Chapter 2

At 08.00 pm,Rukia PoV

Renji membawaku ke sebuah Bar,ntah apa maksudnya,aku hanya mengikuti langkahnya.

Disana sangat bising! Begitu masuk,alunan musik beat mengusik telingaku,ada tidak sih bar yg memutar musik Mozart? Banyak Pasangan mengumbar kemesraan pada pojok2 ruangan,menjijikan,aku baru saja melihat sepasang sejoli melakukan kissing! Apa mereka tidak malu melakukannya disana?di tempat ramai seperti ini!

Renji membawaku pada sebuah meja lalu dia memesan minuman pada pelayan.

Tak berapa lama kemudian pelayan itu membawakan pesanan kami,2gelas dg minuman berwarna coklat kehitaman,dia menyodorkan 1gelas di depanku lalu 1 gelas lagi didepan Renji,dan sebuah botol berisi penuh minuman itu di tengah meja.

"kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?,"Tanya ku dg suara keras,berusaha bersaing dengan suara musik bar itu.

Renji tersenyum,"Disini kau tidak pernah kesini?," jawabnya sambil meneguk minuman di gelasnya.

Aku menggeleng,Aku memang baru pertama kali kesini,dan jujur aku benci tempat ini!

Kalau Renji mengajakku kencan lagi aku tak akan mau ke tempat ini lagi!

"apakah kau sering kemari," tanyaku seraya meminum minuman yg ada didepanku,aku meneguknya sedikit,Aku langsung bergidik. Mencium baunya saja aku ingin muntah, dan rasanya pahit,tidak enak!

"ya ,lumayan,"jawabnya sambil meneguk lagi minumannya,

Aku heran,kenapa reaksinya tidak sepertiku?jangan2 dia sudah biasa meminum ini?

Aku berusaha meminumnya lagi,berharap rasanya berubah,tapi yang ada malah kepalaku menjadi pusing! Sial!

Aku beru sadar Renji terus menatapku dari tadi,aku pun menatapnya seolah bertanya 'kenapa',Renji tersenyum,"malam ini kau terlihat berbeda,kau terlihat lebih cantik,"Katanya,

Deg. Aku merasa wajahku panas,aku hanya tersenyum,malam ini aku memang sengaja berdandan atau lebih tepatnya disuruh berdandan oleh hisana-san,kakakku,saat aku bilang aku akan disuruh memakai gaun miliknya,gaun setali berwarna hitam selutut dengan hiasan mawar hitam di dada bagian pojok kiri atas,dia juga mendandaniku karena memang aku tak pandai saat kami hanya terdiam,Aku berusaha meneguk lagi minuman itu,tapi aku malah semakin bertambah Renji kulihat sudah beberapa kali menuangkan minuman dalam botol itu ke dalam gelasnya.

"Renji,aku ingin pulang,kepalaku agak pusing,"kataku sambil memijit-mijit kepalaku.

"kau tidak apa2,"Tanyanya dengan nada khawatir.

Aku hanya menggeleng pelan.

"Ayo ikut aku,kita istirahat sebentar,"katanya seraya menarik tangan kananku,dan aku mengikuti langkahnya,lalu kami smpai pada sebuah kamar,Renji masuk dan aku masuk tanpa curiga.

Saat aku sudah masuk,tiba2 saja Renji mengunci pintunya.

"kenapa kau mengunci pintunya?,"tanyaku agak curiga.

Renji menyeringai,"kita akan bersenang2 disini," jawabnya seraya melepas baju yang dipakainya,aku berjalan mundur,

"ma..maksudmu?,"tanyaku, sialan! Sepertinya Aku dijebak! Aku merasa sedikit takut melihat Renji seperti ini.

"Aku mencintaimu Rukia," katanya sambil berjalan mendekatiku,aku terus berjalan mundur sampai punggungku terasa menyentuh tembok,sekarang renji sudah berdiri didepanku,Aku benar2 terpojok. Dia mengapitkan tangannya pada kepalaku,dia menatap mataku tajam,Aku membalas tatapannya dengan tajam pula.

Dia mulai mendekatkan wajahnya,dan aku mencium bau alcohol dari mulutnya,dia mabuk? Sial! Kata hisana-san kalau laki2 mabuk,mereka akan seperti kerasukan setan, Aku mulai merasa tanganku dingin dan badanku mengigil ketakutan.

Apa yang harus kulakukan?

Wajah kami sudah begitu dekat,Aku ingin sekali memukul wajahnya agar dia sadar apa yang akan dia lakukan,tapi sepertinya percuma,Saat ini aku hanya harus kabur darinya,tapi kepalaku terasa makin pusing dan pandanganku menjadi agak buram.

Tiba2 insting hewanku muncul. SAat Renji memejamkan matanya dan waah kami semakin dekat,aku menyundul kepalanya dengan keras

Dukk!

"argh!"Renji menjerit kersakitan,dia berjalan mundur dan memegangi keningnya,kepalaku juga sebenarnya sakit tapi aku tidak memeprdulikannya. Aku berlari melewatinya menuju pintu,aku memutar knopnya,agh! Dikunci!

Tiba2 Renji menarik lenganku,tubuhku tertarik dan menubruk tubuhnya,wjaah kami kembali berjarak sangat dekat,Wajahnya terlihat marah.

"kau mau menolak?apa kau tidak mencintaiku?," Tanya renji.

Deg. Aku merasa sedikit bimbang,disisi lain aku mencintainya,tapi disisi lain aku ingin menuruti kata hisana-san agar memberikan keperawananku hanya kepada suamiku kelak, nah Renji hanya pacarku! Tentu saja aku tidak mau!

Aku menatapnya tajam,"aku memang mencintaimu,tapi bukan begini caranya aku membalas cintamu!," jawabku dengan tegas.

REnji semakin memperat genggamannya,rasanya lenganku remuk.

Sial!

Apalagi yang harus kulalukan?

"aku akan memaksamu,"kata renji,dan tiba2 saja dia mendorong tubuhku ke tempat tidur,namun naas bagiku,kakiku terpeleset dan aku kehilangan keseimbangan,Aku terjaruh dan kepalaku membentur pinggiran tempat tidur.

Sakit…

Perih…..

Itu yang kurasakan pada pelipisku

Aku merasa pandanganku semakin buram,aku mencoba mendongak. Aku melihat cairan merwarna merah kental menetes dan jatuh ke lantai di depanku.

Aku merasa lenganku kemabli ditarik,aku menoleh dan aku melihat Ranji menyeringai lalu semuanay gelap.

XOXOXOX

Aku mengerjap2kan mataku,

Kulihat sebuah cahaya,aku beusaha mengumpulkan nyawaku agar aku bisa membuka mataku sepenuhnya,dan akhirnya mataku terbuka sempurna.

Aku menggeliat.

'engghhhhhh' aku merasakan sakit pada pelipisku.

Akupun teringat kejadian tadi malam,aku langsung terduduk,aku melihat sekelilingku

Aku berada disebuah kamar yang berbeda dari yang tadi malam.

Aku memegangi kepalaku yang terasa pusing karena duduk dengan tiba2.

'tadi malam…Renji….'

Mataku terbelalak,Aku buru2 meliaht tubuhku yang tertutup selimut.

Aku sudah tidak mengenakan gaunku lagi,melainkan mengenakan sebuah piyama berwarna kuning dengan motif polkadot. Ini bukan piyamaku….

"!"