Yihaa, bertemu lagi dengan Nana-chan si author gaje! Sori yah karena telat diupdate –dibunuh karena terlalu telat- Ehm, buat adegan actionnya mungkin akan banyak di chapter depan, entah chapter berapa… Hanya perasaan Nana saja atau emang sekarang lagi sepi ya? Trus buat Hayato Arisato, idenya kelamaan jadi aku buat sendiri deh. Tetap Nana tunggu idenya kok, buat chapter yang lain :) Ya udah, let's start!

Disclaimer: Huh… Nana relakan saja deh… Persona punya Atlus…

Chapter 6: See You Next Time Shiho!

"Selamat datang anakku." Shiho langsung tersadar mendengarnya. Shiho melihat seorang kakek tua berhidung panjang (Igor) dan tiga wanita cantik (Elizabeth, Margaret dan…?) di belakang kakek tua di tempat yang seperti… err… kapal pesiar?

"Ini dimana? Dan siapa kalian?" Tanyanya polos. Si kakek tua menyeringai, mengerikan.

"Huhuhu, tidak perlu takut anakku. Kami memanggilmu di dalam mimpi sedangkan kau sendiri sebenarnya sedang tertidur." Jelas kakek itu panjang lebar.

Siapa juga yang takut… Cibir Shiho dalam hati.

"Perkenalkan, namaku Igor dan mereka bertiga asistenku." Igor memperkenalkan diri

"Namaku Elizabeth. Senang berkenalan denganmu." Asisten pertama yang berambut pendek memperkenalkan diri.

"Saya Margaret. Suatu keberuntungan bisa bertemu denganmu." Asisten kedua yang berambut keriting juga memperkenalkan diri.

"Hai, aku Anastasia, panggil saja Anna. Semoga membantu." Sambut asisten ketiga alias terakhir dengan ceria. Rambutnya diikat dua. Dia yang paling terlihat seperti cewek pada umumnya (kenapa Igor bisa dapat asisten yang cantik-cantik ya?)

"Umm… Igor? Jadi apa tujuanmu? Tidak mungkin hanya untuk mengobrol…" Selidik Shiho. Igor terkekeh lagi.

"Wah wah, kau benar-benar anak yang pintar ya. Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja?" Igor bertanya. Shiho cuma ngangguk-ngangguk.

"Sebenarnya velvet room ini hanya untuk orang-orang yang terpilih saja, yang telah menandatangani kontrak. Tetapi kau spesial. Kekuatanmu, baik dari diri sendiri maupun personamu, memiliki kekuatan tersembunyi yang sangat misterius."

"Misterius?"

"Huhuhu, kau bukanlah multi-persona user tapi kekuatanmu melebihi para multi-persona user yang pernah ada, hal yang patut diperhatikan. Anna, berikan kontrak padanya." Suruh Igor. Anna mengeluarkan buku yang familiar, buku kontrak.

"Tanda tanganilah kontrak ini maka kau akan resmi menjadi tamu disini." Shiho menimbang-nimbang sebentar. Saat dia akan mengatakan tidak, dia melihat nama Souji di buku kontrak.

"Loh? Onii-san juga pernah kesini?!" Tanyanya kaget. Igor dan Margaret mengangguk.

"Ya, dia adalah multi-persona user dan persona utamanya adalah Izanagi no Okami." Shiho langsung menandatangani kontrak tanpa pikir panjang

"Kalau sampai onii-san tanda tangan berarti kau dipercaya olehnya dan aku percaya pada onii-san!" Jawab Shiho mantap.

"Terima kasih. Ambilah kunci ini, kau akan membutuhkannya. Sampai bertemu lagi…" Shiho pun menghilang dari velvet room dan kembali ke dunia nyata.

-x-x-x-x-x-x-

"Tadi itu… mimpi?" Shiho segera terbangun dari tidurnya. Dia menghela napas lega saat merasa bahwa itu mimpi tapi kembali membatu saat menemukan kunci velvet room di tangannya. Shiho jadi panik ga tau kenapa dan Yukiko tiba-tiba datang.

"Pagi Shi-chan!" Sapa Yukiko. Dia melihat kunci velvet room yang ada ditangan Shiho.

"Ada apa, nee-san?"

"Gantungkan saja…"

"Hah?"

"Gantungkan saja kunci itu, kau kan pelupa! Itu kunci yang berharga kan?" Yukiko bertanya dan Shiho mengangguk. Yukiko kembali kekamarnya secepat mungkin. Shiho sweatdrop.

Nee-san kenapa ya? Ini kunci velvet room kan? Apa onii-san juga punya ya? Pikir Shiho. Yukiko kembali dengan membawa gantungan kunci.

"Pakai ini saja Shi-chan! Gantungkan ke-tas atau apa saja asal kamu ga lupa. Ngomong-ngomong kau sudah tidak apa-apa? Baru dua hari kau istirahat…"

"Tidak apa. Lagian ini kan hari terakhirku disini, aku mau bersenang-senang dulu disini. Dan, ngapain nee-san kekamarku pagi-pagi begini?"

"Kita mau ngebahas soal kamu. Cepat siap-siap ya!" Yukiko keluar lagi. Shiho dengan terpaksa berdiri dan akhirnya bersiap-siap juga.

-x-x-x-x-x-x-

"Lama! Mana sih duaan itu???" Omel Yosuke.

"Yos, kamu juga baru nyampe 5 menit yang lalu kan?" Souji sweatdrop.

"Yosuke-senpai memang ga sabaran…"

"Benar…"

"ZZZZ…."

"Ntar dibenci cewek loh!"

"Urusai! Urusai! Urusai!" Yosuke ngambek.

"Kayak anak kecil aja…" Komentar Shiho yang baru datang.

"Fujiki-san! Kau sudah sehat?" Naoto terlihat khawatir

"Ya. Oh iya Naoto-senpai, panggil saja aku Shiho. Rada kaku dipanggil Fujiki nih."

"Er… Kalau gitu… Shiho-san, apa kau ingat sesuatu?" Naoto mulai menyelidiki.

" Em… Aku… Kalau tidak salah saat kita ke Okina, aku menemukan toko yang aneh lalu… Aku tidak ingat apa-apa lagi karena tiba-tiba sekelilingku gelap gulita… Aku baru sadar ketika kalian semua datang. Maaf aku tidak membantu…" Shiho menunduk.

"Tidak masalah kok. Kami sudah tahu penculikmu. Apa tujuan mereka ya?" Pikir Naoto yang sudah memasang tampang detektifnya dari tadi.

"Teddie ga tau yo!"

"Kita ga nanya kamu! Pergi sana!" Chie nge-galactic punch si Teddie.

"Menyebalkan!!" Teriak Teddie ala tim rocket.

"…." Semua langsung diem.

"Yah, cuma gitu aja sih. Loh, teman kalian mana?"

"Yang mana?" Yukiko heran.

"Itu loh, yang rambutnya merah, pirang, hijau lumut… Ada anjing juga lagi…"

"Oh mereka… Mereka itu anggota S.E.E.S, para pembasmi shadow juga. Kau sudah tahu apa itu shadow?" Tanya Kanji.

"Udah tau. Aku kan nanyain um… para S.E.E.S!" Shiho berbohong. Sebenarnya dia belum tahu apa-apa.

Ntar minta Igor jelasin aja ah… Males kalau diinterograsi mereka… Pikirnya dalam hati.

"Shiho? Ada apa? Kau baik-baik saja"

"Ga, ga ada apa-apa kok… Eh iya, sekarang kita jalan-jalan saja ya. Kalian kan tahu aku bakal pulang besok." Lagi-lagi Shiho mengelak.

"Benar juga… Sayang sekali..."

"Pindah kesini aja deh Shiho-chan, biar kalo ada apa-apa gampang!" Usul Yosuke bego. Shiho sweatdrop sementara yang lain geleng-geleng kepala.

"Otakmu segimana sih Yosuke, segede kelereng ya? Jelas ga mungkin Shiho-chan pindah kesini kalau ga direncanain sebelumnya. Lagian lusa juga udah masuk. Ngomong-ngomong soal pindah, Souji-kun, kamu bakal balik ke sini kan?" Chie bertanya. Yang ditanya jadi bingung.

"Hah? Oh, yah, begitulah…" Setelah menjawab, Souji masuk mode berpikir lagi. Muka Shiho langsung berubah.

"Oh iya, nii-san kan bakal pindah kesini… Kalau gitu bakal sepi deh …" Shiho terlihat lesu. Souji menunduk karena merasa bersalah.

"A-Ayo kita jalan! Nanti keburu malem loh!" Souji jalan duluan dengan langkah… kaku? Tangan kanan dengan kaki kanan begitu juga sebaliknya.

"Onii-san kenapa ya?" Wajah polos Shiho muncul. (Emang deh dia sama Nanako cuma beda umurnya doang tapi sifat mah sama-sama aja trus brother complexnya juga sama -Author dimutilasi sama Shiho, Nanako dan Souji-). Yukiko sweatdrop ngeliat Shiho yang emang telmi.

Shiho… Kau ini pura-pura ga sadar atau emang telmi ya? Udah keliatan dengan jelas kalau Souji-kun merasa bersalah tau… Batin Yukiko.

"Nee-san? Nee-san kok bengong sih, yang lain dah pada disana!" Shiho mengguncang-guncang Yukiko. Setelah Yukiko tersadar mereka segera menyusul yang lain. Dan bersenang-senanglah mereka seharian, melupakan segala sesuatu tentang shadow dan lain-lainnya. Mereka kelalang-keliling ga jelas kayak turis nyasar. Mulai dari ngelilingin Junes yang udah buka kembali, ngelilingin shopping district, ke sekolah yang entah kenapa dibuka, mancing, sampai ke kuil buat berdoa dan ngunjungin si rubah. Mereka khusyuk berdoa dan tentunya permintaan masing-masing berbeda. Sebelum pergi dari kuil, Shiho menulis permintaannya. Souji yang melihat itu penasaran dan ketika yang lain pergi, dia cepat-cepat melihat papan yang dinamai Shiho.

Akan lebih menyenangkan kalau onii-san tidak pindah ke Inaba dan tetap disisiku… Souji terbelak dan wajahnya memerah. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tiba-tiba si mbak rubah (-Gaplok!-) Ehm… si rubah, Fox (Ga tau namanya ya udah panggilannya Fox aja), ngambil papannya (apa sih namanya? lupa, hehe) Shiho. Dia melihat kearah Souji dan cowok SMU ini tahu maksud Fox. Binatang itu mau si rambut abu-abu mengabulkan permintaan Shiho. Souji hanya menghela napas dan menyuruh Fox mengembalikan papan dimulutnya ke tempat semula agar tidak ada yang tidak curiga. Fox menurut dan Souji menyusul teman-temannya yang sudah teriak-teriak manggil dia.

"Lama amat sih Souji, maling uang kuil dulu ya?" Canda Yosuke. Shiho juga ikut-ikutan.

"Atau ngeliatin permintaan orang satu-satu trus berusaha ngabulin tuh permintaan! Hahaha, ga mungkin kan?" Semuanya tertawa dan tidak menyadari kalau Souji nyaris jantungan .

"Shiho, kamu besok pulang jam berapa?" Tanya Souji mengalihkan perhatian.

"Jam 12 siang. Tiketnya juga udah dibeli, ya kan Yukiko nee-san?" Shiho bertanya dan Yukiko mengangguk.

"Udah jam 5 nih. Sampe jam 6 aja ya, kan Shiho-san butuh istirahat." Naoto memang baik, masih mikirin kesehatan Shiho.

"Kalau begitu ke Junes dulu beli cake trus ke rumah Souji!" Ini Yosuke ngusulin hal aneh lagi.

"Kok kerumahku? Bukannya itu pesta perpisahannya Shiho?" Souji sweatdrop atas usul Yosuke yang (lagi-lagi) konyol.

"Waktu penyambutan Shiho juga dirumahmu kok, ga apa-apa lah. Nanako-chan pasti senang kok!" Yosuke ngasih alasan yang juga konyol.

"Udah deh di Amagi Inn aja sekalian perpisahan dengan para S.E.E.S soalnya mereka pulangnya juga besok." Usul Yukiko.

"Ke Amagi Inn!" Teriak Yosuke ga jelas dengan satu tangan ke atas.

"Cakenya gimana?!"

-x-x-x-x-x-x-

Setelah membeli cake dan entah kenapa jadi beli yang lainnya, mereka semua (I.S + Shiho) pergi ke Amagi Inn dan menemui para S.E.E.S sedang berada di lobi.

"Aigis-san, teman kalian sudah bangun?" Tanya Naoto pada Aigis

"Belum, dia masih tertidur. Mungkin kelelahan… Oh iya, kenapa kalian bawa-bawa cake segala?" Kali ini Aigis yang bertanya karena heran.

"Begini, kami berencana untuk mengadakan pesta perpisahan Shiho dan juga para S.E.E.S dan kalian tidak keberatan kan?"

"Pesta? Kami sih senang-senang saja tapi kalau pesta disini kan bakal ngeganggu tamu-tamu disini."

"Lagi ga ada tamu kok. Ayo pesta!" Dan dimulailah pesta yang super ribut itu dan terus berlangsung sampai jam sembilan malam, kelebihan sejam dari rencana semula.

-x-x-x-x-x-x-

"Capek…" Teriak Shiho dikamarnya setelah semua bubar. Dia membuka hapenya dan melihat fotonya bersama seseorang. Tanpa disadari, air matanya berjatuhan

"Loh loh? K-kenapa aku… Hua!!" Seketika itu juga tangis Shiho meledak. Gadis berambut pink itu menangis sejadi-jadinya dengan bantal dimukanya agar tidak terdengar keluar.

-x-x-x-x-x-x

Sementara itu, Souji baru saja sampai dirumahnya (Rumah Dojima lebih tepatnya karena Souji ga punya rumah –diinjek-).

"Selamat datang Souji, malam sekali. Nanako cemberut terus karena ga diajak. Ada acara apa?" Tanya Dojima sambil menyeruput kopinya. Souji melepas sepatu dan menghampiri Dojima.

"Pesta perpisahannya Shiho dan ada para S.E- Maksudku ada orang-orang yang dari Tatsumi Port Island juga dan mereka pulang besok, sama seperti Shiho karena itu kami sekalian merayakan pesta perpisahan sudah tidur kan?" Souji bertanya sambil celingak-celinguk dan terlihat waspada. Dojima merasa heran dengan tingkah laku Souji.

"Sudah kok. Memangnya kenapa? Sepertinya ada sesuatu yang mau kau bicarakan?"

"Begini paman… Sebenarnya…"

-x-x-x-x-x-x-

"Halo lagi anakku…" Shiho yang udah tau siap pemilik suara ini langsung bangun karena tahu dia pasti diapanggil ke velvet room.

"Ada apa Igor? Aku capek dan ngantuk nih!" Bentak Shiho dengan keras. Igor hanya terkekeh (Bego, dibentak malah ketawa)

"Tenang anakku, aku hanya ingin memberitahumu satu hal. Lalu tentang shadow, kau akan tahu begitu kau bangun."

"Hah? Jadi, kau ingin ngomong apa?" Shiho menguap karena ngantuk.

"Berhati-hatilah, banyak orang yang mengincar kekuatanmu itu terutama para shadow. Kontrol sebisa mungkin kekuatanmu. Anna, gelangnya…" Anna si asisten ketiga Igor hidung panjang memakaikan gelang di lengan Shiho yang tidak bisa dilepas sekuat apapun dia berusaha.

"Igor, apa ini?! Dan lagi kekuatanku itu apa?!" Shiho seperti tidak terima bila tidak diberitahu. Igor hanya menyeringai sampai Margareth dan Elizabeth berbisik padanya.

"Oh, aku ada tamu lain. Sampai bertemu lagi…" Seperti biasa, kegelapan menelan Shiho dan sebelum pandangannya benar-benar hilang dia melihat dua tamu Igor. Satu berambut biru dan satu lagi berambut silver.

"Onii-san?"

"Shiho?!" Kegelapan pun menelan Shiho dengan sempurna.

~To be continued~

Buat para pembaca, sekali lagi Nana minta maaf ya karena baru diupdate setelah sekian lama –ditinju- Setelah Nana baca, ternyata INI CHAPTER GAJE SEKALI!! –dibunuh karena ribut dan pake caps lock- Ini cerita belum selesai kok! Biar pun Shiho udah pulang ga berarti dia bakal ilang gitu aja tetep Shiho tokoh utamanya. Susah yah ngontrol dialog buat banyakan, belasan bo! Maaf kalau karakter kesayangan anda dikit atau sama sekali ga ada dialognya, sori yach! Minatonya blum bangun nih tapi udah muncul di velvet room dan next chapter juga udah muncul kok. Gambar Anna ada di deviantart punyaku, tinggal dilihat. Buat yang punya facebook kasih tau ya dan juga namanya biar saya ga bingung dan bisa nge-add! Yang punya deviantart juga! Berikutnya biodata si Yuuki lalu next chappie Kugiru yang berarti biodata terakhir! Review please? Pendek juga ga apa-apa :D

Biodata OC (Yuuki):

Nama: Yuuki Kanbara

Umur: 18

Kelas: Kuliah semester 1 (Jurusan… musik aja deh)

Hobi: Mondar-mandir, tidur, main piano

Makanan favorit: Makanan buatan Suuki

Minuman favorit: Apa saja

Rambut: Rambut Shin Kanzato versi hitam

Mata: Perak

Karakter: Kayak kucing, sadis kalau lagi berantem)

Persona: Yggdrasil of the World Arcana

Senjata: Sabit

Ketua tim antagonist. Kakak dari Suuki walau sebenarnya mereka tidak ada hubungan darah. Sering dibuat pusing oleh ulah Prilia dan pertengkaran Kirune-Kugiru yang selalu diakhiri dengan kaburnya Kirune. Nyeremin kalau marah dan cuma Suuki yang berani menghadapinya. Satu-satunya orang selain para tokoh utama (Minato, Souji) yang personanya the world.