SUMMARY: Anggota akatsuki di pecat? Bagaimanakah kehidupan mereka setelah keluar dari akatsuki?

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

Author : Sun Setsuna

Warning :Gaje,OOC,Typo Ancur

Don't like dont flame

-oo00oo-

Chapter 3 :Deidara. The Boy? or Girl?

Setelah mendapatkan alamat Deidara dari Sasori, Pein pun kembali melanjutkan pengembaraannya (kembali menggembel).

Hari mulai malam dan akhirnya Pein pun sampai ke tempat yang tetuliskan di alamat.

"Hua hua hua…" Pein nangis-nagis gaje di depan suatu tempat dengan chaya yang berkelap-kelip. Kira-kira kenapa ya?

" Seharusnya gue dulu gak mecat lu Dei, gue gak nyangka klo lu bakal jadi begini lagi" Pein terus menangis didepan sebuah tempat yang bertuliskan 'PIJAT MINUS-MINUS'

(Readers : PLUS-PLUS KALI!)

Maaf, maksud saya 'PIJAT PLUS-PLUS'.

"Gue nyesel Dei. Gara-gara gue lu jadi balik ke kerjaan lu yang lama" Pein masih terus menangis hingga dua orang wanita penjaga pijat plus-plus tersebut dtang menghampirinya.

"Mas kenapa, kok nangis sih?" Tanya salah satu perempuan yang menegenakan tank top berwarna putih dan hot pant berwarna hitam.

"Habis di tinggal pacarnya ya?" Tanya permpuan yang satunya lagi sambil mengelus-elus pipi Pein. Hati- hati mba, ntar kena pierchingny jadi tetanus*author digiles*.

"Nggak kok, saya cuma lagi nyari temen saya" jawab Pein dengan wajah kembali sumeringah. Cepet banget berhenti nagisnya.

"Mang namanya siapa, siapa tau aja kita bisa bantu" katanya sambil nempel-nempel ke Pein kaya ulet bulu.

"Anu..siapa ya namanya..umm..emm.." Pein lupa sama Deidara karena grogi di deketin cewe kaya gitu. Biasanya dia cuma di deketin sama laler.

"Kok lupa sih….?" Rayunya.

"Klo lupa masuk aja kedalem, sapa tau aja ntar inget" ajak salah satunya sambil menarik tangan Pein.

'Glek!'

'Ayang Konan maafin Aku ya, Aku nggak kuat klo di godain kaya gini' batin Pein sambil mengikuti ajakan mereka untuk kedalam. Dasar mesum!

Ketika sudah dekat dengan pintu masuk, tiba-tiba saja ada seseorang berjubah hitam menarik tangan Pein dari belakang dan mengajaknya pergi dari situ.

"Eh..apa-apaan nih! Lepasin gak" berontak Pein saat orang itu memasukkan nya dalam mobil jaguar berwarna hitam. "Siapa lu? Anak raja darimana lu? Anak sultan dari mana lu? seenaknya aja maksa gue masuk-masuk kedalem mobil lu! Mang gue cowok apaan!" tolak Pein. Lu kan cowok mesum, semua readers juga tau.

"Masa gak kenal sih un?" Tanya nya.

"Ya enggak lah, muka lu kan di tutupin pake jaket sama masker gitu"

"Oh iya ya,hehehe"

Pein sweetdrop.

"Ini gue un, Deidara" ucapnya sambil membuka jaket dan masker nya.

"Pentesan ngomongnya pake 'un' terus, ternyata lu Dei".

"Leader ngapain sih di tempat kaya begituan un?" Tanya Deidara sambil menunjuk ke tempat tadi (pijat plus-plus).

"Gue nyariin lu tau, gue kira lu ada di situ"

"Masa gue ada ditempat kaya gitu sih un, itu kan tepat banci-banci, un"

"APA!BANCI! teriak Pein gak percaya.

"Heem" Deidara mengangguk

Mendengar ucapan Deidara, Pein langsung terkapar dengan mulut berbusa. Ternyata dia tadi di godain banci. Malang benar nasibmu Pein.

"Gak nyangka, setelah di godain banci, sekarang gue malah semobil sama banci,hahaha" ejek Pein dan langsung di balas dengan cekikan dari Deidara.

"Gue bukan banci un, gue cowok un" ucap Deidara dengan manyun, membuat wajahnya semakin manis.

"Iya-iya gue cuma becanda. Eh Dei, ada cowok ganteng tuh!" teriak Pein sambil menunjuk ke luar jendela mobil

"Mana? Mana?" Tanya Deidara sambil celingak-celinguk nyari tuh cowok.

"WKAKAKAKAKAKAK" Pein tertawa terbahah-bahak melihat tingkah Deidara barusan.

BUAGH! Bogeman Deidara mendarat di wajah Pein.

"Leader jahat un, godain Dei mulu"

"Abisnya lu begitu. Ngaku nya cowok tapi kaya begitu. Apalagi klo di depan Danna lu, Sasori". Deidara cuma tertunduk dengan wajah memerah. "Eh Dei, ngomong-ngomong ni mobil siapa? Majikan lu ya?" Tanya Pein sambil loncat-loncat di bangku mobil yang sangat empuk.

"Enak aja, ni mobil Dei tauk"

"WHAT!" teriak Pein dengan bahasa inggris satu-satu yang dia hapal itu.

"Biasa aj dong lader un, sekarang kan Dei dah jadi artis un. Jadi Dei bisa aja kan beli mobil un"

"Artis, berarti sama kaya Sasori dong?"

"Beda un. Klo Sasori Danna artis film, klo Dei artis sinetron, tepatnya sinetron striping" jelas Deidara.

"APA! STRIPTIS?" lagi-lagi otak mesum Pein mengmbil alih otaknya yang cuma sedikit itu * Author di Shinra Tensei*.

"Bukan striptis un, tapi striping, striping!" Deidara kembali mengulanginya.

"Mang bedanya Film sama Sinetron Striping apaan Dei?"

"Klo Film itu tayang nya di boaskop, klo sinetron striping itu tayang nya di tv, hampir tiap hari un"

"Oh.." Pein ber oh ria. "Giman tuh ceritanya sampe lu bisa jadi artis?"

"Jadi ceritanya begini un.." Dei mulai bercerita sambil mulai menjalan kan mobilnya

Flashback

"Ini dimana sih un? mana udah malem lagi" Deidara terus berjalan sampai kesebuah tempat dengan cahaya jalan yang seadanya (remang-remang)

"kenapa sih itachi mesti nyuruh kita pisah-pisah, klo Hidan sama Kakuzu mungkin bakalan berntem. Tapi klo Dei sama Sasori Danna kan gak mungkin" gumam Deidara

Tiba-tiba saja dari arah kejauhan terdengar suara orang yang saling kejar kejaran.

"KAMTIB! KAMTIB!" Teriak mereka sambil berlari kearah Deidara.

"Ada apa sih un? kok pada lari-lari begitu un" Tanya Deidara dengan wajah polos pada seorang wanita, salah maksudnya banci. Banci itu lalu memperhatikan Deidara dari atas sampe kebawah.

"lu anak baru ya?mendingan lu lari aja deh bo, ntar ke tangkep" ucapnya karena mengira Deidara juga banci seperti mereka.

"Mang Dei salah apa un? Kok mesti ikutan lari un?"

"Udah jangn banyak tanya deh bo, pak kamtibnya dah deket tuh bo" ucap si banci sambil menunjuk kearah kamtib yang semakin mendekat. Kemudian dia menarik tangan Deidara dan mengajaknya ikutan lari.

"Pelan-pelan larinya un, Aku cape nih"

"Namaku bukan 'un'bo!" ucap si banci sambil terus berlari.

"Namaku juga bukan 'bo' un!" ucap Deidara.

"Mendingan kita berpencar aja deh bo, daripada kita berdua ketangkep" ucap si banci saat bertemu pertigaan.

"Iya deh un, mudah-mudahan aja dia ngejar lu un" akhirnya mereka berpisah. Tapi apes bagi Deidara, karena pak kamtib malah mengejarnya.

"Dei dah gak kuat lari lagi un, dei nyerah" akhirnya Deidara berhenti karena sudah kecapean lari dari tadi.

"Nah mau lari kemana lagi lu" pak kamtib sudah bersiap-siap nangkep Deidara.

"Jangan tangkep gue un, Dei bukan banci un"

"Gue gak percaya, pokoknya lu harus ikut"

"Tidak!" Deidara berteriak lebay saat pak kamtib mulai semakin mendekat.

"Jangan tangkap dia" ucap pria berambut merah di belakang pak kamtib

"Hn?"

"Sasori Danna tolong Aku un" teriak Deidara yang langsung ngumpet di belakang Danna nya.

"Minggir lu, gue mau nangkep tuh banci"

"Banci?" Sasori melihat ke Deidara yang ada di belankangnya. "Mirip juga sih"

"Huft" Deidara menggembungkan pipinya. Sasori lalu menghampiri pak kamtib dan mengajak nya bicara agak jauh dari Deidara.

"Maaf pak, tapi temen saya itu bukan banci" bisik Sasori

"Masa sih?"

"Emang sih dia manis kaya cewe" Sasori langsung muntah. "tapi sebenernya dia itu cowok lho"

"Gue gak percaya, pokoknya gue harus nangkep dia" pak kamtib bersikeras.

'kepala batu nih kamtib' batin sasori. "Bapak tau gak sebenernya dia tu siapa?" tanya Sasori dengan wajah horror dan di bales dengan gelengan kepala dari pak kamtib. "Dia itu sebenernya….teroris"

"Apa!" kaget pak kamtib dengan efek sinetronnya.

"Bapak liat kan dua buah kantung di sampingnya itu" Sasori menunjuk ke kantung tanah liat Deidara. "Itu isi nya bom, klo bapak nangkep dia, bisa-bisa dia ngeledakin dirinya dan kita berdua juga bisa mati pak". Mendengar perkataan saasori barusan pak kamtib tersebut langsung kabur terbirit-birit.

"Wah..Danna hebat un" ucap Deidara sambil meluk-meluk Sasori.

"Lepasin Dei, gak enak tuh di liatin sama orang-orang. Ntar image gue sebagai model bisa tercoreng" Deidara pun mulai ngelepasin pelukannya.

"Sasori Danna jadi model un? Aku juga mau dong un"

"Tapi model cowok udah penuh, adanya model cewe mau gak lu?"

"Yah…" Deidara cemberut

"gak kok, masih ada. Ya udah ikut gue yuk"

"Asik.." teriak Deidara girang"

Flashback end

"Setelah jadi model, gue mulai dapet tawaran maen sinetron un"

"Wah, berarti nasib lu sama kaya Sasori ya"

"Emang jodoh kali ya un?hihihi"

'Sifat cewenya kumat lagi nih anak' batin Pein.

"Dah sampe nih leader" Deidara menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah dengan gaya eropa. Namanya juga seniman.

"Gede banget dei rumah lu"

"Gedean juga markas kita dulu"

"Gede doing tapi gak ada isinya" ucap Pein sambil mengikuti deidara masuk kedalam. "Dei, lu tau kabar akatsuki yang lain ga?"

"Selain Sasori Danna, aku taunya Cuma zetsu san, waktu itu itu gye pernah ngeliat dia di tempat ini" sasori memberikan alamat zetsu.

"Tapi Leader mau nginep di sini dlu kan?"

"Ya iyalah, masa gue mau nyari malem-melem begini. Ntar gue di godain banci lagi, klo di godain cewe sih gak papa". Cewek juga gak mau godain lu Pein.

TBC

A/N

Kependekan kah? Maaf ya,hohoho. Bingung juga mencari ide buat si Dei ini. Maaf ya buat fans Deidara klo merasa kurang puas.

Sasori : "Sun, gue muncul dua kali ya?"

Sun :"Iya, abis si dei minta lu ditampilin bareng dia sih"

Deidara : "Senengnya bisa ketemu Sasori Danna lagi un"

Sasori: "Hoek"

Pein : "Tega lu Sun sama gue. Di chapter 1 gue di tangkep sama anak buahnya Itachi, chapter 2 gue di keroyokin fans nya Sasori, chapter 3 gue di godain banci. Tega lu sama gue"

Sun : "Enak aja tega. Di chapter 1 lu kan gue kasih makan sama minum kopi gratis, chapter 2 gue kasih buat desek-desekan diantara cewek-cewek, chapter 3 gue kasih lu jalan-jaln pake mobilnya Deidara yang bagus ntu. Tega dimananya coba?"

Pein : "Iya juga ya. Hmm.."

Sun : "Jangan lupa,siapin diri lu buat chapter 4 nanti, soalnya lu bakalan ketemu sama Zetsu"

Pein : "Lu gak nyuruh dia buat makan gue kan?"

Sun : "Gak janji deh, fufufuuf"

Pein : "Glek"

Belesan buat yang udah review chapter 1 dan 2 (digabung aja yah, soalnya kemaren gak sempet)

trimaSkentir 69: kreatif ide. Makasih yo

Masahiro 'night' Seiran: Aku belum berani bikin fic romance jadi bikin fic humor aja, pake chara akatsuki karena aku pengen nistain mereka, khususnya

Pein,khukhukhu.

Uchiha Evans: lam kenal juga.

Kazuma Big Tomat: tanda baca ya, okeh.

HakuZuka : maaf yak lo masih typo, maklum anak baru lahir (?)

Shena Blitzryuseiran: tobi sarap. Namanya juga sih tobi, klo gak sarap, mungkin namanya jadi Tibo, halah.

Yunacha Zaitte: iya nih fic pertama ku.

Hanakaze-no-ookami: makasih yak lo fic ini sampe bikin kamu bersemangat masa muda, aku akan mengalahkan guru gai, lho?

Anbu tora: senyum-senyum sendiri. Jangn salahin aku ya, klo kamu dibilang orang gila,hahaha.

Azuka Kanahara: typo lagi ya,hmm….dah update nih,

HirumaManda: bikin kamu ketawa ampe guling-guling. Makasih yah.

Kazuma Big Tomat: makasih ya da di jadiin favorit stories.

Yunacha Zaitte: iya, nih udah ku update.

Uchiha Evans: rajin update. Kebetulan lagi sempet.

Yamanaka'utsukushii-chan: makasih ya dah suka fic ku.

Kirei atsuka: Pein kaya gembel. Emang. Dari mukanya juga dah keliatan* author di lempar*

HakuZuka: minta tanda tangan sasori. Aku juga mau tuh,hohoho.

Deidei rinnepero: jadi suka sama sasori. Wah sama dong.

Azuka kanahara: Pein dimana-mana mesum. Emang udah nasibnya kayaknya.

Mohon maaf jika ada penulisan nama yang salah. Jangan lupa mampir ke fic terbaruku ya, judulnya 'Akatsuki fans'.

Review ya….!