a/n Hiyaa, akhirnya apdet juga… maaf karena telat ngasih tau di chap sebelumnya… Deidara di sini jadi cewek… hehe, maklum saya orangnya pelupa, oke deh tanpa banyak kata, kita mulai aja fic gaje ini!!

Cintaku Untukmu

Chapter 2-Akatsuki Bertindak

Jika anda adalah seorang siswi dari Konoha Gakuen yang lagi kebelet pengen membuang air seni anda, jangan heran kalau melihat sesosok makhluk yang penuh dengan keringat sedang berusaha keras membersihkan semua toilet cewek Koboha Gakuen yang berjumlah 38 bilik. Di dekatnya ada seorang guru sangar yang membawa cambuk, dengan teganya memerintah gadis itu semena-semena. Dan jangan bingung jika ada seonggok makhluk-makhluk gaje, yang lagi ngintipin mereka di balik pintu masuk toilet cewek.

Taukah pemandangan apa itu????

Itu semua adalah Deidara yang dihukum sama Tsunade-sensei, dan Tsunade lagi mengawasinya dengan tatapan penuh banci, eh, benci. Tentunya makhluk-makhluk gaje yang lagi ngintipin mereka adalah Akatsuki.

"Uun, Tsunade-sensei.. udahan yaa, saya capek benget nih, un…" Deidara pasang wajah melas yang bikin pengemis pasar gulung tikar.

"Gak bias! Kamu sudah meremehkan pelajaran saya! Tak ada ampun bagimu!!!" teriak Tsunade dengan banjir yang tak terbendung.

"Kasihanilah saya, un…" wajah Deidara mampu membuat pengemis pasar pun ngantri buat ngasih sumbangan untuk Deidara.

"TIDAKK!!!!"

-

-

-

-di lobby kelas-

"Waduh, gimana caranya biar Dei-chan lolos dari hukuman ya?" kata Sasori.

"Emangnya apaan sih yang bikin Dei jadi kayak gitu? Tumbenan banget dia gak ngerjain peer…" balas Kakuzu.

"Yah, harusnya kita salahin paku yang ada di meja guru tuh, gara-gara itu paku, rencana gue gagal kan…" tambah Itachi.

"Aah, padahal kita kan berniat baik menolong sahabat kita, T*I! **JING!!" Pein mulai mengumpat.

"Heh, apa lo manggil-manggil gue?!!" Kiba yang lewat langsung sensi.

"Oh, iya gue lupa barusan yang gue sebut itu marga lu plus jenis lu kan !!" Pein naek tangga, mm, naek darah maksudnya.

"Eh, dijaga ya kalo ngomong!" Kiba mulai nanggepin.

"Eh, udah donk udah, jangan berantem!" Konan menengahi.

"Cih, emang gak guna nanggepin geng kampungan kayak lu pada!!" Kiba pun mulai berlalu.

-

-

-

-di kelas-

"Dei-chan, tenanglah…" Konan menghibur Deidara yang seharian ini dihukum.

"Uhh, bagaimana bias tenang Konan-chan, un…"

"Memangnya, apa yang mengganggumu?" Kisame mulai bertanya.

"Aaah, tidak jangan dipikirkan, un. Aku hanya lupa saja, un…"

"Ayolah, katakan saja…" Orochi mulai penasaran.

"Tidak, un. Umm, sudah sore… pulang yuk!"

"Err, baiklah…"

-

-

-

-di Alun-alun kota, malam hari-

Deidara mulai frustasi sama si Tobi. Dia merasa kalau Tobi itu pembawa sial!. Karena kebanyakan mikir, Deidara memutuskan buat jalan-jalan sendiri di alun-alun. Sayangnya, dengan duit pas-pasan dan perut laper, Deidara memutuskan untuk beli jagung bakar, murah, Cuma dua rebu doank…

"Mas, beli jagung yang rasa pedes atu ya, un"

"Iya, tunggu ya neng…" jawab si Mas pedagang jagung.

"Eh? Tobi, un!"

"Eh, kenapa neng?"

"Iya, TOBI!! Kamu di sini, TOBI!! AKU SENANG SEKALI BERTEMU DENGANMU!! KANGEN, UN!!!" Deidara teriak gaje plus ga tau malu.

"Mama, kakak itu kenapa?"

Sebuah suara cempreng milik seorang bocah yang sedang digandeng emaknya yang kebetulan lewat depan tukang jagung bakar tersebut menyadarkan Deidara. Anak itu membawa sebatang lollipop jeruk yang warnanya oren. Ternyata Deidara teriak-teriak gaje sam permen lollipop itu. Malunyaaaa….

"Eh, unn…" dia mulai sadar. "Mangap eh map, un.."

Ternyata dari kejauhan ada sepasang mata yang menahan ketawanya tapi dengan tatapan iba dan cemburu yang membara (?).

-

-

-

-di sekolah-

"Aku tau apa yang mengganggunya!" kata Sasori yang melihat perbuatan nista Deidara semalam.

"Apa???" kata Akatsuki serempak.

"Dia…"

5 detik

1 menit

1,5 jam

"Woii!!! Cepetan dong!!" Hidan gak sabar.

"Nee??!! Eh, ehem, oh ya, jadi ngelamun deh…" seru Sasori.

"Deidara lagi poling in lop!" lanjutnya.

"APAAA!!!!?????" Akatsuki teriak gaje.

"Kayaknya, dia lagi mikirin ntu cowok, makanya dia sering ngelamun…"

"Siapa tuh cowok?" tanya Kakuzu.

"Namanya Tobi!"

"APAAA!!!!?????" Akatsuki teriak gaje lagi.

"Wah, kita harus menolongnya, ada yang puny aide?!" kata Pein.

"SAAYAAAAA!!!!" teriak semua anggota Akatsuki.

-

-

-

-di Ijo-

Deidara pulang dengan langkah gontai. Dia abis disetrap Kakashi-sensei gara-gara ngelamun.

"Dei-chan?"

Karena dipanggil Deidara nengok.

"Tobi, un?"

"Kamu kenapa? Kok kusut banget sih?" tanyanya.

"Begini, un, bla bla bla blup bla bla blup…" Deidara mulai ngoceh gaje dengan pipinya yang mulai kayak tomat keinjek (?), karena bertemu pujaan hatinya.

Dan ada dua makhluk berpenampilan horror yang mengamatinya dari jauh. Zetsu dan Kisame.

"Weits, jadi itu yang dicintai ama Dei-Dei??" kata Kisame.

"Pasti tuh orang jelek banget!" sambung Zetsu.

"Tau dari mana lo?"

"Yaiyalah, kalo cakep, ngapain dia nyembunyiin wajahny di balik awan??"

"Topeng kale…"

"Eh, iya, kok jadi lagunya Piterpen?"

-

-

-

-di kelas-

"Kita udah tau siapa yang disenengin Dei-Dei!!" kata Kisame.

"Namanya Tobi!" seru Zetsu. "Nih potonya"

Pein ngeliatin poto dari Zetsu. Dan…

"WOI!!! APAAN NIH??!!!" teriak Pein.

"Sabar mas!" Hidan yang ada di sampingnya kesel.

"Heh, coba lu jelasin poto ini!!!" bentak Pein.

Zetsu langsung nyamber potonya.

"Eh, salah…" ternyata yang diserahkan Zetsu tadi, adalah poto Itachi sama Orochi yang lagi pake baju baby doll sambil memoles wajah mereka.

"Heh, dasar pembuka aib!!" teriak Itachi sama Orochi bebarengan.

"Hehe, sori sori…" Zetsu nyengir horror.

Zetsu pun menyerahkan poto yang benar.

"Oooh, ini toh orangnya…" kata Kakuzu.

Dan yang lain juga ikut ber-oh ria. Tapi entah kenapa, Sasori hanya diam dengan wajah muram dan suram.

"Hei ayo katakana ide-ide kalian!" Pein mulai bersemangat.

"Ingat kita adalah AKATSUKI! Anak Kurang Ajar Tidak Suka Usaha, Kere dan Imut!!!" Pein pun melanjutkan kata-katanya dengan motto (?) Akatsuki.

"Aku puny ide!!!" seru Konan.

-

-

-

1. Konan's idea

Mengancam si Tobi untuk nerima Dei sebagai pacarnya kalo gak harus mau dicium sama Orochi dan Kakuzu.

Status : ditolak dan disusul kemarahan Kakuzu dan kekecewaan Orochi yang gak bias nyium Tobi.

2. Hidan's idea

Berdo'a pada Dewa Jashin agar Tobi membalas cintanya Deidara.

Status : ditolak dan disambut oleh Hidan yang langsung mengucapkan sumpah serapah.

3. Kakuzu's idea

Palakin si Tobi dengan tarip 2 juta kalo gak mau jd pacar Dei.

Status : pada pengen sih, tapi ditolak, karena mereka yakin Tobi gak bakal sanggup bayar.

4. Kisame's idea

Kasih Tobi hadiah kalo mau jadi pacar Deidara.

Status : ditolak, protes paling banyak dilontarkan Kakuzu.

5. Itachi's idea

Membujuk Tobi dengan rayuan gombal dari Zetsu.

Status : ditolak mateng-mateng, eh, mentah-mentah sama Zetsu.

6. Orochimaru's idea

Mendapatkan ciuman Orochi kalo mau sama Dei dan harus menikah sama Orochi kalo menolak Dei.

Status : ditolak abis-abisan, nanti yang ada si Tobi bunuh diri.

7. Pein's idea

Lempar si Tobi dari gedung pencakar, penggaruk, pemijit langit (?).

Status : ditolak dengan segenap jiwa dan raga para Akatsuki.

8. Zetsu's idea

Mencoba mendekatkan Deidara pada Tobi dengan cara membuat Deidara memberikan hal-hal yang disukai Tobi. Kan kalo gitu, Tobi bakalan kesengsem.

Status : diterima, karena memang ini yang paling rasional.

Cuma Sasori yang tidak menyumbang ide. Bisa diliat dari wajahnya yang kesel, kalo dia cemburu tuna netra alias cemburu buta.

-

-

-

-di belakang sekolah, tempat nongkrong para Akatsuki-

"Un? Benarkah kalian mau membantu??" pipi Deidara mulai blushing kayak cabe ditumbuk.

"Pastiles Dei-chan!" kata Konan.

"Semangat ya Dei-Dei!!" ujar Kisame.

"Kami akan membatu!" kata Hidan.

"Membantu, baka!" ralat Kakuzu.

"Go Deidara!!" Zetsu juga ikut memberi semangat.

Dan semua juga ikut menyemangati Deidara, kecuali Sasori yamg terbakar api neraka, ups, api cemburu maksudnya…

Deidara mulai menyadari aura Sasori yang kurang enak (tambah garem aja biar enak).

"Sasori no danna kenapa, un?" tanya Deidara yang melihat Sasori mojok sendiri.

"…gak pa pa…" jawabnya berbohong pada Deidara dan hatinya.

~TURBEKULOSIS~

Akhirnya bisa apdet juga… walaupun repiunya dikit banget, gapapa… masih mending ada yang sudi baca… hiksu.. T.T

Gapapa deh. Oya, Tsunade itu pas lagi ngomong hukuman pake intonasinya penting gak penting gito pas pesertanya lagi dikasi hukuman. Hhe… map kalo tambah gaje.

RnR ??