Hello Minna-san. Syl is BACK with sequel of SENPAI..!!

Story Syl yang lain masih buntu, cuman fic ini yang terus muter-muter di kepala Syl. Mungkin karena pemgalaman pribadi *ups. Syl tidak menyangka sama sekali, Fic Syl yang ink banyak yang menikmati, terimakasih atas ripiwnya minna-san. That keeps me alive lol

Copyright : Masashi Kishimoto

Genre : Drama - Hurt/Comfort - Romance - Angst (?) - Lemon/Lime (?) - Yaoi/BL

Pairing : Kakashi x Tenzou (Yamato) dan mungkin AsuIru (?)

RATE EXTREME M. Di chapter finale ini. Author tidak akan sungkan dan malu-malu lagi untuk mengeluarkan kata-kata yang sangat vulgar. XD

Warning : Ini adalah Fic Yaoi/BL, Jika Anda merasa ini bukan tipical fic bacaan Anda, silahkan tekan tombol kembali yang ada, Srlsy.. Don't waste your time here.

And This is SENPAI : Hope after Despair Chapter FINALE

"Nona Tsunade, bukan lagi sudah di luar batas waktu. Ini benar-benar kelewatan. Tiga minggu nona Tsunade.. Tiga minggu".

Sepertinya seorang wanita berambut hitam pendek itu begitu tidak setuju dengan apa yang sedang terjadi. Sejak seminggu yang lalu ia terus melayangkan protes yang sama berulang-ulang setiap hari di ruangan hokage itu.

"Diamlah Sizune. Bukankah sudah kukatakan, memang itu tujuanku. Aku sudah menduganya sejak awal jadi kubiarkan saja".

"Tapi Tsunade-sama. Kita desa kita sedang membutuhkan banyak Jonin untuk misi. Dan di sana ada 2 dari jonin terhebat kita sedang menikmati 'bulan madu' mereka. Padahal disini kita sedang kesusahan.

"Bukankah besok mereka sudah kembali, Lagipula para tetua desa sudah setuju. Yamato dan Kakashi akan pulang besok, dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari".

Di belakang wajah sang hokage, wanita itu mengembangkan senyumnya lega. "Akhirnya mereka pulang kembali kesini. Aku penasaran bagaimana mereka sekarang ini".

3 minggu sebelumnya...

Malam kelam penuh emosi akhirnya sirna. Kepekatan gelap malam berubah ketika cahaya mentari menyeruak dari balik ufuk timur. Menandakan hari baru telah di mulai. Dan seperti biasa untuk pasangan Asuma Iruka. Rutinitas yang selalu dilakukan oleh Iruka di pagi hari adalah ritual membangunkan Asuma yang pasti sangat sukit untuk dibangunkan.

"Hoaaaaaaaam... selamat pagi Asuma-san".

"Ngghhh... Iru-chan jangan ganggu aku".

Yap, benar kan ? Tidak pernah berubah dan tetap seperti itu berapa kali pagi pun Iruka membangunkan Asuma. Selalu sama. Dan seperti biasa juga Iruka tak pernah kehabisan akal dan ide untuk membuat pemuda berjambang yang tidur di sebelahnya langsung membuka matanya.

"Kau tidak mau melihat sesuatu yang menarik ?"

"Ngghh... seperti apa ?"

Iruka mendekatkan wajahnya ke telinga Asuma. "Shhh shh shh shh..."

Twitch.. mata Asuma langsung terbuka lebar secara tiba-tiba, namun kali ini bukan karena ancaman Iruka, namun...

"Aku akan membunuh orang itu..."

"Asuma-san kau pikir apa yang kau lakukan..,??"

"Huh ? Kau menjadi pendukung Kakashi sekarang ? Who's side you're on ?"

Asuma yang memang tadi malam tertidur sangat pulas tidak mengetahui apa yang terjadi tadi malam. Semua teriakan dan tangisan di depan pintu masuk itu. Asuma tidak mendengarnya sama sekali. Jangankan suara teriakan dan tangisan. Suara ledakan pun Iruka tak yakin mampu membangunkan Asuma dari tidur nya.

Namun berbeda dengan Iruka. Iruka tidak biaa tidur ketika ia mendengar Yamato sedikit berterika tadi malam. Ia memutuskan untuk bangun dan melihat keluar dari jendela rumah kayu itu. Ia melihat semuanya. Dan jujur, ia merasa sangat senang karena bukan hanya dia yang mendapatkan pria impiannya. Sahabatnya Yamato pun akhirnya bisa mendapatkan pria impiannya, walaupun harus dengan proses yang panjang dan sangat menyakitkan.

Iruka pun duduk dan mendudukkan Asuma di depannya. Menceritakan semua rentetan kejadian yang ia lihat tadi malam secara lengkap dan mendetil. Tak ada satu detil pun yang terlewat dari mulut Iruka. Semua diceritakan dengan tuntas oleh Iruka. Asuma yang tadinya penuh dengan emosi dan ingin membunuh Kakashi jadi mengurungkan niatnya seiring dengan cerita Iruka yang ceritanya mulai mencapai klimaksnya. Ketika Iruka sudah selesai bercerita. Asuma terlihat tersenyum lega.

"Ahh... mengapa tidak dari dulu saja mereka seperti itu. Bukankah itu akan jauh lebih baik".

"Um... jika seperti itu ceritanya author jadi tidak menarik Asuma-san. Tidak akan jadi 7 chapter seperti ini".

"Ah, terserah kau saja Iruka. Dan kau juga Author".

"Jadi bagaimana Asuma-san ? Kita 'sergap' mereka sekarang ?"

"Baiklah. Ayo... biar kupakai celanaku dulu".

Setelah Asuma memakai celananya, Asuma dan Iruka membuka pintu kamar mereka menuju kamar Yamato yang disana sudah terisi 2 orang. Tak lagi hanya terisi satu orang seperti hari-hari kemarin.

Cklek...

"Shhh pelan-pelan Asuma-san"

Dengan berbisik Iruka memperingatkan Asuma agar jangan terlalu banyak membuat suara.

"Iya... aku tahu".

Pintu kini terbuka dan cukup untuk mereka berdua masuk dan melihat keduanya tertidur. Yamato membelakangi Kakashi dan Kakashi memeluk Yamato dari belakang.

"Awwww lihatlah mereka Asuma-san. They're so adorable..."

Entah karena korslet atau kesurupan Iruka hampir berteriak ala fangirl ketika melihat 2 jonin itu tidur berpelukan. Kalau tangan besar Asuma tidak cepat menutup mulutnya. Pastilah kedua orang itu akan kaget dengan teriakan Iruka.

"Shhh... apa kau ingin membuat mereka terkena serangan jantung ?"

"Mpphhh... mpppffhh (maaf) hhkkkuu ttdddhhkkh bmmkkssd (aku tidak bermaksud)"

Sesaat kemudian Asuma pun melepaskan tangannya dari Iruka.

Betapa terkejut mereka karena ternyata Yamato dan Kakashi sudah dalam keadaan bangun dan hanya pura-pura tidur saja. Mata mereka masih terpejam tapi...

"Apa kalian lupa jika aku dan senpai juga masih seorang jonin ?"

"Iya, Ten-chan benar. Lagipula, apa yang kalian lakukan disini".

*Sweatdrop...

"Oh, eto... ano... aku dan Asuma-san, kami hanya..."

"Ah Iruka... cut it out..!!! Kita sudah terlanjur ketahuan mau bagaimana lagi".

"Eeeeeehhhh...???!!! Asuma-san...!!!"

Tiba-tiba saja Asuma menarik tangan Iruka untuk ikut bersamanya terjun merebahkan diri ikut berbaring bersama pasangan yang sedang berpelukan itu..

"Hak...aaaaahhhh kalian adalah sahabatku yang berharga. Aku tidak mengira kalau ada hari dimana kita bisa berkumpul seperti ini dalam keadaan kita adalah seorang gay... ahahahahahahaha". Tawa Asuma sangat lepas. Ia sangat lega karena semua masalah itu sudah selesai. Dan pasangan itu akhirnya bisa bersatu.

"A-asuma... ap-apa y-yang kau lakukan... se-sempit.. aku dan senpai tidak bisa bernafas".

"Asuma... -_-"

"Asuma-san tolong lepaskan aku Asuma-san kau akan membunuh kita semua".

Untuk beberapa saat mereka terus bergumul di kasur mereka. Bernafas lega karena semua masalah yang mereka sudah selesai. Tidak semua karena masih ada satu lagi. Yamato masih dalam status terusir dan mereka harus bisa mencari jalan untuk membersihkan nama Yamato.

"Baiklah, cukup. Aku haris pergi bekerja. Kalau tidak Taiga-san akan mencariku kesini". Yamato memindahkan tubuhnya dengan susah payah dari himpitan tubuh besar Asuma dan juga tubuh besar Kakashi.

"Kau bekerja disini Ten-chan ? Kerja apa ? Jangan kerja yang berat-berat ten-chan. Aku tidak ingin tubuh indahmu tergores sedikitpun sebelum aku menikmatinya".

BLETAK "Baru sehari kumaafkan kau sudah berani menggodaku baka-senpai..!!"

"Itaiii... Ya, gomen-gomen aku hanya begitu merindukanmu, bagaimana kalau ciuman selamat pagi ?"

"TIDAK. Mulut mu masih bau, sikat lah dulu... hmpphhh"

Tanpa ba bi bu dan juga tanpa memperhatikan 2 orang lain yang sedang berada di ruangan itu Kakashi langsung menyergap bibir Yamato dan melumatnya. Kakashi meminta izin untuk masuk lebih dalam akan tetapi yang ia dapat hanyalah... UPPERCUT...!!!

"Itaiii... ten-chan..."

"Jangan berani kau masuk seperti itu. Kau belum sikat gigi. Itu menjijikkan senpai".

Blush. Wajah Iruka memerah melihat kemesraan mereka berdua plus ciuman tiba-tiba membuat keadaan blushing Iruka tambah parah. Senyum jahil terkembang dari wajah Asuma yang tak ingin melewatkan kesempatan ini. Ia juga ingin menunjukkan kepada teman baiknya itu bagaimana pacarnya akan bereaksi jika digoda.

"Iru-chan kenapa ? Iru-chan juga mau ?"

"Ah...Ap-pa maksud mu Asuma-san ?"

"Maksudku seperti Yamato tadi, atau mungkin kau ingin yang lebih menantang ?"

"Me-menantang ?"

"Iya seperti acara tusuk menusuk yang kita lakukan di malam sebelum kita kesini. 4 ronde.. (dengan berbisik).

Dzigggggg "BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU DIDEPAN ORANG LAIIIN..!!! AKU KAN MALU TAHUUUUU...!!! DASAR PAYAAAAAAAAH..."

"Hehe gomen-gomen" Tanpa sepengetahuan Iruka Asuma mengacungkan jempol kepada Kakashi sambil tersenyum bangga. Seakan ia berkata "inilah uke-ku"

Dengan pose memegang dahi Iruka menyatakan keheranannya. "Aku heran, mengapa kalian para lelaki yang ada dipikiran kalian hanya sex sex dam sex. Apakah itu arti sesungguhnya dari sebuah hubungan ?"

"Iya, betul itu, aku setuju dengan Iruka".

"Err... Iruka ? Bukankah kau juga lelaki ? Kita gay kau ingat ?"

"Kau juga ten-chan"

BLUSH..

"Ahh... sudahlah aku mau mandi...!! Aku berangkat kerja..!!"

"Aku mau masak saja... BYE...!!!"

Ketika kedua uke itu sudah meninggalkan kamar. Para seme hanya bisa saling tatap dan sedetik kemudian...

"BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..."

Tawa keras dua sahabat lama yang sudah jarang sekali terdengar dikarenakan masinh-masing sudah sibuk dengan urusan mereka masing masing kembali terdengar persis seperti sedia kala. Diluar kamar kedua uke itu hanya saling lempar senyum satu sama lain. Terasa sangat hangat kebersamaan itu. Mereka merasa ingin seperti ini terus dan tidak ada yang berubah.

Ketika hari menjelang sore Yamato pukang membawa kabar baik. Ia memberitahukan kepada Taiga bahwa teman-temannya dai Konoha datang menjenguk. Maka Taiga mengundang semua untuk makan malam di rumah Taiga. Sore itu mereka habiskan untuk makan dan minum sake di tempat Taiga. Mereka sangat senang semua kembali menjadi normal seperti sedia kala.

Tak terasa sudah 3 hari sejak kejadian itu. Iruka dan Asuma memutuskan untuk pulang dan tidak lagi berlama-lama di tempat Yamato.

"Nah, Yamato. Kami pulang dulu. Kami tunggu kalian di Konoha ya"

"Iya Asuma-san benar aku masih banyak tugas di akademi jadi kami harus kembali. Senang sekali rasanya kita bisa tertawa lepas bersama-sama lagi".

"Baiklah. Ah, aku juga senang semua sudah selesai. Aku tinggal menunggu keputusan Nona Tsunade saja. Haha"

"Kau tidak pulang bersama Kami, Kakashi ?"

"Tidak, aku akan menunggu Yamato disini, sampai ada kejelasan tentang dirinya dari nona Tsunade".

"Baiklah jika itu maumu. Jaa-nee"

"Selamat tinggal"

Dan tingallah mereka berdua disana. Suasana kembali hening seperti sedia kala. Seperti pertama kali Yamati kesini setelah terusir dari desa.

"Kaka-senpai..."

"Hmm ?"

Hugggggg

Yamato tiba-tiba memeluk Kakashi tanpa alasan yang jelas. Membuat Kakashi sedikit terkejut dengan tingkah laku sang kohai. Kedua tangannya menyambut tubuh pemuda itu mendekapnya dan membenamkan kepalanya jauh dalam dadanya.

"Hee Ten-chan, kau kenapa ?"

"Tidak, aku hanya suka dengan aroma badan senpai" sniiiiiiiiiifffffff

"O...oiiii aku belum mandi, aku bau. Jangan mengendusku seperti itu".

"Justru jika senpai mandi bau badan senpai akan hilang". Sniffffffffff... "Entah kenapa senpai aku suka sekali bau tubuhmu".

"Tee-hee apa kau mau melakukannya sekarang Tenzou ??" Goda Kakashi penuh nafsu.

"Tidak, aku ingin malam pertama kita menjadi sesuatu yang berarti, aku ingin melakukannya ketika aku kembali ke desa. Di apartemen mu".

"Hmmmmm... Baiklah jika kau mau seperti itu. Tiap malam berpelukan pun aku cukup (bohong)"

"Terima kasih senpai, aku suka senpai"

Kakashi's face was like _

Skip Time...

Di depan sana terlihat gerbang berwarna hijau yang terbuat dari bambu. Di depan gerbang itu telah menunggu beberapa orang, diantaranya Tsunade, Asuma, Iruka, Sakura, Naruto, Sai dan Hanare.

"Kau siap Yamato ?"

"Siap"

"Kau lihat wanita yang memakai kimono coklat ? Namanya Hanare, aku berhubungan sex dengannya sebelum aku menuju ke tempat mu"

"Baka-senpai..!! Mengapa kau memberitahukan hal itu pada saat seperti ini..!!??"

"Ya aku tak ingin kau mendengar darinya, akan lebih baik jika kau mendengar dari ku secara langsung".

Kemudian Kakashi melingkarkan lengannya di pundak Yamato. Dengan bangga ia menunjukkan pada warga Konoha dan dunia bahwa inilah Yamato. Pria yang telah menawan hatinya.

"Hai semua" Dengan sedikit masih malu-malu Yamato menyapa semua orang yang ada di gerbang".

"Hai Yamato" (Asuma)

"Kau pulang, Yamato-san" (Iruka)

"Para orang tua kolot itu sudah sadar, sekarang kau aman". (Tsunade)

"Woah... woah... Kapten Yamato... aku kangen sekali... bagaimana kabarmu ?" (Naruto)

"Bukankah dulu sudah kubilang, kalian akan menjadi seperti ini ? Benar kan firasat fujoshi ku tak pernah salah". (Sakura)

"Menurut buku yang kubaca, jika ada seorang pria melingkarkan tangannya ke leher orang disamping nya sambil tersenyum lebar itu menandakan cinta, apa Kaka-sensei jatuh cinta pada Kapten Yamato ?" (Sai)

"Tak perlu khawatir, aku sudah tau dari awal. Memang dari awal aku hanya ingin one-night stand dengan Kakashi, maaf telah 'mencuri' pacar mu". (Hanare)

Mereka terus mengobrol di depan gerbang. Terlarut dalam kebahagiaan mereka sendiri. Rasanya seperti menyambut keluargamu pulang ke rumah. Kau ingin bertanya apa saja yang ia alami diluar rumah. Shinobi Konoha semua bersaudara dan itulah yang Yamato sangat sukai dan cintai dari desanya.

Tak terasa matahari mulai menguning. Tanda bahw kegelapan malam akan mulai menutupi birunya langit. Satu persatu orang yang menyambut Yamato pergi hingga hanya tinggal mereka berdua.

Sekarang waktunya untuk menumpahkan semua emosi dan waktu dalam pertarungan seru di atas kasur.

LET THE WAR BEGIN...!!!

Malam itu seperti yang sudah Yamato katakan sebelumnya. Ia ingin melakukannya di apartemen Kakashi. Maka disinilah mereka berdua. Di kamar yang ukurannya tidak terlalu besar dua anak manusia melepaskan semua hasrat mereka. Semua perasaan yang terpendam melebur menjadi satu. Nafsu.

Kakashi menutup dan mengunci kamarnya. Tak membolehkan satu orang pun masuk dan mengganggu ritual suci mereka berdua.

Kakashi mulai mendekat dan mendekat hingga tak ada lagi jarak yang memisahkan antara tubuh sepasang kekasih itu.

Diraihnya wajah Yamato yang begitu indah dengan surai coklatnya. Mata Kakashi tidak pernah bosan untuk melihat dan memandangi wajah tampan itu.

Segera dilumatnya bibir manis milik Yamato. Lumat lumat lumat. Seakan ia takut jika bibir Yamato akan habis ia melumatnya penuh dengan nafsu. Yamato hanya memgikuti permainan Kakashi, larut dalam dimensi nya sendiri.

Kakashi minta dibukakan jalan untuk bisa meraih lebih dalam lagi dari mulut Yamato. Segera ia membukakan jalannya. Disana lidah Kakashi bermain dengan ganas. Menukarkan salivanya denga saliva Yamato kemudian menelannya. Begitu lagi sampai ia puas.

Tangannya beraksi di bawah kaos jonin Yamato dan membukanya dari bawah secara perlahan. Sangat erotis dan menggoda. Membuat tubuh bagian atas Yamato dapat terliahat seluruhnya. Badannya begitu indah dengan 6 tonjolan di perutnya yang berbentuk begitu sempurna. Kakashi segera menyelesaikan tugas nya di mulut Yamato dan berpindah ke dadanya. Di hisapnya bagian paling sensitif di dada Yamato. Rasa geli nikmat yang ia rasakan makin membuatnya menggila.

Ia kemudian melepas paksa kepala Kakashi dari dadanya.

"Ten-chan ?"

"Kau terlalu lama baka-senpai. Setelah aku kulum punyamu, langsung masukan saja. Aku sudah tidak tahan ingin merasakan milikmu ada di dalam tubuhku ?"

"Tee-hee kau sudah tidak sabar ya, Ten-chan ?"

Tidak menjawab, Yamato langsung saja membuka celana Kakashi dan betapa terkejutnya ia karena barang milik Kakashi begitu besar

"Senpai besar sekali"

"Hmppppph hmppphhhhh hpmmmmmhhh"

Ia memaju mundurkan kepalanya. Membasahi seluruh area penis Kakashi dengan saliva nya agar licin dan mudah masuk ke lubang nya nanti.

"Ku pikir ini sudah cukup, Tenzou. Baikah, sekarang buka lebar-lebar kakimu".

Yamato menurut saja. Ia mengambil posisi terlentang dan Kakashi mulai memasukkan batangannya yang berukuran wow itu ke lubangnya yang masih sempit

"Nghhh... ahh, senpai... sakit senpai... ngggghhh ahhhh"

Tunggu dulu, ini persis sama dengan mimpi yang dulu. Apakah kejadian ini akan sama dengan mimpi yang dulu ?

"ahhhhhhhh... s...sen-pai... sepertinya senpai masuk terlalu dalam, perutku terasa penuh senpai".

Yamato mendesah tak karuan ketika ia merasakan ada benda yang keras dan panjang memasuki lubang di bagian bawah tubuhnya.

"Memang itu yang aku inginkan, aku ingin masuk lebih dalam lagi dan lagi, siapa tahu, jika aku masuk lebih dalam ke dalam tubuhmu, kau akan hamil anak kita berdua". Goda Kakashi.

"Senpai bodoh, mana mungkin aku hamil, aku kan laki laa..." "aaaaaahhh" "ahiiiii" "aaaaaahh". Belum sempat ia menyelesaikan kalimat bantahan terhadap senpainya itu, Si makhluk berambut perak sudah menggerakan pinggulnya dengan cepat. Yamato yang belum siap hanya bisa mendesah dan meneriakan nama senpainya berkali-kali.

"Cukup bicaranya Yamato, melihatmu dengan posisi terlentang seperti ini membuatku segera ingin menyerangmu". "Melihat dadamu yang terus naik turun ketika ku pompa, grrr Yamato, kau sudah seperti wanita saja". Kakashi menyeringaikan senyumnya yang dianggap keren oleh kohai nya ketika sedang 'memompa' tubuhnya.

"aaaahh... Sen-senpai... a-aku belum si-aaarrgghh...". "Sen-pai... di-situ tadi senpai...". Yamato merasakan Kakashi telah menyentuh titik sensitif di dalam rectumnya. "Hmmmm... sepertinya kita sudah mendapatkan jackpot". Lagi-lagi, Kakashi menyeringaikan senyumnya itu kepada Yamato.

"Bagaimana jika aku melakukannya sambil begini ?". Tangan Kakashi yang sejak diam sejak tadi mulai beraksi. Dia meremas kedua dada Yamato yang ototnya berukuran besar. "aaaaahhhh sen-pai... le-lebih kuat la-gi senpai".

Dari bawah, Yamato terus mengamati tubuh senpai nya, memperhatikan setiap lekuk tubuh dan otot senpainya yang sedang tegap memompa tubuhnya. Keringat yang mengalir dari badan Kakashi membuat badannya mengkilat terkena cahaya lampu, dan membuat surai keperakan itu turun merunduk karena basah. "Senpai... terlihat sangat macho..., aku ingin... aku ingin semuanya dari senpai, aku menginginkannya". Di dalam hati Yamato terus bergolak hasrat dan nafsu yang membuatnya semakin membara. Tak tahan dengan itu, Yamato meraih belakang leher Kakashi dan bangkit dari posisi sebelumnya. Di genggamnya pipi Kakashi dan mulai melahap bibir tipisnya dengan ganas, seakan seorang lapar yang khawatir kehabisan makanan. Kakashi sedikit terkejut, tetapi bukan Kakashi namanya kalau dia sampai membiarkan dirinya di dominasi partner bercintanya. Segera Kakashi mengambil alih permainan bibir dan lidah itu, sampai Yamato kualahan dan akhirnya mengaku kalah. Dia melepaskan ciumannya untuk memgambil oksigen sebanyak-banyaknya.

"hah..hah..hah". Nafas Yamato pun terdengar sangat memburu. "Do you want me that bad, ten-chan ??".

Blush.. wajah Yamato yang memang dari tadi sudah merah makin memerah karena godaan Kakashi tadi.

"A...aku... se-muanya... da-dari senpai... a-aku menginginkannya, AKU MENGINGINKAN SEMUANYA, NOW STOP PLAYING AROUND AND FUCK ME HARDER...!!!!" Yamato pun menggila dengan sensasi yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.

"Baiklah jika itu yang kau mau Tenzou, Berbaliklah". Kakashi mengeluarkan batang kejantanannya dari lubang Yamato dan memutar badannya. Sekarang Yamato sudab dalam posisi Doggy-Style. "Kau siap ?". "cepat masukan senpai". Paksa Yamato tidak sabar. "Aku ingin kau memohon padaku".

"Aku mohon, cepat tusuk aku senpai, aku mohon". Yamato menuruti saja perintah Kakashi karena ia sudah tak tahan lagi.

"Baiklah,ini dia".

JLEBBBBBB... Kakashi memasukkan dengan keras batangannya itu. Sampai Yamato merasa mau muntah dikarenakan dalamnya tusukan Kakashi.

"Ahhh senpai, sakit senpai... sakit". Tanpa memperdulikan lawan bicaranya ia terus saja memompa lubang kohainya, benturan antara dua kulit menimbulkan bunyi yang sangat keras. "clop clop clop" dengan irama yang sangat cepat.

"Sen-pai, se-sepertinya a-aku...". kita keluarkan sama-sama tenzou. Potong Kakashi.

"Ahhh senpai aku tidak tahan lagiii...".

"Tenzouuuuu...".

"SENPAAAAAAAIIII...!!!"

Kakashi memuntahkan semua caitan putihnya di dalam tubuh Yamato. Membiarkan Yamato membawanya di dalam tubuhnya.

"Hah hah hah Tenzou.. I love you, Tenzou..."

"I... hah love ha hah you too senpai..."

xXx

"Nggggghhh... selamat pagi senpai, jam berapa ini. Tumben sekali kau bangun pagi".

"Sekali-kali biar aku yang membuatkanmu sarapan Tenzou, kau sudah sangat sering mengurusiku biar kali ini aku yang melakukannya".

"Eh, senpai"

"Hmm??"

"Tadi malam aku bermimpi"

"Mimpi tentang ?"

"Aku bermimpi senpai itu straight dan di Konoha ada peraturan pengusiran gay. Aku melakukan sesuatu dengan senpai tapi senpai tidak terima. Senpai melaporkanku sehingga aku diusir. Namun pada akhirnya dimimpiku kita bersatu kembali. Lumayan seram sih tapi indah di akhirnya hehe".

"Kau ini bicara apa. Kita sudah bersama bahkan sejak di ANBU bukan ? Dan sejak kapan ada peraturan aneh seperti itu. Kau ini ada-ada saja".

Hugggggg

"Senpai..."

"What now ?"

"Do you love me ?"

"Absolutely yes you stupid".

"Cup"

Dengan ciuman itu lah mereka mengawali hari baru mereka di hari itu

FIN

Gimana ? Kaget ? Hahahaha ga terlalu surprise yah... biasa bgt wkwkwkwk

O iya... jangan beranjak dulu, karena setiap minggu Syl akan update lagi fic senpai ini tapi dengan tema yang lebih ringan. Drabble tentang kehidupan sehari hari mereka sebagai couple..!!! YES..!!! DAILY LIFE OF THEM...!!! Don' miss it guys.. hahahahaha

Makasiiih banyak yang udh baca fic yang pertana trus lanjut ampe sini... *sungkem...

Sampai jumpa di fic selanjutnya

Syl out