Akhirnya diupdate juga! Dengan ini saya persembahkan, fanfic paling gaje sedunia!!! –dikuliti- Maaf atas kegajeannya ya!

Disclaimer: Huh… Saya relakan saja deh… Persona punya Atlus…

Chapter 7: Eh?? Onii-san?!

"Shiho? Kenapa dia bisa ada di velvet room?" Gumam Souji setelah melihat Shiho. Dia menarik kursi didepannya yang entah kenapa bisa ada dua padahal tadi cuma ada 1. Igor terkekeh.

"Tidak perlu khawatir anakku. Silahkan duduk kalian berdua…" Souji ga sadar kalau disebelahnya ada orang lain yang emo dan berambut biru tua mirip Naoto. Awalnya dia mengira kalau orang itu Naoto tapi langsung sadar kalau dia bukan.

"Hai, kau Souji Seta kan? Aku Minato Arisato, salam kenal." Minato mengulurkun tangannya sambil (sedikit) tersenyum.

"Da-dari mana kau tahu? Pasti kerjaannya Igor…" Leader I.S itu melirik ke arah Igor dengan tatapan sinis. Igor sweatdrop.

"Sudahlah kalian berdua, cepat duduk!" Si Igor akhirnya panas juga. Setelah keduanya duduk, Igor langsung ngomong panjangxlebarxlama sampai Minato ketiduran dan Souji matanya tinggal 0.5 watt. Igor emosi dan para asistennya cepat-cepat menahannya.

"Fuh, baiklah kita ke inti saja! Dengarkan dengan baik terutama kau Souji Seta!" Tunjuk Igor.

"Hah? Aku?" Ujar Souji bego.

"Udah deh dengerin aja!!!!"

-x-x-x-x-x-x-

"Pagi Yukiko nee-san!" Sambil memasuki ruang makan, Shiho memberikan salam pada Yukiko yang sedang beres-beres.

"Tumben udah bangun. Udah ga sabar pingin pulang ya? Souji gimana??" Ledek Yukiko.

"Memang ga boleh? Nee-san jadi iseng begitu pasti gara-gara Yosuke-senpai!" Shiho membalas dan segera mengambil makanan sebelum disemprot Yukiko. Ketika berjalan menuju meja, para S.E.E.S mengajaknya makan bersama dan alhasil dia makan bersama mereka. Dia menyadari kalau jumlah orangnya bertambah, yaitu dengan hadirnya cowok emo berambut biru.

Orang ini… Rasanya aku pernah melihat dia deh… Di… Velvet room! Shiho terhenyak dan Minato yang menyadari hal itu hanya tersenyum.

"Selamat pagi. Kau pasti Shiho Fujiki, Ig- mereka banyak bicara tentangmu dan begitu pula Yukiko-san. Aku Minato Arisato." Tangan kanan Minato menunjuk ke arah S.E.E.S dan tangan kirinya menunjuk Yukiko. Shiho men-death glare Yukiko yang langsung merinding.

Yah, sebagian besar dari Igor sih... Batin Minato.

"Shiho-chan, Shiho-chan tinggal dimana? Sekolah dimana? Kau tinggal bersama orangtuamu atau diasrama? Rumahmu besar ga?" Tanya Junpei secara beruntun sampai Shiho bingung mau jawab yang mana dulu. Seperti biasa, Yukari memukul Junpei dan kali ini pakai harisen. Shiho tertawa melihat adegan konyol ini.

"Di Tokyo. Aku sekolah di SMU Amezune di kelas 1. Aku tinggal dirumah tapi tidak bersama orang tuaku, mereka meninggal 4 tahun yang lalu dan aku tinggal bersama para pelayan, kadang onii-san mengurusku juga karena dulu orang tuaku dan orangtuanya berteman baik, sahabat malah. Yah, sekarang aku harus puas hanya tinggal bersama para pelayan." Di matanya terlihat kesedihan yang mendalam. Yang lain merasa bersalah sedangkan Junpei mikirin yang lain.

"Maafkan kami sudah mengingatkanmu akan hal yang menyedihkan. Oh iya, onii-san itu Seta-kun kan? Memangnya dia tidak bersamamu lagi?"

"Iya benar. Onii-san pindah kesini lagi karena orang tuanya harus menetap di luar negeri dan rumah mereka dijual." Shiho menjelaskan

"Sayang sekali ya… Kita cepat makannya yuk, keburu jam 12 loh ntar kita ketinggalan kereta." Perintah Mitsuru. Shiho dan para S.E.E.S pergi dengan jam yang sama tapi berbeda kereta. Mereka semua cepat-cepat menghabiskan makanan masing-masing sebelum dibentak Mitsuru.

-x-x-x-x-x-x-

Jam 11.30 pun datang dengan cepat. Kedelapan orang (Ada 1 anjing sebenernya) yang menginap di Amagi Inn pergi menuju stasiun diantar Yukiko. Mereka sampai di stasiun dan melihat yang lain ada disana, menunggu mereka. Para S.E.E.S + Shiho belum sempat mengucapkan perpisahan karena mereka sibuk berkemas.

"Terima kasih atas segala kebaikan kalian. Maafkan aku jika ada yang salah." Ucap Shiho secara formal dan dia membungkuk. Tujuh orang yang lainnya pun melakukan hal yang sama.

"Terima kasih ya. Oh iya, agar kita bisa saling kontak kalau ada masalah soal shadow, ini, ambillah." Fuuka memberikan benda yang seperti telepon genggam ke Shiho dan Souji.

"Benda itu hanya akan berlaku saat dark hour dan di dalam TV dan namanya special phone Kita tukeran nomor telepon yuk biar bisa saling menghubungi." Mereka semua saling bertukar nomor telepon (Kecuali Koromaru) dan yang paling repot Shiho karena dia cuma tahu nomor Souji dan Yukiko (Para I.S udah pada tau nomor teman segrup mereka dan Shiho dan begitu pula para S.E.E.S yang entah bagaimana bisa dapat nomornya Shiho). Setelah selesai, tiba-tiba ada pengumuman bahwa kereta masing-masing sudah datang.

"Dah, sampai bertemu lagi!" Teriak orang-orang yang pulang itu. Shiho melihat Souji dan tersenyum lembut.

"Dah onii-san. Sampai bertemu lain kali." Dia pun pergi menuju keretanya. Shiho ke kiri yang lain ke kanan. Beberapa belas menit kemudian kereta-kereta itu berangkat.

"Yah, sepi lagi deh… Eh partner, kita bakal sekelas ga ya? Jadi penasaran nih! Aku juga rencananya mau masukin Teddie ke Yasogami, kelas 1." Yosuke merangkul Souji seraya berjalan pergi dari stasiun.

"Eh ah, iya…Oh iya, ini kau saja yang pegang." Souji melepaskan Yosuke dan memberinya special phone. Yosuke bingung.

"Kau kenapa Souji?" Chie bicara karena Souji seperti ingin mengatakan sesuatu.

"Maaf teman-teman… Sebenarnya…"

"Hah?"

-x-x-x-x-x-x-

Di dalam kereta yang ditumpanginya Shiho bernyanyi pelan sambil melihat hapenya. Dia bernyanyi dengan pelan, tapi dengan suara yang merdu.

"Suaramu bagus ya." Seseorang berujar. Dia berambut pirang. Shiho tersenyum.

"Terima kasih. Apa kau duduk disini?" Tanya Shiho sambil menunjuk kursi berambut pirang itu mengangguk dan duduk disana.

"Hei, kau sedang apa?" Tanyanya melihat Shiho yang terus memandangi hapenya. Shiho gelagapan dan langsung menutup hapenya.

"Bu-bukan apa-apa kok. Hahaha…" Jawabnya.

"Oh iya, siapa namamu? Aku Ren Akiru. Panggil saja Ren." Ren tersenyum alami yang akan pastinya akan membuat cewek-cewek menjerit.

"Shiho Fujiki. Salam kenal Ren-san."

"Shiho ya? Nama yang manis." Shiho blushing karena pujian itu dan Ren pun tertawa. Mereka mengobrol terus dengan seru dan tawa Shiho terdengar setiap kali Ren melempar lelucon. Tanpa terasa kereta mereka sudah tiba di Tokyo. Shiho bangkit dan berusaha mengambil barang bawaannya. Ren membantunya sekaligus mengambil barang bawaannya. Shiho blushing lagi. Mereka keluar dari kereta dan berpisah ketika pengasuh Shiho datang menjemputnya.

"Terima kasih Ren-san. Sampai bertemu lagi!" Shiho berlari ke arah pengasuhnya, Marie. Ren berjalan ke arah lain dan menemui gadis berambut biru, gadis berambut pirang dan cowok berambut merah.

-x-x-x-x-x-x-

"Selamat datang Shiho oujo-sama!" Para pelayan Shiho memberinya salam yang seperti biasa, membuat Shiho sesak nafas.

"Oujo-sama, saya sudah menyiapkan air panas untuk anda. Silahkan kearah sini." Marie menariknya ke kamar mandi. Shiho sebenarnya tidak suka dituntun seperti itu karena membuatnya seolah- dia hanya anak kecil. Tapi mau bagaimana lagi, Shiho hanya bisa menurut dan berjalan ke kamar mandi.

"Mandilah oujo-sama. Saya akan menyiapkan bajunya." Shiho ingin protes karena biasanya baju yang disiapkan Shiho selalu baju tuan putri yang kurang dia sukai. Dan benar saja, selesai mandi, Marie memberinya gaun pink berenda-renda yang kurang dia sukai. Shiho ingin protes, tapi dia kalah lagi seperti biasa dan dengan amat terpaksa Shiho memakai baju itu. Belum lagi Marie memakaikan pita dikepalanya dan sekarang dia benar-benar pasrah. Lalu Marie memakaikan sepatu pink senada dengan bajunya, lengkap dengan stocking putih yang berenda pula. Penampilannya sekarang benar-benar seperti putri, sweet lolita. (Mungkin suatu saat akan Nana gambarkan)

"Marie, tolong tinggalkan aku sendiri. Aku capek, mau tidur." Pinta nona besar itu sambil ngeloyor pergi ke kamarnya. Marie menghalanginya.

"Tidak boleh. Makan dulu dan berolahraga lah sedikit baru boleh tidur." Setelah menjalankan ritual ini-itu yang disuruh Marie, Shiho langsung ngacir ke kamarnya. Mengunci pintu dan merebahkan diri di kasur empuknya.

"Capek… Marie ga kira-kira. Udah tau orang baru pulang malah disuruh macem-macem. Apa dia marah karena aku ga mau naik kendaraan pribadi ya? Aku tahu dia pasti khawatir tapi sekali-kali aku juga mau jadi anak biasa-biasa ajaaa!!" Gugulingan lah dia di tempat tidur sampe akhirnya jatuh.

"Aw…"

-x-x-x-x-x-x-

Sementara itu di asrama S.E.E.S…

"Capeknya!! Kenapa sih kalian semua minta bantuanku?" Akihiko duduk di sofa, kecapekan.

"Maaf senpai. Ini, minumlah." Fuuka memberikan semua penghuni asrama minuman segar.

"Makasih Fuuka-san."Aigis yang yang sekarang lebih mirip manusia meminum minuman miliknya. Beruntung dia karena Mitsuru sudah membuatnya lebih mirip manusia tanpa mengurangi kekuatan tempurnya, malah membuatnya bisa menggunakan beberapa serangan elemen.

"Ngomong-ngomong Amada, aku dengar akan ada murid baru di kelasmu. Oh iya, kau akan berada di kelas 3-A. Yah sekedar agar kau tahu saja…" Ken yang mendengarnya penasaran.

"Siapa murid baru itu senpai? Aneh sekali dia bisa diterima di kelas 3…" Tanyanya seperti orang dewasa(?).

"Yah… dia mendapat nilai sempurna saat ujian masuk jadi tentu saja dia diterima…" Junpei nganga dan yang lainnya berbisik-bisik kalau anak itu pasti jenius dan mungkin sepintar Minato sementara Minatonya sendiri tidak memberi komentar karena dia sedang membawa Koromaru jalan-jalan, sendirian.

"Hebat sekali… Dia perempuan atau laki-laki? Namanya siapa?"

"Perempuan dan namanya Suuki Kanbara."

-x-x-x-x-x-x-

Di lain tempat, Inaba…

"Naoto-chan!" Naoto, yang lagi belanja terjatuh karena seorang cewek berambut biru muda menerjangnya dari belakang. Dia sesak nafas dikarenakan tangan perempuan yang lain itu melingkar di lehernya terlalu erat. Kirune yang sadar langsung ngelepasin Naoto dan meminta maaf.

"Haha, tidak apa-apa kok. Ngomong-ngomong, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Naoto langung to the point.

"Naoto-chan hebat! Detektif sejati!"

"… Ini ga ada hubungannya sama detektif atau enggak tapi kita kan sudah lama berteman jadi aku hafal kebiasaanmu." Balas sang detektif sambil tersenyum. Kirune merasa jahat karena dia menipu Naoto walau sebenarnya pertemanannya dengan Naoto bukanlah pura-pura. Kirune cepat-cepat memulai aktingnya lagi sebelum Naoto curiga.

"Nao-chan tau aja deh. Sebenarnya, aku bakal sekelas sama kamu lagi loh! Itu kata sensei!" Lagi-lagi Kirune memeluk Naoto.

"Kau benar-benar jadi pindah kesini lagi?! Oh iya, tadi Naoto-chan, sekarang Nao-chan. Lama-lama Nao Nao deh…"

"Nao Nao? Bagus juga… Hehe, aku memang bakal balik kesini Nao Nao! Teman sejak kecilku, Kugiru, juga bakal kesini. Dia kelas 3!" Kirune mempererat pelukannya.

"Kugiru? Oh aku tahu! Yang rambutnya merah kan? Aku melihat dia di Junes."

"Yup, that's true, Nao Nao!"

Harusnya ga kusebutkan… Naoto menyesal setengah mati menyebutkan panggilan Nao Nao.

-x-x-x-x-x-x-

Dua hari sudah berlalu sajak kepulangan Shiho dan tahun ajaran baru pun dimulai. Shiho pun sudah pergi ke sekolah. Dia berjalan kaki menuju sekolah walau pun dilarang-larang oleh Marie. Dia masih ingat dengan jelas tadi pagi. Dia bilang ke Marie kalau dia ingin ke sekolah jalan kaki dan tentu saja Marie menolak. Akhirnya Shiho diantar naik mobil dan emang dasarnya dia anak yang keras kepala, dia meminta supirnya Yuu, bishounen berambut coklat umur 22 tahun yang keluarganya sudah lama mengabdi pada keluarga Fujiki (buat apaan ya nih deskripsi?), untuk menurunkannya di jalan. Untungnya Yuu selalu memanjakan Shiho sehingga dia menurunkannya di tempat yang diminta Shiho. Agar Marie ga curiga, Yuu menunggu beberapa menit sebelum balik lagi ke rumah keluarga Fujiki. Shiho ngelamun sepanjang jalan.

Hah… Padahal aku sudah sengaja masuk kesini untuk bersama onii-san tapi onii-san malah pergi... Shiho menghela nafas. Ketika dia melihat gerbang sekolahnya, para murid sudah berdatangan terutama para murid baru yang dapat dibedakan dengan murid senior dari topi mereka (memang sih digambarnya dia ga pake topi tapi seharusnya dia pake topi warna emas dengan garis kuning). Semakin dekat dengan gerbang, dapat dengan jelas dia melihat kalau seseorang, bertopi hitam garis emas yang menandakan dia murid kelas 3, sedang bersandar di gerbang. Para murid baru yang perempuan berbisik-bisik setelah melihatnya yang dia tahu pastinya mereka naksir dia. Semakin mendekat, semakin jelas pula dia dapat melihat orang itu. Orang itu, yang ternyata laki-laki, menyadari keberadaan Shiho dan melihat kearahnya.

"Hei Shiho, kau lama sekali."

"Eh? Eh? O-Onii-san?" Tunjuk Shiho gemeteran dan dengan wajah seolah tidak percaya.

"Kau seperti melihat hantu saja…" Canda Souji sambil tertawa kecil. Shiho yang bingung langsung pingsan ditempat.

"Oiy! Jangan pingsan disini dong!" Souji sweatdrop dan langsung membawanya ke uks.

-x-x-x-x-x-x-

"Aku dimana? Hah? Kok kayak uks ya?" Cewek bermata biru yang satu ini ngomong sendiri kayak orang gila –dimusnahkan oleh Shiho-

"Ah, kau sudah bangun. Dasar aneh, ngeliat aku langsung pingsan." Souji menyentil kening juniornya itu.

"Habisnya… Onii-san kan harusnya udah pindah ke Inaba. Kok bisa balik lagi kesini? Surat-suratnya kan udah diurusin…"

"Kamu pengen aku pindah?"

"Enggak…"

"Yah, sebenernya waktu ke Inaba rencananya aku mau sekalian ngurusin kepindahanku. Tapi karena kejadian waktu itu, aku tidak jadi pindah dan tetap di Tokyo. Untung saja aku belum memberikan surat pindah sekolah ke sekolah ini." Jelas Souji panjang lebar.

"Onii-san mengkhawatirkan aku? Senangnya… Aku benar-benar sedih saat tahu onii-san bakal pindah ke Inaba. Aku kan milih kesini karena onii-san." Senyum Shiho yang polos membuatnya semakin cantik. Souji memerah mendengar ucapan Shiho lalu Shiho yang menyadari kata-katanya ikut-ikutan blushing. Souji segera mengalihkan pembicaraan.

"Ha-Habis ini kamu mau ngapain? Kalau hari pertama disini sih biasanya bebas aja. Abis upacara penerimaan murid baru, boleh langsung pulang kok. Kecuali kelas 3… Kami harus belajar dulu baru boleh pulang. Dan kau tahu kan kalau dari 9 hari yang lalu juga kelas 3 sudah masuk, benar-benar bikin capek ya…" Souji curhat gaje –ditebas Souji- dan Shiho menganguk-nganggukkan kepalanya tanda dia mengerti. Bel berbunyi dan Souji pergi ke kelasnya. Shiho yang berencana untuk menunggu Soui berjalan ke papan pengumuman untuk melihat dia ada dikelas mana. Disana dia melihat kalau dia masuk ke kelas 1-1.

"Kelas 1-1? Aku males ke kelas… Makan bekal saja ah." Gumamnya dan berjalan mencari tempat yang nyaman. Selesai makan dia berolahraga sedikit. Sehabis itu dia menggambar di buku sketsa. Dia menghabiskan waktu 20 menit untuk makan, 10 menit olahraga dan 30 menit menggambar. Bosan dengan kegiatannya, dia memilih berkeliling sekolah. Dia hanya berkeliling dari lantai 1 ke lantai 2 karena tidak ingin menggangu senpai-senpainya di lantai 3.

"Hah… Bosan… Onii-san masih lama ga ya??" Dia terus berjalan dan berjalan dan malah sempat berputar-putar. Seseorang tiba-tiba memukul kepalanya pelan.

"Udah selesai kok. Ayo pulang! Yuu pasti sudah menunggu." Souji menariknya menuju gerbang sekolah.

"Yuu?? Oh iya, aku heran nih. Onii-san kan rumahnya udah dijual trus nii-san tinggal dimana?"

"Oh itu toh. Aku lupa bilang kalo aku bakal tinggal dirumahmu, maaf maf." Dengan entengnya Souji berkata

"He? Ho? NANIIIII?!" Lagi-lagi Shiho teriak gaje.

"Dia Shiho yang kau maksud kan?" Suara-suara asing bertanya dengan suara yan--- Ralat! Suara yang tidak lagi asing bagi keduanya terdengar.

"Ren! Kemana saja kamu, dicariin dari tadi! Oh iya Shiho, kamu sudah kenal Ren kan? Dia teman sekelas sekaligus sahabatku!" Sambil merangkul, minum air. Itu sih

"Loh? Ren-san?! Jadi kau juga murid sekolah ini? Sekelas sama onii-san? Berarti… Ren-senpai!" Seru Shiho polos. Kedua seniornya nyengir.

"Dasar… Shiho, mulai sekarang panggil aku senpai aja kalau di sekolah. Trus dirumah juga ga usah pake onii-san onii-san gitu deh! Panggil Souji aja kenapa?"

"Hah? Eh tapi… Onii-san, eh bukan, Souji-senpai, ayo kita pulang! Dah Ren-senpai!" Ditariknya tangan yang lebih besar darinya dan menghampiri Yuu yang entah darimana muncul. Diam-diam Souji dan Ren saling tersenyum dan mengacungkan jempol.

~To be continued~

Yak, another gaje chapter!!! –digaplok- Hahaha, Souji ga jadi pindah nih, tetap bersama Shiho. Lupa dijelasin nih, Shiho tuh anak orang kaya yang orang tuanya sudah meninggal dunia. Dulunya orang tuanya dia ama ortunya Souji tuh temen baik makanya Shiho dan Souji bisa saling kenal. Ada OC baru lagi, Ren Akiru! Dia temen baiknya Souji, sahabat malahan. Biodata nyusul deh! Baru saya sadari, MAKIN LAMA CERITA INI MAKIN GAJE!!! –dibunuh karena berisik dan caps lock- Err, boleh minta reviewnya untuk cerita aneh ini? Review? Review?

Biodata OC (Kugiru):

Nama: Kugiru Shouguta

Umur: 17

Kelas: 3 SMU

Hobi: Tidur

Makanan favorit: Apa saja

Minuman favorit: Apa saja

Rambut: Merah

Mata: Merah

Karakter: Ga bisa ditebak, ga banyak omong, kalem, misterius

Persona: ? of The Judgement Arcana

Senjata: Apa saja

Gambar: http://*tenshiuta127.*/*art/Shopping-time-144508012(ilangin bintangnya) yang rambut merah!

Karakter yang mirip sama Minato dari sisi sifatnya. Tukang tidur tapi nilai sekolahnya bagus, Minato banget! Teman sejak kecilnya Kirune dan mereka akrab saat kecil tapi entah kenapa semenjak SMP dia selalu menghindari Kirune. Personanya jarang dipake makanya ga diketahui and berbahaya, sekali di-summon susah dikontrol.