Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Warning: Out of Character (OOC, maybe yes maybe no^^), Alternate Universe (AU)
Summary: Setelah kegagalan Zetsu, Hidan, Kakuzu dalam merekrut Pein untuk menjadi anggota OK Club, mereka memutuskan untuk membuat rencana lagi. Deidara dan Tobi yang udah terlanjur kesal (dan merasa tersakiti) menyebut mereka bertiga sebuah kelompok trio yang bernama "Ih, kaku zehh..!". Sangat absurd dan aneh…
PAPER PROJECT!
CHAPTER 3: RAHASIA
Bel tanda masuk jam pelajaran pertama dimulai pada pukul 07.30 dan sudah berbunyi dengan nyaringnya hingga membuat gatal mendadak tiap pasang kuping para siswa/siswi Peguruan Poku Ame Ame Kamen Rider Chou.
Di koridor lantai satu dekat tangga…
"Pein!"
Seseorang memanggil Pein dan Kabuto yang sedang berjalan sedikit santai. Mereka berdua hendak naik ke lantai dua untuk mengikuti pelajaran Bahasa Inggris oleh Miss Shizune.
Orang itu mengejar mereka berdua hingga terengah-engah.
"Tungguin gue…hosh..hosh…," kata orang itu yang ternyata seorang siswa juga. Dia langsung menepuk bahu Pein begitu dia berhasil mengejarnya. Kabuto hanya tersenyum kecil sambil membenarkan letak kacamatanya. Sedangkan Pein hanya diam melihat siswa itu dan membiarkannya mengoceh tentang Miss Shizune, guru bahasa Inggris mereka yang cerewet minta ampun. Kadang Pein menanggapinya dengan "hmm.." atau hanya mengangguk saja.
"Lu habis ngapain?" akhirnya Pein mulai bicara.
"Emm, abis main bola tadi. Gila! Tadi muka gue kena bola lima kali! Sialan tuh anak kelas sepuluh! Kecil-kecil wasabi(1), euy! Jago pisan nendangnya, nee~~! Ampe kena muka gue lagi! Siaauull!!!"
Weh, weh, weh… logatnya nyampur aduk, Bok! Ada Betawi, Sunda, sama Jepang pula! Duh! Darimana pula dia dapat logat itu??
"HAH?!" Pein menanggapi jawaban siswa itu dengan muka cengo yang asli banget, belum pernah dilihat satu cewek manapun! Tapi, pastinya bikin klenger kaum hawa yang naksir abizzztt sama cowok keren satu ini.
"Iyo! Lha wong aku langsung puyeng ora karuan!"
Nah, sekarang pake logat Boso Jowo alias Bahasa Jawa. "Ampun deh.." pikir Kabuto sambil tertawa kecil.
Sebenarnya, tipe orang kayak gini harusnya udah bikin Pein ngibrit saking ceriwisnya nih orang. Tapi, entah kenapa kayaknya Pein lagi dirundung mood yang bete berlebih hingga membuat lesu tak berdaya.
Ditambah lagi, dia sedang bersama Kabuto, dia ya nggak bisa lari begitu aja.
"Lu sebenarnya orang mana sih?" gantian Kabuto yang nanya.
"Jepang, lah! Aya' aya' wae?"
Spontan, Pein dan Kabuto menghela nafas berbarengan.
Ruang kelas XI IPA 2.
"Kak Konan!"
"Ah? Kalian berdua? Ada apa?" Konan menengok ke arah pintu kelas.
"Psst..! Itu 'kan anak kelas sepuluh? Yang berambut pirang diikat model ponytail(2) itu kalo nggak salah Deidara kan?" bisik salah satu teman Konan ke yang lain.
"Iya..! Manisnya, kyaaa!" bisik yang lain.
"Hey, jangan gitu," ujar Konan tiba-tiba. Yang lain langsung membungkam mulutnya. "Dei-chan, Tobi, sini, jangan berdiri di depan pintu."
"Ah..! Tidak, kami di sini saja. Kita mengobrol di luar saja, Kak!" ujar Deidara cepat-cepat.
Tobi yang ada di samping Deidara langsung mengangguk cepat, mengikuti irama bicara Deidara.
"Hei, permisi, kami tidak bisa lewat, nih!"
"Jangan berdiri di sini, dong."
Ternyata di belakang Deidara dan Tobi ada beberapa siswa yang hendak memasuki kelas Konan.
"Ewpp.. Maaf, Kak. Hehe," kata Tobi cengar-cengir. Deidara juga ikutan cengar-cengir.
"Owhh… Ya ampun~~ Deidara lucu banget sich cengirannya~~ Aww..." teman-temannya Konan spontan mencair (melting lah!) melihat lucunya atau imutnya atau…apanyalah yang bikin Deidara terlihat "lucu-benget-sich".
"Geez…" desis Konan sambil menghampiri Deidara dan Tobi yang sudah masuk ke kelasnya. Cuma beda berapa meter sih dari pintu. Tetep deeeh, adek kelas sih, entah segan atau takut sama kakak kelas, yang jelas muka mereka udah blushing, malu-malu kucing gitu…
"Emm, gini Kak. Sebenernya sih cuma pengen minta tolong. Tapi, emm, duh, gini maksudnya, Kak.." Tobi mulai angkat bicara.
"Err..ya..? Mau minta tolong apa?"
"Emm, maksudnya gini, Kak. Aku bukannya manja atau kenapa-napa. Tapiii… maksudnya, aku nggak suka dan nggak tenang kalo Kak Hidan sama Kak Zetsu.."
"Kak Kaku Kakuzu juga!" spontan Deidara berseru.
"Kaku Kakuzu? Eh? Sejak kapan namanya berubah gitu? Ya udah, aku tahu kok maksud omongan kalian. Kalian mungkin merasa nggak nyaman ya sama mereka?"
Owww, baik banget sih Kak Konan~~ ^w^
"Iya, Kak. Soalnya mereka bertiga gitu banget sih. Suka nyuruh-nyuruh, suka marah-marah.." ujar Tobi cepat-cepat.
"Dan itu yang membuat mereka menyebalkan," celetuk Deidara.
"Hmm.. yah, aku tahu itu, dan kalian perlu mengerti beberapa poin dari mereka," kata Konan.
"Beberapa..poin?" tanya Tobi dan Deidara berbarengan.
"Yup!" jawab Konan sambil tersenyum, "kalian setidaknya harus tahu beberapa rahasia dari mereka. Tapi, akan kuberitahu cepat-cepat, keburu gurunya datang. Siap?"
Ruang kelas XI IPA 1.
"Hnnnaaaahhhoooaaamm…!"
"Heh, tutup mulutmu saat menguap," ujar Kabuto.
"Haaah, ngantuk banget…." Pein langsung menghantam kepalanya ke mejanya.
"Bersiap untuk tidur~~nyem..nyem…" Pein mengatur posisinya untuk tidur.
"Dasar…" Kabuto hanya geleng-geleng kepala sambil membenarkan letak kacamata bundarnya.
Tiba-tiba..
BRAK!
"EH!" seru Pein.
"Good morning, class!"
Oh tidak! Miss Shizune datang!
"Sialan! Belum sedetik aja udah dateng tuh guru!" seru Pein dalam hati.
Tampang Pein yang udah gedeg setengah idup itu langsung mengumbar kekesalan Miss Shizune.
"Why is your face so weird, kiddo3?"
"Cih! Sok Inggris, padahal sama sekali nggak bagus logatnya," gumam Pein. "Malah dipanggil bocah lagi!"
"Ketauan kali kalo ngomong gitu," bisik Kabuto ke Pein.
"You two, please come here," ujar Miss Shizune.
GLEK!
Mereka berdua tersentak kaget.
(Background music: ~Wo'ow! Kamu ketahuan~)
Mata mereka berdua beradu, mengeluarkan emosi dan merekapun bersitegang dengan tatapan "Ini-semua-salah-lu-pokoknya!".
Yaaah, akhirnya mereka berduapun divonis hukuman menggosok lantai toilet Pria karena tuduhan kasus "Bisik-bisik Tetangga". Ya ampun, hukuman klasik banget…
Di koridor lantai dua.
"Untung cuma kayak gini hukumannya," ujar Pein.
"Cuman???" Kabuto langung gondok.
"Eh! Gue ngomongnya cuma, ya, bukan cuman."
"Apapun deh!" Kabuto langsung buang muka. "Gue kan udah ngerjain PR yang dikasih Miss Shizune, percuma deh kalo kayak gini."
"Iya, iya. Tau gue," ujar Pein cemberut.
Mereka tetap berjalan dalam kesunyian yang luar biasa tegang. Nggak kayak biasanya.
Mereka berdua terus berjalan melewati kelas. Dan tiba-tiba ada dua siswa yang keluar dari salah satu kelas.
"Pokoknya kalian tenang aja deh! Rahasia itu harus kalian ingat, jadi kalian nggak perlu khawatir lagi," seru sebuah suara.
"Kok kayaknya gue tau suara ini, deh," kata Kabuto dalam hati. Sambil menengok ke arah dalam kelas tersebut. Kebetulan pintunya terbuka lebar. "Oh, pantes, belum ada guru, sih.."
Pein dan Kabuto tetap berjalan. Terutama Pein yang tetap bersikap acuh tak acuh.
BRUK!
"Eh, sori," kata Pein.
"Aduh, maaf!"
Pein melihat sosok dua siswa yang…..
"Waahh…imutnya~~~!" teriak Pein dalam hatinya.
. . . . . . . . .
"NO! SALAH SKRIP!! SEJAK KAPAN GUE NGOMONG KAYAK GINI!!!" *ditampol sama pengisi suara Pein pake skrip yang dibacanya*
LANJUT~~!
"Aduh, maaf!"
Pein melihat sosok dua siswa yang agak familiar.
"Kok kayaknya gue pernah tau ya?" pikir Pein dalam hati.
"Um..iya, nggak apa-apa."
Pein hanya melihat dua sosok itu setelah mereka berlari ke arah yang berlawanan.
"Kenapa lu?" tanya Kabuto, dengan nada agak kesal.
"Nggak, yuk," kata Pein cepat sambil mulai melangkahkan kakinya lagi menuju tempat hukuman: Toilet.
(1) Wasabi= Sejenis tanaman yang tumbuh di Jepang. Akarnya biasa digunakan untuk bumbu masak. Rasanya lebih kuat dan pedas dari cabe dan lebih banyak menghasilkan uap. Wasabi memiliki kandungan alami untuk mencegah kanker, serangan jantung, asme, rakitis, dll.
(2) Ponytail adalah model rambut yang diikat ekor kuda.
(3) Kiddo= bocah
Yaaayyy \(^o^)/~~~!!!
Akhirnya chapter 3, yosshh!!
Akhir kata, mohon komentar, saran, dan kritiknya~~ :D
Oh ya, makasih untuk semua yang sudah membaca dan memberikan komentarnya ya :)
Jaa ne~~
