F L O W E R B O Y S

By ShiroSiAnjingPutih

Full Summary:::

Apa jadinya jika, BBF tanpa Jang Di, Meteor Garden tanpa San Chai, Hana Yori Dango tanpa Makino Tsukushi?

Saat keempat lelaki paling Hot satu sekolah, membentuk grup berandal bernama F4 dan mengacau, karena merasa punya kekuasaan.

Tetapi dibalik semua gemerlap dan kesan 'bad boys' yang mereka tunjukkan, sebenarnya, apa motivasi mereka melakukan semua ini?

Lalu, kenapa pula empat pribadi yang sangat berbeda itu bisa bergabung menjadi satu grup?

Dan, apa yang akan terjadi jika, cinta terlarang bersemi di antara mereka?

AU, NARUTO VERSE, YAOI, Rated-M! Highschool, Angst, Humor, Drama, Romance, Crime!

Disclaimer::::

Masashi Kishimoto-sensei and Co.

Chapter-2 Noon and School is sucks!

Entah kenapa, kelas mereka berbeda, apa ini konspirasi orang tua mereka atau dewan guru yang sudah ketakutan, jika mereka sekelas, akan terjadi kekacauan besar.

"U-uzumaki-san... Uhm, Ku-kurenai-sensei, meminta pekerjaan rumah kemarin, dikumpul sekarang..."

Naruto terbangun dari lamunan, ia tidak sadar, bahwa dari tadi sedang mengunyah sepotong roti bawaan Shikamaru dan sama sekali belum menelannya. "Huh? Siapa kamu?" ia mendapati sesosok siswi tidak dikenal menghampiri mejanya, "Uhm... Kamu, tadi bilang pekerjaan rumah?" si Blonde tidak peduli siapa nama siswi ini, ia merogoh tas dan menyerahkan buku tulisnya.

"Coba cek dulu, benar tidak, itu pekerjaan rumahnya?" ujar Naruto santai, tidak peduli pada keadaan kelas yang terdiam menatapnya. "I-iya... Benar, ini... P-pekerjaan rumah dari K-ku-kurenai-sensei..." si Blonde memang tukang tidur, namun saat ia terjaga, yang dilakukannya adalah belajar dan memotret.

Siswi itu tergopoh, berjalan menjauh dengan buku Naruto didekapan, sementara si pemilik buku hanya menghela nafas dan kembali melanjutkan sarapannya.

Uzumaki Naruto menghuni kelas 2-D hampir setengah tahun, dan ia sama sekali belum hapal nama teman sekelasnya.

"Membosankan..."

F L O W E R B O Y S

Uchiha Sasuke, urutan absen 19, kelas 2-G, mengepulkan nafas marah, dengan kaki terangkat di atas meja dan tangan mengepal.

"U-uchi-uchiha-sama... Ki-kita 'kan sekelompok, se-sensei, menyur-ruh kita, bekerja d-dal-lam satu meja..."

Argh! Mana sensei sialan itu! Namun orang yang sudah berani menyuruhnya bekerja dengan siswa penakut macam ini! "Oi, Kakashi... Yang benar saja!"

Hatake Kakashi, 34 tahun, memandangi balik Sasuke dengan tatapan bosan, "Kau ingin nilai, tidak? Ini tugas akhir semester..." balasnya tajam, ia tidak peduli seberapa banyak uang yang orang tua Sasuke punya. Ia hanya ingin melihat anak manja ini sesekali belajar bersosialisasi dengan siswa biasa.

"Che!" menarik kaki dari atas meja, ia belum melepaskan kemarahan dari wajah, "Baiklah! Sial!"

Bagi siswa yang ditugaskan bekerja sama dengan si Raven, ini adalah mimpi buruk paling menakutkan.

F L O W E R B O Y S

Shikamaru tidak percaya dengan belasan kue tart yang tiba-tiba berjejalan menumpuk di atas meja tulisnya. Tanpa disetujuinya, para siswi yang ikut kelas memasak tadi, memberikan semua hasil karya mereka.

"Oi, oi... Bagaimana aku bisa mengerjakan tugas kalau begini..." ia berkata sedikit keras, namun sensei yang mengajar sama sekali tidak mencegahnya.

"Ah, duduk di mejaku saja, Nara-kun!"

"Jangan! Di mejaku saja!"

"Mejaku dekat dengan jendela!"

"Mejaku paling bersih!"

"Mejaku!"

"Oi, oi..." kekacauan tiba-tiba saja mengisi jam pelajaran yang semestinya tenang. Shikamaru menghirup nafas panjang, sebelum melepas jas sekolah dan menghampiri sensei yang tampak stress di dekat papan tulis. "Sensei, aku keluar ya..."

Bukan jadi rahasia, selama menjadi anggota kelas 2-B, Shikamaru, hanya masuk kelas 2 hari sekali.

Baginya, yang mempunyai IQ lebih dari 200, pelajaran SMA dalam hitungan detik sudah ia mengerti di luar kepala.

Lagipula, mana sanggup ia bertahan dalam kelas yang tidak memperbolehkannya merokok.

F L O W E R B O Y S

Dalam balutan kaos olah raga, Kiba mengguyur kepala dengan air dari botol air minumnya. Menarik rambut basah yang menutupi mata ke belakang, ia tersenyum sinis pada skor yang terpampang di samping sensei di ujung lapangan.

Ia memang sangat menyukai sepak bola, apalagi, lawannya amatiran yang hanya bisa menendang tanpa ada keinginan untuk memasukkan gol ke gawang. "Oi, sensei... Bagaimana kalo kita hentikan saja pertandingan ini. Stamina mereka benar-benar sudah habis tuh..."

Benar saja, selain ia dan beberapa anggota timnya, semua siswa terlihat layaknya ayam mati. Sensei menggelengkan kepala, lalu meniup peluit panjang tanda pertandingan kelas 2-L selesai.

"Ufufufu..."

Kiba berjalan menjauh dari lapangan, sangat sadar, pada tatapan permusuhan dari tim lawan yang ia kalahkan.

Namun, itulah kesenangannya, membuat orang lain marah.

F L O W E R B O Y S

Sekolah mereka adalah sekolah bertaraf internasional, yang terletak di tengah jantung kota Tokyo. Penyeleksian siswanya sangat ketat, karena dalam satu kelas hanya ada 20 siswa. Dengan nilai rata-rata 9, barulah seorang remaja mampu menjadi siswa Perguruan Konoha ini.

Tidak terkecuali, mereka.

Yep, mereka mampu memenuhi standar sekolah, bahkan melampauinya.

Sasuke adalah peraih ranking dua nasional untuk Ujian Akhir Nasional setelah Shikamaru. Ia kalah di pelajaran IPS.

Naruto adalah siswa teladan, yang memenangkan olimpiade robotic di Amerika saat duduk dibangku kelas tiga SMP.

Sementara, Kiba, mendapat beasiswa penuh karena bantuannya di Koshien tingkat SMP.

Mereka bukan sekadar anak kaya biasa.

Mereka mendekati sempurna.

Atau, itulah penilaian orang terhadap mereka.

"Ahhh... Bosan~!" teriak Kiba, ia lalu melepaskan kaos olah raga, dan melemparnya jauh, Naruto hanya menutup hidung sambil menatap sinis.

"Iuh... Stink..." lirih Naruto, dan duduk mendekati Shikamaru.

"Yeah, right... Says the man who forgot brushin his teeth this morning." Dengus Kiba pelan, ia melebarkan tangan di kedua sisi sofa, memperlihatkan otot perut yang mampu membuat wanita manapun drooling over him.

"Hey! Dont joke around 'bout my habit will, ya- dog-breath!" keluh Naruto, membuka dasi yang dari tadi menganggu leher, semantara Shikamaru hanya menguap lebar, tidak peduli pada pertengkaran Kiba dan Naruto.

Sebagai anak-anak dari penyumbang terbesar dana tahunan di perguruan Konoha, F4 atau Flower Boys, berhak mempunyai ruangan tersendiri di bangunan utara. Berupa kelas kosong, yang disulap jadi tempat mereka berkumpul, penuh dengan kemewahan, termasuk televisi ukuran jumbo dan 4 sofa besar berwarna sesuai pesanan keempatnya.

Naruto, sesuai warna favoritnya, sofa orange nyaman penuh dengan bantal, ada logo merah seperti putaran badai di tengah sofa. Mampu menampung 2-3 orang, ia memilih ukuran ini, agar cocok untuknya tidur.

Sofa hitam, sederhana tanpa hiasan dan tetek bengek, pesanan Shikamaru, betul-betul mencerminkan dirinya. Sofa ini mempunyai sanggahan kaki dan dilengkapi pemijat kaki.

Untuk Kiba, sofa coklat dengan corak tulang putih yang betul-betul bertekstur halus dan muat untuk 2 orang. Ia bahkan membeli sendiri bantal berbentuk tulang dan boneka anjing mini, mirip anjingnya di rumah. Seandainya boleh, ia malah ingin membawa serta anjingnya, Akamaru, ke sekolah.

Milik Sasuke, tentu saja, berwarna merah menyala, ukuran single dengan ukiran elang di bagian kepala. Terlihat mewah dan berkilap, ukiran sulit berwarna keemasan bak kursi kebanggaan seorang raja Inggris. Juga benang-benang yang dijahitkan berwarna emas dan kain pelapis, sangat mahal. Dari semua sofa yang dipesan, milik Sasukelah yang termahal dan terumit.

"Hey! We got a new guy!" Sasuke berseru, masih memegangi teropong yang ia gunakan untuk mengawasi keadaan sekolah.

"Well, lets have fun..."

Dan isi ruangan ini, bukan hanya sofa saja. Of course.

F L O W E R B O Y S

.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

.

Hmm, hallo minna!

Pendek yah? Hoho, ini fic senggang gue~ so, enjoy wot u got~

Makasih buat reviewnya...

Btw, apa kalian gak bosen baca fic yang isinya cerita ttg Sasuke yang menindas Naruto terus jatuh cinta, konflik, happy ending, the end dah... terlalu biasa ya, nggak?

Pairing ya... Semuanya bisa kok. Sasunaru, kibanaru, shikanaru, shikakiba, bla-bla...

LOL. Well... Ada reader yang ga mau lemon? Hmm... gue akan menangani itu~

REVIEW!

Tell me that u want me! XDD