Holaaa Min-chan datang lagi setelah lama pergi entah kemana.
Senang bisa bergabung dengan semuanya lagi

Makasih banyak buat yang udah bersedia mereview cerita gaje ini. Min-chan seneng banget baca review nya.

Oke enjoy it...

Disclaimer: Om Tite kapan kau wariskan Bleach padaku? *plaak*

Chapter 2: First Date?

Rukia P.O.V

Laki-laki pilihan Nee-san kali ini sungguh berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Kurosaki Ichigo. Salah satu dokter yang cukup sukses dan terkenal di Karakura. Meskipun dia bukan berasal dari keluarga bangsawan. Wajahnya cukup tampan. Perawakannya juga sangat bagus. Tinggi dan tegap. Dan yang tampak membedakannya dengan orang lain adalah rambut orange jabriknya. Bagaimana mungkin dia belum menikah dan harus dijodohkan pula. Apakah benar-benar tidak ada perempuan yang menyukainya? Ini aneh sekali.

Hah sudahlah. Kenapa aku jadi memikirkan dia. Ini sama sekali tidak penting. Tak mungkin kan jika aku menyukainya.

Saat jam makan siang di restoran dekat kantor, seperti biasa aku makan bersama sahabat-sahabatku. Rangiku, Momo, dan Neliel. Dan tak mungkin acara makan siang terlewat tanpa adanya gossip. Dan sialnya hari ini akulah yang menjadi bulan-bulanan pembicaraan mereka. Inilah akibatnya jika kau masih single dan berada diantara orang yang sudah tidak single lagi. Rangiku sudah menikah dengan Gin setahun yang lalu. Gin adalah senpai kami saat di universitas. Tapi dia mengambil jurusan kedokteran. Momo sudah mempunyai pacar, Toushiro Hitsugaya. Yaitu atasan kami dikantor. Walaupun hubungan mereka baru beberapa bulan. Kemudian Neliel, meskipun status hubungannya tak jelas dengan Grimmjow, setidaknya ada orang yang bisa di bawa saat ada acara.

"Hai Rukia, bagaimana acara kemarin?" tanya Rangiku

"Iya seperti apa dia?" tanya seseorang berambut hijau, Neliel

Huh! Apa-apaan mereka? Belum juga memesan makanan sudah memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurutku tidak penting. Aku mengacuhkan mereka sebentar ketika pelayan datang dan memberikan daftar menu. Kemudian memilih makanan yang akan kupesan.

"Apanya?" kataku setelah pelayan itu pergi membawa catatan pesanan kami

"Ya tentang calon suamimu Rukia" kata Momo yang sedari tadi diam

Ya inilah kesamaan dari ketiga sahabatku yang berbeda-beda sifatnya. Kalau menyangkut dengan kehidupan asmaraku pasti langsung menjadi wartawan mendadak. Selalu begitu sejak masa kuliah dulu.

"Hah? Bukan calon suamiku, tapi hanya orang yang dijodohkan. Belum tentu kami menikah" jawabku malas

"Oh ayolah Rukia, ceritakan kepada kami" ucap Neliel

"Namanya Kurosaki Ichigo, dan dia seorang dokter." jelasku singkat

"Bagaimana orangnya? Tampan?" kali ini Momo yang bertanya

"Ya lumayanlah. Hanya satu masalahnya. Rambutnya orange menyala. Jelek dan aneh sekali menurutku"

"Kau setuju dijodohkan dengan dia?" tanya Rangiku

"Aku ingin menolak. Sejak awal aku sudah malas dengan perjodohan ini" kataku saat pesanan kami datang. Huh aku jadi tak berselera untuk menyantap makanan pesananku setelah mengingat wajah si kepala jeruk itu.

"Ayolah Rukia, apa kau tidak kasihan pada kakakmu?" balas Rangiku

Ya Rangiku benar. Terkadang aku merasa kasihan pada Nee-san yang sangat menginginkanku untuk segera menikah. Sampai dia bersusah payah mencarikan calon suami untukku. Tapi entah kenapa aku selalu tidak menyukai laki-laki pilihannya. Mungkin memang selera kami sangat berbeda. Kalau aku mana mungkin mau menikah dengan orang dingin semacam Byakuya-nii. Bisa- bisa aku stres sendiri gara-gara sifat pendiamnya yang sudah mendarah daging itu. Intinya aku malas dan tidak ingin membentuk sebuah keluarga.

"Hey, aku jadi penasaran seperti apa orangnya?" ucap Neliel yang kemudian disusul oleh anggukan dari Rangiku dan Momo.

"Kalian pasti ingin muntah bila melihatnya" ucapku

"Rukia, bisa kau ikut aku?" kata seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingku. Aku lalu mendongakkan wajahku.

"Ichigo?" ucapku tak percaya. Sejak kapan dia ada di sini dan sedang apa dia di sini?

"Rukia, siapa dia?" tanya Neliel

"Eerr dia..." aku bingung sendiri harus berkata apa

"Aku Kurosaki Ichigo. Salam kenal. Boleh aku pinjam Rukia sebentar?" kata Ichigo sebelum aku sempat menjawab.

Mereka bertiga mengangguk dan tak melepas tatapan mereka dari sosok Ichigo. Hey! Apa-apaan ini. Seharusnya kalian menahanku disini dan mengusir pria jeruk ini.

"Ayo pergi" ucap Ichigo sembari menggenggam pergelangan tanganku dan membawaku pergi dari tempat itu.

Normal P.O.V

"Hey! Lepaskan aku kepala jeruk!" Rukia masih meneriaki Ichigo sampai di lapangan parkir restoran tadi. Tapi Ichigo sama sekali tidak memperdulikan teriakan Rukia. Bahkan sedari tadi tangan kiri Rukia yang bebas, memukuli tangan Ichigo yang mencengkeram pergelangan tangannya.

"Cepat masuk ke mobilku!" kata Ichigo ketus sambil membuka pintu mobilnya

Rukia hanya menurut saja karena pemberontakan yang sejak tadi dilakukannya tidak mendapat respon apapun dari Ichigo. Rukia jadi berfikir jangan-jangan Ichigo sama dinginnya dengan kakak iparnya, Byakuya.

"Sebenarnya kau mau membawaku kemana?" tanya Rukia setelah cukup lama mereka berada dalam kebisuan. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan.

"Sudah ikut saja, dan jangan cerewet" jawab Ichigo sekenanya

Mendengar jawaban Ichigo, Rukia langsung pasang tampang cemberut. Menurutnya kepala jeruk ini benar-benar seenaknya. Pergi membawanya dengan paksa, dan tak mau memberi tahu kemana mereka akan pergi.
Belum jadi suaminya saja sudah begini. Apalagi nanti?

Ichigo melihat Rukia melalui ekor matanya sambil tetap menyetir. Menurutnya wajah Rukia yang cemberut sangat lucu sekali. Tidak terlihat seperti wanita yang sudah berusia 30 tahunan. Justru seperti remaja yang marah kepada kekasihnya. Mata violet itu begitu indah. Selalu bisa menampakkan keteduhan hati pemiliknya. Tanpa terasa sebuah senyum tipis tersungging di bibir Ichigo. Sementara Rukia masih tetap cemberut.

Akhirnya Ichigo menghentikan mobilnya di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan. Rukia heran. Untuk apa si kepala jeruk mengajaknya ke mall?

"Ayo cepat turun!" kata Ichigo yang sudah melepas sabuk pengamannya

"Tunggu dulu. Kenapa kau mengajakku kesini?' ucap Rukia yang masih belum melepas sabuk pengamannya

"Hah baiklah." Ichigo menghela nafas "Si tua bodoh itu besok berulang tahun. Dan dia ingin kau yang memilihkan kado untuknya"

"Apa?" Rukia sweetdrop. Aneh! Itulah menurut Rukia

"Jadi tolong bantu aku mencarikan kado untuknya"

"Hahaha...tak ku sangka kau sangat menyayangi ayahmu. Demi kebahagiannya kau menculikku dengan paksa. Ckckck anak yang baik" puji Rukia. Atau lebih tepatnya mengejek.

"Bukan demi orang tua bodoh itu. Tapi demi Karin dan Yuzu. Mereka berdua yang memintaku melakukannya" ucap Ichigo agak sedikit kesal menanggapi ucapan Rukia tadi.

'Karin? Yuzu? Siapa mereka?' pikir Rukia

"Mereka adalah adik-adikku" ucap Ichigo tiba-tiba seperti tahu apa yang dipikirkan oleh Rukia

"Hmmm baiklah. Ayo" kata Rukia lalu keluar dari mobil, diikuti Ichigo

Sebenarnya Rukia sendiri bingung mau memilih barang apa yang sesuai untuk ayah Ichigo. Karena Rukia sendiri belum mengenalnya. Dia sama sekali tak tahu karakter calon mertuanya(mungkin) itu. Tapi Rukia akhirnya memutuskan untuk menyuruh Ichigo membeli kemeja berwarna merah marun pilihannya. Ichigo yang memang sudah frustasi menurut saja dengan pilihan Rukia. Menurutnya kemeja pilihan Rukia tidak terlalu buruk. Setidaknya sesuai dengan selera ayahnya. Mereka keluar dari toko pakaian itu masih tetap dalam diam. Sekarang sudah sore. Tak terasa waktu berjalan cepat. Rukia merasa lapar karena memang tadi dia belum sempat makan siang. Gara-gara Ichigo yang mengajaknya pergi seenaknya. Sementara itu Ichigo masih sibuk dengan ponselnya. Jemarinya masih asyik dengan tombol-tombol diponselnya. Rukia jadi merasa diacuhkan. Dia mendegus kesal pada Ichigo.

Kriuuuk...

'Sial! Semoga dia tidak mendengarnya' kata Rukia dari dalam hati. Ya, itu tadi adalah suara perut Rukia yang minta untuk diisi. Lalu mendadak perut Rukia menjadi perih serasa seperti ditusuk-tusuk sesuatu yang tajam. 'Hah sial maagku kambuh' desis Rukia.

Rukia merasa ada orang yang menggenggam pergelangan tangannya.

"Kau lapar kan? Ayo kita makan" ucap Ichigo sambil menarik Rukia ke salah satu cafe di mall itu

Rukia P.O.V

Ichigo masih menggenggam tanganku sampai kami tiba di sebuah cafe.

Blush

Aku yakin pasti saat ini rona merah menyembul dipipiku. Aku malu sekali ketahuan kalau lapar. Jangan-jangan tadi dia mendengar suara perutku? Oh tidak! Runtuhlah harga dirikui. Selain itu kenapa ini terasa aneh. Aku jadi tak mengerti dengan diriku sendiri. Bagaimana mungkin hatiku bisa berdesir saat merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulitku. Aku tak bisa memungkiri jika aku merasa aman dan nyaman dengan genggaman tangan Ichigo. Hangat. Itulah yang kurasakannya. Entah kenapa aku menikmati saat-saat ini. Hey apa yang kupikirkan? Tidak mungkin kan aku menyukainya. Mustahil. Tapi ini benar-benar menyenangkan.

"Mau pesan apa?" tanya Ichigo setelah kami sampai disebuah cafe dan pelayan memberikan daftar menu.

"Spagheti dan strawberry milkshake" jawabku

Dia menatapku heran. Mungkin dia mengira kalau aku sengaja mengejeknya dengan memesan strawberry milkshake. Tapi Ichigo kemudian memasang tampang cueknya.

"Ternyata makanmu banyak juga ya" ejeknya. Aku hanya memasang tampang cemberut. "Kalau begitu kami pesan spagheti satu, strawberry milkshake, dan coklatmilkshake" kata Ichigo pada pelayan

"Kau tidak makan?" tanyaku

"Aku masih kenyang" jawab Ichigo singkat

"Oh ya bagaimana kau bisa tahu kalau tadi aku ada di sana?" tanyaku lagi

"Insting" lagi-lagi Ichigo menjawab dengan asal

Aku menggembungkan pipiku ketika mendengar jawaban menyebalkan darinya. Dasar pria menyebalkan. Lalu aku mengedarkan pandangan keseluruh penjuru cafe. Hmm bagus juga cafe pilihannya. Cat dindingnya berwarna putih tulang dengan lampu kuning kecil-kecil yang melekat di langit-langit menerangi cafe. Jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain juga tidak terlalu dekat. Sehingga terkesan menghargai privasi antara tamu yang satu dengan tamu yang lainnya. Hiasan dindingnya juga tidak berlebihan. Hmm suasana yang nyaman. Tapi tunggu dulu. Siapa itu yang baru saja masuk cafe? Aku mengerjapkan mataku seakan tak percaya dengan apa yang kulihat. Astaga! Ternyata benar. Itu memang dia. Arrrrgggghhhh kenapa harus saat seperti ini.

Ichigo P.O.V

"Ichigo, ayo kita pulang saja. Aku sudah tak lapar lagi" kata Rukia

Aku terkejut mendengarnya. Ada apa sebenarnya. Kenapa tiba-tiba moodnya berubah. Tadi dia baik-baik saja. Apa ini ada hubungannya dengan laki-laki yang menghampiri kami. Siapa sebenarnya laki-laki itu. Ada hubungan apa antara Rukia dengan orang itu. Semuanya begitu membingungkan. Aku jadi tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Flashback

"Ichigo, boleh aku minta bantuanmu?" ucapnya

"Apa?"

"Berpura-puralah menjadi pacarku" pintanya padaku. Aku sedikit terkejut dengan ucapannya. Apa maksudnya.

"Rukia?" kata seseorang yang melewati meja kami. Orang itu kemudian menghentikan langkahnya.

"Hay! Hisagi?" ucap Rukia

"Kau? Hah kebetulan sekali. Bagaimana kabarmu?" Kata laki-laki yang dipanggil Hisagi tadi.

"Ya, baik. Sepertinya kau juga" kata Rukia sambil melihat ke arah perempuan yang dirangkul Hisagi.

"Oh kenalkan ini Nemu" kata Hisagi pada Rukia " Nemu, ini Rukia" katanya pada perempuan itu. Rukiapun kemudian berjabat tangan dengan Nemu.

"Oh iya, kenalkan juga ini Ichigo" kata Rukia sambil menarik tanganku sehingga aku berdiri tepat di sampingnya.

Aku berdiri dan menjabat tangan Hisagi.

"Kau kekasihnya? " tanya Hisagi padaku

"Eerr...ya. Aku kekasihnya" kataku. Aku melirik Rukia. Dia tersenyum dan mendekap lenganku erat

"Emm baiklah. Kami harus pergi" kata Hisagi

"Ya, selamat bersenang-senang" kata Rukia

Rukia lalu melepaskan tangannya yang mendekap lenganku. Ada apa ini. Kenapa aku merasa kecewa ketika dia melepaskan tangannya dari lenganku.

Flashback End

Kami telah sampai di depan Mansion Rukia. Ya aku segera mengantarnya pulang ketika dia memintanya. Meskipun aku masih ingin menanyakan beberapa hal padanya tentang kejadian di cafe tadi. Tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat. Ya sudah mungkin lain kali bisa kutanyakan.

Aku masih berdiri di hadapannya. Posisi kami saat ini berhadap-hadapan di depan gerbang mansionnya. Belum ada yang membuka mulut untuk sekedar bicara satu katapun. Tapi entah kenapa rasanya aku enggan pergi dari sana. Aku ingin terus berada di dekatnya.

"Ichigo" ucapnya lirih namun masih bisa kudengar.

"Hnn?" kataku

"Maafkan aku atas kejadian tadi. Bahkan kau belum sempat meminum coklat milkshakemu"

"Tak masalah. Jadi besok kujemput kau jam tujuh"

"Untuk apa?" tanyanya polos. Astaga dia benar-benar tidak peka

"Tentu saja untuk merayakan ulang tahun si tua jelek itu. Dia sangat menginginkan kehadiranmu" jelasku malas

"Baiklah. Oyasumi Ichigo" katanya sambil berbalik untuk masuk

"Oyasumi" kataku yang langsung masuk ke mobilku dan memacunya

Normal P.O.V

Hari ini Rukia bekerja seperti biasanya. Dengan setumpuk dokumen yang harus dikerjakannya. Ditambah ada kasus baru yang harus ditanganinya. Kasus tentang perebutan hak asuh anak antara pasangan yang baru saja bercerai. Astaga merepotkan sekali. Inilah yang dibencinya. Dua orang yang katanya saling mencintai berpacaran, lalu menikah. Setelah menikah lalu bosan. Pada akhirnya bercerai dan anak merekalah korbannya.

"Hey darling. Dia tampan" kata Rangiku yang tiba-tiba muncul dihadapan Rukia

"Iya. Tega sekali kau mengatainya jelek" kata Neliel yang membawa beberapa berkas untuk dikerjakan Rukia.

"Bagaimana acara kemarin Rukia?" kali ini kata Momo sambil menyodorkan segelas kopi pada Rukia. Rukia menyeruput kopi itu

"Astaga sejak kapan kalian beralih profesi menjadi wartawan?" kata Rukia sedikit sebal tapi tetap melanjutkan pekerjaannya.

"Kalau aku, pasti akan langsung setuju menikah dengannya" ucap Neliel berbinar-binar.

"Hah terserah kalian. Yang jelas kami hanya berteman." kata Rukia

"Yakin?" kata Rangiku

"Tentu. Memang kenapa?" tanya Rukia

"Diminta memilihkan kado untuk ayahnya dan undangan ulang tahun spesial. Sangat diragukan kalau kalian hanya berteman" ucap Rangiku yang langsung memberi pukulan telak pada Rukia

"Ba...bagaimana kau tau?" ucap Rukia

"Iya bagaimana kau tau?" kata Nel dan Momo bersamaan

"Hey kalian lupa ya? Gin, suamiku kan juga seorang dokter" kata Rangiku. Otak Rukia langsung berputar.

"Maksudmu mereka bekerja di rumah sakit yang sama?" tanya Rukia

Rangiku hanya mengangguk menanggapinya. Dia tersenyum puas bisa membuat Rukia syhok dan membuat Nel juga Momo keheranan.

"Astaga! Tapi itu tidak penting. Kalian tau kemarin aku bertemu dengan siapa?" kata Rukia

Ketiga orang itu hanya menggeleng dan menunggu kelanjutan ucapan Rukia

"Suuhuei Hisagi (bener gak ya nulisnya? hehe gomen author sedang bingung)" lanjut Rukia

"Benarkah? Lalu apa yang kau lakukan?"

"Dia bersama kekasihnya. Lalu aku mengenalkan Ichigo sebagai kekasihku"

Ketiga orang itu hanya terdiam sambil terus mendengarkan kelanjutan cerita Rukia.

"Ehemm apa yang kalian bicarakan!" kata seseorang yang mengagetkan mereka berempat. Acara menggosip pagi ini pun berakhir.

Teeee beee Cee

Horeeeeeeeeee... akhirnya kesampaian juga update nih fic.

Gomen kalau cuma sedikit dan jelek ceritanya. Juga kalau masih banyak typo.

Waktunya balas review:

Wi3nter

Hallo juga Winter...makasih banyak uda suka ma cerita gaje ini dan uda ngefave. Aku terharu *lebay*. Aku juga suka cerita model seperti ini. Hehe iya aku lupa tapi udah aku benerin kok. wkwk.
Oke ini udah update. Semoga kamu suka. Makasih udah review. Jangan lupa review lagi ya *plaak* hehe

icHiki Aoi

Salam kenal Aoi. Makasih uda review, ini uda update. Review lagi ya, hehe

So-chand cii Mio imutZ

yoo makasiy uda review. Review lagi ya, hehe

Sader VectizenIchi

Yo salam kenal Sader-kun. Terima kasih sudah review dan bilang fic ini bagus. Padahal gaje. Yupz ini udah aku benerin penggunaan tanda bacanya. Moga aja udah ga salah lagi. Hehe Arigatou dan boleh minta reviewnya lagi kan? wkwkwk

aRaRaNcHa

Chaaaaaa makasiy uda review. Wah ketahuan nih nilai ku jelek. Yapz udah aku coba perbaiki. Semoga aja udah bener ya. Kritik dan saran masih dinanti. Hehe

chikara kyoshiro

Yupz makasiy uda review

Merai Alixya Kudo

yupz makasiy ea uda review

erikyonkichi

Makasih uda review...hehe. Mereka berdua mank keras kepala. Ini uda update, review lagi ya *maunya* wkwkwk

Dina rukia kuchiki D'hollow

Hu'um tuh katanya ga tertarik, wkwk. Makasiy uda review dan nunngu. Ini uda update, review lagi ya, hehe

Chappy Ruru

Makasiy uda review. Ga tau ni lebih panjang atau nggak, semoga kamu suka, review lagi ya hehe

Thia2rh

Makasiy uda review, wkwk

Oke sekali lagi maaf jika ada kesalahan. Min-chan masih berharap ada yang mau memberi masukan. Jadi jangan lupa review lagi ya, hehehehe