KHR Punya Cerita: Kiss In The Swimming Pool..
Fic by Hachi Monogatari
KHR by Amano Akira..
xXsXsXsXx
Suatu pagi di markas besar Varia. Terlihat sosok Xanxus yang sedang duduk manis di meja makan menunggu sarapan disiapkan oleh Lussuria.
Belum sempat ia mengigit sandwich di hadapannya, Bos Varia itu melihat sosok Fran yang sedang membawa air putih dan beberapa obat dengan nampan.
"Hei Stronzo, kau sakit?" tanya Xanxus ingin tau.
"Bukan Bos, tapi Squalo-senpai".
Mendengar jawaban Mist Guardiannya itu, Xanxus buru-buru mendekat kearahnya dan bilang, "Sakit apa?"
"Senpai cuma demam. Mungkin karena ketiduran di balkon semalam," jawab Fran dengan nada monoton khasnya.
"Dasar Sampah brengsek! Sini obatnya berikan padaku, biar aku saja," ia menyahut nampan di tangan Fran dan bergegas ke lantai dua menuju kamar Second Commander-nya.
-XS- -XS-
Ckreek
Begitu pintu terbuka, Xanxus mendapati Squalo sedang terbaring lemah di atas ranjang. Melihat tubuh menggigil sang Rain Guardian, Xanxus cuma bisa menepuk dahi.
Tangan Xanxus terulur untuk menyentuh kening Squalo dengan punggung tangannya. Lalu, turun sedikit untuk menyapu lekuk wajah lelaki itu.
'Panasnya tinggi juga,' pikir Xanxus. Ia langsung mengambil sebutir obat, meletakkannya di atas sendok dan melarutkannya dengan air putih. Setelah obat itu menjadi cair, ia segera mengangkat sedikir dagu Squalo, dengan jemarinya ia membuka sedikit mulut sang Rain lalu meminumkan obat tersebut.
"Ennnhh.." Squalo mengeryit saat merasakan sesuatu yang pahit dimulutnya, tapi iris peraknya sama sekali tidak menampakkan wujutnya dan tetap tersembunyi di balik kelopak matanya.
Xanxus tersenyum tipis melihat ekpresi lucu Squalo, tapi senyum yang hampir tak terlihat itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Telunjuk Xanxus menyapu bibi pucat Squalo yang terasa hangat. Sadar atau
tidak, Xanxus semakin merendahkan wajahnya, dan yup, detik berikutnya Xanxus telah mengunci bibir Squalo, mendominasi permainan lidah antara ia dan Second Commander-nya.
"Mmmph.." Squalo mengerang tertahan, mungkin ia mulai merasa sesak karena ciuman yang berlangsung cukup lama. Yah, kalau ia dalam keadaan sehat dan tidak sedang tidur, Squalo pasti akan marah dan ciuman pasti tidak akan pernah terjadi. Maka dari itu, dengan tidak gentlenya Xanxus mencuri ciuman Squalo. Oh, tidak juga karena tiap ada kesempatan Xanxus pasti akan mencuri ciuman Squalo, walau setelah ciuman berakhir ia harus mendengar suara toa yang memekikkan telinga.
"Ennngh.." Xanxus mengakhiri invasinya menjelajahi rongga hangat nan lembab milik Squalo yang masih tidur. Ia mengusap pipi Squalo, sebelum menyematkan helai rambut di wajahnya ke belakang telinga, membiarkan wajah manis sang Uke terekspos sempurna.
Xanxus berdiri dari posisinya, meregangkan ototnya yang terasa lelah karena membungkuk terlalu lama, Setelah itu, ia merebahkan tubuhnya disamping Squalo, lalu kedua lengannya ia gunakan untuk merengkuh tubuh menggigil pemuda berambut perak itu. Tentu saja Squalo yang masih lelap tidak akan protes pada perlakuan Xanxus. Dan tak butuh waktu lama bagi Xanxus untuk ikut tertidur di samping Squalo hingga melupakan acara makan paginya.
.
.
.
Beberapa jam kemudian..
Xanxus terbangun dari tidurnya. Tapi, begitu membuka mata dan tidak melihat sosok Squalo, Xanxus langsung terhentak kaget. Ia mencari sosok Squalo di seluruh penjuru ruangan. Termasuk lemari pakaian dan kolong tempat tidur, meski hasilnya nihil.
Dia baru berhenti mencari begitu mendengar suara teriakan Squalo dari arah luar.
"BOLA MERIAAAMM..." Squalo berteriak kencang sebelum masuk ke kolam renang.
Xanxus yang melihat perbuatan Squalo dari balkon kamar, dibuat kesal olehnya. Dengan langkah geram, Xanxus segera turun menemui Squalo.
.
.
.
"Woy Sampah apa yang kau lakukan!" sergah Xanxus.
Squalo yang hendak terjun ke dalam kolam menoleh ke arah Xanxus dengan tampang polos. Lalu ia menjawab, "Kau sudah buta bos, apa kau tidak lihat aku sedang berenang?"
"Apa kau sudah gila? Kau kan sedang sakit Sampah!" Xanxus makin emosi di buatnya.
"Ow.. Aku sudah sembuh kok," jawab Squalo enteng. "BOLA MERIAAM..." Squalo kembali berteriak dan terjun ke dalam kolam.
Xanxus yang berdiri di pinggir kolam mulai 'mendidih' karena sekujur tubuhnya tidak sengaja kena cipratan air, sampai ubun-ubunya sudah di penuhi tiga sudut siku-siku.
"Puaahh.. Bos, mulai detik ini aku ingin menjadi diver. Maka dari itu sekarang aku mau latihan tahan nafas dalam air," koor Squalo sesaat sebelum masuk lagi ke dalam air.
Sepuluh detik kemudian, kepala Squalo menyembul keluar, "Haaahh... Hah... Tapi, aku belum bisa tahan nafas lebih dari 10 detik," Squalo melanjutkan kata-katanya yang sempat tertunda.
Mendengar penjelasan Squalo, Xanxus lalu melucuti pakaiannya dan meninggalkan boxer yang masih menempel di tubuhnya. Ia menceburkan dirinya ke kolam dan berenang ke tempat Squalo. Dipeganginya kedua lengan sang Rain Guardian, begitu ia sampai, sambil menyeringai di tariknya tubuh Squalo ke dalam pelukannya dengan paksa. Diamatinya kulit wajah Squalo yang masih masih basah karena air.
"VOIII! APA YANG MAU KAU LAKUKAN, BRENGSEK? LEPASKAN AKU!" Squalo meronta.
sambil mengeratkan dekapannya.
Dengan wajah semerah tomat, Squalo mengangguk pelan. Xanxus kembali menyeringai, salah satu tangannya kini memegangi kepala Squalo, "Buka mulutmu, Sampah!".
"VOOOIII, untuk apa?" tolak Squalo. Dan Squalo langsung bungkam saat Xanxus menatap tajam ke arahnya.
Meski sempat menolak tapi akhirnya Squalo menuruti kata-kata Xanxus. Baru sedikit saja Squalo membuka mulutnya, Xanxus mendorong kepala Squalo dan menyerang bibirnya. Iris abu-abu Squalo mengecil seketika, tapi langsung terpenjam karena Xanxus menarik badannya untuk masuk ke dalam air kolam yang hangat itu.
Cukup lama keduanya berciuman dalam air, sampai akhirnya Squalo yang hampir kehabisan oksigen melepas paksa ciuman Xanxus dengan cara mendorong dada bidang Xanxus, meski ia harus minum beberapa teguk air kolam.
Byuur
"Ohok.. Ohok.." kepala Squalo menyembul keluar di susul Xanxus tak lama kemudian.
"Aaah.. Aah.." Squalo menggirup oksigen sebanyak-banyaknya, berbeda dengan Xanxus yang terlihat biasa saja.
"VOIII! APA KAU SUDAH GILA BOS BRENGSEK! APA KAU MAU MEMBUNUHKU, HAH?" protes Squalo.
"Kau sendiri yang minta, Sampah!" balas Xanxus dengan santainya.
"Huh," dengus Squalo sebelum berenang ke tepi, tidak peduli pada Xanxus yang masih mematung di dalam kolam.
Melihat sikap Squalo seperti itu makin membuat Xanxus ingin memiliki pemuda berambut perak itu.
-XS- -XS-
Owari
-XS- -XS-
Omake...
Tak jauh dari kolam renang, lebih tepatnya di semak-semak belukar yang ntah siapa yang menanam, bersembunyilah dua sosok manusia, yang satu berambut biru dengan model nanas yang terkesan menantang gravitasi sedang memegang handycam di tangan kanannya. Terdapat seringai mesum di wajahnya. Sementara pria di sebelahnya seorang pria berambut blonde berisis hitam bagaikan malam ikut duduk jongkok di sebelah si rambut nanas. Panggil saja pemuda berambut biru itu dengan nama Rokudo Mukuro dan yang satunya lagi sang pemimpin keluarga Cavallone, siapa lagi kalau bukan Dino Cavallone. Diam-diam keduanya mengintip adegan ciuman antara Bos Varia dan Second Comand-nya di dalam kolam dan merekamnya di handycam milik Mukuro.
"Kufufu," Muku tersenyum mesum. "Setelah ini aku akan meng-upload video ini di YaoiTube forum, lalu setelah banyak peminatnya, aku akan menjual video ini dalam bentuk DVD, kufufu," kata Mukuro.
Sementara itu, Dino yang menyaksikan adegan tersebut malah berujar, "Haaah.. sepertinya aku harus mempraktekkan adegan ini Kyouya," katanya dengan mata berbinar-binar, karena di otaknya sekarang sedang berjalan-jalan bayangan mengenai adegan kiss-nya dengan Hibari. "Tapi, aku tidak menyangka kalau ciuman Squalo bisa direnggut oleh Xanxus di tempat seper.." ucapan Dino terpotong saat mengetahui jika sang Mist Guardian sudah tidak berada di tempatnya lagi. Dan saat bola matanya mencari-cari sosok Mukuro, ternyata laki-laki itu sudah menyeret-nyeret Tsuna dan memaksa Tsuna untuk melepas seluruh pakaiannya minus boxer Tsuna tentunya. Kemudian ia menarik paksa Tsuna masuk ke dalam kolam dan melakukan adegan yang sama persis dengan apa yang baru saja ia rekam.
"Mu-mukuro san.. A-apa yang.. hmmph.." belum apa-apa Mukuro sudah menyerang bibir Tsuna dan melesakkan tubuh keduanya masuk ke dalam air. Sampai-sampai kedua bola mata Tsuna hampir copot karena perbuatan seme pervert seperti Mukuro mantan pemimpin Kokuyo.
.
.
.
Dan Dino sudah melesat pergi, masuk ke dalam markas Varia sambil meneriakkan nama Kyouya hingga membuat gaduh markas tersebut. Itu menunjukkan kalau pemimpin Cavallone Family itu tak punya tata krama saat menginap di rumah orang lain.
"HOI, HOIII... KYOUYAAA... WHERE ARE YOU MY LOVELY UKE?" teriak Dino dengan suara toanya yang hampir mirip dengan suara sahabatnya dari kecil, Squalo.
Dan entah muncul dari mana sebuah tonfa melesat ke arahnya. Dan disusul suara khas seorang Hibari yang berujar, "Urusai, Haneuma,"
"Oi Kyouya, bagaimana kalau kita cium.."
"Kamikorosu," Hibari menyodorkan ujung tonfanya di leher Dino. Dan berapa detik kemudian yang terdengar hanya suara pekikan nista yang meluncur mulus dari bibir Dino.
-XS- -XS-
Owari
-XS- -XS-
Yosh semoga para senpai sekalian nggak kecewa dengan chapie ini. Untuk chapie depan silahkan pilih 10069 atau 8059. Yang paling banyak di pilih akan jadi chara di chapie 3. Jadi review review ya..
