Ohayou Minna san! Ketemu lagi nih sama Sun.. Sebenernya sun males buat ngelanjutin fic ini *di keroyok reades dan Akatsuki*. Gomen ya update nya lama, soalnya lagi sibuk nih. Langsung saja.. ini lah dia.

Title : Akatsuki dipecat?

SUMMARY: Anggota Akatsuki di pecat? Bagaimanakah kehidupan mereka setelah keluar dari Akatsuki?

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

Author : Sun Setsuna

Warning :Gaje,OOC,Typo Ancur

Don't like dont flame

-oo00oo-

Zetsu : The Venus Flytrap

"Leader bangun un! bangun!" Teriak Deidara sambil mengguncang-guncangkan badan Pein yang sedang tidur.

"Hoah..." Pein menguap. Terlihat beberapa lalat, cicak, bahkan tikus yang sedang lewat langsung menghembuskan napas terakhir begitu mencium bau mulut Pein yang sangat 'WANGI!'. Untung author pake masker.

"Udah pagi ya?" Tanya Pein sambil ngucek-ngucek matanya yang masih lima watt.

"Bukan udah Pagi un, tapi udah malem!" Teriak Deidara.

"Oh, masih malem.." Ucap Pein setengah sadar.

"BUKAN MASIH MALEM UN! TAPI UDAH MALEM!" Teriak Deidara kesal.

"Maksud lo?" Tanya Pein sok gaul

"Leader udah seharian penuh tidur un, dari malem ampe malem lagi un." Terang Deidara. Tidur apa pingsan tuh?

"He he he. Sorry Dei, gue dah lama gak tidur di kasur yang empuk kaya begini" Pein nyengir-nyengir gaje.

"Leader jadi nyari Zetsu ga un?"

"Oh iya, gue hampir lupa, gue berangkat dulu dah." Tanpa cuci muka, gosok gigi, apalagi mandi, Pein langsung bangun dari kasur buat nyari Zetsu.

"Bawa ini un" Deidara memberikan secarik tiket pada Pein

"Apaan nih 'Hadirilah, Pertunjukan terhebat abad ini. Tanggal xx, bulan yy tahun zzzz' pertunjukan apaan nih Dei?"

"Udah liat aja sendiri, ntar juga tau un. Gue gak bisa dating un, soalnya ada syuting Shampo Sunslik " kata Deidara sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang berkilau. Pein sweatdrop.

"Nih ada sedikit uang buat jajan," Deidara memberikan uang 200.000 ke Pein. Pein pun nerima uang tersebut

"Kok gue jadi kaya gepeng sih?". (Gepeng: gembel dan pengemis)

(Readers: Emang!)

.

.

.

.

"Gue capek nih jalan mulu, sekali-kali naek ojek ah, mumpung punya duit," Pikir Pein.

"Woi tukang ojek! Kemari lu!" teriak Pein dengan tidak elit nya. Lalu tukang ojek yang memakai motor Harley Davidson (?) itu menghampiri tuh tukang ojek, motornya Harley cuy.

"Mau kemana Pein?" Tanya si tukang ojek

"Lho, lu kok tau nama gue sih?" Tanya Pein dengan penuh heran. Si tukang ojek lalu membuka helem nya.

"GYAAA… NARUTO!" teriak Pein dengan histeris.

"Biasa aja kali, namanya juga Fanfic" ucap Naruto santai.

"Sejak kapan lu jadi tukang ojek?"

"Baru semenit yang lalu"

"Hah? Kok bisa?"

"Tadi Author yang nulis fic ini nawarin gue buat maen di fic nya. Daripada gue nganggur ya udah gue terima aja". Padahal Author harus traktir Naruto makan ramen dulu supaya mau maen di fic ini,T.T

"Oh.." Pein kayaknya ngerti. Kayaknya lho

"Ya udah, mau kemana nih?" Tanya Naruto dengan jiwa ojeknya (?)

"Anterin ke alamat ini nih!" Pein menyodorkan alamat yang diberikan Deidara di chapter sebelumnya.

Pein pun pergi diantar Naruto ke tempat yang di tuliskan di alamat tersebut.

"Udah lama maen di fic ini?" Naruto mengajak ngobrol Pein dalam perjalanannya. Biar gak bosen gitu~.

"Yah lumayan, udah 4 chapter sama yang ini"

"Gimana, enak gak?"

"E-enak dong. Gue kan jadi peran utama disini." ucap Pein ragu-ragu. 'Gak mungkin kan gue bilang klo gue di bikin nista, bisa-bisa martabat gue sebagai leader Akatsuki langsung anjlok' batin Pein dengan kebanggannya.

"Oh enak. Gue kira lu di jadiin nista,hi hi hi" Naruto tertawa cekikikan.

"E-enggak kok?" Pein menyangkal.

"Udah deh gak usah boong. Gue dah tau semuanya kok, orang-orang di konoha juga dah tau,hahaha. Ternyata lu itu mesum ya!" ledek Naruto

'Sialan, ternyata dah ketaun' batin Pein. "Klo gue mesum berarti lu juga mesum!" Sekarang Pein memojokkan Naruto.

"Lho, kok gue di bawa-bawa?" Tanya Naruto dengan heran.

"Ya iyalah, gue sama lu kan belajar sama guru yang sama. Jiraya 'si petapa mesum'. Bener kan!"

"Oh iya ya..kok gue baru tau? berarti kita sama dong," ucap Naruto dengan polosnya."

"Hidup mesum!" teriak mereka berdua semangat. Buat para readers sekalian, tolong jangan di ikutin ajaran Pein yang sesat ini yach.

"Dah sampe, nih tempatnya" Naruto berhenti di depan sebuah gedung besar yang bertuliskan. Pertunjukan terhebat abad ini. Hadirilah!. "Ongkosnya 100.000." ucap Naruto sambil menengadahkan tangannya.

Pein mulai mengamati gedung itu dan sekitarnya

"Ini mah di belakang rumahnya Deidara. Lagian mahal amat ojek lu!"

"Itu udah termasuk murah tau! Lagian klo emang deket, kenapa gak jalan kaki aja sih!"

"Mana gue tau!" balas Pein. Karena orang-orang disekitar mulai banyak yang menonton pertengkaran mereka berdua, akhirnya dengan terpaksa Pein ngebayar tuh ojek.

.

.

.

Setelah menyerahkan tiket, dan membeli sekarung popcorn, Pein masuk kedalam gedung tersebut.

"Pertunjukan apaan sih nih? Pertunjukan taneman apa ya? Apa pertunjukan makan orang? Zetsu kan kanibal." Pikir Pein sambil mencari-cari tempat duduk yang kosong. Akhirnya dia dapet tempat duduk paling depan.

Lampu gedung mulai dimatikan dan hanya menyorot seorang pembawa acara yang muncul dari belakang panggung.

"Nah hadirin sekalian, langsung saja kita tampilkan pesulap tehebat kita.." kata si pembawa acara.

"Oh..pertunjukan sulap" kata Pein

"Inilah dia..Master Jiraiya," pembawa acara meneruskan,

Prok prok prokprok

Penonton bertepuk tangan. Sementara itu Pein masih melongo saat pesulap yang di panggil adalah Jiraiya.

"Dasar guru pelit! Bisa sulap kok dulu gak mau di ajarin sih." Gerutu Pein dari bangku penonton.

Setelah Jiraiya mucnul, beberapa orang berbadan besar muncul dari balik tirai dengan membawa sebuah kotak besar, gergaji mesin, dan peralatan P3K (?). setelah itu mereka keluar. Tidak lama kemudian masuklah asisten Jiraiya. Seorang wanita canik dengan baju seksi yang berbentuk seperti kelinci.

"Saya butuh sukarelawan, ada yang mau membantu saya?" Tanya Jiraiya ke bangku penonton.

"Huah..nona cantik, boleh kenalan gak!" teriak Pein sambil malambai-lambaikan tangannya.

"Nah, silahkan naik keatas" ucap Jiraiya yang mengira Pein bersedia menjadi sukarelawan dalam sulapnya. Dan pein kira Jiraiya bakal ngenalin tuh cewek ke dia.

Sesampainya di atas panggung Pein langsung deketin si asisten.

"Hei nona, punya punya kunci inggris ga?" Tanya Pein basa-basi.

"Enggak, emang kenapa?" tanyanya.

"Oh gak punya. Tapi klo no hp punya kan?" Tanya Pein dengan PD nya dan membuat seluruh penonton tertawa melihat kekonyolannya.

"Cepet lu masuk kesini!" Jiraiya menarik Pein masuk kedalam kotak yang telah di sediakan tadi

"Guru, gue mau dia apain nih?" Tanya Pein yang kepalanya berada di luar kotak, sementara itu badannya masih di dalem kotak.

"Udah tenang aja," ucap Jiraiya sambil mengambil gergaji mesin dan menghidupkannya.

"Guru, buat apaan tuh gergaji?" Tanya Pein ketakutan.

"Gue mau putusin kepala lu." Ucap Jiraiya santai.

Pein yang ketakutan berusaha buat keluar dari kotak. Tapi karena kotaknya di kunci jadi dia gak bisa keluar.

"Tunggu guru, gue tau gue salah dah masuk Akatsuki, tapi jangan di bunuh gitu dong, gue kan belum kawin"

"Lu kata Cuma lu doang yang belum kawin, gue juga tauk!" sahut Jiraiya kesal.

"Woi! Lama banget sih! Jangan pada curat dong!" teriak penonton yang udah gak sabar.

"Guru bener kan bisa sulap?" tany Pein khawatir.

"Gak tau juga dah, gue kan baru 5 menit yang lalu jadi pesulapnya, fu fu fu" Jiraiya tertawa nista. "tenang aja kenapa, klo luka ntar juga ada yang ngobatin" ucap Pein sambil menunjuj ke kotak p3k dan tim medis yang udah bersiap-siap di belakan panggung.

"Gue bukan hidan yang kepalanya bisa di sambungin lagi tauk!" teriak Pein kesal.

"Jangan banyak omong lu..hiaaatt.."jiraya mulai mendekatkan gergaji mesinnya ke leher Pein. Penonton mulai tegang.

"Klo begini gue bisa mati nih. Gimana gue bisa ketemu sama angota Akatsuki yang lain klo gue mati disini." Pikir Pein. Tanpa pikir panjang Pein langsung ngeluarin jurus andelannya.

"Shinra Tensei!"

'JUEGERRR!'

Kotak tempat Pein dkunci langsung hancur berantakan. Pein langsung kabur kebalik panggung. Jiraiya yang kesal langsung berusaha mengejar Pein, tapi niatnya di batalkan karena tepuk tangan penonton yang malah menyukai kejadian barusan.

"Wah hebat yah."

"Kotak nya tiba-tiba meledak. Kayak ada bomnya."

"Suit..suit..keren."

Begitulah kata para penonton.

Pein yang kabur ke belakang panggung kini bersembunyi di sebuah ruangan.

"Fiuh..akhirnya bisa bebas juga." Ucap Pein sambil menyeka keringat dinginnya.

"Leader ngapain disini?" Tanya seseorang yang ada di ruangan itu juga.

"Zetsu?"

"Ya iyalah, masa Zetpam." Ucap Zetsu dengan gaya alay. Gaul di mana nih orang bisa ampe begitu?

"Ngapain lu zet disini? Jadi petugas kebersihan ya?" Tanya Pein. Tugasnya Zetsu di Akatsuki dulu memang bagian ngebersihin mayat buat ngilangin jejak.

"Enak aja, gue pesulap juga tau!"

"OMJ!" Pein kaget. Kebanyakan kaget nih orang. "Gimana ceritanya tuh?" Tanya Pein.

"Ceitanya begini."

FLASHBACK

"Perut gue masih laper nih, dari tadi cuma makan bangke tikus, kecoa, kucing, sama ayam doang." Ucap Zetsu tanpa berdosa sambil ngelus-ngelus perutnya yang buncit. Author mau muntah.

"Gue mau makan orang ah," ucap Zetsu yang sedang istirahat di bangku taman. Kemudian dia menyetop seorang pria yang kebetulan lewat di depannya.

"Woi, gue laper nih. Gue makan lu ya?" Tanya Zetsu dengan ramah (?)

"Ampun mbah, saya gak enak. Daging saya pait, saya banyak dosa. Jangan makan saya ya," pintanya sambil sujud di kaki Zetsu.

"Mbah? Panggilan apaan tuh? Panggilan buat orang ganteng kali ya?" pikir Zetsu. Padahal itu kan panggilan buat dukun. Dasar Zetsu oon *Author ditelen Zetsu*

"Tapi gue dah laper nih."

"Jangan mbah. Klo mbah mau, ambil ini aja," pria tersebut memberikan tiket pertunjukan sulap dan langsung ngibrit meninggalkan Zetsu.

"Tiket apaan nih? Makan gratis ya?" (yang ditulis di situ Cuma alamat sama tanggalnya doang).

.

.

.

Zetsu pun sampai ke tempat yang di tuju. Tapi karena ia nyerep lewat tanah, jadi dia masuknya malah lewat belakang gedung.

"Tuan master, anda sudah di tunggu dari tadi" ucap seorang dengan tulisan crew di bajunya.

"Hah?" Zetsu Cuma bisa sedikit menjawab sebelum akhirnya crew tersebut menariknya ke atas panggung.

Crew itu kira Zetsu adalah seorang pesulap juga. Karena dia melihat pakaian Zetsu yang layaknya seorang pesulap (jubah Akatsuki kan besar kayak jubah para The Master), di tambah lagi dandan yang nyentrik (wajahnya yang sebelah hitam dan sebelah putih ditambah dengan Venus Flytrap ukuran besar yang menutupinya)

"Inilah dia pesulap kita….." pembawa acara menghentikan perkataannya. "Maaf master, namanya siapa yah?" bisiknya ke Zetsu.

"Ze-Zetsu.": jawab Zetsu grogi. "Gue mesti ngapain nih?"

"Loh kok nanya saya. Pesulapnya kan anda" setelah itu pembawa acara turun dari pangggung meninggalkan Zetsu yang gak tau harus ngapain dia tas panggung.

Tidak beberapa lama kemudian masuklah dua orang Crew membawa sebuah kotak lalu memasukkan Zetsu kedalam.

"Kok lama-lama jadi panas sih?" Tanya Zetsu hitam ke putih.

"Nah hadirin sekalian. Master setsu, saat ini sedang di baker!" teriak pembawa acara.

"UAPAA! Di bakar!" pantesan aja panas.

"Dan sesaat lagi, sebuah mobil seberat 10 ton akan di jatuhkan di atasnya"

"GILA! Bisa mati nih gue. Gimana nih?" Zetsu mulai panic.

"Satu…dua…."

Zetsu langsung nyerep kedalam tanah supaya bisa selamet.

"Tiga.."

Mobil tersebut langsung jatuh menimpa kotak tempat Zetsu berada. Untung Zetsu udah ngilang duluan.

FLASHBACK END

"Sejak saat itu gue di julukin Zetsu the master Ngilang". Jelek amat ya julukannya (?)

"Pinter juga lu"

"Minggu depan gue ada pertunjukan sama master-master yang lain. Ada master Dedy kok muter. Master Lambat. Sama master Romy rabogel"

"Wah.." Pein kagum."

"Oi Pein! Dimana lu!" terdengar suara Jiraiya dari luar.

"Wah gawat.. gue mesti kabur nih Zetsu..sampe ketemu lagi ya" Pein langsung kabur sebelum menanyakan alamat anggota Akatsuki yang lain nya.

"Eh Zetsu, ngeliat si Pein g?" Tanya jiraiya saat dia masuk ke ruangan Zetsu

"Udah pergi.."

"Padahal gue mau bilang terimakasih sama dia. Gara-gara dia, acara sulap pertam gue jadi sukses"

THE END

A/N

Akhirhnya selesai juga fic ini. Sun harus menguras kolam, maksudnya menguras otak supaya fic ini bisa tetep lucu. Lucu ga ya? Sebenernya sun pengen fic ini Cuma ada tokoh-tokoh Akatsuki aja. Tapi terpaksa sun harus nampilin Naruto sama Jiraiya sensei. Menurut readers sekalian gimana? Janag lupa mampir ke fic terbaru sun yang judulnya 'syarat buat kawin' ya….

Pein & Zetsu : "Sun gila! Lu mau ngebunuh kita ya!"

Sun : "Tapi kalian berdua tetep idup kan, he he he"*dihajar Pein dan Zetsu*

Naruto : "Kok gue jadi tukang ojek?"

Sun : "Yang penting kan gaya"

All chara : "RIVIEW PLIISSSSS..."