Dua sosok berbayang nyaris tak terlihat bersembunyi di dalam bayangan besar gedung pencakar langit. Sosok pertama yang tinggi dan berbadan terlatih sedangkan yang lain memiliki ukuran tubuh jauh lebih pendek dan hanya sampai di pundak sosok pertama. Dua sosok lain mendekati mereka. Yang satu memiliki rambut pirang dan mata berwarna safir sedang pasangannya adalah remaja yang baru menginjak pubertas.
"Ah, konnichiwa Kakashi."
Sosok tinggi berambut silver membungkuk dalam, "konnichiwa, Sensei."
"Ahh, sopan seperti biasanya. Aku ingin perkenalkan padamu, murid baru untukmu. Aku beritahu padamu, dia ini benar-benar jenius!", Minato membisikkan kata-kata yang paling akhir dari kalimatnya.
Mata berwarna abu-abu gelap milik sang mantan murid itu melihat ke arah remaja di samping mantan Sensei-nya. Ia bisa melihat perawakan yang tegas dan keras. Terlihat seperti orang yang suka menyuruh-nyuruh dan tampak seperti pangeran yang termanjakan. Betapa tidak, lihat saja kulit pucat-nya. Mata yang gelap dan terlihat seperti es. Secara gamblang ia tampak seperti putri salju. Tentunya minus kenyataan bahwa dia adalah remaja pria. Semoga saja namanya bukan 'Snow White'.
"Uchiha-kun perkenalkan, laki-laki berambut silver ini bernama Hatake Kakashi. Dialah yang akan mengajarimu selama kau belajar di sini. Dan Kakashi, murid barumu ini bernama Uchiha Itachi."
Kakashi yang hanya menampakkan mata sebelah kanannya sedikit terkejut mendengar nama itu. Bagaimana tidak, karena sejauh yang ia tahu Uchiha adalah keluarga ternama di Jepang yang memiliki perusahaan yang bersaing dengan Konoha Inc.
"Aku Hatake Kakashi", ujarnya.
Dan yang bersangkutan juga membungkukkan badannya sebelum berkata, "Uchiha Itachi."
Itachi memandang 'guru'nya dan seorang lagi yang berada di sampingnya. Seseorang yang ia ragu entah laki-laki atau wanita. Toh, kebanyakan anak Jepang seperti itu. Tapi, satu hal yang mengganggu pikiran sang Uchiha muda, "kenapa ada anak SD di sini?"
Mata berwarna coklat gelap memandang marah padanya, "SIAPA YANG KAU ANGGAP ANAK SD, BOCAH!"
Oops, sepertinya tanpa sadar Itachi sudah mengatakan itu.
Disclaimer: No I did NOT own Naruto, Sasuke does…
Warning: Boys Love, soon-to-be Yaoi, crack (I guess), OOC-ness (if there aren't any of it, this story won't be a fan fiction), the using of weird-devices, self-insert, etc.
A/N: Aww! Nami bhagia atas review kalian, blsanny , 'kay? O ya, fic ini bkal hal2 yg menjurus ke-Mature. Soalny, Nami lbih , dan 'crime'. O ya, bkal ada 'rape' juga… Jadi, siap2 nyari di Rate-M aja klo fic ini ga ktmu d Rate-T
'thinking'
"dialogue"
[machine command]
T H E H I D D E N V I L L A G E S chapter III
We're taking shortcuts and false solutions, just to come out the 'hero' (Turn it off-Paramore)
Kaki jenjang miliknya melangkah ke arah yang sudah ia kenal. Tidak, jangan remehkan pemuda ini. Dia memiliki otak jenius dan ingatan yang hebat. Mungkin memang bukan photo memory, tapi setidaknya ia memiliki kecerdasan jauh di atas rata-rata orang biasa seumurannya.
Angin semilir yang menerbangkan beberapa helai rambut di sekitar wajahnya membuat suara gesekan di antara dedaunan. Sosoknya berhenti. Jubah yang ia kenakan juga sedikit terangkat. Mata gelap nyaris hitam melihat ke atas. Betapa biru dan cerah langit di sana. Awan putih yang membuat jiplakan bayangan di bumi virtual tempatnya kini berpijak.
Salah satu hal yang membuat Sasuke menyukai The Hidden Villages. Suasana tenang yang seperti ini. Suasana yang tak bisa ia dapatkan di tengah padatnya New York. Kota yang bobrok namun berhiaskan gemerlapnya kehidupan mewah. Entah apa yang sudah merasuki ayahnya hingga pindah dari Jepang ke lubang Neraka ini. Sebenarnya ia tak terlalu peduli dengan kota ini. Hanya saja, melihat semua pencurian, pembunuhan, dan pemerkosaan yang di beritakan tiap menitnya itu tanpa sadar telah membuatnya muak.
Pintu besar berdiri kokoh beberapa meter menjulang kini telah berada di hadapannya. Wajahnya yang sedari tadi di tutupi tudung ia buka. Dua orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng binatang mendekatinya.
"Username, ID."
Sasuke menjawab, "Avenger, ID: 2180604." (1)
Kedua NPC itu mempersilakannya masuk ke dalam Konoha setelah mengkonfirmasi identitas sang Assassin. Sekali lagi, Sasuke menarik tudung dari jubah biru gelapnya. Menutupi hampir sebagian besar wajahnya. Ia berhenti sejenak untuk melihat statusnya. Setelah melihat belly points-nya baik-baik saja, ia meneruskan perjalanan. Berjalan ke manapun kakinya membawa.
Matahari memang masih lumayan tinggi di dalam The Hidden Villages. Lagipula, ia tidak merasakan panasnya Matahari itu. Ia berjalan melalui beberapa NPC dan player yang berlalu lalang. Sepertinya semakin hari game online ini semakin terkenal saja.
Sebagai pemain yang sudah cukup lama di The Hidden Villages, Avenger cukup terkenal. Tentunya juga tim Taka. Meski begitu, ia tahu player yang memiliki Ranking 'S' juga tidak sedikit. Para player dengan ranking ini biasanya memiliki item yang membuat mereka berbeda satu sama lain. Misalnya Karin yang seorang Black Druid. Ia memiliki item berbentuk buku. Buku yang tak lebih besar dari buku diary itu tidak tebal. Hanya ada beberapa halaman. Di dalamnya terdapat beberapa 'Anima', 'Staff' dan 'Dark' yang ber-Rank 'S' yang dapat di lakukan oleh Karin seorang.
Sebelumnya, kalian pasti bingung apa itu 'Anima', 'Staff' dan 'Dark'. Karin adalah satu dari sekian banyak pemain yang memilih sebagai Magic User. Magic User berbeda dengan Weapon User. Weapon User seperti namanya, adalah pemain yang bermain menggunakan alat seperti pedang, tombak, kapak atau panah. Occupation mereka juga bermacam-macam. Mulai dari Knight, Cavalier, Mercenary, Thief atau Pirate.
Sedangkan Magic User adalah mereka yang memiliki kemampuan menyerang jarak jauh dan jarak dekat. Menguntungkan memang. Dan tidak heran sebagian besar pemain pemula memilih sebagai Magic User. Pemain Magic User memiliki tiga jenis kemampuan yaitu Anima, Staff dan Dark. Anima adalah kemampuan Magic User menggunakan beberapa elemen seperti api, angin atau cahaya. Sebelum kalian bertanya, tidak ada elemen air atau tanah. Hey, ini game, ingat? Bukan Avatar.
Yang kedua adalah Staff. Staff adalah kemampuan Magic User untuk Heal; menyembuhkan atau menambah Life Points kepada teman satu tim. Biasanya, Magic User berkemampuan Staff sangat jarang. Karena di level-nya yang rendah, mereka hampir tak memiliki daya untuk bertahan.
Yang terakhir adalah Dark. Seperti namanya, Magic User berkemampuan Dark memiliki elemen kegelapan. Di antara Anima dan Dark, Dark memiliki keunggulan dalam tempo menyerang yang lebih cepat dan ketepatan mengenai sasaran. Hanya saja, Magic User ber-elemen Dark memiliki daya tahan yang lemah, nyaris sama dengan pengguna Staff. Dan kecepatan menyerangnya juga lebih rendah dari Anima.
Magic User memang bisa mengalahkan Weapon User dengan mudah. Kecuali bila kalian melawan Thief, Rogue atau Assassin. Karena pemain jenis ini memiliki kecepatan yang tinggi. Kalian akan kalah telak dengan mereka. Tapi, jika Magic User berhadapan dengan Weapon User satu lawan satu, tidak menutup kemungkinan Magic User akan kalah. Karena pada dasarnya skill Magic User tidak bisa di bandingkan dengan Weapon User.
Dan ada satu jenis pemain yang berbeda. Yaitu Pet User. Pet User biasanya bertarung di temani dengan Pet mereka. Pet memiliki berbagai macam jenis. Yang terkenal adalah kuda terbang atau Pegasus dan Naga. Selain hewan itu ada juga yang lain, seperti anjing dan kucing. Pet ini umumnya bisa di kendarai. Jadi, jangan terkejut jika kau melihat kucing seukuran kuda poni di The Hidden Villages. Oh ya, untuk kuda, kuda tidak termasuk Pet. Karena kuda di dalam game ini adalah alat untuk berkendara. Pet di desain untuk di kendarai dan atau menjadi teman bertarung. Jadi, Cavalier yang duduk di atas kuda tidak termasuk Pet User.
Mari kita kembali menengok Assassin kita yang sedang berjalan santai di dalam Konoha. Ia berhenti di sebuah kedai dan duduk sejenak. Membuka screen transparan berwarna kehijauan untuk melihat waktu di dunia nyata.
Sasuke menutup screen itu dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dan saat itu juga ia berharap tidak melakukannya. Karena dua makhluk yang membuatnya merasa tak nyaman di Konoha kini berhasil menemukannya.
Sejatinya dua makhluk yang di maksud adalah dua orang cewek yang err—memang berisik. Cewek pertama memiliki rambut seperti permen karet; dengan kata lain-pink. Wajah cewek ini sebenarnya lumayan manis, hanya saja dahinya itu yang terlihat besar. Karena rambut pink sebahu miliknya ia biarkan tergerai di kedua sisi wajahnya.
Sepasang mata berwarna emerald melihat ke arah pemuda malang kita. Cewek permen karet ini di temani seorang blondie yang notabene sahabatnya.
"Ahh! Hei babi, lihat-lihat! Cowok itu kembali ke kedai itu. Ternyata kau benar ya?"
"Tentu saja aku benar, jidat-lebar! Seorang Yamanaka tak akan pernah salah!"
Kata-kata centil nan 'merdu' itu sampai ke telinga sang Assassin. Ingin rasanya ia muntah. Tidakkah mereka sadar, betapa keras suara yang mereka hasilkan itu. Mata onyx-nya menatap sekilas ke dua makhluk yang sudah selama sebulan ini ia coba untuk hindari.
Si 'jidat-lebar' menggunakan baju seperti T-shirt terusan berwarna abu-abu gelap. Di pinggangnya terdapat sabuk dengan gantungan pisau kecil. Ia juga menggunakan pelindung dada dan armor pelindung di tangan kanan dan kedua sikunya. Terlihat pula busur dan anak panah dari punggungnya. 'Hn, Archer', pikir Sasuke. Sedangkan 'babi' yang di maksud tadi menggunakan dress berwarna ungu gelap yang memiliki garis putih di bagian bawahnya. Dress itu hanya sampai sedikit di atas lutut. Mempelihatkan sepatu kulit berwarna hitam yang sampai di antara lutut dan mata kaki. Perempuan pirang bermata biru pucat ini menggandeng kuda berwarna putih di belakangnya.
'Sepertinya bukan Archer, lebih tepatnya Sniper dan Mage Knight? Yeah, mungkin', pikir Avenger.
Satu hal yang membuatnya nyaris lari dari situ adalah kedua perempuan itu mendekatinya. Mata mereka-seperti biasa- adalah mata seorang fans yang tergila-gila terhadap idola-nya. Kalau saja bukan karena 'Kebanggaannya sebagai seorang Uchiha', pemuda jenius ini pasti sudah kabur sejak tadi.
Hmm? Tidak, Sasuke tidak kabur. Dia hanya diam duduk di kedai itu sementara dua makhluk tadi berjalan selangkah demi selangkah dan…
"HEY, GIRLS!"
Suara yang tidak terlalu 'enak' untuk di dengar itu menyelamatkan Sasuke. Mata abu-abu gelap miliknya melihat seorang pemuda yang menurutnya terlihat bodoh, sekarang berdiri di hadapan dua cewek pink dan blonde tadi. Dia memakai atasan yang tampaknya adalah jaket terusan hingga lutut. Jaket itu meninggi di bagian leher dan memiliki lengan panjang. Pemuda itu memiliki rambut yang agak berantakan berwarna cokelat gelap.
"Ki-Kiba-kun, kau tak perlu be-berteriak be-begitu", adalah kata-kata yang datang dari seorang remaja perempuan yang muncul di samping pemuda tadi.
'Kiba' menoleh ke arah si gadis, "ssh, jangan panggil aku dengan nama itu."
"E-ehh? Uhm, i-iya", gadis itu terdiam.
Sang gadis itu mengenakan baju berwarna dominan putih dengan sedikit goresan warna ungu muda di bagian bawahnya. Ia memegang tongkat dan juga menuntun seekor kuda. Helaian rambut berwarna indigo tergerai dan kulit berwarna pucat. Mata yang pucat nyaris terlihat tak ber-pupil menatap ke arah mata onyx Sasuke. Mata tak ber-pupil itu melebar sejenak. Gadis itu-pun berjalan ke arah sang Assassin sebelum akhirnya berbicara, "Uchiha—Uchiha Sasuke…?"
Mata sang Uchiha melebar mendengar kata-kata itu keluar dari mulut si gadis indigo. Ia tak pernah ingat kenal dengan orang lain. Dari penampilan yang gadis ini miliki, ia yakin dia adalah orang Jepang. Tapi, selama ia tinggal di Jepang, ia tidak ingat ia memiliki seorang teman.
Alis matanya terangkat, "apa aku mengenalmu?"
Gadis itu tampak terkejut mendengar kata-kata yang meluncur dari lawannya bicara. Ia menoleh ke arah pemuda yang sejak tadi sibuk merayu kedua perempuan itu. Setelah mendengar penuturan yang tak sempat ia Sasuke dengar, wajah keduanya malah tidak bisa di baca. Dari raut wajah gadis bermata pucat itu tampak ke-khawatiran dan kesedihan. Sementara player bernama Kiba menatap Sasuke dengan tatapan yang seperti angin topan; marah, sedih, dan—apa itu 'belas kasihan'?
Sasuke paling benci tatapan itu. Tatapan 'belas kasihan'. Tidak, dia tidak ingin menerima tatapan seperti itu lagi. Tidak setelah tahun-tahun yang ia habiskan hingga saat ini. Kiba yang memiliki tato berwarna merah dan berbentuk segitiga di kedua pipinya memandang dengan keras dan tajam. Ia berjalan ke arah sang Assassin, segera ia mengangkat tangan dan…
"FENRIR!"
Mata onyx melebar dan segera ia menghindar. Dentuman keras menggema dalam beberapa radius meter dari kedai itu. Kepulan asap menyebar, membuat Sasuke merasa terjebak sebelum akhirnya asap itu memudar sedikit demi sedikit. Tepat saat matanya menangkap sebuah bayangan, Sasuke melecutkan tubuhnya. Bergerak menyerang player brengsek itu. For Kami's sake! Ia bahkan tidak kenal dengan pemuda bernama 'Kiba' itu!
Kedua tangan lihai Assassin tidak bisa di remehkan. Dengan cepat ia menyabet bayangan itu. Tidak, mata Sasuke tidak bisa melihat dengan jelas, tapi ia bisa mendengar suara yang tercekat dari lehernya. Suara berisik yang tadi itu kini sepertinya nyaris tak bisa keluar saat Sasuke melancarkan serangan miliknya. Assassin berpengalaman ini juga memberikan tendangan. Melihat lawannya terbaring Sasuke menyeringai.
Suara yang tak bisa keluar, suara yang terperangkap di balik tenggorokan sang lawan yang kritis adalah musik baginya. Avenger mengulurkan tangannya dan menggapai lengan lemah sang musuh. Membuat suara retak dan patah yang membuat perut siapapun yang mendengarnya serasa seperti terlilit. Seringai jahat kembali tergambar di wajah flawless sang Uchiha muda. Mata onyx-nya melebar saat melihat apa yang ada dihadapannya.
line break-don't bother to look at me, I ama Wolf who loves to eat pig-brothers-line break
Jalanan bagai lubang air di musim hujan. Tak pernah kosong dari sekian banyak manusia dan kendaraan. Tak terkecuali hari ini. Yah, meski bisa di bilang nyaris tak ada hari yang tak sibuk untuk New York. Gedung-gedung pencakar langit terlihat begitu tinggi.
Porsche hitam metalik berhenti di sebuah salah satu gedung tinggi. Gedung salah satu dari deretan pencakar langit itu terlihat berkilau di bawah sinar Matahari. Gedung berlantai empat puluh itu memang masih lebih pendek di banding di sekitarnya. Tapi setidaknya, gedung itu adalah properti sendiri dari perusahaan yang memilikinya; The Dawn Technology. Atau lebih familiar di sebut Akatsuki.
Perusahaan yang bergerak di bidang komputerisasi ini lumayan terkenal selain Konoha dan Sharingan. Konoha adalah sebuah perusahaan besar merupakan merger dari lima perusahaan besar. Nama 'Konoha' di ambil dari perusahaan yang memiliki peran dan saham terbesar di antara kelimanya, yaitu Konoha Group. Sedangkan yang lainnya adalah Suna, Ame, Kiri, dan Oto. Konoha juga adalah pelopor berkembangnya sektor computer di dunia.
Hampir satu dekade yang lalu, di mulainya booming sebuah permainan yang melibatkan alat-alat berteknologi tinggi. Tetapi, hal itu bukan berarti kemajuan dunia maya sebelumnya tidak baik. Tidak, tidak begitu. Ini adalah dunia modern saat ini. Komputer adalah barag mutlak saat ini. Untuk anak-anak dan remaja, setidaknya laptop adalah barang yang paling di inginkan. Tentunya selain telepon genggam. Internet adalah sesuatu yang sudah umum. Tak ada koneksi lambat untuk internet.
Karenanya, masyarakat dunia menginginkan sesuatu yang baru. Bukan hanya game online biasa, bukan hanya tempat bisnis biasa, dan juga bukan jejaring sosial biasa. Dan karena itulah, Konoha muncul dengan ide baru. The Hidden Villages. Tempat dimana para pebisnis, ramaja dan anak-anak bisa masuk sebagai individu baru yang berbasis seperti kehidupan biasa. Dengan setting alamiah dan tidak ada mobil atau alat-alat modern lainnya di dalam game ini. Yang membuatnya cepat di terima bukan hanya setting itu. Tapi juga karena alat yang digunakan sangat mendukung untuk menciptakan efek yang tampak nyata.
The Hidden Villages adalah fenomena baru setelah internet menjadi 'barang' umum. Karenanya, tak heran muncul perusahaan-perusahaan baru yang mengambil keuntungan dari fenomena ini. Seperti perusahaan mainan atau perusahaan penyedia device dan jasa untuk update data terbaru sebagai player di dalam THV. Perusahaan-perusahaan itu tentunya tidak bergerak sendiri begitu saja. Mereka bekerja seijin Konoha Inc.
Akatsuki adalah salah satu dari perusahaan yang bekerja sama dengan Konoha. Hanya saja di bidang keamanan di dalam game itu. Misal kelancaran dan stabilitas di dalam game itu. Menjaganya agar tidak ada orang yang sengaja membuatnya rusak. Mungkin dengan mengacaukan sistemnya atau memberikan virus di dalamnya. Meski begitu, bukan berarti Akatsuki adalah anjing peliharaan Konoha. Tentu tidak. Selain yang ada di kontrak dengan Konoha, The Dawn Technology tidak akan bertindak apapun. Misal, menindaklanjuti para hacker atau pengacau sistem. Akastuki hanya akan melaporkannya dan membuat hacker itu jera tapi tidak secara hukum. Mereka hanya akan membuat manusia bodoh itu tak bisa berkutik di dalam sistem, menunggu untuk pihak Konoha sendiri yang 'menghabisi'.
Dua orang pemuda yang terlihat di umur produktif mereka, keluar dari dalam mobil. Keduanya menggunakan setelan suit berwarna hitam. Yang pertama, tak lain dan tak bukan Uchiha Itachi, sedangkan pemuda lain di sampingnya yang memiliki tubuh tinggi besar memiliki kulit pucat yang nyaris biru, Hoshigaki Kisame.
Keduanya memasuki gedung dan berjalan ke tempat masing-masing. Itachi dan Kisame berpisah di depan lift. Pintu lift terbuka dan menampakkan dua orang rekan kerja yang tak lain dan tak bukan juga rekan kerja Itachi. Seorang Uchiha memang di takdirkan untuk menjadi seorang yang kaya dan menyebalkan, tak suka bersosialisasi dan memiliki tubuh aristokrat bagai pahatan tangan Tuhan. Tapi, bukan berarti mereka tak suka bertemu dengan rekan kerjanya. Tidak, bukan itu. Menurut Itachi itu bukan masalah sama sekali. Tapi, dalam keadaan seperti apa ia bertemu dengan mereka.
Itachi menutup matanya dan menginterupsi 'kegiatan pagi' dua pemuda berambut merah dan pirang itu. Haruskah kita melihat apa yang Itachi lihat? Ada yang setuju?
Ah, baiklah. Sebenarnya hal ini tidak baik untuk di lakukan di tempat umum. Apalagi tempat kerja. Pemuda berambut merah tadi bernama Sasori, Ishida Sasori (2). Dan si pirang tadi adalah kekasihnya, Kagamine Deidara (3). Yang di lihat Itachi adalah si kepala merah dengan pakaian lengkap yang memiliki si pirang di antara lengannya dengan bibir yang saling berkaitan dalam ciu-ehem- maksudnya 'kegiatan pagi' mereka. Dan yang bersangkutan sepertinya sama sekali tidak terganggu. Deidara tampaknya juga menikmatinya. Yah, terhitung dari banyaknya 'tanda' yang terdapat di lehernya dan menghilangnya beberapa kancing dari blouse biru muda yang ia pakai. Jas berwarna biru tua miliknya juga tergeletak tak berdosa di bawah kakinya.
"Ehem."
Mata berwarna biru pucat terbuka dari kelopak mata yang terlihat sedang dalam dunia mimpi. Deidara yang mendapati blouse-nya terbuka segera merapikannya dan buru-buru memakai kembali jasnya. Sementara si dominan dalam hubungan keduanya hanya mengeluarkan suara erangan 'tidak suka' ke arah Itachi.
"Aku tahu kau tidak suka, tapi perhatikan di mana dan kapan kau melakukan'nya', Sasori", ujar sang Uchiha.
"Kau harusnya mengurusi urusanmu sendiri, Uchiha", adalah jawaban dari Sasori selain tatapan tajam.
"Dan membiarkanmu melakukan 'itu'? Ah, aku rasa tidak. Maksudku, tidakkah kau sadar ini lift, bukan kamar hotel."
Oh, mungkin merah memang warna favorit Deidara. Mungkin bukan hanya karena warna rambut Sasori yang merah, tapi juga pipinya yang kini terlihat merona. Ohh, malangnya. Sepertinya, hari-hari yang menunggu sang anak sulung Uchiha lebih merepotkan dari yang sudah-sudah. Baginya, kantor ini sudah cukup buruk dengan Leader-nya yang seenaknya sendiri itu, Sekretaris setia-nya yang emo, Ketua Penanggung Jawab yang selalu berkata kotor, ditambah manusia 'anak baik', pecinta ikan, dan terburuk Penanggung Jawab Keuangan perusahaan yang bagaikan penagih hutang. Terkadang ia berpikir, entah bagaimana perusahaan The Dawn Technology ini masih bisa berjalan dengan tegap di perekonomian Amerika yang ketat akan persaingan jika para pelaksananya saja seperti mereka-mereka itu.
line break-don't bother to look at me, I am Hades the God of the Hell-line break
Wajah peachy milik player brengsek itu juga menggambarkan seringai lebar sebelum akhirnya menghilang di antara barisan huruf dan angka berwarna hijau.
"Luna…"
Mata onyx itu memandang ke sekeliling dengan tatapan kematian. Memandang penuh dengan rasa ingin membunuh seraya kepulan asap yang tersisa menghilang tak bersisa. Pertarungan seperti ini memang sering terjadi. Sehingga tak akan ada player lain yang cukup bodoh untuk menginterupsi pertikaian antar-player seperti ini, dan lagi jika player yang bertikai itu memiliki level tinggi.
Seringai lebar tergambar. Membuat Kiba tampak seperti Serigala yang baru saja menangkap mangsanya. Tapi, itu memang benar. Karena Avenger terjebak tepat di tengah 'mantra' yang siap ia aktifkan kapan saja. Mungkin jurus ini ber-level rendah, tapi, jika yang memakainya adalah seorang yang berpengalaman artinya sama saja dengan melawan orang itu sendiri.
"Ah, Kau seorang Summoner ternyata", ujar Avenger dengan tenang.
Wajah bertato segitiga itu berubah menjadi wajah orang bodoh. Dan dengan bodohnya pula ia berkata, "oh! Kau bisa menebaknya? Wow, kau memang tidak pernah berubah."
Sasuke yakin wajahnya menampakkan urat nadi di bagian kepalanya. Betapa ia ingin membunuh player bodoh ini. Well, dia tidak sepenuhnya bodoh, hanya saja-tidakkah kalian lihat ke'bodoh'annya itu?
"Hh, apa aku mengenalmu? Wahai tuan bertato segitiga?", ujar Sasuke dengan kata-kata sarkasme yang bernada tajam.
Wajah lawannya kini tak berekspresi. Nada dingin yang sebenarnya tak pantas ia gunakan keluar seperti ular dari sarangnya, "setelah semua yang terjadi, betapa sangat hebat kau pikir dirimu itu?
"Seorang Uchiha tetap Uchiha. Di mana-pun mereka, siapa-pun mereka, tak ada bedanya. Hanya membawa kehancuran dan kesedihan. Kau pikir kau itu hebat, hah! Kalau bukan gara-gara ucapan dan mimpi bodohmu semua itu tak akan terjadi. Kalau bukan karena kepergian seorang yang brengsek sepertimu semuanya tak akan menjadi seperti ini! Dan dia—dia tidak akan hilang dari kami…
"Kau—lebih baik mati saja."
Kepala sang Avenger tak pernah lebih pusing dari sekarang. Ia terlalu bingung setiap kata dari Summoner di hadapannya berngiang. Ucapan? Kepergian? Uchiha? Dan apa maksudnya dengan 'dia'? 'Dia' siapa?
Jentikan jari sang Summoner membuat peta diagram di bawah sang Assassin berasap dan membuat letupan-letupan di susul dengan dentuman yang massive bagai bom. Tubuh Sasuke yang tak siap dengan gerakan menghindar terjebak di dalamnya dan terpental dari tempatnya berdiri. Mendarat di atas kedua kakinya ia melihat ke arah lawannya bertarung. Seekor anjing berwarna putih berdiri di samping sang pemakai Magic, siap sedia menerima perintah dari tuannya.
"Summon."
Kata yang meluncur dari mulut lawan sang Assassin membuat Pet-nya berubah persis seperti replika dirinya. Satu Summoner dan Pet bukan masalah besar, tapi dua Summoner sama persis? Pasti lebih merepotkan. Avenger tidak tahu jika ia akan menang. Tapi, damnit! Uchiha Sasuke adalah player yang hebat. Ia tak akan kalah hanya gara-gara itu. Ia tak akan kalah di tangan seorang yang bahkan tak di kenalnya.
Ia melihat replika itu bergerak ke arah sang Uchiha. Dengan tangan kosong ia melancarkan serangan kepada Professional Assassin lawannya. Di susul dengan yang lainnya. Dua lawan satu. Sejujurnya itu tidak seimbang. Tapi, mau tidak mau Sasuke harus melawannya. Yang membuatnya kaget bukan kemampuan Magic User ini dalam kemampuan tangan kosong. Karena bertarung dengan tangan kosong adalah kemampuan yang bisa di miliki semua occupation dengan ketentuan mau belajar dengan serius. Tidak, tidak, bukan kemampuan itu yang Avenger heran. Tapi, kecepatan dan critical hit yang ia dapatkan dari sang Summoner yang ia heran.
Kecepatannya bertambah dan juga critical hit-nya. Mata-nya sempat melebar saat ia melihat pukulan melayang beberapa inci dari matanya. Tendangan tinggi juga nyaris ia dapat di bagian samping kepala. Tidak, ia tak mau kalah. Lawannya berhenti sejenak melihat sang Assassin berambut gelap tak merespon serangannya. Memang benar Sasuke tidak menangkis atau balik menyerang, ia hanya menghindarinya.
"Kenapa? Kau kaget melihat kecepatan-ku? Ha, biar kuberi tahu. Aku bukan Summoner biasa."
"Hn, sudah kuduga."
"Oh ya? Wow, kau hebat. Aku adalah Special Summoner. Seperti yang kau lihat, aku bisa mengubah Pet milikku menjadi replika diriku sendiri. Sama persis dari segala hal kecuali satu hal, ia tidak bisa berpikir sendiri. Ia tetap melakukan apa yang ku perintahkan. Singkat saja, kau melawan dua orang yang sama. Dan satu hal lagi, Summoner adalah Magic User berkekuatan paling fleksibel. Kami bisa menggunakan Anima, Dark, dan Staff. Jadi, kau mau merasakan apa hari ini, Uchiha?"
Telunjuk sang Magic User terangkat dan terarah pada Avenger. Percikan bunga api terlihat di ujung tangan yang berselimut sarung tangan kulit berwarna cokelat. Dan lagi-lagi, perintah keluar dari mulut Kiba, "Elfire!"
Bergerak bagai seirama dengan udara, Assassin itu menghindar dan berdiri tegak beberapa meter dari lawannya. Otaknya berpikir keras. Tidak terbayang ia akan menemukan lawan yang tangguh. Well, setidaknya ia masih memiliki beberapa langkah jenius untuk melawan player di hadapannya ini.
Perintah kembali meluncur. Terus dan terus. Terkadang beberapa jurus ber-level rendah di lancarkan oleh Summoner itu. Meski begitu, gerakan Avenger lebih cepat untuk di ikuti oleh gerakan tangan dan ketepatan menyerang sang lawan.
Sebenarnya, semua pemain di The Hidden Villages hampir tak mempunyai tingkat kelelahan atau fatigue. Tapi, mereka memiliki batasan masing-masing. Dan yang di tunggu Sasuke adalah ketika 'mana' sang Summoner habis. Magic User menggunakan 'mana' untuk dapat mengeluarkan jurus-jurusnya. Tidak seperti Weapon User, yang bergantung pada ketahanan senjata yang mereka gunakan. Jika 'mana' habis, Magic User perlu mengisinya kembali. Misal, dengan beristirahat sejenak.
Tapi, Sasuke tahu, dalam keadaan seperti ini tak mungkin si pengguna Pet itu akan beristirahat. Mungkin, dia akan meminta bantuan teman wanitanya yang tak berpupil itu. Oh ya, Magic User juga bisa menambah 'mana' dengan bantuan pemain lain. Suara 'puff' terdengar begitu jelas saat Pet milik Kiba berubah kembali menjadi anjing putih.
"Damn!", Sasuke mendengarnya mendesis.
Seringai yang nyaris tak terlihat mengembang di wajah pucat sang Uchiha. Kesempatan emas. Karena mata gelapnya melihat gadis tak berpupil tadi membaca sesuatu dan mengarahkan satu tangannya ke arah sang Summoner. 'Hn, sudah habis ternyata'.
Tepat saat kesempatan itu terbuka, Avenger melayangkan tubuhnya mendekati lawannya. Memberikan beberapa tinju dan tendangan yang di antaranya tak bisa di hindari. Tubuh lawannya berusaha menahan dan menghindari dentuman yang di terima. Momentum di daerah yang terkena serangan memang tak terasa nyeri atau apa. Tapi, Summoner itu tahu, itu tidak baik. Karena Life Points-nya terus berkurang.
Ketika tangan Assassin itu di rentangkan ke belakang, dua bilah pisau keluar. Mata pisau yang berkilau seperti sepasang mata predator. Sabetan pisau itu terlihat begitu cepat. Keringat dingin mengucur dari dahi Kiba. Mata cokelat gelapnya berusaha mengimbangi gerakan lawan. Tak sadar saat sabetan lain datang dari arah kanan.
Sayatannya tak terasa apapun. Yang terlihat kini adalah sobekan baik lengan baju maupun kulit sang Magic User. Tetesan pekat berwarna merah merembes dari luka itu. Dan keduanya berdiri berhadapan. Menunggu untuk membuka serangan berikutnya.
"Hah-haa… Kau hebat..", ujar lawan Avenger.
"Hn."
Suara gemuruh mengagetkan pasangan lawan yang sedang dalam pertarungan ini. Tanah tempat mereka berpijak berguncang begitu hebat. Para player berlarian. Beberapa di antara mereka langsung logout. Meski beberapa pula tidak bisa melakukannya. Mata Sasuke memandang sekelilingnya. Hal ini terjadi lagi. Ia membuka screen dan menekan tulisan 'logout'. Dan yang terjadi selanjutnya membuat matanya kembali melebar…
[access denied]
Kedua kalinya Sasuke menekan tombol di-screen hijau itu dan jawaban yang muncul tetap sama.
[access denied]
[access denied]
line break-don't bother to look at me, I am Gargoyle the human eaters-line break
Telinga berwarna merah menyala itu berdiri tegak menuruti naluri yang ia terima. Mata yang juga berwarna merah menyala melihat ke sekeliling sebelum akhirnya suara dari master-nya menginterupsi, "ada apa? Apa dia sudah datang?"
"Ssh…"
Suara gesekan angin yang sayup-sayup membuat dedaunan hijau menari. Beberapa burung berbagai warna pergi meninggalkan tempatnya bertengger. Sepasang mata menyala dan biru langit melihat ke arah yang sama; ke arah tempat suara lengkingan itu berasal.
Bayangan dari suatu benda terbang mendekati keduanya. Bayangan melebar dan menjadi lebih gelap saat telinga pemuda berambut pirang itu mendengar sumpah serapah. Pemuda itu tertawa kecil mendengarnya. Dan Rubah merah miliknya juga tak mau kalah, ia membuat suara yang bisa di kategorikan sebagai 'tawa'.
Seorang wanita keluar di balik semak-semak. Tubuhnya tampak terlalu muda untuk di sebut 'wanita'. Well, itu tidak seperti kenyataannya. Karena perempuan ini sebenarnya lebih tua dari Arashi. Perempuan itu di ikuti oleh 'peliharaan'nya yang seekor naga. Wajah oval dengan kulit yang tak terlalu gelap juga tidak pucat. Matanya berwarna coklat gelap dengan rambut yang sedikit bergelombang di bagian ujungnya. Rambut panjang yang tak lebih dari punggung miliknya hanya di ikat ekor kuda. Membiarkan sedikit helaian dari rambutnya menggantung di kedua sisi wajahnya.
Pakaian yang ia kenakan tertutup sebagian karena jubah yang ia pakai. Memang para pemain kebanyakan memakai jubah. Jadi, tak mengherankan kalau ia juga mengenakan jubah.
Peliharaan yang tadinya tak terlihat, kini berjalan dengan kepala menghadap ke samping-menghindari tatapan tajam dari pemiliknya, "sekali lagi kau terbang rendah tiba-tiba begitu, ku buat kau bisu selamanya."
"Ayolah~ jangan begitu…", balasnya.
Oh ya, naga satu ini juga istimewa. Sebenarnya dahulu dia adalah salah satu dari naga NPC ciptaan THV. Karena ada suatu hal, sekarang dia milik perempuan ini dan bisa bicara seperti Kyuubi. Nama naga ini adalah Ryuu. Ryuu sebagai naga NPC tergolong jarang di temukan. Di kala ia di bentuk beberapa tahun lalu, THV mengeluarkan banyak sekali jenis seperti dia. Wyvern-E8.93, attack; 88, hit; 85, critical; 57, agility; 88.
Tinggi tiga meter, panjang lima setengah meter dan lebar sayap dari ujung ke ujung sepanjang tujuh meter. Seluruh tubuh di selimuti sisik berwarna biru gelap yang nyaris hitam. Kedua mata yang tajam berwarna hijau emerald. Keempat kakinya menopang berat tubuh dengan sempurna. Secara general, Naga seperti Ryuu tergolong level tinggi di THV. Karena itu, kini tak ada lagi Naga sejenis Ryuu berkeliaran. Naga-naga jenis ini hanya di letakkan di dalam Dungeon-dungeon berbahaya di lantai teratas (kalau Dungeon berbentuk menara) atau paling bawah (kalau Dungeon berbentuk penjara bawah tanah).
Kembali ke permasalahan, Ryuu tidak senang hari ini. Dia hanya bersenang-senang saat ia menakut-nakuti gadis berambut permen karet itu. Karena perempuan itu menyebalkan dan jidatnya sebesar lapangan terbang! (4) Tapi, oh no! Gadis pinky itu malah meluncurkan panah-panah. Dan harus membuat 'majikan'nya turun tangan meminta maaf kepada si rambut pink.
Hal itu membuat gadis bermata cokelat gelap itu kesal pada Ryuu. Yah, karena dia bukanlah tipe yang mudah me'minta maaf' kepada orang lain yang tidak di kenal. Biasanya, hanya akan di biarkan saja olehnya. Karena hal itu, sang penunggang naga ini kesal dan tentunya memarahi Ryuu sepanjang perjalanan.
"Onee-chan!"
Sang penunggang naga itu mengangkat kepalanya ketika sebuah suara yang familiar memanggil. Senyuman ringan terpoles di wajahnya. Betapa dia menyayangi pemuda itu. Menyayanginya seperti adiknya sendiri.
"Hey, Naru-chan~ Lama tak bertemu."
"Onee, aku ini laki-laki. Lagipula aku sudah besar, jadi jangan panggil aku dengan itu", kata Arashi seraya menghela nafas.
"Tapi, nama itu cocok untukmu, my dear", balas sang 'kakak'.
Rubah merah yang tadi hanya diam juga ikut angkat bicara, "oh yeah, nama itu benar-benar cocok untukmu, Naru-chan."
"Gah! Fuck you, Kyuubi!"
"Hahaha, maaf saja, Kit. Tapi, aku tidak tertarik. Terima kasih atas tawaranmu."
Dua pet dan penunggang naga itu tertawa saat melihat warna rona merah merayap ke pipi berwarna tan sang pemuda. Tentunya, Arashi tahu apa makna ambigu dari kata-kata Kyuubi tadi. Dia sudah dewasa, damnit! Tentu saja dia tahu. Tapi, melihat seseorang yang ia anggap sebagai kakak tertawa karena apa yang terjadi benar-benar membuatnya lebih malu. Pemuda berambut pirang itu semakin sebal kepada peliharaannya saat ini.
Niatnya untuk menyerang sang Rubah di urungkan saat gemuruh tanah terasa begitu hebat. Burung-burung di hutan beterbangan sekali lagi. Gempa yang tidak biasa terjadi –lagi. Mata biru cerah miliknya mengarah tajam ke sekelilingnya. Sepasang mata merah, cokelat tua dan emerald juga melebar sejenak. Sebelum keempatnya berdiri waspada.
"Nee-chan…"
Yang bersangkutan menoleh, "ini tidak baik. Kenapa bisa terjadi lagi?"
"Lebih baik kita melihat keadaan sekarang. Yang terdekat adalah Konoha, mungkin, beberapa orang sekarang sedang 'terjebak' sementara di sana", ujar Ryuu.
Menganggukkan kepala serentak, Arashi naik ke punggung Kyuubi dan 'kakak' Arashi naik ke punggung Ryuu. Naga bersisik gelap itu melesat ke udara. Sedangkan Kyuubi, berlari dengan kecepatan penuh ke arah Konoha.
.,:;T.B.C;:,.
(1) Avenger, ID: 2180604; nomor ID ini Nami ga ngarang, ni nomor ID akun-ff Nami… LOL XDD
(2) Ishida Sasori: Yep, namanya Sasori bukan 'Sabaku'. Ini ada alasannya dan itu… Ra-ha-si-a~ Xp
(3) Kagamine Deidara: ada yang familiar ma nama keluarga ini ga? Klo kalian penggemar Vocaloid pasti tau, dan mungkin bisa tau juga alasan knapa Nami ngambil nama keluarga ini buat Dei-kun! ^^
(4) Jidatnya sebesar lapangan terbang; wkwkwkkk, gomen yg buat Sakura fans, tapi, Nami ga bisa ga nulis kalimat itu…
Arcafia: yep, hack itu emang keren.. sayangnya Nami ga sempet liat endingnya.
Lavender hime-chan: he? cici kan udah tahu dua orang itu...?
Tsukishiro Ushagi: he? ga ketemu di dunia virtual? Err... kayanya di chapter 4... Review lagi donk..? udah apdet ni...
nhia nhia: e-eh? emang nhia umur brapa? O ya, err, berhubung Nami juga lagi vakum fb, Nami kasi numb hp aj ya? silakan pm Nami... ^^
kyu's ane-chan: dirimu itu yg lemak~~ Q kan innocent... btw, udah apdet ni, REVIEW...!
OchichiAoi: Naru-chan? Mati! Err... Itu hanya Nami dan Tuhan yg tahu... thanks and mind to review?
sizunT hanabi: lam kenal juga... Thanks udah review..
alicexOnew: DIEN~~~ Review lai donk... hehehe, thanks~
mechakucha no aoi neko: oke~ udah apdet ni... mind to review?
Kiyoi Rie Aozora: *blush* ehh? Thanks... hehe... mind to review?
