Suara Dentingan Jam

Kyo: Dengan sangat bodohnya, si Baka ini malah publis NekoSqu Chap 2 di sic ini ==''

Rst: Hweeee! Maaf! Gomen gomen gomen Minna-sama! Rst bodoh and ceroboh bgt o!

Tenma: Hahaha~ Jangan segitu stresnya gara-gara dibuat nangis lagi Master ~o~''

Rst: Ugh... Jangan ingatkan Rst tentang itu lagi...

Kyo: Che Baka!

Y-Ya Ha Disclaimer : KHR belong to Amano Akira

Pairing: XS

Rating: T

Warning: OOC, Gaje, Typonya berserakan kemana-mana, Maksa banget, Hancur

BRAAAAAK! (Efek suara yang lain)

"Hai, Xanxus!(?) Aku datang berkunjung!" Tiba-tiba pintu ruangan Xanxus terbuka dengan 'ganasnya' kemudian sesosok pemuda tinggi dengan ciri khas orang Itali muncul dengan memasang wajah bersemangat sambil menyunggahi senyuman lebar tentu saja yang tak lain dan tak bukan adalah Dino.

"Che" Xanxus dengan terpaksa menghentikan 'kegiatan'nya sebagai akibat karena Dino yang seenaknya masuk keruangannya hingga membuat suara 'merdu' sedetik setelah pintu membentur dinding.

"Ehh? Ka-kalian se-sedang apa" Dino yang kini sedang menyadari 'sesuatu' yang tak biasa langsung dibuat bingung. Tetu saja… kini di matanya terpantul sang second command Varia sedang bertelanjang dada, ditambah lagi Xanxus yang kini memojokannya; membuatnya semakin berpikir negative.

Dalam sekejab mata, kedua tangan Xanxus berubah menyala; menandakan ia akan mengeluarkan jurus Flame of Wrathnya. Dino yang masih dalam keadaan syok tak bisa bekutik sama sekali. Tanpa belas kasihan, Xanxus langsung menembakannya tepat di dada Dino hingga sukses membuatnya terpental jauh.

"Dasar sampah sialan!" Bentak Xanxus marah sambil berjalan dan melewati Dino tanpa sedikitpun peduli dalam keadaan Dino yang mengenaskan 'Lain kali akan kukunci pintu sialan itu rapat-rapat' Pikir Xanxus sambil berlalu.

Keadaan Squalo…

Squalo yang menyaksikan adegan dimana Xanxus mengenai telak jurus andalannya tepat kearah Dino. Entah bagaimana ia juga merasa sedikit kesal dan sedikit rasa berterima kasih kepada Dino yang kini dalam posisi seperti hewan peliharaan miliknya.

'Lebih baik aku pergi' Squalo memutuskan untuk keluar dari ruangan Xanxus yang sedikit 'tak berbentuk' setelah Xanxus memberikan 'perlakuan khusus' kepada Dino yang datang tak diundang. Sambil berjalan, ia memperbaiki lagi keadaan pakaiannya.


"A-aduh~" Rintih Dino yang kini memperbaiki posisi tidak elitnya sambil memegang kepalanya yang terbentur dengan 'indah' ke lantai lorong markas Varia. Tapi nasib malang masih menimpanya, kepala bagian belakangnya terhantam benda keras. Tentu itu membuat posisinya kembali menjadi posisi hewan peliharaannya.

"Aduh! Siapa sih?" Teriak kesal Dino. Setelah menghadap kebalakang dengan maksud melihat siapa pelaku yang serta merta memukulnya dari belakang. Yang pertama kali ia lihat adalah sebuah palu besar berwarna hijau. Dari warnanya saja Dino sudah tau bahwa itu adalah Leon yang berubah bentuk menjadi palu. Dan pastinya pelakunya adalah Reborn (TYL)

"Jangan seenaknya menghentikan adegan yang paling seru, Bule sialan!" Bentak marah Reborn kemudian kembali mengayunkan palunya hingga mengenai tepat di jidat Dino.

"Berhanti memukulku Reborn-san!" Dino sudah mulai kesal, memangnya ia salah apa? Sudah dua kali ia terkena pukulan, ditambah dengan sesuatu yang jauh lebih parah dari pada itu.

"Kfufufu~ Tentu saja kau salah, Cavollen~ Padahal kami sudah susah payah mengintai mereka berdua" Di samping Reborn, tiba-tiba muncul sesosok pria berambut biru berbentuk nanas dengan tawa khas yang dimilikinya.

"Lho? Mukuro? Maksudnya kami itu a-" Belum menyelesaikan kalimatnya, pertanyaannya sudah dijawab duluan. Mata kecoklatannya melirik kearah belakang dan mendapati semua anggota Varia dan Vongola berkumpul disana.

"Ushishishi~ Kau mengentikan adegan favorit Pangeran, kuda jingkrak" Protes Bel sambil menyiapkan pisau-pisaunya.

"Kami korosu kau Haneuma!" Teriak marah Hibari sambil menyiapkan tonfa di kedua tangannya; siap menyerah Dino kapan saja.

"Kyaaaa! Padahal lagi seru-serunya!" Teriak Lussuria sambil memegang pipinya. Ia juga menyiapkan besi bajanya yang sekarang telah terpasang si lututnya.

"Hiks~ Walau sebenarnya tak tega, tapi tadi boss hebat sekali saat menyerang Squalo" Levi juga ikut memprotes karena menghentikan kegiatan Bossnya yang tercinta. Ia juga sudah dalam ancang-ancang mengeluarkan Levi Voltanya.

"Se-sebenarnya kalian melihat apa?" Pemuda mungil berambut coklat tiba-tiba muncul disamping Reborn dalam keadaan matanya yang tertutup.

"Sudah kau diam saja, Dame-Tsuna!" Roborn dengan kasarnya menendang Tsuna kebelakang tepat kearah dimana Gokudera sedang duduk.

"Juudaime!" Teriak khawatir Gokudera kemudian bangkit dan membantu Juudaime'nya bangun.

"Hahaha walau aku tak begitu mengerti, tapi entah mengapa aku jadi merasa marah kepadamu, Dino-san" Tawa Yamamoto yang mukanya berubah horror. Mukanya memang menyunggahi senyuman, tapi mukanya terlihat sangat marah.

"Itu karena kau menghentikan adegan yang bisa kami pelajari(?) natik Dino/Haneuma/Sialan/Kuda jingkrak/Bule nyasar!" *(Rst): Kok banyak banget julukannya, Dino-san ya =w='* Teriak para Seme dari Vongola Varia serentak. Mereka semua maju dengan masing-masing menyiapkan 'perlakuan khusus' (baca: Jurus) untuk menghukum Dino.

"U-uwah! Memangnya apa salahku!" Dino sama sekali tidak berkutik karena sedang tidak bersama dengan anak buahnya.


"Cih! Ngapai mereka main keroyokan begitu? Kayak orang gila!" Gokudera yang berada jauh dari acara 'perlakuan khusus' Dino hanya mengumpat kesal. Sebenarnya ia juga marah karena adegan XS tadi terputus gara-gara Dino. Padahal dia suda siap dengan Dyinamit, tapi biarlah sudah cukup banyak yang melakukan 'perlakuan khusus' ke Dino.

"Fuh~ Sebenarnya aku juga pengen ikut. Tapi Reborn sudah lebih dari cukup menggantikanku" Lambo(TYL) juga ternyata berpikiran sama dengan Gokudera. Hanya saja yang membedakannya hanya nama 'Reborn' sedangkan Gokudera pastinya 'Yamamoto'.

"Ano… Gokudera-san, Lambo sebenarnya ada apa ini?" Tanya Tsuna masih dengan matanya yang tertutup.

"Bukan apa-apa kok Juudaime!" Jawab Gokudera sedikit panik 'Nantik kesucian Juudaime bisa tercemar' batinnya berkata.

"Iya, Benar!" Sambung Lambo melanjutkan.

"Dino-senpai apa tak perlu ditolong?" Tanya Fran datar.

"Muu… biarkan saja! Buang-buang waktu saja kalau kita membantunya~" Sahut Mommon(TYL) menjawab pertanyaan dari Fran.

Dan keesokan harinya, Dino sudah masuk ke rumah sakit dengan keadaan yang sangat mengenaskan.

~~~ OWARI ~~~

Rst, Kyo & Tenma: …

Rst: A-aneh ya?

Kyo: SANGAT

Tenma: Ya~ Kok master jahat banget sama Dino-san?

Rst: Ugh… Ano… Maaf sekali para Minna-sama penggemar Dino (_ _) Maaf telah membuat Dino-san jadi bahan keroyokan dari AllSeme DobleV =w=''

Kyo: Heh! Kalau gitu suruh Minna-sam ngeflame ini Fic gaje!

Rst: Muu =3='' Rst nggak mau~ Tapi kalau udah parah banget… Nggak apa-apa deh~

Tenma: Haha ^^'' Mohon Reviewnya Minna-sama X3

Kyo & Rst: Onegaisimas!