Disclaimer : Eyeshield 21 ® Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

Alice In Wonderland ® Disney

Genre : Adventure

Warning : OOC, abal, gaje, nggak nyambung.

Eyeshield21 Story :

If Mamori was Alice

~Chapter 2 : Invasion~

"Jadi kau,ya, sang 'Alice'?" tanya suara tadi pada Mamori.

Mamori tercengang saat melihat wujud di depannya itu.

"YUKIMITSU???!!" teriak Mamori saat melihat wujud ulat bulu raksasa berkepala Yukimitsu di depannya.

"Ehm.. Nona, aku sedang bertanya padamu. Dan lagi, namaku Yukki, bukan Yukimitsu." Jawab sang ulat bulu.

"E-Eh.. Maaf. Lalu kenapa kau dipanggil Absolem's Son?" tanya Mamori penasaran.

"Disini, semua orang punya nama samaran. Contohnya, aku; nama samaranku Absolem's Son, lalu Komusubi; nama samarannya White Rabbit, dan lagi… tunggu. Kenapa aku jadi menjelaskan hal ini?" Yukimitsu bingung sendiri, sementara Mamori sweatdropped.

"Hei, Absolem's Son!! Cepat ke topik utamanya! Dia ini 'Alice' atau bukan???!!" Monji sudah mulai kehilangan kesabarannya.

"Maaf, maaf. Terbawa suasana.. Ehehe." Jawab Yukki santai.

"CEPATTTT!!!" teriak 3 bersaudara bersamaan.

"Iya, iya! Tolong buka gulungan Oriculum-nya." Perintah Yukki. Monji, Kuro, dan Toga pun membuka gulungan itu. Mamori ikut melihat ke arah gulungan super panjang itu. Semua gambar yang ada di kertas itu terlihat bergerak.

"Tunjukkan padanya hari 'Frabjous'." Perintah Yukki lagi. Mamori agak bingung mendengar hal itu. 'Frabjous?' tanyanya dalam hati.

"Ini. Hari Frabjous adalah hari dimana White Queen bertarung melawan Red Queen. Pemenangnya nanti akan menguasai negeri kami ini." Jelas Kuritan yang menyadari kebingungan Mamori tadi.

"Lalu, apa hubungannya aku dengan hari Frabjous itu?" tanya Mamori polos.

"Menurut ramalan, kaulah yang akan mewakili pihak White Queen untuk pertarungan itu." jelas Monji.

"Wakil white queen itu biasanya disebut 'Alice'." lanjut Kuro.

"Dan tugasnya adalah membunuh naga yang katanya akan menjadi wakil dari Red Queen." kata Toga mengakhiri penjelasan mereka.

"Tunggu.. Bunuh? Aku tidak mau membunuh!" kata Mamori.

"Ta-tapi.. Kalau kau tidak mau membunuh naga itu, bagaimana nasib kami…?" tanya Kuritan ragu.

"FU-FUGO!!" Komusubi ikut mendukung(?) perkataan Kuritan.

"Kalian bisa cari wakil lain, kan? Lagipula, sepertinya aku bukan 'Alice' yang tepat.. Aku tidak pernah membunuh siapapun!!" Mamori mencoba membantah semua kenyataan(?) yang ia dengar.

"Jadi.. Kau bukan sang 'Alice'?" tanya Kuritan ragu.

"Bagaimana menurutmu, Absolem's Son?" tanya Monji pada Yukki.

"Kau tau? Aku mulai terganggu dengan nama samara itu.." keluh Yukki.

"Absolem's Son!!!" lagi-lagi 3 bersaudara berteriak secara bersamaan.

"Iya.." jawab Yukki malas. Ia lalu menatap Mamori lekat-lekat. "Sepertinya.. Ia bukan sang 'Alice' sekarang." Yukki mengatakan pendapatnya, yang sering dianggap absolut oleh semua orang.

"Dengar!! Apa kubilang, kelinci pendek!!" Monji mulai marah-marah pada Kumusubi.

"FUGO FUGO FUGO!!!" Komusubi juga marah-marah pada Monji. Akhirnya, terjadilah pertengkaran di antara mereka berdua. Kuritan lagi-lagi mencoba memisahkan mereka, namun, nasibnya masih sama seperti tadi; terinjak-injak.

Di sela-sela pertengkaran itu, Yukki mengatakan sesuatu pada Mamori. "Lebih baik kau mulai bersiap menjadi 'Alice'. Hari Frabjous itu kian mendekat, dan hanya kau yang bisa membunuh naga itu." Setelah berkata begitu, sosok Yukki hilang ditelan asap tebal misterius.

'Mulai bersiap? Apa maksudnya? Lalu.. hanya aku yang bisa membunuh naga itu? Aku nggak ngerti sama sekali..' batin Mamori.

Tiba-tiba, terdengar suara-suara gaduh menuju ke arah mereka. Komusubi dan Monji langsung menghentikan pertengkaran mereka dan melihat ke arah suara gaduh itu, begitu juga Mamori dan yang lainnya.

Sesaat setelah suara itu, terlihatlah sesosok makhluk super aneh berlari ke arah mereka semua, beserta beberapa kartu remi yang dapat berlari (dan berjalan tentunya). Mereka yang ada disana (Mamori dkk plus makhluk lain yang ada disana) pun berlari kabur dari tempat itu, dan mencari tempat sembunyi yang pas.

Misalnya saja, Kuritan bersembunyi dibalik daun, sedangkan Monji, Kuro, dan Toga bersembunyi dibalik pohon tua. Mamori sendiri terus berlari bersama Komusubi. Mereka sepertinya tidak berpikir untuk sembunyi.

Tiba-tiba, ada sebuah jaring yang mendarat tepat di atas kepala Komusubi. Ia telah tertangkap oleh salah satu dari kartu remi itu.

"FUGO!!!" teriak Komusubi meronta. Tapi sayangnya, tidak ada yang mendengar teriakannya karena disana terlalu berisik. Selain Komusubi, ternyata tiga bersaudara juga tertangkap oleh sang kartu remi. Kini, hanya tinggal Mamori yang berlari menyelamatkan diri.

Mamori terus dan terus berlari. Ia sadar, hanya dia yang dikejar oleh sang makhluk super aneh tadi. Mamori berlari memasuki area yang penuh dengan jamur raksasa. Disana, ia mencoba untuk sembunyi dibalik salah satu jamur yang paling besar.

Mamori sempat mengambil nafas sejenak, sebelum keberadaannya ditemukan oleh sang makhluk super aneh.

"Mau apa kau?!" teriak Mamori ketakutan. Makhluk itu tidak menjawab perkataan Mamori, dan malah mengaum memamerkan gigi-giginya yang sangat menyeramkan tepat di depan wajah Mamori. Melihat gigi-gigi sang makhluk aneh yang menyeramkan, Mamori cepat-cepat mengambil langkah seribu. Namun sayangnya, makhluk itu melayangkan sebuah cakaran yang mendarat tepat di lengan kanan Mamori.

Karena serangan itu, Mamori, yang sedang berlari menuruni sebuah bukit, jatuh terguling-guling. Makhluk itu ikut menuruni bukit kecil untuk mengejar Mamori. Mamoripun berusaha untuk bangkit dan berlari kembali, namun tubuhnya terasa sangat berat sekali.

Tiba-tiba, terdengar sebuah bunyi yang sepertinya Mamori kenali. Tiga detik setelah terengarnya suara itu, terdengar bunyi BLAR!! disertai teriakan kesakitan dari sang makhluk aneh tadi. Mamori hanya menatap makhluk yang sekarang telah mati itu dengan tatapan bingung.

"Heh! Merepotkan saja!!" keluh seseorang yang sepertinya telah membunuh makhluk aneh itu. 'Suara itu…' Mamori merasa ia mengenali suara itu.

Orang yang membunuh makhluk aneh itu lalu mendekati Mamori. "Hei. Kau tidak apa?" tanyanya pada Mamori. Namun sayangnya, sebelum menjawab orang itu, Mamori telah terlebih dahulu tidak sadarkan diri, dikarenakan terlalu banyak darah yang keluar dari lukanya.

"Hei!! Bangun!" teriak orang itu, berusaha membangunkan Mamori. "Cih, sial.." orang itu lalu membawa Mamori masuk ke dalam hutan yang sangat lebat.


Hwaa…. Minna-san… Maap banget baru update.. .

Jadi ceritanya gini.. Akhir-akhir ini, sang author gaje penulis ini cerita itu (katanya) sibuk.. ditambah lagi nggak ada ide… T.T

Tapi.. akhirnya jadi juga chap 2-nya… xD

Chap 2: tapi, kenapa aku 'isi'-nya Cuma sedikit?

Author: Nee.. Maap banget chaph… Lagi gak ada ide.. ^^7

Chap 2: dimaklumi.. terus, kenapa (kayaknya) banyak yang aneh bin ajaib?

Author: gak ada ide.. ^^7

Chap 2: …………. -_-

Author: ehehehe… ^^7

Chap 2: Betewe… kamu belom bales review loh…

Author: WHAT???!!

Gomenne… Nie balesan reviewna..:

RisaLoveHiru : mungkin…? Saya juga gak tau akhirnya akan jadi seperti apa.. xD fufufu~

Belom nonton? O.o padahal filmna seru juga loh… xD

Tapi.. ni cerita beda banget sama versi aslinya.. ^^7

eN.. emang alurnya kecepetan.. T.T

Soalnya si author bingung.. Gak ada lawan bicaranya gitu deh.. ToT

Okeh.. ^^"

Just reader 'Monta' : waih waih… *ngikut* absolem's son itu… liat aja di chap ini yah.. ^^a

Okeh.. xD n makasi.. ^^

Kazeyana Fami : keren..? mungkinkah? =3 *berkhayal*

Iah.. entah sengaja ataupun tidak sengaja.. nti saya punya kejutan khusus.. tapi… nanti yah.. kalo jadi.. fufufu~

Okeh… ^^

Fitria ogah login : nee-chan knapa ogah login? ==a (prtanyaan ga mutu, jgn dijawab)

Review gaje tuk author gaje… hihihi… xD

Pernah punya??? O.o Pinjeeeem… o

Makasi… =)

Iah.. makasi sudah menunggu… ^^"

RiikuAyaKaitani : Iya.. xD

Makasi telah menunggu n maap ngaret.. xD

YoshiKitty29 : wah… makasi… xD

Segera… xD


Eheheh… Makasi tuk yang udah review… Mohon maap kalo chap ini kurang seru, kurang bagus, kurang keren, kurang…. (author abis ide)

N maap juga kalo ada mistypo yah.. Sekedar info, author gak ngarepin adanya mistypo kok! Salahkan laptop ini yang suka menclak-menclok ke alinea laen.. =A=

Berhubung saya mau makan martabak manis dulu(ada yg mau?), saya tutup aja acara nge-gaje ini. Jangan lupa review-nya ya, minna… sampai ktemu… xD

Sign,

Yuri