Can I See That Smile ?
Disclaimer : Bleach-Tite Kubo, Fict CISTS?-Riztichimaru.
Pairing : K. Ichigo x K. Rukia
Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%
Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.
Gomen, kalau bahasa dan tanda bacanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan' .
Di chapter ini dan chapter selanjutnya mungkin akan lebih banyak Romance-nya dari pada humornya yang memang sangat sedikit sekali.
Gomen ne, sebab Hubungan Ichiruki nya mulai serius ni.
Arigatou yang sudah mereview Fict-nya Author Rizt.
Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…
Tolong di review ya!
Review apapun author terima, apalagi yang ngasih buku-buku Sudoku. He.. he.. he…
Domo arigatou :)
Chapter 13
" SWEET MEMORY IN SMA KARAKURA "
Selang beberapa bulan dari kejadian itu, Ichigo dikabarkan putus dengan Senna. Tidak diketahui sebab musababnya, kabarnya menyebar dengan sangat cepat. Hal itu dikarenakan Ichigo adalah cowok populer di sekolahnya dan juga cowok incaran fansgirls-nya. Rukia tidak peduli tapi dia diberitahu oleh Tatsuki dan momo tentang kebenaran gossip tersebut.
"Ah, sudahlah… bukan urusanku juga," jawab Rukia saat Momo dan Tatsuki memberi tahu perihal gossip putusnya hubungan asmara Ichigo dan Senna.
"Ya, sudah kalo gitu," lanjut Tatsuki disertai anggukan Momo.
"Eh iya! Ada undangan ke rumahnya si Yumichika, dia mau ngadain party buat sweet seventeennya. Kamu diundang juga, datang ya Rukia ?" pinta Momo.
"Ya, awas kalo gak datang!" ancam Tatsuki.
Hari itu datang juga, night party di rumah Yumichika sangat ramai. Undangan lebih banyak ditujukan ke anak-anak X.d dan teman –taman dekat Yumichika, sekalian reunian kata Yumichika.
Semua datang dan setelah acara berakhir semua pulang satu persatu.
"Eh, pulang sama siapa Rukia?" tanya Nemu.
"Ano… sama si Ishida setelah dia mengantar Inoue," jawab rukia singkat.
"Ohh… oke kalo gitu, ja ne!" salam perpisahan dari Nemu. Ichigo masih ada di rumah Yumichika, dia hanya melihat Rukia dari kejauhan .
Beberapa menit kemudian Ishida datang. "Eh, ayo aku antar pulang!" kata Ishida, Rukia mengangguk. Tiba-tiba Ishida menepuk keningnya dengan tangan.
"Wah, aku lupa! Aku ada janji sama ayahku mau mengantarnya ke bandara sekarang ini juga! wah gimana ya Rukia? Aku gak bisa ngantarkanmu pulang , rumahmu cukup jauh dari rumah Yumichika ini kan?" tanya Ishida panik, dia sedang berusaha memikirkan sesuatu.
"O ya! Gimana kalo kamu pulang bareng Ichigo aja bukannya rumah kamu dan Ichigo gak terlalu jauh, mau ya? Gomen ne!"pinta Ishida memelas.
"Ya… udah," jawab Rukia singkat. Sebenarnya dia malas kalau mau pulang bersama Ichigo, ada persaan tidak enak pada Ichigo walaupun dia tahu Ichigo sudah putus dengan Senna.
Ishida mendekati Ichigo dan mengatakan sesuatu,"Ichigo… minta tolong dong! Tolong anterin Rukia pulang, aku gak bisa nganterin dia aku harus cepat-cepat nganterin ayahku ke bandara sekarang," pinta Ishida pada Ichigo.
"Oh… ya baiklah," jawab Ichigo.
Rukia akhirnya terpaksa pulang bersama Ichigo. Dia masuk ke mobil Ichigo dan duduk disamping Ichigo yang mengemudikan stir. Mesin mobil dinyalakan dan mobil melaju perlahan. Hening untuk beberapa waktu.
"O ya, kamu tinggal dimana Rukia," tanya Ichigo membuka keheningan.
"Eto... di dekat kampus Karakura University, jalan Diamond Rebellion gang memories of nobody" jawab Rukia singkat. Kelihatan sekali kalau mereka berdua sangat kaku.
"Ano… Ichigo, kamu gak datang bersama Senna?, "tanya Rukia berbohong padahal ia sudah tahu Ichigo sudah tidak bersama Senna lagi.
"Ah… gak, dia udah putus sama aku," jawab Ichigo pelan.
"Loh… kok putus bukannya kalian cocok! aku liat Senna sangat menyukaimu dan sampai sekarangpun Senna masih menyukaimu, kan? " Rukia nyerocos dan terdengar seperti nada marah.
"Aku gak suka lagi, Kalo aku gak suka ya gak suka, baka!" Ichigo membentak Rukia. Rukia terdiam dan suasana kembali hening sampai tiba di depan jalan menuju rumah Rukia.
Sampai di depan di rumahnya Rukia. Rukia keluar dari mobil diikuti Ichigo.
"Ah… arigatou jeruk," Rukia berterimakasih pada Ichigo. Ichigo masih tampak kesal.
"Jadi kamu tinggal disini ya, aku sering maen ke daerah sini tapi aku gak tau kalo kamu tinggal sini," ujar Ichigo.
"Aku juga gak tau kamu tinggal dimana, jadi aku rasa kamu juga gak perlu tau aku tinggal dimana atau apalah, ya kan?" jawab Rukia pelan dan terdengar sedikit takut pada Ichigo.
"Ya mungkin! Aku gak tau tentang kamu dan kamu juga gak tau tentang aku, aneh yah? Padahal kita udah lama kenal," sambung ichigo.
"Ya, suatu saat kita pasti tahu. Tapi entah kapan ya… " jawab Rukia.
"Ya, suatu saat nanti. O y, aku pulang dulu ya sudah malam ni. Ja ne," lanjut Ichigo, Rukia kembali berterimakasih pada Ichigo. Ichigo masuk ke dalam mobilnya dan menjauh pergi dari tempat Rukia berdiri.
Rukia menatap cowok rambut orange yang melesat pergi dengan mobil birunya, Ichigo melirik spion mobilnya. Dia melihat Rukia masih melambaikan tangan kearahnya.
Semuanya kembali seperti biasa, tapi ada perasaan sakit di hati mereka. Beberapa bulan kemudian, hari kelulusan tiba. Mereka semua lulus dan ingin melanjutkan impian mereka masing masing. Setelah upacara perpisahan selesai. Terasa sekali aura perpisahan itu, ternyata menimbulkan apa yang disebut dengan 'ekspresi kesedihan'. Semua merasakannya termasuk juga Ichigo dan Rukia serta teman-teman lainnya. Rasa sedih karena pertemuan yang harus segera diakhiri.
…To be continued…
