan sesuatu kepada kalian".

"Tentang ?"

"Yamato seorang gay. Dia menginap di rumahku kemarin malam dan berusaha untuk menjamahku. Aku berusaha mengentikannya namun ia tidak mau mendengarkan aku. Aku datang kesini agar kalian bisa mengusir dia secepatnya dari Konoha".

"Baiklah, kami akan merundingkannya".

"Terima kasih. Aku permisi".

Kira-kira seperti itulah yang ia katakan kepada mereka. Sehingga akhirnya Yamato terusir dari desanya sendiri. Sungguh kebohongan yang sangat keji. Namun akal sehat Kakashi tak mampu mengontrol mulutnya itu dan tak mampu mengehentikannya untuk berbohong. Kakashi terus berbohong kepada para shinobi di konoha ketika mereka bertanya tentang Yamato kepada dirinya.

Seperti itulah kebohongan. Satu kebohongan tidak akan cukup. Kebohongan itu akan datang satu demi satu untuk menutupi kebohongan yang lain. Seperti potongan malam yang akan lebih gelap dari pada potongan yang sebelumnya. Sampai matahari akan datang menghilangkan seluruh kegelapan itu. Ya. Kebohongan pasti akan terbongkar sepintar apapun dan sehebat apapun seorang menyembunyikannya.

Namun, sebenarnya apa yang Kakashi rasakan terhadap kouhainya itu ?. Perasaan apa sebenarnya yang Kakashi simpan jauh di dalam hatinya ?. Penyesalan ? Rasa bersalah ? Atau bahkan rasa ketertarikan dan kecintaan kepada sang kouhai namun tidak pernah ia utarakan karena ia terlalu pengecut untuk menerima kenyataan bahwa ia hatinya telah jatuh kepada seorang pria.

Pikiran Kakashi kalut. Dadanya terasa sesak. Hatinya terasa sempit. Seakan dunia ini hanya sebatas genggaman tangannya saja. Bahkan kegelapan malam pun mengaku kalah dengan gelapnya keadaan hati Kakashi sekarang ini. Ia merasa sedang berada di persimpangan kehidupan. Jalan yang ia pilih, akan menjadi jalan hidupnya kelak. Dan tak ada jalan kembali. Dia harus mengambil keputusan untuk mengakhiri siksaan batin akan rasa bersalah yang sudah menderanya seminggu belakangan ini.

Ia tidak bisa tidur nyenyak. Makan tak nafsu. Bahkan novel Icha-Icha Paradise 'BISHI-BISHI' Edition yang khusus ia dapatkan dari Jiraiya pun tak mampu menghibur keadaan hatinya sekarang ini. Ia merasa serba salah. Ia sering marah tiba-tiba dengan alasan yang tak jelas. Ia seperti sudah seperti orang yang depresi dan tertekan. Yang ada dipikirannya sekarang adalah Yamato, Yamato dan Yamato. Kakashi sangat ingin menyentuh kembali tubuh putih nan berotot itu. Ia ingin kembali berbaring di samping pemuda itu. Saling.berbagi radiasi kehangatan dalam diam saat dinginnya malam datang menusuk. Ia ingin hubungannya dengan Yamato kembali seperti dulu, atau bahkan lebih dari itu. Namun lagi, ego dan harga diri Kakashi seakan tak mengizinkannya melakukan semua hal itu. Serba salah.

Kakashi merasa bahwa ia harus segera menyelesaikan masalah nya ini dengan Yamato. Jika ia seperti ini terus, ia yakin tidak lama lagi ia akan kehilangan akal alias menjadi gila. Benar-benar gila, bukan hanya ungkapan. Dikarenakan seluruh tekanan batin itu hanya makin bertambah dari hari ke hari.

Dia memantapkan jiwa dan hatinya untuk berkata sejujurnya kepada Yamato. Untuk mengutarakan semua unek-unek dan endapan hati yang ia pendam selama ini kepada kouhainya. Mengakui bahwa selama ini Yamato lah yang selalu ada di pikirannya. Walaupun ia sering berlagak tidak peduli. Namun selama ini, selama ini Kakashi selalu...

Namun, kemudian.

"Aku tidak meminta apapun darimu. Aku hanya butuh pengakuanmu. Tentang malam itu. Aku hanya ingin kau mengakuinya. Itu saja". Jawab Yamato datar.

"Ini saatnya, Ayo... Ayo, berkatalah dengan jujur..!!! Ayo...!!! Katakan semuanya. Katakan semua perasaan mu tentang dirinya. Buat ini berakhir, ayo cepat...!!!"

Satu sisi inner Kakashi meronta, berteriak dan menjerit. Seakan ia memiliki pemikiran terpisah dari tubuhnya, dan ingin bagian tubuhnya yang lain mendengarkan jeritan nya itu. Namun apa ? Tak ada yang mendengar jeritan dan teriakan harapan dari salah satu sisi itu. Tubuh dan mulut Kakashi seakan lumpuh. Diam tanpa ada respon sama sekali. Rupanya ego dan gengsi masih menjadi penghalang semuanya. Terkutuklah dua bentuk emosi itu. Karena sebab keduanya, Kakashi tidak berhasil untuk menyelesaikan seluruh masalah yang harusnya bisa diselesaikan malam itu, jika Kakashi memenuhi permintaan Yamato.

"Sudah kuduga, kau tidak bisa melakukannya".

"Tidak...!!! Aku mampu melakukannya. Ayo raih dia Kakashiiii...!!! Raih dia dengan tanganmu...!!! Tangan...!!! Bergeraklah...!!!!"

"Keluar"

"Yamato aku mohon"

"Keluar"

"Tenzou..." "Ini dia, aku bisa melakukannya... AKU BISA, raih wajahnya dengan tanganmu Kakashi, YAK..!!! Seperti itu, bagus. Sekarang minta maaf kepadanya dari hatimu yang paling dalam".

"... maafkan aku, aku..."

"DON'T...!!!!"

"Tenzou...???"

"Jangan... Senpai... Jangan kau buat hatiku ini jatuh lagi kepadamu. Jangan... *sniff"

"Te-tenzou... sejahat itu kah aku dihadapanmu sekarang ini..?? Bahkan kau tidak lagi percaya padaku, padahal dulu, aku adalah orang yang paling kau percaya, Tenzou... setidaknya biarkan aku memohon kepadamu sekali lagi dengan panggilan kesukaanku.."

"Ten-chan... please..."

"KU BILANG PERGI...!!!!"

Jleb. Perkataan Yamato tadi memukul Kakashi secara telak. Sukses membuat hatinya hancur bahkan ke kepingan yang paling kecil. Ketika ia merasa sudah mampu dan memiliki keberanian untuk mengutarakan semua isi hatinya, ini yang ia dapat. Apa ini ? Perasaan apa ini ? Kakashi merasa sakit yang teramat sangat di bagian tengah dadanya. Nafasnya menjadi seaak dan ia kesulitan mengambil oksigen. Rasanya seperti tertusuk sebilah kunai tepat dijantung, tidak, lebih sakit dan parah lagi. Seperti ini kah patah hati. Inikah yang dirasakan Yamato saat itu ?

Rasanya sakit. Sangat sakit bahkan membuat Kakashi hampir mengeluarkan air matanya. Ia merasa tak kuat lagi membendung rasa sakit yang ia rasakan dikarenakan kalimat Yamato tadi.

"YAMATO..!! Ada apa...???"

"Yamato-san, kami disini..."

"Siapa itu ?. Tidak mungkin.. Kakashi, sebaiknya kau pergi dari sini, atau kau ku paksa pergi". Ancam Asuma dengan garang.

"Yamato-san kau baik-baik saja ? Tanganmu..."

"Kalian sedang apa disini ? Mengapa kalian kesini ?" Selidik Kakashi.

"Kami memang bertujuan ingin menjenguk Yamato, Setelah apa yang KAU lakukan terhadap Yamato. Aku pikir Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian. Dia butuh teman. Dan yang jelas itu bukan kau". Dengan menekankan kata KAU dan menunjuk Kakashi, Asuma menjelaskan alasan mengapa mereka berdua ada di tempat Yamato sekarang ini.

Kakashi sadar ada sesuatu yang tidak beres. Kakashi merasa dibohongi oleh Iruka.

"Kau mengetahuinya ? Iruka. Kau bilang kau tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Kau pembohong Iruka".

"Jangan berani-beraninya kau menyalahkan Iru-chan ku atas apa yang telah ia lakukan. Kau memang pantas diperlakukan seperi itu Kakashi".

"Iru-chan ?" Kakashi masih menatap Asuma bingung.

"Oh, kau belum tahu. Aku dan Iruka sekarang berpacaran. Kuulangi. BERPACARAN. Kau dengar ? Dan kami tidak takut akan peraturan desa yang aneh itu. Aku tidak pengecut sepertimu. Aku tahu kau menyukai Yamato, tapi kau tidak berani mengakuinya hanya karena untuk menjaga nama bodohmu itu. Dan lihat dia sekarang, Kakashi..!!! Lihatlah dengan matamu..!! Ia menyiksa dirinya sendiri Kakashi...!! Kau berdiri disini, didepannya malam ini dan kau masih tidak mampu mengucapkannya. Kau masih tidak mampu mengakui bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Kau ini benar-benar".

"Yamato-san ayo kita masuk kedalam saja. Aku akan merawat luka mu didalam, ayo".

"Baiklah, Iruka-san, ayo kita masuk saja".

"TUNGGU DULU TENZOU..!!!

Kali ini Kakashi tidak akan melewatkan kesempatan nya lagi. Ini kesempatan untuk mengutarakan semua yang ada dalam hatinya. Kali ini Kakashi sungguh-sungguh untuk melakukannya.

Yang di panggil berhenti. Menunggu-nunggu kalimat seperti apa lagi yang akan keluar dari mulut sang senpai.

"Tenzou, aku minta maaf. Aku minta maaf karena telah membuatmu seperti ini. Aku minta minta maaf karena aku bersikap terlampau egois. Aku hanya memikirkan nama baikku di Konoha. Tanpa memikirkan apa yang akan terjadi padamu, aku berbohong kepada tetua desa agar mereka mengusirmu. Aku pikir dengan menyingkirkan mu hatiku akan menjadi lebih tenang. Kenyataannya hidupku berantakan tanpa kau disisiku, Tenzou. Dari dulu kau sudah menjadi pelengkap hidupku. Hanya kau yang bisa menghadapi kemalasan dan kecerobohanku.

Yamato sedikit tersentuh mendengar permintaan maaf Kakashi tadi.

"Sniff sniff, Se-senpai bodoh... dasar senpai bodoooh...!"

"Iya, aku tahu. Maafkan aku. Kaulah yang bisa menutupi kebodohan ku ini".

Kalimat Kakashi terputus. Kemudian ia melanjutkan.

"Tenzou... Aku menyu... AKU MENCINTAIMU, TENZOUU...!!! I've always... I'VE ALWAYS TENZOUUU... I'VE ALWAYS LOVE YOU...!!!

Kalimat itu pun keluar dari mulut seorang Kakashi. Setelah selama ini ia mengacuhkan perasannya itu. Ia tidak memperdulikan dan tidak menganggap perasaannya itu. Sekarang, pada malam itu. Kakashi akhirnya mengakui bahwa ia menyimpan perasan yang begitu besar kepada Yamato. Berharap dengan kalimatnya tadi mampu meluluhkan tembok kebencian Yamato yang sudah terlanjur mengeras. Yang sebenarnya tembok kebencian itu adalah hasil dari tangam Kakashi sendiri, hasil dari perbuatannya sendiri. Memang dulu Yamato menyukainya dan mencintainya. Namun sekarang ?

"Sudah terlambat, Kakashi". Kali ini Yamato memanggil Kakashi tanpa embel-embel senpai, menunjukkan ia telah kehilangan rasa respect yang selama ini ia miliki terhadap senpainya itu.

"Huh ? Tenzou ? Ap-apa maksudmu, Tenzou ?"

"Sudah terlambat, Kakashi, apa kau tidak mengerti apa yang ku katakan ? Sudah terlambat. Aku tidak sudah tidak ingin melihatmu lagi. Pergilah kembali ke Konoha".

Kakashi tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Betul-betul diluar dugaan Kakashi. Alhasil Kakashi naik pitam atas apa yang dikatakan oleh Yamato.

"FUCKING KIDDING MEE...!!!!"

"Sudah kubilang. Kau pergi sa..."

"ARE U FUCKING KIDDING ME..!!!!".

"Aku tidak..."

"AKU MENGHABISKAN SELURUH HARIKU MEMIKIRKANMU, MEMIKIRKAN BAGAIMANA KEADAANMU DISINI. HIDUPKU KACAU, AKU TAK ENAK MAKAN TAK NYENYAK TIDUR HANYA KARENA MEMIKIRKANMU YAMATO, KAU BILANG KAU SUKA PADAKU KAU BILANG KAU CINTA PADAKU DAN KAU BILANG KAU MINTA PENGAKUAN KU DAN SEKARANG DISINI AKU BERLUTUT MEMINTA MAAF DAN MENGAKUI BAHWA AKU MENCINTAIMU DAN DENGAN MUDAHNYA KAU BERKATA SEPERTI ITU KEPADAKU, YAMATO".

"WHAT'S THE JOKE ? YOU THINK TELLING YOU MY TRUE FEELINGS IS A JOKE..??!!! NO..!!! IT TAKES EVERYTHING YAMATO..!!!! EVERYTHING...!!!

Yamato tidak berkata apapun. Diam tanpa suara begitu juga dengan dua orang lainnya yang ada disana. Mereka begitu kaget dengan Kakashi. Karena ternyata perasaan Kakashi selama ini begitu besar kepada Yamato.

Tak lama kemudian Yamato masuk ke rumahnya, tanpa menoleh kepada Kakashi seidikitpun. Meninggalkan Kakashi yang masih berlutut diatas tanah.

Kakashi menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sementara dua orang yang lain hanya bisa saling pandang. Bingung apa yang harus mereka lakukan untuk menghadapi situasi seperti ini.

Iruka memutuskan untuk ikut masuk ke dalam rumah menemani Yamato dan merawat lukanya. Sementara Asuma masih tetap di luar. Berdiri di belakang Kakashi yang masih belum berpindah dari posisinya tadi.

Didekatinya sang jonin berambut perak. Asuma berani bersumpah dalam keadaan hening itu ia melihat cairan bening mengalir dari sela-sela tangan Kakashi yang menutupi wajahnya. Kakashi menangis perih dalam diam. Tak kuasa menahan rasa sakit yang menghujam sanubarinya tiada henti.

Sementara di dalam rumah itu Yamato langsung menutup pintu rumahnya dengan keras. Bersandar pada pintu kemudian perlahan merosot ke bawah hingga terduduk dilantai. Air matanya kembali menetes setelah tadi wajahnya disentuh oleh sang senpai. Ia terisak hingga nafasnya tak beraturan. Iruka yang melihatnya merasa iba dan memeluknya, menenangkan tangis Yamato yang tak kunjung reda.

Tanpa disengaja keduanya mengucapkan kalimat yang sama di waktu yang sama

"I am disgusting"

TBC

Alhamdulillah selesai. Makasih buat yang udah ikutin fic ini sampe sini. O iya tadi syl liat ada yang rikues gmn Kakashi lapor. Well di chap ini sudah terjawab.

Kiss atu2 buat yang ripiw sepertu biasa

Selalu syl minta maaf jika ada typo yang membuat tidak nyaman.

Sekian dan terimakasih

Syl out