Can I See That Smile ?
Disclaimer : Bleach milik Tite Kubo forever end ever, Fict ini milik Riztichimaru selalu.
Pairing : K. Ichigo x K. Rukia
Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%
Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.
Gomen, kalau bahasanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan' saja.
Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.
Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…
Tolong di review ya !
Review apapun author terima, apalagi yang ngasih Naraku action figure pasti dengan segera diterima
dan berterimakasih banget coz itu action figure langkanya tiga per empat mati. He.. he.. he…
Domo arigatou :)
Chapter 9
" PERPISAHAN KELAS X.d "
Tidak terasa hampir setahun sudah berlalu, tinggal 1,5 bulan lagi kelas berakhir di SMA 10 Karakura. Di kelas X.d, saat jam istirahat anak-anak sudah mulai sibuk membuat kenang-kenangan kelas. Ada yang buat acara minta tanda-tangan segala, ada yang foto-foto tidak jelas dan norak, ada yang cuma bengong-bengong saja dan lain-lain
"Eh… ayo foto bareng-bareng satu kelas!" seru Gin si ketua kelas kerempeng dengan senyuman maut tanpa membuka lebar mata sipitnya.
Anak-anak mulai menyusun posisi masing-masing. "Yang pendek didepan, yang tinggi di belakang," lanjut Gin lagi.
Cklik… cklik… cklik…
Setelah selesai berfoto-foto bersama. Anak-anak malah foto-foto sendiri dengan kenarsisan 'Stadium Akhir' mereka. Ada yang gaya si Sinchan, gaya Bleach, gaya Inuyasha, gaya Samurai X, dan gaya aneh-aneh lainnya. Apalagi si Renji dengan gaya Babonnya. Ada yang foto romance –Gin Rangiku, Toshiro Momo dan lainnya- yang sok romatis. Banyak anak-anak yang iri dengan kisah manis percintaan mereka sampai-sampai ada yang menanggung penderitaan si panglima Tian Feng -Fat Kai- apalagi kalau bukan penderitaan cinta –beginilah cinta, deritanya tiada berakhir-.
Anak-anak mejadi benar-benar tidak terkendali dengan kenarsisasn mereka. Tetapi di meja bagian depan empat cewek –Rukia, Tatsuki, dan Isane- yang sedang memperhatikan tingkah teman-temannya hanya bisa ngakak-ngakak dan memukul-mukul kepalanya sendiri karena geli melihat tingkah pola teman-temannya yang super konyol.
"Yo Gin… sini foto kami!" teriak Ichigo sambil merangkul bahu Rukia, Rukia yang sedang berdiri di depan mejanya sambil memperhatikan tingkah temen-temennya langsung kaget.
"Woiiiii… kepala jeruk apa-apaan loe ya!!" bentakknya keras. Tapi Rukia sudah tidak bisa kabur lagi bahunya sudah dirangkul erat oleh tangan kanan Ichigo. Gin lalu mendekati mereka berdua.
Clik------
Blitz kamera itu mengenai wajah mereka yang tidak siap sama sekali untuk difoto dengan manis apalagi -temannya hanya bisa senyum melihat tingkah aneh mereka berdua.
"Finish, aku dapat foto pasangan paling 'hot' sepanjang tahun ini." Gin berteriak. Rukia dan Ichigo sweatdrop saja dengan kelakuan gila Gin. Rukia melihat ada semburat merah di pipi Ichigo dan juga sebalikknya, mata mereka bertemu dan langsung blusing lagi.
Ichigo langsung kabur, Rukia kembali duduk di kursinya. Anak-anak yang lain kembali melakukan aksi 'gila' mereka.
"Eh… Gin, aku tadi belum berpose keren tau, maen foto aja!" teriak Ichigo kearah Gin yang sedang sibuk berfoto dengan pacarnya Rangiku.
"Bodoh… sana pergi kami masih mau foto-foto!" usir Gin. Ichigo sweatdrop melihat gaya lebay Gin dan Rangiku.
Hari-hari berjalan seperti biasa tetapi tersa begitu cepat sampai akhirnya kelas ini benar-benar sudah berakhir. Liburan panjang menutupnya. Tapi ada yang aneh dengan perasaan Ichigo dan Rukia diakhir kebersamaan mereka di kelas yang berakhir telah itu. Sesuatu yang terasa akan hilang dari kebersamaan itu.
Ichigo's POV
Aku duduk di depan notebook kesayanganku " Death Zangetsu Note". Aku melihat screensaver itu bergerak-gerak menampilkan foto-fotoku dan teman-teman sekelasku yang lagi gila-gilaan dengan kenarsisan mereka. Ada foto yang membuat mataku terpana.
Yah… fotoku dan Rukia yang tidak jelas gayanya, ancur tepatnya yang beberpa minggu yang lalu di take oleh Gin. Aku tertawa kecil, aku lalu teringat ide-ide gilaku untuk mengerjai Rukia dan masa-masa kami terus bertengkar setiap hari mempeributkan hal-hal kecil yang kurasa itu tidak penting sebenarnya tapi aku merasa senang jika ada didekatnya bisa tertawa bersama dan melihatnya terseyum dengan bibir mungilnya itu.
Sudah dua minggu liburan ini berlalu, dan sebentar lagi aku akan masuk kembali ke sekolah. Tapi aku belum tentu akan sekelas lagi dengan teman-temanku di kelas X.d termasuk juga dengan dia.
"DIA???" ucapku kaget. Yah, dia… dia… dia Rukiaku yang selalu membuatku kesal, marah dan meledeknya. Apa aku masih bisa bersamanya lagi. Ah… apa apaan yang aku pikirkan. Aku kan tidak tahu aku suka dia apa tidak, tapi kenapa aku jadi kangen sama dia. Ah, sudahlah tidak mungkin dia juga suka sama aku.
End of Ichigo's POV
Rukia's POV
Hari ini, tidak ada pekerjaan di rumah kakakku Hisana, dia sedang liburan ke Tokyo bersama suaminya kak Byakuya dan anak-anak mereka Shuuji, Kame, dan Yuuki. sepertinya mereka akan bersenang senang. Aku sendirian ditinggal di rumah ini.
Aku sudah bosan menonton TV dan DVD. Lalu aku beranjak kekamarku, tanpa sengaja aku menyenggol binder milikku. Selembar kertas melayang dan jatuh. Kuambil kertas itu dan aku lihat ada fotoku dan si Ichigo yang aneh, aku baru ingat itu diberikan Gin saat aku mau pulang sekolah beberapa minggu kemarin.
Flashback.
" Rukia…tunggu," panggil Gin.
" Ya... ada apa Gin?" tanyaku padanya.
"Ini foto-foto kita kemarin, tolong disimpan ya, itu kenangan-kenangan loh. Awas kalau disobek! " ancamnya dengan disusul seyuman mautnya.
" Ya, oke akan aku simpan," jawabku. Dia lalu berlari mengejar Rangiku pacaranya yang tadi menunggunya lalu melambaikan tangannya padaku.
End flashback
Setelah aku ingat itu, aku memperhatikan foto yang diberikan oleh Gin. Yah… aku melihat Ichigo tersenyum di foto itu walaupun foto itu di take asal-asalan oleh si Gin. Aku suka senyum Ichigo pikirku, tapi… semuanya akan berubah setelah liburan ini, aku tidak mungin akan satu kelas lagi dengan kepala jeruk itu.
Ah… apa yang aku pikirkan, mengapa juga memikirkan si jeruk busuk itu. Tapi mengapa aku merasa ada something missing. Ah… aku asal mikir saja, pikirku.
End of Rukia's POV
…To be continued…
