PERSONA ASSASINATION

GENRE : Fantasy, Action, Thriller, Horror, Dark-Comedy/Drama

RATING : M

DISCLAIMER :

Mungkin belum bisa dibilang crossover, karena hanya mengambil tipe-tipenya saja. Cerita ini masih PERSONA. Namun dengan gaya NINJA ASSASSIN dan KILLBILL, tema sedikit TWILIGHT, dan lain-lain...


"INTRODUCTION"

~Aku punya banyak nama… Hmm, well. Itu Cuma nama sih, sebenarnya nggak terlalu penting. Nama asliku Hisagi Akihiko waktu aku lahir. Tetapi ketika berada di Kelompok BlackOut ini namaku berubah menjadi Akihiko Hisagi. Dan orang-orang di BlackOut gampangnya memanggilku dengan nama Akihiko atau Hisagi~

~Dari cara aku lahir, begini seharusnya aku anak special yang sempurna. Aku tak ingat mengapa aku bisa berada disini dan tak begitu ingat tentang diriku. Di tempat bangsat menyebalkan kelompok BlackOut ini. Yang kutahu ayah dan ibuku meninggal ketika aku masih kelas 6 SD di jurusan Assassin ini~

~Aku sekarang menjadi pembunuh sadis tak berperasaan. Harus kuakui. Di sisi lain, aku benci semua hal ini. Tapi sisi lain, aku mencintai hal ini. Dan, kelompok BlackOut adalah sumber kehidupanku. Aku tak ingin menjadi pengkhianat karena aku sendiri tak menyukai hal tersebut. Walau pada akhirnya mau tak mau harus kulakukan juga sepertinya… Jadi, beginilah aku. Dan kalau boleh jujur. Membunuh tak semengerikan yang kau kira, itu bisa sangat menyenangkan dan memacu keberanianmu~

~Untuk kedua kalinya, aku bisa menghirup udara segar dari lingkungan markas BlackOut yang tersembunyi (Yang pertama kali ketika misi pertama. Dan ini misi kedua yang jauh lebih serius). Aku sekarang menyamar menjadi anak kelas 1 SMU di SMU Tsukioka. Hey, aku benar-benar jadi murid kok. Tapi ada maksud tertentu juga sih. Aku ditugaskan untuk menyelidiki sebuah grup misterius di SMU ini~


"Namaku Akihiko Hisagi" Hisagi berdiri di depan kelasnya, X-7. Sambil memakai seragam putih pendek dan celana panjang hitam yang terkesan sedikit ketat sekali jika dilihat "Tak ada yang terlalu special tentang diriku" ujar dirinya depan kelas

Seisi kelas X-7 pun berbisik-bisik sesuatu. Baik cowok maupun cewek…

"Dia cakep" bisik suatu siswi

"Perasaanku atau dia itu juga manis?" tanya satu siswa

"Aku ingin mengencaninya kalau dia perempuan" ujar satu siswa

"Saya duluan!" gertak satu siswi

Di sisi lain…

"Sok cool banget" gerutu satu siswi

"Emoishgay. That's him" ujar satu siswa

"Jangan-jangan dia psycho?!" panic satu siswi

Akihiko sempat belajar tentang teknik pendengaran tajam ketika masih di klan BlackOut. Sehingga kenyataanya dia bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan siswa-siswi lain walaupun mereka hanya berbisik-bisik. Akihiko cuma cengar-cengir saja. Wali kelas Akihiko pun menyuruh Akihiko duduk. Akihiko ditempatkan di meja sisi kanan kelas. Dari deretan 1-5 Akihiko mendapat deretan 4. Dia mendatangi tempat duduknya. Menaruh tasnya dan duduk. Siswa di sebelah dia melihatnya…

"…"

"…"

Siswa di sebelahnya lalu mengaruk-garuk rambut kepala dia. Walau tahu dia mempunyai rambut merah yang tipis.

"Scratch-scratch-scratch!"

Akihiko lalu menoleh, dia melihat tingkah laku siswa di sebelah dia yang nggak jelas. Siswa tersebut juga melihatnya…

"…"

"…"

Mereka lalu menghadap ke depan lagi, beberapa menit kemudian saling menatap lagi. Ke depan, balik, depan, balik, depan, balik…

"KRINGGG"

Mendengar bel berbunyi. Seluruh siswa di kelas X-7 langsung membereskan buku-buku mereka dan keluar kelas. Bel istirahat. Akihiko lalu hendak keluar. Tetapi dicegat oleh siswa yang duduk di sebelahnya tadi.

"Hey! Tunggu" siswa tersebut menahan lengan Akihiko

"Hmm?"

Siswa itu sedikit lebih tinggi dari Akihiko. Dilihat dia yang sekarang berdiri di depan Akihiko.

"Mungkin kurang sopan. Aku Samuel Marcus. Salam kenal" Sam mengulurkan tangannya

Akihiko Cuma mengangguk kecil "Okey" dia menjabat tangan Sam "Akihiko Hisagi"

~Samuel Marcus, temanku pertama kali di SMU Tsukioka—Well, mungkin lebih dari teman… tapi nggak sampai juga menjurus ke cinta. Dan menurut teoriku, segala suatu tentang apa yang namanya disebut 'Hubungan' dengan individu lain itu hanyalah fantasi. Karena, kita semua egois. Dari hidup sampai kita mati.~

~Berkat Sam, aku tak begitu kesepian ketika di kelas. Karena hampir 75% siswa di kelasku tak ada yang menegurku. Tapi entah mengapa ada saja surat-surat misterius bermunculan di meja—bahkan di tasku. Yang kukejutkan, itu tidak semuanya dari perempuan. Ada juga laki-laki!.~

"Akihiko, aku suka kamu"

"Akihiko, kamu kok manis?"

"Akihiko, kok kamu kayak cewek?"

"Akihiko, apakah kamu androgynous?"

"Akihiko, boleh meminjammu semalam?"

"Akihiko, bagaimana jika kita jalan-jalan?"

Well… Akihiko tak menghiraukan surat-surat itu. Tapi dia juga tak mau menyinggung perasaan orang. Jadi, dia membuang surat itu ketika sekolahan sepi. Jadi sang pengirim surat tersebut tak mengetahui bahwa surat itu dibuang…

~Sam juga membantuku mencari tahu tentang grup misterius di sekolahan dan asrama markas mereka. Berkat dia juga, sekarang aku berhasil tinggal di asrama markas grup itu. Yang diketuai oleh Senzai Stanley. Dia sekaligus ketua Osis sekolahan.~

~Ngomong soal tempat tinggal, sebelum aku berhasil mendapat simpati untuk tinggal di grup Senzai itu sebenarnya aku ada kesulitan sedikit…


Kembali ke masa dimana Akihiko berdebat dengan suatu bapak tua penjaga apartement yang hendak Akihiko sewa…

"BRAK" Suara pintu apartmenet bobrok yang dibuka Akihiko

"Sewa atau jual! 5000 $!!!!" teriak seseorang dengan suara khas seperti orang lanjut usia

Akihiko lalu terdiam, terngangak, dan tak percaya dengan apa yang dia dengar. Apartement bobrok dengan harga 5000$ ?

"Apa? Apa telingaku salah?" gerutu Akihiko memandang bapak tua penjaga apartement itu yang sedang duduk merokok di kursi "Bapak mau menipu anak kecil kah?"

Akihiko lalu memandang ke setiap sisi apartement itu. Berdebu, usang, jorok, kecil, jelek… Kemana pun dia ke setiap ruangan apartement itu selalu ada kejelekan yang dia lihat…

"Lihat! Plafon bocor!"

"Nggak ada kasur!"

"Dinding-dinding rusak!"

"Nggak ada air!"

"Lantai berlubang!"

"Nih wastafel otomatis bisa di pasang lepas ya?!"

"Kabel apaan nih?! Berantakan!"

"Nggak ada ruang keluarga, AC, Televisi, Stereo Player…" Akihiko sambil mondar-mandir melihat seisi apartement itu…

Setiap keluhan dan omelan Akihiko tak begitu ditanggapi oleh bapak tua itu. Dia hanya terus merokok memandang Akihiko yang berjalan ke sana kemari.

"Bapak mau melakukan penipuan kah?!"

Bapak itu lalu mengarahkan tangannya ke suatu ruangan "Ruang gimnastik?"

Akihiko lalu mendatangi ruang gimnastik itu. Tapi yang dia lihat hanyalah sebuah alat fitness tua berdebu yang buruk. Bahkan udah nggak bisa digunakan. Akihiko lalu menendang-menendang alat fitness itu…

"Bapak naruh rongsokan disini disebut ruang gimnastik?" tanya Akihiko

Akihiko lalu hendak beranjak dari ruangan itu. Ketika dia melangkah keluar tiba-tiba pintu depan masuk apartement…

"TBUAAAAKKKK"

Jebol dengan sendirinya tepat di depan bapak itu duduk. Tetapi bapak itu tetap diam-diam saja…

"Nah! Pintu pun jebol! Butuh biaya perbaikan tambahan!" gertak Akihiko

Akihiko lalu mendatangi ke depan bapak itu lagi…

"Bapak, yang bener dah pak! Nyewa apartemen ini 5000$? Gak bakal laku!"

"Jual atau sewa, tetap 5000$!" Bapak itu keras kepala

Akihiko lalu sedikit kesal mendengarnya, bapak yang keras kepala ini "Bapak tuh udah tua masih bisa keras kepala gini…" gerutu Akihiko, dia sebenarnya ingin melayangkan pukulan ke kepala bapak itu

Tiba-tiba bapak itu terhentak dari kursinya dan berteriak…

"BACOT! JUAL ATAU SEWA TETAP 5000$ BOCAH TENGIK!!!!!"

Mereka berdua lalu terhening sebentar… Akihiko lalu hanya menyengir menatap bapak itu dengan tajam…

Sementara itu, di saat yang sama. Ada seseorang laki-laki besar bertopeng Jason Voorhees. Yang kenyataanya dia memang Jason Voorhees. Tapi entahlah, mungkin dia hanya sebuah sosok copycat. Dia sekarang dengan membawa tas ranselnya sedang berjalan menaiki anak tangga menuju kamar dimana Akihiko berada tadi. Belum sempat dia menaiki tangga perhentian depan pintu kamar itu tiba-tiba Jason melihat sebuah sosok bayangan melayang keluar dari pintu itu dengan cepat... dan melayang di tangga dengan kasar…

"TBRAAKKKK!!!!!!!"

Jason terdiam, dia lalu melihat seseorang lagi keluar dari kamar sambil marah-marah…

"Terima itu, BANGSAT!" Teriak cowok yang ternyata Akihiko itu. Dia keluar dari kamar dan menuruni tangga "Dasar bapak tua goblok, bego, blah blah blah… BACOT!!!!!!!" Dengan emosi, dia tanpa peduli berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah dan menubruk badan Jason yang berdiri di posisinya tadi. Jason bahkan tak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi di tempat itu…


"Aku nggak ngerti" Ujar Sam

Sekarang, Sam dan Akihiko berada di meja kantin. Mereka sekarang sedang hendak menyantap bekal siang mereka yang baru mereka beli tadi. Sam membeli bakso dan Akihiko membeli mie pangsit.

Sam sambil meniup bakso tersebut yang agak panas "Kau tuh paranormal kah ya?" Sam lalu menyantap pentol yang tertancap oleh garpu yang dia pegang "Senzai kok bisa ya biarin kamu ikut bersama grup misteriusnya…?"

"Entah, beruntung kali" jawab Akihiko sambil menyantap mie pangsitnya

"Tapi… itu aneh sekali Akihiko... Mereka bahkan belum mengenalmu lebih dalam. Langsung saja mengikut-sertakan orang asing sepertimu" gumam Sam "Bahkan sampai kau diizinkan masuk—menginap di asrama mereka"

"Haha" Akihiko hanya tertawa kecil

Akihiko lalu terdiam sebentar… Dia lalu berusaha berbicara

"Sam, thanks sudah membantuku" ujar dirinya sambil melipat tangannya

"Nggak masalah" Sam berbicara sambil menguyah pentol di mulutnya "Nyam-nyam"

Akihiko terdiam melihat Sam yang begitu rakusnya menguyah pentol di mulutnya…

Sam lalu menelan pentolnya "Kau tahu, aku sebenarnya mau karaokean. Tapi nggak tahu mau ajak siapa"

"Dan kau sudah mendapatkan orang yang akan menemanimu"

"Kau mau?"


"Boleh"


Pulangan sekolah. Sesuai janji, Sam mengajak Akihiko berkaraoekan di mall. Namun, kita percepat saja bagian ini langsung ke saat mereka selesai berkaraoekan. Sam dan Akihiko sekarang baru melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu…

"Kenapa kau memilih lagu macam-macam seperti itu?" heran Sam sambil berjalan di sebelah Akihiko "Genre lagu yang kau pilih kebanyakan Post-Grunge, Metalcore, Rock, Hardcore, Emo, Punk, Garage Rock…"

"Aku suka Pop juga kok" bantah Akihiko

"Hampir 75% lagu yang kau nyanyikan tadi bertipe seperti itu semua" tambah Sam "Dan harus kuakui, teriakanmu ketika kau menyanyi tadi keren"

"Thanks" tersenyum Akihiko

Sam lalu celingak-celinguk. Mereka berdua lalu duduk di kursi dekat air mancur di tengah mall.

"Akihiko, apakah aku sudah cerita tentang member lain di grupmu itu?"

"Kau hanya cerita tentang Senzai. Dan waktu aku kemarin berkemas-kemas ke Dorm aku hanya menemui Senzai" jawab Akihiko

"Oke, sedikit informasi tentangmu" Sam sambil melirik ke arah lain

Akihiko pun ikut melihat ke mana arah mata Sam. Arah yang menuju ke 4 Orang. Termasuk Senzai dengan 3 orang lainnya sekarang yang sedang di depan toko obat.

~Sam menceritakan sedikit tentang 3 member lainnya ke aku.

~Shin, dia kelas XI. Wakil ketua grup.

~Karen, dia kelas X. kekasih Shin.

~Rozelle, dia kelas X.

"Kau hanya menceritakan nama mereka saja..." pikir Akihiko

"Memang aku fans berat mereka apa?" tunjuk Sam


Sore harinya…

Akihiko pulang ke dorm dia sekarang. Tetapi tak ada siapa-siap di dorm. Karena itu dia langsung ke kamarnya saja di lantai 2. Kamarnya terletak di ujung. Di kamar dia terdapat kasur dengan seprai hitam dan selimutnya putih, lemari, televise, satu kotak dengan isi CD Lagu-lagu, radio, laptop. Akihiko sekarang sedang menjawab telepon lewat handphonenya. Itu dari ketua BlackOut yang misterius…

"Saya baru berhasil menyelinap ke dalam tempat ini"

"Kerja bagus Akihiko. Pertahankan posisimu sekarang. Berbaik-baiklah dan cari tahu segala tentang mereka"

"Tapi bagaimana jika saya ketahuan?"

"Jangan pesimis Akihiko. Kita tahu kita bisa mengandalkanmu"

Sambungan pun diputuskan oleh Blackout. Akihiko lalu mematikan koneksi dan menaruh handphonenya di meja dekat laptopnya. Dia lalu melihat koper gitar panjang yang tergeletak di kasur. Dia membukanya. Isinya sebuah 2 pedang katana, 3 besi ban, 2 pisau belati, pistol dan peluru-pelurunya.

Karena hari sudah larut. Akihiko hendak pergi tidur. Namun ketika dia baru saja meletakan kepalanya ke bantal dan menyelimuti dirinya. Sesuatu tiba-tiba membuka pintunya perlahan-lahan. Akihiko tapi tak mau langsung memberi respon. Dia berpura-pura tidur. Sesuatu itu tiba-tiba menghilang dan menutup pintu kembali. Dari suara langkah kaki yang didengar Akihiko…

"Tap tap tap…"

Suara langkah kaki itu menjauhi kamarnya. Akihiko jadi penasaran, dia lalu mengambil 2 belati dia dan memasukannya ke dalam saku celana dia. Dia lalu mengikuti kemana langkah kaki itu pergi. Kalau sudah larut seluruh lampu dorm di matikan. Langkah kaki itu membawa Akihiko ke lantai 4. Di mana hanya ada sebuah ruangan seperti ruangan khusus untuk meeting gitu. Akihiko lalu memasuki perlahan-lahan ke dalam ruangan itu.

"…"

Namun dia tak menemukan apa-apa selain kekosongan. Ruangan meeting itu tidak ada yang menarik. Tak ada siapapun di dalam. Tapi ada sesuatu yang menjadi pusat perhatian Akihiko. Sebuah pintu bolong misterius yang bermesin semerawut. Pintu itu tak tertutup rapat. Sepertinya pintu itu menuju ke suatu dimensi lain. Akihiko yang penasaran. Tak berpikir lagi dan langsung memasuki ke dalam pintu itu…

BERSAMBUNG


Next Chapter is short... any review guys?