Can I See That Smile ?

Disclaimer : Bleach yang buat Tite Kubo, Fict ini Riztichimaru yang buat.

Pairing : K. Ichigo x K. Rukia

Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%

Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.

Gomen, kalau bahasa dan tanda bacanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan' .

Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.

Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…

Tolong di review ya !

Review apapun author terima, apalagi yang ngasih buku-buku saint-teknologinya pasti bersyukur banget. He.. he.. he…

Domo arigatou :)



Chapter 12

" JEALOUS VS CEMBURU "

Kelas XII.a Humaniora sedang gaduh dan tidak terkendali, kali ini jam kosong lagi. Mereka menimbulkan suara berisik dan kacau-balaulah kelas itu. Tapi tiba-tiba mendadak diam karena Kenpachi-sensei masuk dengan aura pembunuhnya.

"Kalian berisik! Sini bertarung dengan sensei, siapa tadi yang teriak-teriak!" bentak Kenpachi-sensei. Begitulah sedikit -tapi TIDAK SEMUA dan TIDAK SELALU seperti kejadian itu- kehidupan di kelas XII.a Humaniora SMA Karakura apalagi di semua jurusan Humaniora.

Berbeda dengan di jurusan Saint Teknologi. Jarang sekali ada kegaduhan yang norak seperti di kelas-kelas humaniora. Mayuri-sensei, Unohana sensei, dan Sensei-sensei yang lainnya tidak perlu seemosi Kenpachi-sensei dalam menghadapi murid-murid aneh -gila- dan norak.

Rukia, sekarang sudah akrab dengan teman-teman barunya yang super koplak di kelas XII.a humariora. Ada Alquiorra Cifer, Yammy, Nel, dan si bandel Grimm Jow Jeggerjaques.

Mereka terlihat akrab dan sering makan di kantin bu Youroichi. Kadang-kadang mereka bolos jam pelajaran kalau lagi bosen dengan gurunya. Apa lagi waktu pelajaran Kyouraku-sensei – sensei genit-yang jam pelajarannanya sering kosong

Berapa kali Rukia ikut teman-temannya bolos ke kantin, bukan karena Rukia tidak suka pelajaran di kelas itu, tapi karena dia sebenarnya kesal masuk ke jurusan Humaniora, dia ingin masuk jurusan Saint Teknologi yang sudah lama ia minati. Tapi karena kakak iparnya -Byakuya- yang menyuruhnya masuk ke jurusan itu, dia terpaksa masuk juga ke jurusan Humaniora untuk menghormati kakak iparnya yang selalu bersikap dingin serta tanpa ekspresi di wajahnya.

Suatu hari, di kantin bu Youroichi. Ichigo membolos pelajaran Kimia Chojiro-sensei. Dia pergi ke kantin bu Youroichi dan melihat Rukia sedang mengobrol asik dengan Alquorra, Grimm Jow dan Nel. Mereka cekakak-cekikikan mengobrolkan sesuatu yang menarik. Rukia duduk tepat di samping Alquorra dan sangat kelihatan dekat sekali, Ulquiorra memandangi wjah rukia dengan lembut.

'Ah, Rukia… kenapa dia disini, ini kan jam pelajaran kenapa dia bareng sama cowok-cowok gila itu?' inner Ichigo yang melihat keakraban Rukia,Nel, dan Ulquiorra serta Grimm Jow.

"Eh… Ichigo, sini gabung bareng kami," panggil Rukia. Panggilan Rukia membuyarkan lamunan Ichigo.

" Iya iya aku kesana," jawab Ichigo. Ichigo duduk disamping Rukia, dan tiba-tiba.

"Eitttsss… jangan duduk dekat 'milikku', kamu di kursi sebelah sana aja!" seru Ulquiorra dingin pada Ichigo. Ichigo melongo tapi langsung sadar dan pindah ke samping Grimm Jow.

" Apa maksudmu dengan 'milikmu' itu, Ulquiorra?" tanya Ichigo heran dan penasaran dengan hubungan Rukia dan Ulquiorra.

" Ya… apapun itu gak ada urusan dan hubungannya dengan kamu kan, Ichigo, " jawab Ulquiorra sinis.

"Sudahlah Ichigo. Rukia itu sudah jadi miliknya Ulquiorra, masak kamu gak ngerti sih? Lagian apa urusannya denganmu, kamu kan sudah pacaran dengan Senna," ucap grimmjow nyolot yang diikuti anggukan pacaranya Nel. " Apa jangan-jangan kamu juga suka sama Rukia?" lanjut Grimm Jow.

Ichigo hanya terdiam tidak bisa menjawab perkataan Grimm Jow.

"O ya… kepala jeruk, kami masuk ke kelas duluan ya. Jangan ngelamun aja," ucap Rukia pada Ichigo. Sementara Grimm Jow, Nel dan Ulquiorra sudah kabur duluan. Ichigo menarik tangan Rukia ketika ia mulai melangkah pergi, Rukia menoleh.

"Ada apa kepala jeruk?" tanya Rukia kemudian dia menghampiri dan duduk disamping Ichigo.

"Benar apa yang dibilang sama si dingin Ulquiorra itu?" tanya Ichigo serius.

Rukia menundukkan kepalanya lalu memandang wajah Ichigo dengan lembut dan menatap bola mata coklat milik Ichigo lalu tersenyum simpul.

"Entahlah, menurutmu? Gak semua yang terlihat adalah realitas sebenarnya," jawab Rukia sok filosofis, maklum saja banyak pendapat filsuf yang ia pelajari di kelasnya sekarang. Ichigo bingung dan kurang memahami jawaban Rukia yang terkesan rumit.

"Ahh… sudahlah jangan dipikirkan! Kamu baik-baik ya, kepala jeruk… ja ne!" seru Rukia dan dia langsung pergi meninggalkan Ichigo yang masih memandanginya.

Sambil berjalan pergi rukia berguman," Kamu gak tahu semua hal tentang aku dan tentang perasaannku, untuk apa kamu nanyainnya"

Rukia bukanlah 'milik' Ulquiorra, Ulquiorra hanya melindungi perasaan Rukia. Ia tahu kalau jauh dilubuk hati Rukia yang terdalam mungkin sebenarnya Rukia tertarik pada Ichigo tetapi tidak pernah diakuinya. Ulquiorra pun tertarik pada Rukia, tetapi dia tidak ingin melukai perasaan Rukia walaupun ia tahu bahwa Rukiapun sedikit tertarik padanya. Ulquiorra tidak ingin orang yang mencintainya karena pelarian semata dan ia juga tidak ingin orang yang mencintainya karena kasihan padanya.

Ichigo bingung sebenarnya dia cemburu atau apa pada Ulquiorra, Ia juga tidak tahu perasaan Rukia padanya dan bagaimana juga dengan Senna pacarnya.

'Aku kesal banget liat makhluk dingin dan bodoh itu! Jangan-jangan benar kalo akau cemburu sama cowok beku itu, tapi gak mungkin… gak mungkin aku cemburu, aku sudah punya pacar kenapa aku harus cemburu?' inner Ichigo gengsi.

Ichigo merasa sangat kesal dengan Ulqiuorra, dia tidak ingin ada orang yang mendekati apalagi berpacaran dengan Rukia. Terasa panas hatinya melihat Rukia akrab dengan cowok-cowok,tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak mau menunjukkannya pada Rukia karena ia takut kalau Rukia akan menolak dan juga membencinya.

Ia juga bingung dengan hubungannya dengan Senna, apakah ia benar-benar menyayangi dan mencintai Senna atau tidak, Ia tidak tahu. Ichigo tahu kalau Senna benar-benar menyukainya dan ia pun tertarik pada kecantikan dan kepribadian Senna yang lembut dan hangat. Tapi lagi-lagi, ada sesuatu yang berbeda ketika ia melihat Rukia, berbeda dengan ketika dia meliihat Senna. Rukia benar-benar unik, karena itulah ia menyukai Rukia meskipun Rukia kasar dan tidak begitu cantik.

…To be continued…