"mwo? Kau menyukai adiku, onnie?" kata Sooyoung

"adikmu?"

"CHOI MINHO kan yang kau maksud, pelayan di rumah makan yang dua hari kemarin kita kunjungi kan?" Sooyoung mengintrogasi

"choi minho… adikmu? ahahahaha mengapa adiknya lebih tinggi dari kakaknya?" tanya Sica bermaksud meledek

"hei hei! Dia kan laki-laki.. lagipula tinggimu tidak melampaui aku.."

Beberapa lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan, yang ternyata disana sudah ada Tiffany dan Yoona

"wah, ada kalian ya.. ayo bergabung bersama kami.."

"baiklah" kata Sica menyetujui ajakan Yoona yang mengajak duduk bareng, sementara itu Taeng pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan baju seragam pelayan

"Kalian hanya berdua?" Tanya Sooyoung

"tidak, kami sedang me…"

Tanpa sempat Fanny menjawab, orang yang ia maksudkan datang "annyeong" sapa Sunny pada teman-temannya

"annyeong" kata yang lain

"Tadi kau pergi bersama adikmu ya?" tanya Yoona

"iya, kenapa? Kangen? Sebentar lagi ia kesini lagi kok, membawakan hand phone ku.." jawab Sunny

"hehhe.. nanti ajak makan bareng saja ya, kalian semua tidak keberatan kan?" tanya Yoona sambil menatapi teman-temannya satu per satu dengan penuh harapan

"tentu saja tidak.. Yoona mengapa kau suka anak yang pantas kau jadikan dongsaeng?" tanya Sooyoung

"karna aku merasa cocok dengannya" jawab Yoona

"permisi.. mau pesan apa?" tanya Minho yang sebelumnya sudah disuruh melayani meja ini oleh Taeng

"aku ini saja.." jawab Sica sambil menunjuk ke sebuah gambar yang ada di meja

"aku samakan saja dengan Sica onnie, yang lainnya, kalian semua mau pesan apa?" tanya Sooyoung

"sudah, semuanya samakan saja" jawab Fanny

Sementara Minho sedang menulis pesannan mereka, Sica hanya bengong menatap mata Minho yang penuh karisma

*-*-*-*-*

Pada waktu yang sama ……

"Minho! Kau yang pergi ke meja nomor 2 ya, mereka teman-temanku" perintah Taeyeon

"baik noona" Minho menyanggupinya

"noona, tolong antarkan ini ke meja nomor 4" perintah Key

"baiklah.. Key, hari ini sepi ya.." Taeng menyanggupinya

"iya, sepertinya kita akan memakan gaji buta hari ini.. kekeke"

"kekeke" mereka tertawa bersama, lalu Taeng pergi mengantarkan makanannya ke meja nomor 4. 'aku tertawa bersama Key, tapi apa aku pantas untuknya? Aku kan noonanya dia..' kata hatinya Taeng

Saat Taeng sudah kembali ke dapur, ia mendekati Key yang sedang membuatkan sesuatu "kau sedang membuat apa?" tanya Taeng

"ini coklat hangat, kubuatkan ini untuk aku, noona dan Minho" kata Key sambil tersenyum

"oh, terimakasih dongsaeng.. kau baik sekali, padahal aku baru bekerja disini selama 2 hari"

"kekeke jangan begitu.. kita kan teman, dan teman harus saling berbagi.." kata Key sambil tersenyum

"Key! Ini pesanan yang harus kau masak.. pesanan dari meja nomor 2" kata Minho

"oh, baiklah.. itu ada segelas coklat hangat yang sengaja kubuatkan untukmu.."

"oh, terima kasih Key.."

"ne"

Taeng yang sedang duduk sendiri meminum coklat hangat buatan Key itu kini ditemani oleh Minho

"noona… kau dibuatkan coklat hangat juga oleh Key?" tanya Minho yang mendekat kea rah Taeng dan coklat panas miliknya yang terletak di meja

"oh iya.. dia itu jago masak ya?" tanya Taeng

"iya.. masakannya enak sekali, pak manager saja sampai tidak mau kehilangan dia" jawab Minho

"begitu ya.."

*-*-*-*-*-*

Malam hari adalah waktunya 3 orang pelayan itu pulang. Seperti biasa, mereka pulang bareng bertiga

*-*-*-*-*

"Taeng! Aku sudah mendapatkan nomornya Minho.." kata Sica

"dari siapa?"

"tentunya dari Sooyoung.. dia kan kakaknya"

"sudah kau coba hubungi?"

"sudah.. suaranya gentle banget!!" puji Sica

"kekekek dasar kau ini"

"hari ini kamu mau kerja kan?" tanya Sica

"ne, kau pasti mau ikut ya?"

"ne, aku ada janji dengan Minho, oh iya, jangan ajak-ajak yang lain kecuali Sooyoung ya"

"ne, baiklah"

Ding dong ~ ding dong ::bel ding dong berbunyi tanda anak-anak boleh pulang::

"Sooyoung.. aku ada janji dengan adikmu.. kau harus ikut.." bujuk Sica

"ne. baiklah.. aku ingin makan disana"

"yang kau fikirkan hanya makan saja ya? kekeke" kata Taeng sambil tertawa

"kalau kita tidak makan, nanti kita bisa mati kelaparan tau!" balas Sooyoung

*-*-*

Di rumah makan ……

"noona, duduk disini saja ya" kata Minho mengajak Sooyoung dan Sica duduk

Mereka bertiga mengobrol tentang kehidupannya masing-masing

"Sooyoung noona suka makan sambil tidur loh! Kekekekek" ejek Minho pada kakaknya

"hei hei!! Di rumahku juga suka ada yang tidur sambil memeluk bola kesukaannya" balas Sooyoung

"KEKEKE" mereka bertiga tertawa bersama

"Minho!! Ada urusan apa kau mengobrol dengan Sica? Aku tidak mengijinkannya" terdengar suara Fanny yang membentak Minho

"apa urusan noona melarang-larang aku mengobrol dengan Sica noona?"

"karna… karna aku SUKA PADAMU!!" kata Fanny kembali membentak Minho

"tapi, noona aku tidak menyukaimu…" balas Minho dengan nada datar

Sooyoung dan Sica hanya menonton acara pertengkaran itu

"apa kau sadar kau telahh menyakitiku?" tanya Fanny masih membentak

"iya! AKU SADAR!! Tapi aku tidak menyukaimu noona! Cari saja yang lain.. sekarang noona keluar saja!" kali ini Minho membentak Fanny

Taeng yang sedang mengantar pesannan ke meja nomor 3 pun melihat pertengkaran di meja nomor 1

Fanny lari keluar rumah makan itu sambil menangis. Minho pun pergi ke dapur untuk bekerja.

"dasar Fanny tidak tau diri, aku saja tak pernah melarang-larang adiku mengobrol dengan orang lain" kata Sooyoung

"lebih baik kita pesan makanan saja deh Soo.." kata Sica

*-*-*-*

Keesokan harinya

"aku menyukaimu" kata Sica yang terlihat sedang menelpon seseorang

"maaf noona.. tapi aku tidak menyukaimu.. dan sebenarnya……" lawan bicara Sica di telpon menahan ucapannya

"sebenarnya apa?" tanya Sica penasaran

"aku menyukai orang yang lain, yang seumur denganku" jawab si lawan bicara

"Minho, sekarang aku harus melupakanmu" balas Sica yang langsung menangis dan menutup telponnya

*-*-*

"onnie.. kau mau langsung pulang?" tanya Seohyun

"tidak aku mau bekerja dulu, kau ikut aku ya.."

"baiklah"

"Kalau kau mau membantuku juga boleh, nanti aku yang minta izin pak manager" kata Taeng

"ne. aku mau.. dari pada aku diam dirumah..lebih baik aku membantu onnie"

Beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah makan itu. Taeng sudah meminta izin pada manager agar Seohyun boleh bekerja disana untuk sementara.

"loh? Seohyun? Mengapa kau ada disini?"

"eh, Minho.. aku akan bekerja disini sementara, untuk mengisi waktu luangku"

"oh begitu"

"eh, kalian sudah saling kenal?" tanya Taeng

"tentu saja.. kita berteman dari kecil" jawab Seohyun

"oh, pantas saja kau akrab dengan Sooyoung juga"

"eh, ini siapa?" tanya Key yang baru datang

"oh, Key. Ini Seohyun"

"ooh"

Yoona datang bersama pacarnya yang tak lain adalah adiknya Sunny, Lee Taemin. Key mendatangi mereka berdua

"Ya! Minnie.. kau sudah punya pacar ya"

"Ya! Key hyung, jangan memanggilku dengan sebutan 'MINNIE' di depan pacarku"

"kekeke,.. memangnya kenapa Min? aku juga tidak akan langsung memutuskanmu kan?"

"kekeke noona bisa saja.. hyung, aku mau pesan ini, dua porsi ya"

"baiklah" Key mulai berjalan ke dapur untuk memasak pesannan

"tadi itu siapa? Kau mengenalinya?" tanya Yoona

"ne. dia hyung yang paling perhatian"

"Kalian bersaudara kandung?"

"tidak, hanya saja kami sudah sangat dekat, jadi kami sudah seperti kaka-adik kandung" jelas Taemin

"oh begitu"

"Seohyun, kau yang mengantarkan pesanan ini ya." Perintah Key

"baik, meja nomor berapa?" tanya Seohyun

"nomor 4" jawab Key

*-*-*

Malam harinya…

"Seo, kau pulang kea rah mana?" tanya Key

"Ke arah Barat" jawab Seohyun

"Minho, bukannya kau bisa pulang lewat arah barat?" tanya Key pada Minho yang sibuk melap meja

"ne. nanti Seohyun bersamaku saja"

*-*-*-*

Akhirnya Minho pulang bersama dengan Seohyun

"annyeong!!" Seohyun berpamitan pada Key dan Taeng

"annyeong" balas Key dan Taeng

"Seohyun…"

"ne. ada apa?"

"sebenarnya, aku menyukaimu sejak kita SMP" Minho menyatakan perasaannya

"apa kau serius?" tanya Seohyun

"ne. tentu saja" jawab Minho "apa kau mau menjadi pacarku?"

Seohyun terdiam sejenak, menghentikan langkahnya dan "Minho.. saranghae"

"Saranghae" mereka berdua berpelukan dan kemudian mereka melanjutkan perjalannannya

*-*-*-*

Seperti biasa, Key dan Taeng pulang bareng, yang berbeda kali ini hanya mereka pulang tanpa Minho

"Keeey!! Saranghae…" teriak seorang wanita dari arah belakang

"TIDAK!! Itu pasti wanita itu lagi.." kata Key sambil membelalakan matanya

"wanita itu?" tanya Taeng keherannan

Si wanita itu mendekati Key

"Key.. saranghae"

"kau ini apa-apaan sih? Aku sudah bilang aku tidak mau berpacaran denganmu! Kau itu lebih tua dariku tau!!" bentak Key pada si wanita itu "ayo Taeng kita pergi" Key menarik Taeng dan Taeng melihat kea rah si wanita itu 'kelihatannya onnie itu menangis'

"KEY!! TUNGGU.. JANGAN MENARIKU SEPERTI ITU!!" bentak Taeng

"maaf noona.."

"yang tadi itu siapa?" tanya Taeng

"dia adalah orang yang sudah menembaku 4 kali, dan aku sudah menolaknya tapi dia tetap ingin menjadi pacarku. Aku kan tidak mau berpacaran dengan noona yang berumur segitu. Sudahlah, ayo pergi"

Dalam perjalanan kali ini sangat sunyi. Taeng dan Key tidak mengobrol sampai akhirnya Taeng memecahkan suasana itu

"annyeong" kata Taeng sembil berbelok ke arah gang yang biasa ia lewati

"annyeong"

*-*-*-*

Dirumah Taeng……

'Key bilang ia tidak mau berpacaran dengan wannita yang umurnya diatas dia' kata hatinya Taeng bersedih 'apa mungkin aku menjadi pacarnya? Ah, sudahlah.. aku akan tersiksa jika aku masih bekerja di tempat itu'

-*-*-*-

Keesokan harinya, malam hari saat mereka bersiap-siap ntuk pulang ke rumah

"APA?!" Minho dan Seohyun kaget

"maaf ya.."

"onnie.. kau tidak boleh berhenti.. nanti aku tidak punya teman disini" kata Seohyun yang mencoba menahan

"Seohyun.. tenang saja ada aku, aku kan berjanji akan menjagamu" kata Minho

"walaupun kau pacarku.. tapi aku butuh onnie disini.." balas Seohyun

"ne. aku tau kau membutuhkannku.. tapi aku harus berhenti bekerja.." kata Taeng

"baiklah, jika itu memang keputusan onnie.. dan menurut onnie itu memang yang terbaik.." kata Seohyun

"jadi, ini hari terakhirmu bekerja?" terdengar suara Key dari arah belakang

"maafkan aku.. Key"

Seohyun dan Minho meninggalkan mereka berdua

"Key, bisa tolong buatkan aku coklat hangat lagi?"

"tentu saja bisa. Ayo"

Key membuatkan coklat hangat untuk Taeng dan membuat Taeng menangis, ia menutupi mukanya dengan daftar menu.

"Key.. Saranghae hiks hiks" ucapan Taeng membuat Key menarik daftar menu yang Taeng pakai untuk menutupi mukanya

"Tapi, aku tau.. kau tidak mungkin menyukaiku, karna aku lebih tua darimu kan?" tanya Taeng sambil menangis

"aku belum bertanya kau berhenti kerja karna apa.." kata Key, saat itu hening sejenak "noona neomu yeoppeo~" Key bernyanyi untuk Taeng. Taeng mendongakan kepalanya, menatap Key

"Key?" Taeng keheranan

"aku belum bilang kan kalau wanita itu berumur 28 tahun? Dan seharusnya aku bilang padanya kalau aku punya pujaan hati yang lebih muda dibandingkan dia"

"Key?"

"Love's way… hooo you're my true love~" Key kembali bernyanyi untuk Taeng, lalu ia memeluk Taeng "noona.. Saranghae.."

"our love should go on" kata Key

"should be forever" balas Taeng

Minho dan Seohyun datang

"romantis sekali" kata Minho sambil merangkul Seohyun

Key segera melepaskan pelukannya

"oh oh oh oh opparul saranghae.. kekeke" Seohyun bernyanyi sambil menari membuat semua orang yang ada disitu tertawa

"onnie, besok masih bekerja kan?" tanya Seohyun meyakinkan

"masih dong.. iya kan noona?" jawab Key

"ne" jawab Taeng sambil tersenyum

"yasudah, ayo kita pulang.. nanti keburu larut" kata Seohyun

"ayo"

- s e l e s a i -