Can I See That Smile ?

Disclaimer : Bleach: Tite Kubo forever, Fict ini: Punya Riztichimaru seorang.

Pairing : K. Ichigo x K. Rukia

Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%

Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.

Gomen, kalau bahasanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan' saja.

Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.

Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…

Tolong di review ya !

Review apapun author terima, apalagi yang ngasih anak Panda yang asli + idup lagi pasti diterima. He.. he.. he…

Domo arigatou :)



Chapter 7

" SORRY, RUKIA.."

--------Besoknya di sekolah------

Dinginnya pagi masih menyelimuti kota Karakura. Ichigo terburu-buru turun dari Bus dan berlarian menuju sekolah dan kelasnya yang terletak di ujung koridor sekolah. Sekali-sekali ia melambaikan tangan pada teman-teman yang menyapanya, tidak ketinggalan cewek-cewek kelas lain turut menyampanya dengan gaya centil plus lebay mereka.

Ichigo memang terkenal dikalangan cowok-cowok karena dia sangat ramah ke semua orang apalagi di kalangan cewek-cewek, dia jadi salah satu cowok populer yang digandrungi oleh banyak fans girlsnya. Sudah banyak cewek yang kesemsem berat padanya, yang katanya ketampanannya itu cukup untuk membuat para cewek meleleh kalau dekat dengannya ditambah statusnya. Eitttssss… tunggu, tunggu..tunggu.. status? maksudnya?? *author bingung, author gak ngerti*

Hosh..hosh.. napas Ichigo memburu wajahnya sedikit berkeringat. Ichigo celangak-celeingukan ketika sampai dikelas, mencari sesuatu yang sedari tadi ada dipikirannya. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang cewek berambut hitam pendek yang sedang menyapu ruangan karena hari itu tampaknya dia giliran piket kelas.

Ichigo terus memperhatikannya, sampai dia menyelesaikan tugasnya. Kelas benar-benar masih sepi belum ada satu orang pun yang datang.

"Rukia…" Ichigo memanggilnya lalu mendekati cewek itu. Ichigo tidak mau memanggilnya midget, takutnya Rukia malah tambah ngamuk.

Rukia yang merasa dipanggil diam saja dan pura-pura tidak mendengar sebab dia masih kesal dengan tingkah Ichigo kemarin. Tingkah Ichigo kemarin menurutnya telah mempermalukan dia dihadapan teman-teman sekelasnya.

"Rukia, kamu dengar aku gak sih?" Ichigo memanggilnya lagi, kali ini Ichigo sudah tepat di hadapan Rukia itu. Rukia yang dari tadi kelihatan melamun tiba-tiba terkejut.

"Weeeii!!! Mau apa loe? Pergi sana," teriak Rukia. Ichigo kaget tapi dia ingat tujuannya.

"Sorry Rukia, soal kejadian kemarin aku gak bermaksud bilang kayak gitu." ichigo minta maaf pada Rukia. Karena masih kesal dan sikap sok coolnya, Rukia tidak mau memaafkan cowok dengan rambut jeruk dan bernama Ichigo itu.

"Enggak tau. Gak ada hubungannya denganku, sana pergi! Aku gak kenal sama kamu." ucap Rukia datar tapi terlihat ekspresi marah dan kesal di wajahnya. Ichigo yang kebingungan hanya bisa diam membatu. Rukia sudah pergi entah kemana, Ichigo masih membatu bingung dengan kata-kata Rukia.

"Ada apa dengan si midget itu, apa dia masih marah? kenapa bilang gak kenal sma aku?" Guman ichigo.

'Aduh gimana ini, jangan-jangan sikap pemarahnya itu kumat lagi. Sial kenapa aku yang jadi amukkannya.' inner Ichigo.

Hari itu Rukia benar-benar tidak ingin melihat Ichigo apalagi berbicara dengannya. Ketika Ichigo memperhatikaannya saat pelajaran berlangsung dan saat jam istirahat, Rukia memalingkan wajahnya atau hanya menunduk kalau tidak kebiasaan buruknya tidur di kelas kumat lagi maka dengan santainya dia tertidur di kelas. Sepertinya sensei-sensei yang mengajarnya sudah paham dengan kebiasaan buruk Rukia jadi mengacuhkannya saja.

Walaupun Aizen-sensei yang terkenal dengan gaya superman "gak jadi " yang super killer itu, dia tetap saja tidur di kelas tanpa merasa takut apalagi merasa bersalah. Beberapa kali Ichigo berusaha mendekatinya, Rukia justru pergi menjauhinya dengan muka tertunduk atau tidak memandangnya sama sekali. Seharian Rukia mendiamkan Ichigo. Sepertinya dia benar-benar kesal dengan sikap Ichigo.

I hari…..

2 hari…

3 hari…

4 hari….

5 hari…

Rukia masih mendiamkan Ichigo yang sudah kesal setengah hidup dengan sikap Rukia. Tiba-tiba Ichigo Langsung mendekati Rukia saat jam istirahat di kelas. Saat itu hanya ada mereka berdua di kelas, Rukia tidak pergi ke kantin sebab dia ketiduran di kelas tadi. Anak-anak yang lain sudah kabur entah kemana tidak jelas keberadaannya.

Ichigo berniat minta maaf sekali lagi. Sebenarnya sebelum masuk Ichigo sudah bertemu Rukia yang sedang sibuk membaca novel horror milik Isane.

"kayaknya ada yang sudah lebih dari 3 hari gak punya suara deh, ngomong kenapa?" Ichigo menyidir Rukia, Rukia yang tahu kalau dia disindir dan pura-pura tidak mendengar. Rukia sebenarnya sudah berbicara dengan teman-temannya yang lain hanya Ichigo yang didiamkannya.

"Yo, Rukia..." Ichigo menyapa Rukia dengan gaya sapaan andalannya. Rukia yang baru "sadar"-bangun tidur- dari kebiasaan buruknya tidur dikelas, merasa bingung apalagi ada cowok rambut orange duduk disebelahnya. Kontan dia kaget.

"Mau apa loe? Pergi sana!" teriak Rukia. Ichigo hanya tersenyum tidak jelas maksudnya. Rukia heran melihat Ichigo tersenyum, tetapi dia suka sekali melihat senyuman Ichigo entah mengapa Rukia suka melihat senyum milik Ichigo dibandingkan dengan senyuman maut milik Ichimaru Gin apalagi senyuman Kenpachi-sensei atau senyuman anarki milik kepala sekolah Yamamoto.

'Ni anak salah minum obat, apa udah gak waras? senyam-senyum kayak orang gila. Mau apa dia!' inner Rukia. Ichigo tiba-tiba memegang tangan Rukia, Rukia panik.

"Ini buat yang kedua kalinya aku minta maaf, sorry soal kejadian waktu itu. Beneran aku gak bermaksud ngebuat kemarahan kamu kumat," ucap Ichigo pelan.

"Apa loe bilang? kemarahan kukumat, dasar cowok aneh.. jeruk busuk sial!" balas rukia kesal.

"Oke dah… Rukia sayang plus muaniess maafin Ichigo Kurosaki yang keren ini ya…" lanjut Ichigo sambil menunjuk mukanya sendiri. Rukia mendengar permintaan maaf Ichigo yang lebay dan narsis.

"Ha..haa.. Apa!! Ichigo keren, gak salah denger apa?" tanya Rukia yang masih saja ketawa-ketiwi. Ichigo jadi kesal.

"Jadi gimana di maafin gak?" tanya Ichigo lagi.

"Oke-oke tapi ada syaratnya loh kalo mau dimaafin," jawab Rukia.

"Lah… kok pake syarat-syarat segala kayak mau ngelamar kerja aja!" seru ichigo.

"Ya, kalo mau kalo gak ya udah, pergi sana!" balas Rukia. Ichigo yang sudah menyerah setuju saja dengan syarat Rukia daripada dia terus didiamkan seumur jagung.

"Syaratnya, kamu cuma gak boleh panggil aku midget lagi. Tapi aku boleh panggil kamu kepala jeruk," ucap Rukia.

" Apa? Wah… gak adil, aku kan juga gak mau dipanggil kepala jeruk," guman Ichigo.

" Ya udah, kalo gak mau,"jawab Rukia sambil terseyum manis pada Ichigo.

"Terserah kamu dah…"ucap ichigo pasrah. "Oke!" seru Rukia senang dan tersenyum kearah Ichigo, Ichigo blusing wajahnya sedikit merah.

'Okelah kalau itu si gampang aja, dia akhirnya terseyum juga. Baru kali ini aku melihatnya terseyum dengan sangat manis dan kelihatannya dia sangat senang, aku suka melihat seyumannya itu. Ah..apa-apaan aku ini?' inner Ichigo.

Lalu Keduanya mengobrol sambil sekali-sekali bertengkar kecil tapi akhirnya mereka tertawa-tertawa juga.

Setelah jam istirahat selesai. Anak-anak mulai berduyun-duyun masuk kelas.

"Yo Ichigo!" Ikkaku dan Renji menyapa Ichigo yang sudah duduk kembali ke tempat duduknya.

"Kayaknya ada yang udah baek-an yah? Ehm..ehm…"lanjut mereka bersamaan.

"Kalian apa-apaan! Bukan urusan kalian," ucap Ichigo datar. Ikkaku dan Renji malah tertawa cekikikan tidak karuan dan langsung berteriak. "Yes, berhasil!" seru keduanya sambil melakukan gerakan-gerakan tidak jelas dalam kurung lebayyy.

"Yes berhasil, apaan sih?" tanya Ichigo heran serta penasaran.

Ikkaku dan Renji hanya senyum-senyum melihat wajah penasaran Ichigo.

"Bukan urusanmu!" seru mereka berdua bersamaan dan sambil menyipitkan mata mereka kearah Tatsuki yang tiba-tiba ikut nimbrung.

"Ya, ini urusan kami. Mau tau aja," sahut Tatsuki. Ichigo jadi mempunyai tanda tanya besar di kepalanya karena melihat tingkah laku tiga temannya yang tidak jelas maksudnya.

'Kenapa mereka? Lagi gak sehat ? Berhasil apannya? Tapi sudahlah, yang penting hari ini aku senang. Tapi apa ya yang mereka bilang berhasil, jadi penasaran,' inner Ichigo.

…To be Continued…