Disclaimer: Naruto itu hanya dimiliki oleh Masashi Kishimoto
Warning: Out of Character (OOC, maybe yes maybe no^^), Alternate Universe (AU)
Other: Selamat membaca..!
Horee..! \(^o^)/ Terimakasih banyak atas review-nya..! Dan terimakasih juga telah menunggu update-nya. Ini dia, saya persembahkan…(*drum roll) jeng jeng jeng…. Chapter 1! Oh, ya, chapter ini merupakan bagian dari flashback OK Club. Di flashback ini anggotanya masih 7 orang, bukan 10 orang seperti yang ditulis di prolog. So, selamat membaca! ^^
PAPER PROJECT!
CHAPTER 1: RENCANA!
"MAAAA!!! DI MANA KAOS KAKIKU?!"
Teriakan yang menggelegar nan membahana seisi rumah mewarnai hari di awal musim panas ini. Seorang gadis kira-kira berusia 14 tahun menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa, tergopoh-gopoh menggendong tas biru navy-nya sambil menjinjing tas olahraga putih.
BAATS!
Gadis itu hanya bisa melongo saat ada seorang gadis berambut biru keunguan menjulang tinggi di depannya, melemparkan kaus kaki putih bergaris hitam dan biru ke mukanya.
"Huunnh! Jangan gitu dong, kalo mau ngasih barang ke orang!" omel gadis itu sambil berjalan menuju meja makan.
"Eh? Abis berisik banget kamu. Ya udah, aku kasih kaos kaki kamu biar diem," jawab gadis tinggi lainnya dengan santai. Sesaat kemudian, dia cengar-cengir melihat adiknya bermuka masam.
"Konan, tolong ambilkan piring buat sarapan," ujar seorang wanita paruh baya di dapur.
"Iya, Ma," jawab Konan dengan patuh.
"Kak, ambilin kaos kakiku dong," kata adik Konan sambil melempar kaos kakinya dengan sengaja. Di bibirnya tersungging senyum iseng bin jahil.
"…………," Konan diam membisu sambil mengambil piring.
"Heh! Cepetan!"
"Yuki! Jangan seenaknya gitu, dong. Mana "kata ajaib"nya?" ujar ibunya dengan cepat.
"Oh iya, tolong ambilkan kaos kakiku dong kak."
"Ga, ambil aja sendiri."
"Lha?"
"Kan kamu yang ngelempar sendiri," jawab Konan sambil menaikkan satu alisnya dan tersenyum.
Pukul 06.45 di stasiun kereta Amegakure.
Kereta cepat jurusan Perguruan Poku Ame Ame Kamen Rider Chou berhenti. Kebanyakan penumpang adalah siswa siswi dari perguruan tersebut. Sisanya pekerja kantoran, karyawan pabrik, dan pelajar dari sekolah lainnya.
Seorang pemuda berseragam hitam dengan lencana Perguruan Poku Ame Ame Kamen Rider Chou di bahu kirinya turun dari salah satu gerbong kereta tersebut. Rambut jabriknya yang dicat berwarna jingga dengan banyak tindikan di hidung dan bibirnya sempat menarik perhatian sekumpulan gadis yang satu gerbong dengannya.
"Kyaaa..! Siapa dia? Keren sekali~~!"
"…'cause i want it now
i want it now
give me your heart and your soul
and i'm breaking down
i'm breaking out
last chance to lose control..."
Lagu "Hysteria" dari grup band musik "Muse" itu mengalun di headset pemuda itu, cukup mewakili kata-kata yang mungkin (banget!) bakal terucap dari bibir sekelompok gadis itu. Yah, untungnya dia tidak mendengar secara live alias langsung dari kelompok gadis tadi yang kelihatannya "haus". Hehehe :D
Pemuda itu langsung berlari cepat karena dia sudah terlambat untuk satu hal. Jam tangannya menunjukkan pukul 06.49.
Namun…
GUBRAK!
"Aduh..!" pemuda itu meringis kesakitan,"Kesandung apaan nih?"
O'ow…
Ternyata oh ternyata, yang membuat pemuda ini tersandung adalah…….
Seseorang yang berambut biru jabrik, dengan muka yang 'duh-sangar-abis!' sedang membuat origami ikan hiu dari kertas berwarna biru tua.
(Author's Note: Ihh…mati aja deh loe kalo duduk aja musti sambil ber-origami ria di tengah jalan!)
Pemuda itu terus berlari, tidak mempedulikan kejadian tadi, mengejar bus yang tak kunjung berhenti,"WOOI!! BANG!!"
Sementara itu, di homebase anak-anak OK Club…
"Jadi masih kurang beberapa anggota lagi ya?"
"Iya nih, Kak. Abis kata ketua umum bidang ekskul,'Tiap ekskul wajib punya anggota minimal 10'. Repot deh."
Siswa bertubuh tinggi besar dan berambut hitam kehijauan mendekati siswi yang berwajah sedikit kerepotan dan sedih. "Tenang aja, pasti nanti anggotanya bertambah. Saya prediksikan ada sekitar 4-6 orang bakalan masuk ke klub ini."
Siswi itu menengok terkejut,"Gimana bisa, Kak?? Wong pas expo ekskul aja cuma empat lima orang yang bertandang ke stand kita. Dan itupun akhirnya ga ada yang bergabung."
Siswa itu tenang sama sekali, sambil sesekalinya membuka majalah 'I Love Flora'. "Pokoknya aku sudah tau apa yang bakal kita lakukan, biar anggotanya nambah banyak. Jangan sedih lagi.."
"IYA! KITA HARUS SEMANGAT!"
Teriakan itu diiringi dentuman tongkat besi ke lantai.
"Hhhii….dan, Kak Hidan?!" pekik siswi itu.
"Ah! Sori, sori, hehe^^," ujar Hidan sambil nyengir kuda. Cengirannya bikin ilfil atawa 'ilang feeling' si Kakuzu, teman sepermainan sejak SD-nya Hidan. "Ih, apaan, sih.."
"Jadi, kalian berdua sudah datang sejak kapan?" tanya siswa berambut hitam kehijauan.
"Yaah, dari kapan ya, Bang Jet Su..?" kata Hidan sambil memutar bola matanya.
"Aku Zetsu, bukan Bang Jet Su atau A'a Jet Li. Udah lah! Jangan suka memutarbalikkan fakta tentang nama orang!"
"Oh iya, Konan. Soal ekspo ekskul minggu depan, jangan pernah pake nih dua makhluk Jahannam!" ujar Zetsu kepada siswi tadi sambil menunjuk Hidan dan Kakuzu. "Bisa-bisa anak kelas satu yang berkunjung di stand kita malah ngacir," katanya lagi sambil senyum licik.
"EH, SIALLL!" seru mereka berdua kompak, mengambil ancang-ancang untuk memukul Zetsu. Dan sepertinya Konan baru ingat dan sadar apa yang menyebabkan stand mereka sepi saat ekspo ekskul tahun lalu…
Di gerbang Perguruan Poku Ame Ame Kamen Rider Chou, pukul 07.15…
"HAAAH….. Akhirnya…hosh..hosh.."
Masih ingat pemuda bertindik, ber-headset, dan yang rambutnya berwarna jingga jabrik tadi? Dia baru saja sampai di depan gerbang perguruan ciamik ini!
POK!
Seorang siswa dari perguruan sama menepuk pundak pemuda tadi.
"Hei, Bro, bareng yuk ke kelas!"
Pemuda tadi masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan tidak karuan.
"Emm.. Siapa kau?"
"Pein, Pein, seperti biasa, kau ini tipe orang yang linglung di pagi hari, haaah…" kata siswa tadi menghela nafas.
"Siapa sih dia ini?! Seenaknya saja sok kenal gitu, dan lagi, kok dia tahu kebiasaan burukku sih?" gumam pemuda tadi yang bernama Pein dalam hatinya.
"Aaa? Dan juga pelupa, hmm?"
"Hei hei hei! Aku benar-benar nggak tahu siapa nih orang! Yang jelas, dia benar-benar SOK TAHU!" Pein mulai merasa gusar.
"Hmmmph..!" Pein menghela nafasnya,"Dengar, aku benar-benar tidak tahu siapa kamu. Yang jelas, aku punya urusan sebelum masuk kelas. Jadi, aku akan pergi sendiri. Kau tidak perlu bersamaku," ujar Pein, beranjak dari tempatnya berkutat sejak tadi.
"EITTSS! TUNGGU DULU!"
Seseorang yang aneh datang lagi dan menghalangi Pein. Dia membawa tongkat besi.
"Oh, Mas Hidan. Silakan tangani dia. Aku akan membuat strategi dari jauh."
"Oke dech, Kaku-chan!" Hidan mengedipkan matanya dengan genit.
"…najis lo..," gumam Kakuzu kesal sambil menjauh dari Hidan dan Pein. "Sepertinya akan terjadi pertarungan yang oke banget nich!" gumam Kakuzu sambil senyum-senyum.
Dari kejauhan, seseorang berambut hitam kehijauan, jangkung dan bertubuh besar, yaaak! Inilah Zetsu..! Asyik sekali dia jongkok (ngappaiin?) dekat tiang koridor sekolah itu, mengawasi pertarungan antara Hidan dan Pein.
"Tahun ini sepertinya sedikit sulit. Walaupun punya peluang besar untuk merekrut anggota baru, aku pikir tahun ini memang dahsyat," gumam Zetsu sambil memencet keypad Blacberry-nya dengan cepat, men-scroll sebuah dokumen siswa/siswi Perguruan Poku Ame Ame Kamen Rider Chou dari situs resmi perguruan tersebut.
PEIN
Nama Lengkap: Pein
Tanggal Lahir: dd-mm-yyyy
Golongan Darah: B
Alamat: Jln. Jalanjalanjalan
Keahlian: Bahasa Inggris, Taekwondo, Musik, Memasak
"………..," Zetsu merenung sejenak,"Kayaknya ada celah nih."
FUUUUHH!
"Eh?" gumam Zetsu sambil menengok ke belakang dengan cepat.
"Psst…! Kak, sedang apa? Katanya mau menyusun rencana ya? Aku ikutan dong!"
"Heeufff… Tumben dateng pagi, biasanya telat tuh bocah topeng monyet," keluh Zetsu dalam hati.
"HEH, BODOH! Kak Zetsu dan yang lain sedang melakukan rencana A, hmm..!!" ujar Deidara setengah berseru sambil mengacungkan bentuk 'A' dengan jarinya.
"Yaaah~~ Padahal aku pengen sepengen-pengennya pengen ikutan~~"
"Ssst..! Tobi, Dei, kau diam dulu. Aku tidak butuh komentar kalian berdua," Zetsu berdesis. "Dan sebaiknya kalian berdua membantu Konan di ruang klub, dia sedang stress."
"Stress?? Kenapa?" tanya Tobi polos.
"Haaah! Udah! Kita ke sana aja!" Dei menarik lengan Tobi sambil berlalu meninggalkan Zetsu.
Tiba-tiba…
"UWAAAAAAAH!!"
"Eh? Sudah mulai toh. Hmm?" Zetsu menoleh ke arah "arena pertarungan".
Hidan memberikan serangan balasan ke Pein,"HIAAAAAAT!!!"
Tongkat besinya diayunkan ke arah Pein.
BAAATTSSS!!
"EH?! Jurus macam apa tuh?" Zetsu kaget setengah hidup.
SYAAAAATTSS…….!
"Hah?" Hidan bengong, melihat apa yang menangkis serangan tongkat besinya.
"SHOOT…," Hidan berdesis, kaget melihat kenyataan yang ada. Sedangkan Pein hanya diam membisu…
Nyeheheh, inilah chapter 1.
Hmm...
As usual, read and review, dan jangan sungkan-sungkan untuk memberi kritik dan saran..:)
Jaa ne~~!
