Can I See That Smile ?

Disclaimer :Bleach punya Tite Kubo selamanya, aku cuma punya fictnya.

Pairing :Ichigo x Rukia

Genre :Romance 40% Friendship 40%Humor 20%

Rate :T

Author :Riztichimaru

Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.

Setelah menerima beberapa review di chapter sebelumnya, di chapter 5 ini author sudah sangat banyak mengedit Fict-nya semoga bisa lebih baik lagi.

Gomen, kalau bahasanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan'

Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.

Gomenasai ne ! Yang tidak suka baca, harap tidak usah di baca . Gak apa-apa ..Author paham kok…

Tolong di review ya !

Review apapun author terima, apalagi yang ngasih bunga tulip biru lebih diterima lagi. He he he

Domo arigatou :)



Chapter 5

"MIKIRIN APAAN"

---Di rumah Rukia----

Rukia's POV

Setelah pulang sekolah hari ini, sesampainya di rumah kakakku, aku langsung masuk ke kamarku kemudian kurebahkan tubuhku di tempat tidur yang kecil tapi amat sangat nyaman rasanya. Bola mataku berputar-putar memanandangi seluruh isi kamarku.

Aku duduk lalu menyandarkan tubuhku di bantal yang aku dudukkan di dekat jendela agar aku bisa leluasa memandang rumah-rumah dan pepohonan di sekitar rumah kakakku dari atas.

Yah... kamarku ada di lantai dua, rumah sederhana milik kakak iparku Byakuya Kuchiki dan kakakku Hisana Kuchiki serta tiga malaikat kecil mereka. Orang tuaku tidak bersama kami, mereka tinggal di Nagasaki kota kelahiranku. Jadi aku tinggal dengan kakakku.

Angin berhembus sepoi-sepoi walaupun mentari sedang panas-panasnya, matahari sudah tidak ramah lagi karena meningkatnya penyebab global warming yang makin membuatnya marah. Tanpa sadar aku mulai melamun memikirkan kejadian-kejadian aneh di sekolah hari ini. Mulai dari aku masuk tadi pagi sampai aku pulang sekolah.

"Ichigo, Ichigo Kurosaki."

Huachimm…huachimm..

Tanpa sadar aku menyebut nama si rambut orange itu, lalu aku tersentak karena mengingat sesuatu yang janggal yang aku lihat tadi saat aku pulang sekolah.

Kenapa sepanjang jalan aku melihat, kalau semua orang yang aku lihat di jalan tadi banyak yang mirip si kepala jeruk itu ya.

Bagaimana tidak, aku melihat di bus ada anak SMA yang mirip Ichigo. Aku pikir mungkin saja ada yang mirip. Lalu dijalan kearah rumahku juga terlihat ada mahasiswa-mahasiswa yang mirip jeruk busuk itu berjalan menuju kampusnya.

Ya, rumah kakakku memang di dekat kampus Karakura University. Mungkin saja kataku kalau ada mahasiswa yang mirip dengannya, soalnya kan mahasiswa dikampus banyak dan cowok-cowok di kampus itu juga tampangnya beraneka ragam wajar saja kalau ada yang mirip.

Lalu aku terus menyusuri jalan ke rumah, sudah lebih dari lima kali aku bertemu dengan orang yang mirip si kepala jeruk itu. Aku heran dari mulai anak SMA yang di bus kota, mahasiswa di dekat kampus, anak band di dekat rental band "Hanataro rental band", pelayan dikedai Ramen "Ukitake Ramen", sampai-sampai pelayan di toko fotocopy milik pak Urahara "Urahara Fotocopy dan alat Tulis" juga mirip si baka Ichigo itu.

Lama aku mikirkan kejadian itu, lalu ada pikiran aneh yang menghampiriku. Apa aku memikirkan si baka itu ya waktu pulang pulang sekolah, aku rasa tidak juga. Soalnya aku sedang sangat lapar dan memikirkan PR-PR 'Horor' yang ditugaskan Mayuri-sensei.

Ah sudahlah kenapa aku jadi memikirin si kepala jeruk itu. Tidak ada urusannya juga denganku. Aku ngantuk.

ZZZZzzz...

End of rukia's POV

----Di rumah Ichigo---

Ichigo's POV

Wuahhh..capeknya! keluhku pada adik-adiku Yuzu dan Karin yang lagi asik-asiknya menonton TV sambil tidur-tiduran dan ngemil Kemplang Palembang.

"Eh..kak Ichi udah pulang!" seru yuzu.

" Udah pulang kak Ichi? O, ya sana makan! Tadi ibu udah beli makan." Karin menimpali.

"Oke-oke.. adik-adiku tersayang, kak Ichi akan makan sampai kenyang, sampe gendut kayak ayahnya Ranma ½," jawabku sambil tertawa. Setelah makan siang. Aku naik ke atas, ke kekamarku .

Kuganti seragam sekolahku denagn pakaian biasa,duduk dikursi dekat meja belajarku lalu menyalakan saklar listrik dan mulai menyalakan notebook kesayaanganku "Death Zangetsu Note". yah... begitulah aku menamai notebookku.

Kemudian kususun list lagu-lagu yang ini kudengar di siang bolong ini, kumulai dari Japanese rock, western, dan Indonesian rock.

Setelah itu kurebahkan tubuhku ke tempat tidur, kusilangkan kedua tanganku dibelakang kepalaku. Lalu aku mulai memikirkan apa saja yang kualami hari ini sekolah.

"Rukia, Kuchiki Rukia..."

Huachimm…huachimm..

"Kenapa aku nyebut nama si midget itu?" gumanku.

Lalu kubanyangkan bagaimana aku punya banyak ide gila untuk mengerjai si midget itu. Dia marah dan terakhir dia tersenyum padaku, aku jadi malu sendiri. Mengapa aku tiba-tiba mengajaknya pulang bersama hari ini padahalkan arah rumahku berbeda jalur busnya. Bodohnya, harusnya aku gengsi dengan sikapku tadi. Bukankah aku ini tampan, keren, cool dan sangat pintar. Mengapa mengajak pulang migdet itu ya ?

Ya memang dia midget, tidak cantik tapi maniezz, rusuh, asal nyolot dan lagi-lagi aneh tapi mengapa aku merasa dia unik berbeda dari cewek-cewek lainnya? Apa aku mulai menukainya ya ?

Ah, entahlah aku mulaingantuk. ZZZzzzz...

End of Ichigo's POV

Normal POV

Huachimm…huachimm..

Ichigo dan Rukia bersin-bersin serentak di tempat yang berbeda.

"Kenapa aku bersin-bersin siang bolong gini padahalkan aku gak flu pasti ada orang yang ngomongin namaku, kurang ajar banget tu orang!"maki Ichigo.

"Loh..kok aku bersin-bersin padahal kan gak flu dan gak keujanan? Kenapa tiba-tiba bersin pasti ada yang sedang ngomongin aku, kurang kerjaan tu orang!" upat Rukia.

Ichigo sedang memikirkan Rukia dan Rukia juga sedang memikirkan Ichigo. Wajar saja kalau mereka memiliki feeling yang sama, tapi mengapa mereka tidak kunjung menyadarinya.

Tidak bisakah mereka menyadarinya lebih cepat, sebelum semuanya terlambat ???

…To be Continued…