Can I See That Smile ?
Disclaimer :Bleach selamanya punya Tite Kubo, aku cuma punya fictnya.
Pairing :Ichigo x Rukia
Genre :Romance 40% Friendship 40%Humor 20%
Rate :T
Author :Riztichimaru
Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.
Setelah menerima beberapa review di chapter sebelum-sebelumnya, di chapter 4 ini author sudah banyak mengedit Fict-nya semoga bisa lebih baik lagi. Gomen, kalau bahasanya ancur vs aneh apa lagi bahasa 'tidak bakunya' yang tercampur-campur.
Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt. Tapi gomen lagi, kalo ceritanya rada-rada tidak jelas plus makin membosankan.
Gomenasai ne ! Yang tidak suka baca, harap tidak usah di baca . Gak apa-apa ..Author paham kok…
Tolong di review ya !
Review apapun author terima dengan hati riang.
Domo arigatou :)
Chapter 4
"MUNCUL IDE GILA LAGI"
Tet-tet-tet
Bel pulang sekolah sudah berbunyi.
Anak-anak langsung pulang. Rukia pun pulang setelah berpamitan dengan teman-temannya karena mereka berbeda arah rumah. Tiba-tba ada cowok berambut orange yang menghalanginya di depan pintu sambil menatapnya dengan tajam.
"Hei.. Cepat minggir aku mau lewat tau!" seru Rukia kesal pada si rambut orange tersebut. Si Rambut orange hanya terseyum sambil memandangi Rukia.
"Aduh.. ni manusia minggir gak loe!" bentak Rukia kesal. "Mau mati loe!" lanjut Rukia sambil menjauhkan tangan besar milik Ichigo yang memegangi pintu untuk menghalangi langkahnya. Rukia benar-benar kesal dibuatnya, sekali lagi dia berteriak dengan volume maksimal sampai anak-anak yang masih ada di kelas menoleh kearah mereka .
"Woi!!! Bodoh minggir gak loe! Dasar kepala jeruk bodoh, gila loe ya! " teriak Rukia.
Ichigo lalu menarik tangannya dan mempersilahkan Rukia keluar, tapi sebelum Rukia keluar Rukia mengatakan sesuatu pada Ichigo yang membuat wajah Ichigo panas.
"Jangan pernah mainin aku, aku bener-bener gak suka dengan tingkah bodohmu aku muak melihat muka bakamu itu,"ucap Rukia pelan ke Ichigo yang dari tadi memandanginya.
Wajah Ichigo memanas dan ada perasaan aneh menyergapanya.
Lalu Rukia berjalan menjauhi Ichigo, tapi sesampainya di ujung koridor kelas dia kemudian berbelok dan masuk ke ruang guru. Ichigo berjalan pulang dengan santai sambil memikirkan ucapan Rukia tadi.
Ichigo's POV
Dari pertama kali aku ngobrol dengannya di depan kelas beberapa hari yang lalu, ada perasaan aneh yang aku rasakan. Perasaan apa ini? Tidak mungkin aku suka sama si midget itu. Sudah midget, rusuh, tukang marah, jelek, asal bacot lagi. Tapi mengapa ada hal menarik yang ada di dalam dirinya. Selama ini tidak ada orang aneh seperti dia yang tidak suka dengan ketampananku.
Si Inoue saja mengejar-ngejar aku, belum lagi temen-temen Inoue yang lain sampai-sampai ada yang menyatakan cinta padaku. Tapi kenapa Rukia tidak seperti mereka yang jelalatan melihat kegantenganku.
Apa benar dia memang tidak mengenal aku, bukankah satu semester ini aku dan dia sudah satu kelas. Jangan-jangan dia suka sama cowok lain.
Hari ini aku beberapa kali melamun memikirkan perasaanku pada Rukia . Aku melamun sampai-sampai tadi aku tidak memperhatikan pelajaran Mayuri-sensei dengan serius.
Waktu bel pulang aku menghadang Rukia di depan pintu, aku juga tidak tahu ide gila apa lagi yang muncul dikepalaku untuk mengerjai cewek midget yang menyebalkan itu.
"Hei.. Cepat minggir aku mau lewat tau!" seru Rukia kesal padaku. Aku hanya terseyum sambil terus memandanginya.
"Aduh.. ni manusia minggir gak loe!" bentak Rukia kesal. "Mau mati loe!" lanjut Rukia sambil menjauhkan tangan besar milikku yang memegangi pintu untuk menghalangi langkahnya. Rukia benar-benar kesal oleh sikapku, sekali lagi dia berteriak dengan volume maksimal sampai anak-anak yang masih ada di kelas menoleh kearah kami .
"Woi!!! Bodoh minggir gak loe! Dasar kepala jeruk bodoh, gila loe ya! " teriak Rukia padaku .
Aku lalu menarik tanganku dan mempersilahkannya keluar, tapi sebelum Rukia pergi ia mengatakan sesuatu padaku yang membuat wajah tampanku ini memanas.
"Jangan pernah mainin aku, aku bener-bener gak suka dengan tingkah bodohmu aku muak melihat muka bakamu itu," ucap Rukia pelan padaku yang dari tadi memandanginya. Wajahku memanas dan ada perasaan aneh menyergapku.
Perasaan apa ini, mengapa aku merasa sedikit sakit mendengar kata-katanya yang menurutku biasa saja. Apa aku menyakitinya ya? Sebenarnya aku tidak bermaksud menyakitinya, aku hanya ingin menyapanya dan lebih dekat dengannya walaupun aku merasa cara ini salah.
Ah.. perasaan apa ini? Bodoh mengapa aku jadi memikirkannya. Lalu aku berjalan pulang dengan santai. Aku Lalu melihatnya keluar dari ruang guru. Dia tiba-tiba menyapaku dengan riang, ada apa dengan si midget itu ?
End of ichigo's POV
Normal POV
"Hei kepala jeruk! Maaf ya tadi di kelas aku gak sengaja marah-marah sama kamu, aku cuma sedang kesal aja hari ini,"sapa Rukia. Rukia mengulurkan tangannya kearah Ichigo. Ichigo yang bengong lalu membalas uluran tangan Rukia dan mereka bersalaman.
Tiba-tiba hening, walaupun teman-teman Ichigo sedang cekakak-cekikikan tidak jelas.
"Ya udah, gak apa aku tau kamu sedang kesal." Ichigo buka suara.
"Benaran gak marah, Jeruk?"tanya Rukia ke Ichigo, Ichigo hanya senyum.
"Enggak.. Gak marah kok!, ayo pulang bareng aku?" ajak Ichigo disertai senyum manisnya
"Oh makasih, tapi kayaknya aku pulang sendiri aja deh… Makasih ya,"jawab Rukia. Lalu ia pergi meninggalkan Ichigo yang bengong-bengong.
"Eh Ichigo! Kamu ngajak Rukia pulang bareng ya? cie… cie… " ledek Ikakku sambil senyum-senyum.
"Apa-apaan kalian ini! Gak jelas banget," sahut Ichigo kesal karena diledek Ikakku. Teman-temen Ichigo hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sahabat mereka yang terlihat kikuk.
"Eh.. Beneran po si Ichigo ngajak Rukia pulang bareng?" tanya Ishida pada Ikkaku yang masih senyam-senyum.
"Ya.. Tapi Rukianya nolak trus nyelonong aja pergi, yang tinggal cuma si kepala jeruk yang melongo untung aja gak kemasukan lalat tu mulutnya,"sahut Toushiro dingin. Temen-temennya sweatdrop mendengar komentar asal Toushiro Hitsugaya .
Ichigo berjalan ke halte bus tempat biasanya ia menunggu bus kota jurusan kilometer 3, bus kota melewati arah rumah Ichigo di perumahan elite 'Naraku Residen'. Selama berjalan menuju halte bus tersebut Ichigo terus melamun memikirkan ide gilanya tadi dan juga sikapnya pada Rukia tadi.
'Kenapa aku ngajak dia pulang bareng ya? Aku kenapa ?' inner Ichigo.
…To be continued…
