Fuh, akhirnya nyampe juga ke chapter 3. Untungnya ga terlalu lama gabung ama P3 biar menarik. Sori atas kegejean saya dalam fic ini. Bakal ada OC(s) baru loh. Omong-omong, kalo yang didalem cerita, yang di italic tuh ceritanya ngomong dalam hati trus yang huruf besar di bold tuh sound effect (ga penting banget sih!). Trus sekalian mengkoreksi. Shiho tuh bukan 14 tahun tapi 15 tahun jadi dia kelas 1 SMU, sori -_-. Baca ya. Dijamin aneh (lah kok?) Nyahahaha!
Disclaimer: Udah dibilangin Persona itu punya Atlus! Kok ga percaya juga? Ya udah, Persona itu punya saya! –diinjek, ditendang dan dilempar ke jurang sama Atlus-
Chapter 3: Unexpected Story Line
"Tadi itu… Shiho?!" Souji masih mematung, shock.
TRURURUT~ Souji tersadar ketika mendengar bunyi hpnya. Dia segera menjawab.
"Halo, Souji? Ta-tadi itu! Midnight Channel!" Yosuke terdengar panik.
"Tenanglah Yosuke. Ayo berkumpul di Junes besok." Souji menenangkan.
"O-ok! Aku telepon yang lain deh!" Yosuke menutup telepon.
Lebih baik aku cepat tidur. Shiho… Gumam Souji sebelum pergi untuk tidur.
-x-x-x-x-x-x-
-Junes foodcourt
"Souji, disini!" Chie melambaikan tangannya.
"Semua sudah berkumpul?" Tanya Souji.
"Sudah. Rise dan Teddie sedang memeriksa kesana." Yukiko ikut bicara.
"Tapi… Bukan kah seharusnya midnight channel sudah hilang? Kenapa…" Naoto berpikir keras.
"Dan lagi tadi malam itu… Shiho-chan kan?" Tanya Yosuke.
"Ya, pastinya… Aku sekarang mengerti kenapa dia tidak ada…" Yukiko hampir nangis.
"Yukiko, jangan nangis! Ngomog-ngomong, aku penasaran kapan Shiho masuk kesana?" Semua terhenyak.
"Benar juga... Firasatku bilang dia hilang saat ada di Okina…" Semua memperhatikan Kanji.
"Kok di Okina?"
"Aku iseng nanya petugas di stasiun kemarin… Aku tanya apa Fujiki-chan mampir ke stasiun tapi petugas itu bilang dia sama sekali tidak lewat…" Mendengar itu, Yukiko mengambil hpnya.
"Aku ingat! Shiho selalu mengirim pesan dengan nama lengkapnya tapi sms ini ga ada… Apa mungkin?" Yukiko menghubungi hp Shiho.
"Halo?" Terdengar suara dari hp Shiho.
"Se-selamat siang. Apa kau pemilik hp ini?" Tanya Yukiko.
"Bukan. Hp ini aku temukan di dekat lapangan kemarin." Suara yang sepertinya milik perempuan menjawab.
"Di-dimana tempatnya? Jam berapa kau menemukannya?"
"Di Okina, jam 3 kalo ga salah…" Jawab perempuan di seberang. Yukiko terkejut.
"Okina ya… Um… Itu hp saya kalau boleh bisa kita bertemu hari ini?"
"Boleh saja. Saya tunggu di depan stasiun Okina jam 10. Oh iya, nama saya Fuuka Yamagishi." Setelah mendengar jawaban itu, Yukiko bernapas lega.
"Terima kasih, saya Yukiko Amagi. Sampai bertemu nanti." Yukiko menutup pembicaraan.
"Gimana Yukiko?" Tanya Chie cemas.
"Hp Shi-chan ternyata jatuh berarti sekarang dia ga bawa hp. Orang itu bilang dia menemukannya di lapangan kosong di Okina jam 3." Benang kusut muncul dikepala mereka.
"Yukiko-senpai, boleh aku lihat hpnya?" Yukiko mengangguk dan memberikan hpnya pada Naoto.
"Senpai, kau bilang hp Fujiki-san ditemukan jam 3 kan? Lihat lah ini, sms ini dikirimkan jam 2 lebih 50 menit. Itu berarti 10 menit sebelum hp ini ditemukan… dan lagi dilapangan… Aku merasakan adanya keanehan…" Jiwa detektif Naoto bangkit.
"Semuanya!" Semua menoleh kearah Rise dan Teddie.
"Shiho-chan… Shiho-chan benar-benar ada disana!" Teriak Rise terengah-engah.
"Ga mungkin…" Yukiko jatuh terduduk(tadi berdiri, ya iyalah!)
"Ayo kita masuk kesana! Kita harus menyelamatkan Shiho-chan!!"
"Tunggu!"
"Kenapa sih Souji?!"
"Kita harus bersiap-siap dulu. Tidak ada yang tau apa yang ada didalam sana." Kata Souji dengan gaya pemimpinnya.
"Hampir lupa! Semuanya, tempat itu sudah berubah kembali jadi studio!"
"Pikun… APA?!" Semuanya lemot!(Kecuali Souji dan Naoto dan mereka berdua ga ngomong)
"Duh! Berisik! Kan sudah kubilang kalau tuh dunia di dalam TV dah balik jadi studio! Eh, tadi kalian ngomong apa?"
"Ngomong apa? Yang 'apa?!' maksudnya?"
"Bukan! Sebelumnya!" Rise keki. Yang lain pada mikir sampe Kanji inget sesuatu.
"Oh maksudmu yang pikun ya? Bener kok habis kamunya juga pelupa kayak nenek-nenek." Kata Kanji nyantai. Yang lain sweatdrop trus ngelirik ke arah Rise yang udah berubah jadi Super Rise –niru anime apa ya, aku lupa…- Semua hanya berdoa semoga Kanji diterima dengan baik di alam sana.
"TERIMA INI, TEPUNG KANJI!!"
-Mohon tunggu sebentar-
"Sadis…" Naoto terdiam ngeliat kekuatan Rise yang entah dateng dari mana.
"Kalian memang bodoh…" Semua berbalik. Mereka melihat ada orang dibelakang mereka.
"Kau siapa?" Tanya Yosuke dengan nada curiga. Rise terhenyak.
"Kamu kan…"
"Kau kenal dia Rise?"
"Ya, dia…"
BRAK
"Apa itu?!" Mereka berlari ke arah pagar dan melihat ada kecelakaan.
"Ya ampun! Ada kecelakaan!"
"Itu kan… Bagian elektronik!" Yosuke berlari kearah lift diikuti semuanya. Setibanya di lantai yang mereka tuju, mereka segera berlari ke arah tempat kecelakaan, bagian elektronik.
"Ada apa ini?!" Tanya Naoto ke salah satu polisi yang ada disana.
"Detektif Naoto? Ada kecelakaan."
"Kami tahu itu! Lebih jelasnya!"
"Um…Tadi mobil itu menabrak masuk kesini. Untunglah tidak ada korban jiwa." Jelas polisi yang malang itu –dibentakin mulu sih-
"Terima kasih. Senpai, ini gawat! Bagaimana kalau…"
"Souji-senpai! TV-nya!" Rise berlari dengan wajah horor.
"TV-nya kenapa? Jangan bilang…" Souji menampakan wajah tak percaya.
"Sayangnya iya sensei… TV itu hancur…" Teddie datang dengan wajah lesu.
"APA?! Teddie! Memangnya kita ga bisa pake TV lain?!"
"Bisa saja… Tapi aku tidak tahu kita akan muncul dimana…"
"Ternyata memang ga bisa… Loh, itu kan Kugiru-kun. Kapan dia turun ya?" Rise memperhatikan.
"Siapa itu Kugiru?"
"Itu loh yang tadi diatas. Aku kenal dia saat perjalanan ke Tokyo. Namanya Kugiru Shouguta. Aku tidak tahu dia tinggal disini…" Jelas Rise.
"Hee… Oh iya Yukiko-senpai, bukannya jam sepuluh nanti ketemuan di Okina? Sekarang sudah jam setengah 9." Kanji ternyata inget.
"Aku lupa! Nah, aku pergi dulu ya!" Pamit Yukiko. Dia buru-buru soalnya dari Inaba ke Okina makan banyak waktu.
"Kami juga ikut!" Seru Chie, Yosuke dan Souji berbarengan. Mereka berempat berlari ke arah stasiun dan mereka yang tersisa pergi untuk membeli senjata dan perlengkapan lainnya.
-x-x-x-x-x-x-
"Mana ya Yukiko Amagi-san?"
"Apa dia belum datang, Fuuka?" Cewek berambut pirang bertanya.
"Sekarang kan baru jam sepuluh kurang sepuluh menit jadi wajar saja kalau dia belum datang Aigis." Fuuka menyandarkan punggungnya ke tembok.
"Kau benar. Omong-omong, yang lain belum datang ya?" Cewek bernama Aigis itu terlihat tidak sabar.
"Akihiko-senpai kan ada kerjaan dulu juga Mitsuru-senpai. Junpei-kun juga entah kenapa katanya sibuk. Ken-kun ada tugas dulu dan Yukari-san sakit, kau tahu kan?"
"Kasihan Yukari-san… Kenapa di saat gini dia malah sakit…" Aigis menampakan wajah murungnya yang sudah lama tidak muncul.
"Yah, apa boleh buat… Hm? Apa itu mereka ya?" Fuuka memperhatikan.
"Mungkin?" Aigis sama bingungnya karena dia juga belum pernah bertemu orang yang dimaksud Fuuka. Keduanya melihat empat orang remaja yang berlari ke arah mereka.
"A-Anu… Apa kau Yamagishi-san?" Tanya Yukiko terengah-engah, kecapaian.
"I-Iya, aku Fuuka. Apa kau Amagi-san?" Tanya Fuuka gugup. Yukiko mengangguk.
"Fuh… Maaf membuatmu menunggu. Oh iya, hpnya…" Yukiko langsung ke masalah utama.
"Oh ini hpmu." Fuuka memberikan hp milik Shiho.
"Terima kasih Yamagishi-san." Yukiko tersenyum kaku.
"Wah wah, temanmu Yamagishi-san?" Wanita berambut merah menghampiri mereka.
"Mitsuru-senpai? Bukankah kau…" Aigis terlihat kaget.
"Mitsuru-san bilang kerjaannya sudah selesai." Kali ini anak cowok berambut coklat susu muncul dari belakang mereka.
"Oh, Ken-kun. Tugasmu sudah selesai?" Fuuka tersenyum.
"Ya, tentu saja."
"Yamagishi-san, sepertinya kami mengganggu ya? Kami pulang dulu ya?" Para anak-anak Inaba terlihat kaku.
"Tunggu dulu. Apa kau Yukiko Amagi dari penginapan Amagi?" Mitsuru mencegah anak-anak Inaba pergi. Yukiko menoleh.
"Iya, saya Yukiko Amagi. Ada yang bisa saya bantu?"
"Aku Mitsuru Kirijo yang sudaah memesan tempat di penginapan Amagi."
"Oh! Ya, anda Kirijo-san yang memesan 3 kamar kan? Apa anda akan berangkat sekarang?"
"Kurasa tidak. Saya sedang menunggu teman saya yang lain."
"Yo! Maaf membuat kalian menunggu!" Mereka semua berbalik kearah suara itu yang ternyata adalah Stu- maksud saya Junpei dan Yukari.
"Junpei-san? Loh kok ada Yukari-san?" Ken terkaget-kaget melihat Yukari yang berada di belakang Junpei.
"Yukari-san, kenapa?" Aigis heran sekaligus senang.
"Kebetulan aku sembuh tadi subuh jadi aku ikut deh." Yukari tersenyum.
"Kalau begitu semua udah lengkap. Tinggal menunggu Akihiko."
"ARF!" Kali ini Akihiko dan Koromaru datang.
"Akihiko-senpai, kok bawa-bawa Koromaru?" Fuuka sweatdrop.
"Ga apa-apa kan? Kasihan Koro sendirian disana." Jelas Akihiko. Yang lain ngangguk-ngangguk. Anak-anak Inaba pada sweatdrop terutama Yukiko yang merasa tamunya kali ini lumayan aneh, pake bawa anjing segala. Dia mikir nanti ditaruh dimana ya anjingnya, kan ga mungkin di kamar.
"Amagi-san? Sepertinya kami sudah lengkap. Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?" Tanya Mitsuru yang dijawab dengan anggukan oleh Yukiko.
"Tentu saja. Ayo kita pergi." Mereka berjalan kearah loket untuk membeli tiket.
-x-x-x-x-x-x-
"Senpai! Kok lama?" Tanya Rise yang menyambut senpainya. Para anak Inaba yang tidak ikut ke Okina memang menunggu di stasiun setelah membeli barang yang mereka butuhkan.
"Maaf ya. Tadi Yukiko ketemu tamunya di Okina jadinya lama. Tuh mereka." Souji menunjuk ke arah Yukiko dan tamu-tamunya.
"Sensei! Soal pintu masuk ke dunia sana, tadi Teddie sama Rise-chan sudah memeriksanya. Sepertinya kita bisa ke sana lewat TV lain deh." Bisik Teddie.
"Kalau TV lain sih jelas bisa. Maksudmu yang tempat munculnya ga jauh-jauh amat dari biasanya?" Souji sweatdrop.
"Sensei memang pintar!" Teddie memuji senseinya. Yang dipuji malah makin sweatdrop.
"Semuanya, boleh aku mengantar mereka dulu?" Yukiko tiba-tiba muncul. Dia menunjuk ke arah Mitsuru dkk.
"Silahkan. Kami tunggu di... Aiya saja deh." Sebut Yosuke yang inget Junes lagi tutup karena kecelakaan itu.
" Baiklah, dah!" Yukiko pergi.
"Ayo ke Aiya. Kebetulan aku lapar." Kanji langsung ngacir.
"Kita juga pergi yuk." Souji memimpin. Para I.S itu pun berjalan menuju Aiya.
-x-x-x-x-x-x-
Sementara para protagonist kita berdiskusi. Di tempat yang tidak ada seorang pun yang tahu, ada 5 orang yang sedang berkumpul. 2 diantara mereka sedang berantem.
"Kugiru! Kenapa kau menghancurkan TV itu segala!?" Teriak cewek berambut biru muda ke arah cowok berambut merah.
"Berisik. Terserah kan aku mau kayak gimana juga." Jawab cowok bernama Kugiru itu tenang yang membuat cewek berambut biru temannya semakin kesal.
"Kugiru!" Sementara itu, 3 orang yang memperhatikan mereka sweatdrop. Akhirnya salah satu dari mereka mencoba melerai keduanya.
"Sudahlah Kirune. Tidak ada gunanya kau berdebat dengan Kugiru." Cewek berambut pirang itu melerai.
"Tapi Prilia, dianya menyebalkan!" Cewek yang dipanggil Kirune itu terlihat tidak suka. Pasalnya, setiap kali dia berdebat dengan Kugiru selalu saja temannya membela Kugiru.
"Benar kata Amione. Hentikan saja debat kalian. Tidak ada gunanya." Kali ini teman mereka yang berambut hitam ngomong. Kirune cemberut.
"Nii-sama! Kenapa kau juga… Tenanglah Kirune-san, aku di pihakmu!" Kata gadis berambut coklat tua menyemangati Kirune
"Terima kasih Suuki-chan. Kenapa kalian selalu membela Kugiru?! Jawab!" Teriak Kirune kepada Prilia dan Yuuki.
"Ga seru kalau mereka langsung kesana. Kalau kayak gini kan seru, mereka harus nyari pintu masuknya dulu." Ujar Prilia ga nyambung dan ga jelas.
"Kan cuma kamu yang ga setuju. Terserah kamu sajalah, aku ga peduli. Dasar cewek aneh." Kata Kugiru yang sedang tiduran di sofa yang ada disana.
"Kugiru-san! Jangan begitu! Itu tidak sopan!" Suuki terlihat sangat tidak suka.
"Ugh! Dasar Kugiru bodoh!" Kirune kabur (lagi). Entah sudah yang keberapa kalinya Kirune kabur karena Kugiru.
"Kirune! Hah… Kugiru, kau kan tidak perlu sampai sebegitunya…" Prilia menghela nafas dan menyusul Kirune untuk yang kesekian kalinya.
"Aku ikut Prilia-san!" Suuki ikut menyusul Kirune bersama Prilia.
"Untuk apa kalian menyusulnya sih, Prilia, Suuki?" Tanya Kugiru entah pada siapa.
"Sirasu itu gampang tersesat. Dan lagi bahaya kalau dia sendirian, mata kanannya kan buta makanya dia lemah kalau diserang dari kanan. Bukankah kau tahu itu?" Yuuki sweatdrop, ga nyangka Kugiru bisa lupa padahal Kirune itu teman sejak kecilnya Kugiru.
"………" Kugiru terdiam. Dia teringat akan sesuatu.
"Kalau kita jadi berantakan itu salahmu. Setelah ini cepat minta maaf ke Sirasu!" Perintah Yuuki yang kemudian menghilang. Lagi-lagi Kugiru cuma diem lalu tidur.
"Lagi-lagi kalian berantem. Dasar…" Seseorang berkata.
"Berisik kau playboy…" Kugiru merasa tidurnya terganggu. Sosok yang ada dibelakangnya hanya diam sebelum akhirnya hilang tetapi balik lagi untuk mengambil syal kuningnya yang ketinggalan. Kugiru hanya bisa sweatdrop.
~To be continued~
Hahaha, another strange chapter by me. Saya ga ada ide sih jadinya ngelantur kemana-mana. Para S.E.E.S pergi ke Inaba buat refresing ceritanya, emang pada libur ya? Tadinya sih aku mau buat Yukarinya ga ikut tapi kalau dia ga ada ntar sepi, ga ada yang berantem ama Junpei dan kasian dia sendirian. Oh ya, tokoh-tokoh di akhir tuh OC(s) juga. Saya mungkin ga bisa bikin gambarnya tapi buat Kirune, Suuki dan Prilia mungkin bisa. Biodata mereka satu-satu, sekarang Prilia dulu. Yang muncul sedikit diakhir itu semua juga tahu kan? Kalau yang ga tau dikasih tau deh di next chapter. Review please? Saya akan membalas semua review karena saya hobi ngebales surat dkk.
Biodata OC (Prilia):
Nama: Prilia Amione
Umur: 19
Kelas: Kuliah semester 3 (Jurusan apa ya? Fashion kali?)
Hobi: Jalan-jalan, belanja
Makanan favorit: Pizza, coklat
Minuman favorit: Milkshake
Rambut: Pirang bergelombang panjang
Mata: Hitam
Karakter: Cerewet, perhatian, ga sabaran
Persona: Nut of the Empress Arcana
Senjata: Gada (Weleh…)
Gambar: http://tenshiuta127. deviantart. com/art/Prilia-Amione-135367635 (ilangin spasinya) atau: http://tenshiuta127. deviantart. com (ga pake spasi) trus lihat gambar Prilia Amione
Anggota tertua dari tim antagonist. Biar pun yang tertua, dia bukan ketuanya. Sosok kakak bagi Kirune yang menginginkan kakak perempuan dan setiap Kirune kabur dia yang menyusul. Campuran Prancis-Jerman jadi bukan orang Jepang. Dia mengetahui segala rahasia tentang para anggota tim antagonist terutama rahasia Kirune dan Suuki.
P.S Kabarnya bakal ada Persona 3 Portable (P3P) ya? Asyik! Kapan adanya ya yang versi US? P3P sama PSP bedanya cuma tengahnya doang! (Saya tau ini memang ga nyambung)
