Can I See That Smile ?

Disclaimer : Tite Kubo punya Bleach, Riztichimaru punya fict ini.

Pairing : K. Ichigo x K. Rukia

Genre : Romance 40% Friendship 40% Humor 20%

Noto : Kata-kata yang di bold adalah kata-kata dalam hati/batin atau penekanan kata tertentu.

Gomen, kalau bahasa dan tanda bacanya masih ancur vs aneh dan tidak ketinggalan tambah 'membosankan'

dan chapter ini sudah memasuki chapter-chapter terakhir jadi sudah tambah 'sok' romance, humornya dikit banget.

Honto ni Arigatou yang sudah RnR.

Gomenasai ne! Yang tidak suka baca ini, harap tidak usah di baca. Gak apa-apa... Author paham kok…

Tolong di review ya !

Review apapun author terima,

Domo arigatou :)



Chapter 16

" 3 HAL YANG HARUS DIPAHAMI SENDIRI "

5 Tahun kemudian…………

Suasana salah satu taman kota di London begitu tenang, hari ini weekend. Walaupun ada banyak orang yang sedang bersantai di taman kota ini -di taman kota Negara legenda football- tapi suasana tetap legang, Banyak aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang yang datang kesini.

Ada yang berjalan-jalan dengan anjing kesayangan mereka, Ada yang membawa bekal dan duduk bersama-sama bersantai di bawah pohon yang tampak sangat sedikit rindang dengan daun yang mulai kecoklatan. Ada seorang ibu muda yang sedang bermain ayunan dengan dua malaikat kecil mereka yang masih sangat menggemaskan.

Ada yang bersepeda mengelilingi jalan-jalan kecil yang menembus beberapa belokakan-belokan di taman kota ini. Ada beberapa anak kecil yang sedang bermain lempar bola dengan tawa riangnya. Ada dua pasang orang dewa yang berjalan mesra menyusuri jalan yang dipenuhi oleh dedaunan yang berserakan ditepi jalan.

Lain lagi dengan kedua remaja yang sedang asik membaca manga. Keduanya merebahkan tubuh mereka di atas rerumputan yang hijau yang juga tertutupi oleh dedaunan berwarna kuning dan kecoklatan. Dedaunan coklat jatuh berguguran ke wajah salah satu diantara mereka yang sedang menengadahkan wajahnya menatap mentari pagi yang mulai nenanjak, sesekali tangannya mengibaskan dedaunan yang jatuh tepat di wajahnya.

Ya, AUTUM. Musim gugur baru saja dimulai.

Seorang wanita muda sedang sedang berjalan menuju sebuah bangku panjang ditepi jalan taman ini sambil membawa kertas-kertas sketsa lukisnya. Diletakkannya kertas-kertas sketsa dan tas punggung miliknya di bangku itu. Lalu duduk dan menyandarkan punggungnya disandaran kursi taman ini.

Dia membuka tasnya, dan mengambil pensil serta iPhod miliknya, lalu memasang headshet iPhod ketelinganya. Kemudian Dia mulai membuat sketsa taman itu beserta semua hal yang bergerak didalamnya. Setelah cukup lama akhirnya selesai juga sketsa yang dibuatnya. Dia terseyum riang dengan bibir mungil dan mata violetnya yang berbinar. Ya, dia adalah Kuchiki Rukia.

Kemudian Rukia menyandarkan punggungnya lagi di sandaran kursi itu, lalu menengadahkan wajahnya memandangi lazuardi biru yang berawan tipis, setelah itu menutup matanya sambil mendengarkan alunan musik klasik di iPhodenya.

Saat memejamkan matanya dan menikmati alunan musik, terlintas siluet tiga orang yang dikenalnya – Kaien Shiba, Kuroba Kaito dan Kurosaki Ichigo-. Tiga orang yang telah memberikannya sesuatu hal yang harus ia pahami sendiri.

Rukia's POV

Setelah kupejamkan mataku dan kunikmati musik klasik. Tiba-tiba terlintas siluet tiga orang, tiga orang yang telah memberikanku sesuatu hal yang harus aku pahami sendiri. Ya, mereka adalah Kaien Shiba, Kuroba Kaito dan Kurosaki Ichigo. Aku berusaha mengingat kenangan tentang mereka.

Kein shiba teman SMPku, teman yang pertama membuat aku bisa memikirkan tentang apa yang disebut dengat kata 'Simpati' atau ngefans atau apalah itu.

Tapi belum sempat aku sampai ke kata itu, aku tahu dia sudah memiliki seseorang dihatinya, seseorang itu adalah teman SD ku sendiri –Miyako-. Jadi aku lupa dengan kata–kata teman-temannku tentang kata "Simpati/ngefans" itu. Sebenarnya aku juga tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau kata-kata itu.

Kemuadian Kuroba Kaito, dia pacarku sewaktu kuliah di Seiretei University. Dia sangat baik padaku tapi orang tuanya tidak menyukaiku dengan alasan urusan bebet, bobot dan apalah itu, aku tidak mengerti.

Awalnya aku tidak menyukainya. Entah mengap aku tidak menyukainya padahal dia baik, ramah, sangat melindungiku dan nyaris sempurna di mata para wanita yang melihatnya.

Entah membutuhkan berapa lama waktu, untukku menyadari bahwa dia berarti bagiku.

Tapi Setelah kesadaran itu datang semuanya menjadi semakin sulit. Orang tuanya menyuruh Kaito menikah dengan wanita pilihan mereka. Awalnya dia tidak mau dan menolak, tapi setelah ibunya sekarat.

Aku tidak tega membiarkan hal buruk menimpa dia dan keluarganya. Lalu kuminta dia untuk melupakan aku dan menikahi wanita pilihan orang tuanya itu.

Sekarang mereka sudah menikah. Beberapa minggu yang lalu aku bertemu mereka di taman bunga tulips Keukenhof-Holland, saat aku liburan disana. Aku melihat dia dan istrinya yang sedang menggendong seorang malaikat kecil mereka yang sangat lucu.

Dia dan istrinya sangat baik padaku, istrinya tahu tentang permasalah kami. Aku senang sekali melihat mereka bahagia, walaupun seharusnya akulah yang berada di posisi wanita itu.

Terakhir Kurosaki Ichigo. Ya, dia teman dan sahabatku waktu di SMA. Sahabat yang sering bertengkar denganku, hampir setiap hari aku berdebat mengenai hal yang tidak terlalu penting dengannnya walaupun itu membuat kami bisa lebih dekat dan tertawa bersama.

Tapi aku tidak banyak tahu tentang dia dan tentang perasaannya padaku. Rasanya sulit menebaknya, sama sulitnya seperti menebak perasaanku sendiri.

Huahhhhzzz… Aku mengantuk, aku harus pulang. Aku mengambil tasku dan menjinjing sketsa-sketsaku dan berjalan sambil tetap mendengarkan iPhodku yang volemenya hampir full. Baru beberapa meter aku berjalan tiba-tiba…

End of Rukia's POV

…To be Continued…