Update! Update! Dengan ini saya persembahkan, fanfic paling gaje sedunia!!! –dikuliti- Maaf atas kegajeannya ya! Hahaha, maaf atas hiatusnya, Nana lagi banyak tugas nih, plus sakit seminggu. Kasihannya saya… Nah, daripada lama, silahkan mulai membaca~
Disclaimer: Huh… Saya relakan saja deh… Persona punya Atlus…
Chapter 9: The New World…
"Ten…naika? Bo-bohong… Kakak!!" Shiho langsung berlari ke kamar Souji dan kebetulan cowok itu sedang menuju kamar Shiho sehingga mereka bertemu di koridor.
"Shiho, tadi itu Ren kan?!" Tanya Souji panik. Shiho menyerengitkan dahinya.
"Ren-senpai? Bukan kok! Yang kulihat itu Tennaika!" Souji dan Shiho saling pandang. Kenapa mereka melihat orang yang berbeda?
"Kenapa begini? Po-Pokoknya kita hubungi dulu yang lain! Aku coba hubungi teman-teman di Inaba dan coba kau hubungi para S.E.E.S!" Perintah Souji sang pemimpin. Shiho yang panik cuma bisa nurut. Diraihnya hand phone di sakunya dan menelpon Mitsuru. Dia menunggu Mitsuru menjawab dan akhirnya telepon tersambung.
"Kirijo-san? Ini aku, Shiho! Anu aku…"
"Shiho-san, apa tadi kau melihat mayonaka channel?"
"I-Iya! Aku melihat temanku, Tennaika yang muncul disana…"
"Eh? Kalau kami semua melihat Aigis yang muncul… Bagaimana dengan yang lain?"
"Beda lagi?!"
"Lagi?"
"I-Iya, kakak bilang dia melihat sahabatnya, Ren… Kami belum tahu siapa yang dilihat para persona user Inaba…"
"Aneh sekali… Baiklah Shiho-san, aku akan meminta pilotku menjemputmu, Seta-san, dan para I.S jadi bersiap-siaplah. Kami akan menjemput kalian satu setengah jam lagi dan aku akan menelpon I.S untuk bersiap-siap." Mitsuru memutus hubungan telepon. Shiho sweatdrop.
Pilot? Oh, helikopter ya? Harus bilang Marie nih… Gumamnya dan pergi ke kamar sang pengasuh. Sementara itu Souji masih menelpon Yosuke.
"Oiy Yosuke, yang muncul di TV tadi…"
"Nanako-chan kan? Sekarang ini Yukiko-san sedang menghubungi Chie lalu Rise dan Kanji berusaha menghubungi Naoto!"
"Nanako?! Kau serius?"
"Apa maksudmu Souji? Memang yang kau lihat bukan Nanako-chan?"
"Bukan! Aku melihat Ren, temanku di sekolah dan Shiho melihat temannya, Tennaika. Shiho sedang menghubungi para S.E.E.S untuk mengetahui siapa yang mereka lihat."
"What the?! Kalau begitu… Eh, ada telepon dari Yukiko-san. Nanti kuhubungi lagi Souji!" Yosuke menutup telepon. Shiho datang tepat saat Souji berniat mencarinya.
"Ah, kakak! Bersiap-siap sana, Kirijo-san bakal ngejemput satu setengah jam lagi." Shiho sok merintah –ditinju Shiho-
"Hah? Dijemput? Pake heli? Udah bilang Marie?" Souji sepertinya cepat tanggap. Perempuan berambut pink didepannya mengangguk.
"Udah kok. Awalnya ga dibolehin tapi pas bilang yang menjemput keluarga Kirijo dia langsung ngebolehin."
"Dasar Marie… Ya sudah, kita siap-siap dulu. Ganti piyamamu gih trus rambutmu diikat saja, biar ga menggangu aja. Dah."
"Iya juga ya… Nanti pasti banyak gerak… Rambut panjang begini menghalangi saja… Marie, bisa minta tolong?"
-x-x-x-x-x-x-
"Mana Naoto?" Yosuke, Yukiko, Chie, Kanji, Teddie dan Rise tengah menunggu di Riverbank. Mereka menunggu disana agar tidak mengganggu penduduk karena bisingnya helikopter. Sejam yang lalu Yukiko mendapat telepon dari Mitsuru tentang penjemputan mereka. Jadilah mereka bersusah payah meminta ijin kepada orang tua masing-masing. Untunglah mereka diijinkan.
"Lagi dijalan… Tenang aja Yosuke, masih ada 10 menit lagi." Yukiko melihat jam tangannya. Yosuke mengangguk-ngangguk.
"Omong-omong, apa Dojima-san sudah tahu Nana-chan menghilang?"
"Dia sedang ada di luar kota dan kayaknya kita tidak perlu memberitahunya deh. Bisa heboh…" Naoto tiba-tiba muncul dan semuanya pada teriak. Gimana enggak coba, muncul tiba-tiba dan ini tengah malam, kan takut aja yang kasar-kasar (hehehe)
"Oh... Yang pasti kita harus menyelamatkan Nanako sebelum Dojima-san pulang!"
"Tentu saja!" Mereka semua berseru. Tak lama kemudian heli yang menjemput mereka datang. Mereka dapat melihat Mitsuru di dalam helikopter itu (ngegelantung kayak monyet –dieksekusi- bercanda kok, hehe, damai Mitsy, peace!). Heli mendarat dengan selamat tanpa korban, tanpa cacat, tanpa bunyi (emangnya bisa? lebay banget sih!)
"Kalian sudah siap? Ayo kita jemput Shiho-san. Loh? Souji Seta mana?" Mitsuru celingukan. Dia belum tahu kalau Souji ga jadi pindah ke Inaba.
"Mitsu-chan belum tahu ya? Sensei kan ga jadi pindah kesini. Dia tetap tinggal di Tokyo dan tinggal dirumah Shiho-chan!" Kata Teddie sok akrab. Mitsuru menghunuskan pedangnya yang entah dateng dari mana.
"Siapa 'Mitsu-chan' itu? Sudahlah, ayo naik." Teddie masih kaku dan harus diseret untuk menaiki helikopternya.
"Let's go to Tokyo!"
-x-x-x-x-x-x-
"Sudah selesai… Anda sudah puas?" Tanya Marie. Shiho menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Dia kagum dengan hasil pekerjaan Marie yang rapih.
"Terima kasih Marie! Cocok kan? Ah, tinggal 20 menit lagi!" Perempuan itu bersiap untuk lari ke kamarnya, mau ganti baju.
"Sangat cocok kok. Ah, oujo-sama! Kalau mau pakailah ini." Marie memberi Shiho baju yang tumben bukan lolita. Bajunya lumayan casual dengan warna yang soft yang cocok untuknya.
"Kalau ada baju seperti ini jangan ngasih aku baju lolita terus dong…"
"Habisnya asyik sih…"
"Asyik? Sudahlah, makasih Marie!" Shiho pergi kekamarnya. Dia buru-buru memakai baju dari Marie dan mengambil evoker, velvet key + gantungannya, kertas jimat, hp, dan dompetnya. Tak lupa dia membawa Special Phone pemberian Fuuka. Dia memasukkan benda-benda itu ke dalam tas selempang mini yang ada. Saat akan berlari keluar, dia memutuskan untuk memakai celana jeans agar lebih leluasa bergerak karena kalau cuma pakai rok pasti celana dalamnya akan terlihat kalau dia memanjat-manjat. Jadilah dia memakai celana jeans dan mengganti sepatunya dengan sepatu olahraga. Akhirnya dia keluar kamar dan menuju taman dimana dia dan Souji akan menunggu jemputan mereka.
-x-x-x-x-x-x-
"Shiho lama… Hah… Ren benar-benar masuk kesana ya…" Gumam Souji. Dia menunggu Shiho. Dia sudah memakai kacamata untuk masuk ke dunia sana. Shiho datang beberapa menit kemudian.
"Kakak!" Serunya. Souji berbalik dan mematung. Shiho memotong rambutnya jadi pendek! Anak itu benar-benar jadi beda.
"Shiho?! Kenapa rambutmu jadi pendek begitu? Bukannya aku bilang diiket aja?"
"Pengen aja. Selain bikin sulit bergerak, aku juga ingin ganti imej. Gimana? Cocok ga?" Tanya Shiho.
"Cocok kok. Bajumu… tumben ga lolita."
"Kakak pingin aku pakai baju lolita ya? Maniak…"
"Bukan! Maksudku yang nyedian pasti Marie kan? Tumben dia ga ngasih baju lolita."
"Iya, aku juga penasaran. Tapi begini lebih nyaman!" Perempuan yang sekarang berambut pendek itu melihat jam tangannya. Souji memperhatikan gelang yang ada di lengan Shiho.
"Hei Shiho… Sebenarnya dari waktu itu aku sudah penasaran… Gelang apa itu?"
"Ini? Ini gelang dari si kakek tua berhidung terlalu mancung itu. Siapa namanya? Obor?"
"Igor… Kenapa dia ngasih gelang itu?"
"Katanya untuk mengontrol kekuatanku. Aku belum denger penjelasan lebih lanjutnya tapi kakak keburu dateng…" Shiho manyun.
"Maaf deh… Kalau gitu tanya aja Igor kalau kamu dipanggil lagi." Saran Souji. Mereka berdua ngegosipin Igor yang jelek begitu kok bisa punya asisten yang cantik-cantik –digarudyne Igor *gak kena, wee*-. Helikopter Mitsuru datang tak lama kemudian. Keduanya pun naik dan yang ada di heli pada kaget ngeliat Shiho yang berambut pendek. Mereka heboh tetapi langsung diam karena mereka kelelahan dan semuanya tertidur kecuali Mitsuru dan pilot heli.
-x-x-x-x-x-x-
"Mitsuru belum kembali juga?" Tanya Akihiko yang lagi memeriksa evokernya. Para S.E.E.S baru pulang dari Tartarus. Sekarang Fuuka lagi memakai laptopnya, Ken main sama Koromaru, Junpei dan Yukari berantem kayak biasa, dan Minato duduk diam di sofa.
"Belum senpai… Tapi ini benar-benar mengagetkan… Bukannya saat dark hour tidak ada satu pun benda elektronik yang bisa hidup? Terus kenapa tadi lampu masih menyala, internet juga… Orang-orang sih berubah…" Fuuka membeberkan pertanyaannya. Dark hour yang sekarang memang jadi aneh. Semua orang selain mereka berubah menjadi peti mati tapi yang paling aneh adalah listriknya. Seharusnya listrik mati tapi saat dark hour tadi lampu-lampu menyala dan masih ada koneksi internet.
"Memang sih… Tapi ini juga menguntungkan kita kok jadi take it dizzy aja!"Kata Junpei sok tau. Yang lain sweatdrop.
"Stupei, yang bener take it easy loh… Dasar bego…"
"Jangan under extreme aku deh, Yuka-tan! Gini-gini aku kan pintar!" Junpei membual.
"Under estimate kale… Kamu pintar darimananya? Nilaimu kan do re mi mulu!" Balas Yukari. Wah, alamat berantem lagi deh…
"Berisik!" Minato menggebrak meja. Suasana sunyi senyap, tidak ada yang berani ngomong. Leader itu berjalan menuju kamarnya di lantai dua dalam diam. Ketika dia sudah di atas, member yang lainnya mulai bersuara lagi.
"Minato lagi bad mood…"
"Terang saja… Aigis menghilang seperti itu gimana dia ga bad mood…"
"Eh, emang mereka udah pacaran?"
"Guk guk! (Aki-aki ga gaul!)" Koromaru menggonggong.
"Koromaru… Aku tidak mengerti perkataanmu tapi kau pasti mengejekku kan?!" Si Akihiko naik darah. Koromaru menciut di death glare sama petinju itu.
"Akihiko, jangan nakut-nakutin Koro dong… Memangnya kamu anak kecil?" Mitsuru sweatdrop dan juga para I.S + Shiho yang ada dibelakangnya. Mereka baru saja datang.
"Habisnya mama, dianya duluan!" Akihiko langsung ditonjok Mitsuru.
"Mamamu dari Hongkong! Dasar… Eh, Arisato mana?"
"Kekamarnya, lagi bad mood jadi jangan diganggu." Larangan Yukari tidak dihiraukan sama sekali oleh Shiho dan Souji. Mereka dengan santainya naik ke lantai dua.
"Ja-jangan naik!" Terlambat, Shiho dan Souji sudah menghilang.
-x-x-x-x-x-x-
"Minato-kun, kami masuk ya!" Tanpa ba-bi-bu, Shiho langsung membuka pintu kamar Minato dengan keras. Baik Minato maupun Souji sama-sama kaget + sweatdrop.
"Ke-ketok dulu dong! Aku pikir siapa…" Minato menarik nafas. Kelihatannya Shiho tidak menghiraukan Minato dan langsung berjalan masuk menuju pintu velvet room.
"Shiho, sopan sedikit dong… Kok kamu jadi berubah gini?"Tegur Souji. Padahal sendirinya main masuk aja.
"Kalian… Hm? Kau mau apa ke velvet room, Shiho?"
"Mau ngomong sama obor~" Shiho langsung masuk.
"Igor…" Ralat Minato dan Souji berbarengan. Mereka pun ikut menyusul si childish.
-x-x-x-x-x-x-
"Igor! Gelang ini gelang apa sih?" Tanya Shiho langsung to the point.
"Datang-dateng langsung nanya… Salam dulu kek… Gelang itu? Kan sudah kubilang untuk mengontrol kekuatanmu…" Protes Igor tapi dia langsung menjawab pertanyaan Shiho. Perempuan yang entah sejak kapan sudah duduk itu masih bingung.
"Maksudnya? Emang aku punya kekuatan apa?" Tanyanya dengan banyak tanda tanya di atas kepalanya.
"Dasar lamban… Ah, kita sudah sampai nih…" Kapal pesiar yang mereka naiki bergerak lambat seperti akan berhenti disuatu tempat. Mereka berhenti di sebuah pulau misterius.
"Tempat apa ini Igor?" Tanya Minato yang mengikuti Igor turun dari kapal diikuti oleh yang lainnya.
"Ini 'Twisted Island' yang akan menjadi tempat petualangan kalian kali ini…"
"Trus yang lain gimana? Kan cuma kami bertiga yang bisa kesini."
"Aku kan belum selesai… Velvet room itu khusus untuk kalian bertiga. Kalian harus memakai kunci ini, 'Twisted Key', untuk menuju pulau ini. Kalian harus memakai ini untuk membuka 'Twisted Gate' yang sudah kusediakan di tempat-tempat tertentu." Margareth memberi satu kunci berbentuk spiral kepada Souji untuk bagian I.S lalu Elizabeth memberi satu kepada Minato untuk S.E.E.S dan terakhir, Anna memberi satu untuk Shiho.
"Sudah sana pergi! Ingat, kalian hanya bisa masuk kalau punya kunci saja!" Seru Igor dan tiga tamu velvet room itu kembali ke dunia mereka.
-x-x-x-x-x-x-
"Igor jelek! Pertanyaanku kan belum dijawab dengan baik dan benar!" Shiho menggedor-gedor pintu velvet room. Dia mencoba membukanya tapi tidak bisa dibuka walau sudah pakai kunci.
"Sudah lah, nyerah aja… Kita lapor yang lain yuk." Ajak Minato.
"Trus kita bilang apa kalau mereka nanya darimana kita dapat informasi dan kunci-kunci ini?" Tanya Souji (sok) perhitungan.
"Bilang aja ga usah banyak nanya…" Minato melenggang keluar. Shiho dan Souji sweatdrop tapi akhirnya menyusul si tukang tidur itu.
-x-x-x-x-x-x-
Minato, Souji dan Shiho segera menceritakan tentang pintu, kunci, dan pulau yang baru mereka lihat. Minato benar-benar menjawab pertanyaan tentang asal-usul informasi tersebut dengan jawaban 'Jangan banyak tanya deh…' dan tidak ada yang bertanya lagi. Shiho sweatdrop dengan hal itu. Akhirnya mereka selesai berdiskusi 30 menit kemudian.
"Yang jadi masalah, pintu masuknya, 'Twisted Gate' ada dimana?" Seketika pintu yang dipertanyakan muncul di sebelah lemari dekat sofa.
"……" Semua diam, heran dengan kebetulan itu.
"Oke, pintunya ketemu jadi ayo masuk~~" Teddie langsung berjalan riang gembira. Yosuke menarik kerah baju Teddie.
"Persiapan dulu Ted… Kau mau masuk kesana hanya untuk jadi santapan shadow?"
"Tapi dimana Teddie bisa nyari perlengkapan?!"
"Disini." Mitsuru menekan salah satu sudut dinding dan mucullah beberapa meja dengan senjata dari berbagai tipe dari bawah tanah. Hening…
Sejak kapan? Pikir para S.E.E.S yang sekarang terdiam kaku. Kalau I.S sih malah seneng kecuali Rise yang ga pake senjata.
"Ah, kipas ini keren banget! Kelihatannya ini kuat…"
"Wow! Keren keren! Sepatu ini kan bagus banget! Yang ini ah~"
"Dagger ini keliatannya pas. Hia!"
"Hm… Yang mana ya? Mending yang dari besi, emas atau baja?"
"Asyik! Claw juga ada! Teddie mau yang aneh tapi mematikan ini aja!"
"Katana yang bagus…"
"Ini kan pistol mahal dan berkualitas! …… Ga apa-apa kan pake ini?" Para I.S masih gaduh dan S.E.E.S ikut bergabung memilih senjata. Shiho diam saja.
"Shiho-san, kok gak milih senjata?" Tanya Ken sambil memilih tombak yang cocok untuknya.
"Ah, senjataku sudah ada kok." Jawab Shiho. Semua selesai memilih senjata 20 menit kemudian. Selanjutnya Mitsuru mengeluarkan armor, aksesoris, dan perlengkapan lainnya seperti obat-obatan. Obral lagi~ (ngaco!)
"Sudah selesai?" Tanya kedua leader secara bersamaan ketika mereka sudah selesai bersiap-siap.
"Ya!" Dan mereka pergi ke 'Twisted Island'
~To be Continued~
Ampun! Udah lama ga diupdate jadinya cuma segini! Males, sepi sih… Chapter ini gaje ya? Ya iyalah! Kalau Nana yang bikin kan selalu gaje, hahaha! –dijitak- Ok, chapter 10 lagi dijalan, ditunggu ya. Kalau boleh, review plis? Ga semangat nih ga ada yang nge-review… Ngomong-ngomong, ini gambar Shiho berambut pendek (ilangin bintang) : http://*tenshiuta127.*deviantart.*com/art/Shiho-Fujiki-quot-I-cut-my-hair-quot-147444963
