Can I See That Smile ?

Disclaimer : Bleach yang buat Tite Kubo, Fict ini Riztichimaru yang buat.

Pairing : K. Ichigo x K. Rukia

Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%

Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.

Gomen, kalau bahasa dan tanda bacanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan'.

Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.

Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…

Tolong di review ya !

Review apapun author terima, apalagi yang buat ketawa author or nyeritain cerita horror atau thriller. He.. he.. he…

Domo arigatou :)



Chapter 11

" KOK BISA GAK CEMBURU "

Sudah berselang beberapa bulan dari kejadian hari itu. Rukia sudah semakin sibuk dan muncul lagi kegiatan gila membacanya (Sebenarnya di memang gila membaca dari kecil, sampai-sampai buku-buku di rumah tetangganya habis diobarak-abriknya).

Hari itu, Rukia baru kembali dari perpustakaan Karena jam pertama dia terlambat datang dan sebagai hukumannya Aizen-sensei menyuruhnya menutup pintu kelas dari luar. Yah… terpaksa dia ke kantin lalu makan dan kemudian ke perpustakaan. Dia masih harus menunggu lama pelajaran matematika Aizen-sensei yang 4 jam itu, yang nyaris membuat anak-anak di kelasnya botak-seperti Ikkaku- mengikuti pelajaran tersebut.

Sudah tiga jam dia membaca novel, buku saint dan teknologi, artikel-artikel aksi lingkungan hidup dan global warming, dan membaca fanfiction di ponselnya. Kemudian beberapa menit lagi pelajaran Aizen-sensei akan berakhir dia bergegas menuju kelasnya. Rukia menyusuri koridor-koridor sekolah sambil melihat ke sekelilingnya, dia melihat sesuatu di belakang kelas yang akan dia lewati. Matanya membelalak melihat kejadian di depannya.

"Hn… ehmmm apa yang kalian lakukan disini? " tanyanya tanpa bisa melihat dengan jelas siapa yang dia sapa. Rukia hanya melihat dari kejauhan ada cewek dan cowok yang sedang melakukan "sesuatu" di belakang kelas.

Kedua orang itu kaget dan langsung menoleh ke arahnya. Rukia kaget ternyata yang dia lihat adalah Senna dan Ichigo yang sedang melakukan "sesuatu". Mereka kaget terlebih Ichigo.

"Ah… sudahlah… gak usah kaget sampe segitunya kalee, sana teruskan saja. Gomen sudah menggangu acara kalian, gomenasai!" seru Rukia sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan Ichigo dan Senna yang melonggo.

"Rukia, Rukia, tunggu Rukia!" panggil ichigo, Rukia tidak mendengarkan dan tidak menoleh ia terus berjalan lalu lenyap masuk ke kelasnya.

Di hari yang sama, Rukia baru keluar ruang kelasnya setelah bel pulang berbunyi. Tapi di depan pintu kelasnya dia bertemu dengan Ichigo yang sedang berjalan pulang sambil memegangi tangan Senna. Mereka kaget, Rukia mengejutkan mereka dari belakang.

"Woiii…pacaran aja! Gak bilang-bilang lagi, kalo tau kan aku mau minta traktir. Ayo makan somay di depan sekolah!" teriak Rukia yang nyaris buat telinga Ichigo dan Senna pecah.

"Ah… gomen Rukia! Aku gak bilang ke kamu kalo kita udah jadian, jadi kapan mau ditraktirnya?" tanya Senna, Ichigo melihat kearah lain memalingkan mukanya dari dua cewek yang membuat hatinya memberontak. Pertama Senna pacarnya dan kedua Rukia cinta pertamanya.

"Ah… gak kok aku cuma bercanda, traktirannya biar kamu kasih aja ke kepala jeruk itu, dia banyak makan tau. Oh ya dia juga gila makan gorengan loh, tolong diurus ya temenku si jeruk busuk itu! " pinta Rukia. Ichigo hanya diam dan tidak berani melihat Rukia.

"Oke deh… akan aku urus si jeruk busuk jelek temenmu ini," jawab senna.

"Aku duluan ya Senna, ja ne!" lanjut Rukia yang segera melesat pergi mengejar Ikkaku dan Renji yang lagi ngakak-ngakak di ujung koridor kelas sambil menunggu Rukia.

Ichigo dan Senna hanya bengong heran melihat tiga sahabatnya yang berjalan pulang sambil ngakak-ngakak tidak jelas. Lalu mereka pun pulang. Sesampai dirumah Ichigo duduk didepan 'Death zangetsu Note'nya dan memikirkan sesuatu.

Ichigo's POV

Hari ini aku kaget sekali, tidak kusangka Rukia melihatku melakukan "sesuatu" pada Senna, yah.. aku mencium lembut bibir Senna di belakang kelas. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa waktu Rukia melihat kami.

Aku memanggil-manggilnya, tapi dia terus berjalan tanpa menjawabku. Tapi aneh sekali tidak ada ekspressi apapun di wajahnya waktu dia melihat kami. Hanya tersenyum dan minta maaf pada kami. Tidak kutemukan ekspressi cemburu di wajahnya apalagi ekspresi marah dan ngamuk yang biasa ia tunjukan jika dia sedang kesal pada orang.

Setelah pulang pun dia dengan senangnya menyapa kami dan pakai acara pesan-pesan segala pada Senna. Memang aku ini apa pakai acara diurus-urus segala. Ah, apa yang aku pikirkan tentang si midget itu, oopsss… aku lupa tidak boleh bilang itu lagi, aku kan sudah janji pada Rukia.

Oh ya, akhir-akhir ini aku lihat Ikkaku, Renji dan Rukia akrab sekali. Wah… senangnya mereka bisa seakrab itu, apa jangan-jangan Rukia jadian sama salah satu diantara mereka berdua ya? Kalau benar begitu wajar kalau dia tidak cemburu padaku. Tapi kalau tidak jadian, mengapa dia tidak cemburu padaku dan Senna.

Apa dia memang tidak punya rasa padaku. Ah… aku ini mengapa mikirin Rukia bukannya aku sudah punya Senna, aku rasa Senna mirip dengan Rukia. Bodoh… Mengapa aku memirip-mirikpan mereka berdua ya? Ah, sudahlah aku ngantuk, peduli amat.

Zzzzzzzzzz…..

Ichigo tertidur di kamarnya.

End Ichigo's POV

Semua berlalu tanpa disadari kelas XI sudah berakhir dan sekarang mereka sudah di tahun ketiga di SMA karakura. Ichigo, Ikkaku, Gin, Rangiku, Isane, Nemu, Ishida, Inoue, Toushiro dan lainnya sudah masuk ke Jurusan Saint teknologi sedangkan Rukia masuk ke jurusan Humaniora bersama Renji, Tatsuki, Momo, Chad, dan lainnya juga.

Persahabatan mereka tetap terjalin walupun sudah semakin sibuk dengan urusan masing-masing yang padat dan melelahkan. Rukia sudah berusaha melupakan kenangan kebersamaan dia dan Ichigo dulu. Rukia ingin menghadapi dunia angker -kelas tingkat akhir SMA yang sebentar lagi akan diadakan Ujian Kelulusan Sekolah yang mengerikan-.

Sekarang Rukia benar-benar sudah tidak peduli apapun tentang Ichigo, sepertinya tidak ada lagi kenangan tentang Ichigo, sebab dia mulai tertarik dengan seseorang yang ada di kelas barunya. Sementara Ichigo makin lengket dengan Senna.

…To be continued…