DSCL: Tite Kubo...
Because I Hate You Chapter 4...
4hari kemudian...
Cklek...
Seorang gadis bermata violet keluar dari sebuah ruangan dengan papan tulisan 'Ruang Guru' di atas pintunya.
Saat itu pulalah seorang gadis berambut hitam yang sedari tadi menunggu menghampirinya, "bagaimana Rukia-chan?," tanya gadis bernama Hinamori Momo itu.
Gadis bermata violet yang tak lain adalah Rukia hanya memasang dengan senyum kecut.
"Maaf Hinamori, proposal festival yang kuajukan banyak kesalahan, begitu pula dengan laporan-laporan lainnya," kata gadis itu sambil memijit-mijit keningnya yang terasa berat.
Momo malihat wajah Rukia yang pucat lalu pandangannya beralih pada setumpuk kertas yang Rukia bawa.
"Jadi Ukitake-senpai menolak?," tanya Momo.
"Bukannya menolak Momo-chan, tapi belum menerima," balas Rukia sambil berjalan ke ruang OSIS.
Momo terdiam.
"Maaf Momo, aku akan segera memparbaiki kesalahan-kesalahannya," kata Rukia sambil tersenyum simpul.
"Bukan begitu Rukia-chan! Rukia-chan sudah bekerja keras, makanya...,"
"Sudahlah Momo-chan, sekarang tolong bawa ini ke ruang OSIS, aku akan berkeliling sebentar," kata Rukia sambil menyerahkan tumpukan kertas itu ke tangan Momo, lalu ia berjalan meninggalkan Momo yang menatapnya dengan cemas.
XOXOXO
ICHIGO'S POV
Sudah 4 hari sejak kejadian itu, sampai sekarang aku tak tau siapa laki-laki berambut hitam yang menyerahkan Rukia dalam keadaan pingsan kepadaku malam itu. Aku juga tak tau kenapa Rukia pingsan, apalagi luka di kepalanya, aku tak tau sama sekali.
4hari ini pula aku merasa Kelakuan Rukia berubah. Dia tak mengomeliku saat aku memakai sepatu putih, tak memerahi Ayase karena cowok itu memakai bulu pada alisnya, dia juga tak memarahi murid-murid yang melanggar peraturan lainnya. Rukia tak memanggilku rambut durian atau bodoh lagi. Semua terasa aneh bagiku. Dia tampak pendiam. 4hari ini juga aku tak melihat sosok Renji di samping Rukia. Hey ada apa sebenarnya? Ntah kenapa aku merindukan sosoknya yang dulu, Rukia yang selalu mengomel. Rukia yang cerewet. Rukia yang memanggilku bodoh,rambut durian, jeruk, strawberry dan panggilan menghinaku yang lainnya.
Saat ini aku sedang berjalan menelusuri lorong sekolah, mencari sosok gadis itu dan memintanya menjelaskan semuanya padaku. Lalu tanpa sengaja mataku menangkap sosok Momo dan Ishida yang sedang berdiri di depan ruang OSIS. Akupun menghampiri mereka.
END OF ICHIGO's POV
"Hai Momo! Hai Kacamata!," sapa Ichigo seraya berdiri di depan mereka.
"Hallo Ichigo-kun," balas Momo.
"Sudah kubilang namaku bukan Kaca Mata, Bodoh!," protes Ishida.
"Momo, kertas-kertas apa itu?," tanyaIchigo tanpa memperdulikan protes dari Ishida.
"Hey! Dengarkan orang berbicara!," protes Ishida lagi.
"Oh...Kau berbicara padaku Ishida?," tanya Ichigo sambil memasang tampang polos dan telunjuk tangan kanannnya menunjuk pada wajahnya.
"Pada siapa lagi bodoh!," balas Ishida kesal.
"Oh...Apa?,"
Ishida menghela nafas kesal, "sudahlah! Percuma berbicara pada orang bodoh sepertimu!," kata Ishida sambil membetulkan letak kacamatanya.
Ichigo nyengir karena berhasil mengerjai Ishida, lalu pandangannya beralih pada Momo.
"Kau membawa kertas-kertas apa Momo?," tanya Ichigo lagi.
"Oh..Ini laporan-laporan kegiatan klub bulan ini dan juga proposal festival musim panas nanti," jawab Momo.
"Kau akan menyerahkannya pada Ukitake-senpai?,"tanya Ichigo lagi.
Momo tersenyum kecut, "sudah di serahkan oleh Rukia-chan tadi."
"Lalu?."
"Kata Rukia-chan, laporan-laporan ini belum diterima oleh Ukitake-senpai," balas Momo.
Ichigo mengernyitkan alis, "kenapa?"
"Banyak kesalahan yang harus diperbaiki."
"Tidak seperti biasanya," sela Ishida sambil membetulkan letak kacamatanya lagi.
"Kasihan Rukia-chan harus mengulang semua ini," kata Momo sambil tertunduk dan memandangi tumpukan kertas yang ia bawa.
"Akhir-akhir ini juga kurasa ia lebih pendiam," sambung Ishida.
"Momo, kapan festival itu diadakan?," tanya Ichigo.
"Satu bulan lagi."
"Sudah tak ada waktu lagi. Rukia harus mengerjakan proposal ini dengan cepat," kata Ishida.
"Tapi, bagaimana dengan laporan-laporan kegiatan klub yang lainnya?," tanya Momo.
"Hey! Hey! Kenapa kalian tak mengerjakannya bersama? Kenapa harus Rukia?," tanya Ichigo heran.
"Rukia-chan tak mau merepotkan kami," bala Momo.
"Bukankah kalian 1team dalam OSIS? Bukannya kalian harusnya bekerja sama?," tanya Ichigo lagi.
Ishida dan Momo terdiam.
"Kami akan mencoba idemu," kata Momo kemudian.
"Hinamori, bagaimana kalau Kuchiki marah?," tanya Ishida.
"Kau takut dia akan memarahaimu Mata Empat?," sindir Ichigo sambil menyeringai.
"Diam kau Jeruk!."
Momo tersenyum, "tidak apa-apa kalau Rukia-chan memarahi kita. Kita 1team kan? Lagi pula apa kau tidak kasihan melihat Rukia mengerjakan ini semua sendiri?."
Ishida terdiam sebentar lalu ia menjawab," baiklah Momo, kau beritahu anggota OSIS yang lain agar berkumpul di ruang OSIS sekarang. Kita akan membagi tugas."
Momo tersenyum mendengar jawaban Sang Wakil Ketua OSIS ini.
"Ya baiklah tapi aku harus menaruh ini dahulu," kata Momo sambil membuka pintu ruang OSIS tapi Ishida mencegahnya, pemuda berkacamata itu mengambil tumpukan kertas yang Momo bawa.
"Aku yang akan menaruhnya, kau panggil saja yang lainnya," kata Ishida sambil berjalan masuk ke ruang OSIS.
"Oh...Baiklah. Terima kasih Ishida-kun," kata Momo. Saat gadis itu hendak pergi meninggalkan tempat itu, ia menyempatkan diri unutk menengok ke arah Ichigo, "ph ya, terima kasih Ichigo-kun," katanya sambil tersenyum.
"Sama-sama Momo, oh ya...Dimana Rukia?," tanya Ichigo.
"Um...Dia sedang berkeliling, sudah ya! Sampai jumpa!," kata Momo sambil berlari meninggalkan Ichigo.
"ya..."
XOXOXOXO
Rukia berdiri menatap matahari terbenam dari atap sekolah, merasakan kesunyian yang di bawa oleh cerahnya sore itu.
Angin sepoi membelai wajah cantiknya dengan lembut, tapi itu tak berarti apapun pada hatinya yang terasa hancur.
Gadis itu bersandar pada pagar pembatas dan menatap nanar pada jingga langit sore. Pikirannya terasa kacau dan buntu. Lamunannya buyar ketika ia merasakan kehadiran seseorang, gadis itupun menoleh dan ia menangkap sosok pemuda berambut orange berjalan mendenkatinya.
"Ternyata kau disini?," tanya pemuda itu yang tak lain adalah Ichigo.
Rukia tak menanggapi, ia kembali memfokuskan pandangannya pada langit berat.
""Aku mencarimu kemana-mana ternyata kau sedang asyik melamun disini," kata Ichigo sambil beriri di samping gadis itu.
"Ada apa?," tanya Rukia ketus.
"Kau kemana saja hah?," tanya Ichigo.
Rukia mengerutkan alis lalu memandang Ichigo, "maksudmu?."
Ichigo balas menatap Rukia, "Kau memang Rukia, tapi bukan Rukia yang kukenal," balas Ichigo sambil tersenyum.
Rukia memalingkan muka, ntah kenapa ia tak suka melihat senyum Ichigo karena saat ia melihat senyum itu jantungnya berdetak cepat.
"Aku tak mengerti."
"Rukia yang kukenal adalah ketua OSIS pendek yang sangat disiplin, selalu membentakku, mengataiku bodoh, mengataiku jeruk dan yang lainnya. Rukia yang kukenal adalah si pendek yang selalu ingin mengerjakan semuanay sendiri, tanpa memredulikan perasaan orang lain, si pendek yang mempunyai senyum manis dengan tatapan hangat yang tajam. Dan yang di depanku sekarang adalah gadis pendiam dengan tatapan putus asa," jawab Ichigo sambil tersenyum lembut yang tak dapat dilihat oleh Rukia.
"Kau memuji atau menghinaku heh?," tanya Rukia datar sambil menatap tajam Ichigo.
"Heheheh Mungkin dua-duanya?," balas Ichigo.
Rukia menarik nafas sejenak, "aku sedang tak ingin berdebat Ichigo. Pergilah!," usir Rukia sambil kembali menatap matahari terbenam.
Ichigo mengernyitkan alis, "kenapa?."
"..."
"Kau ada masalah dengan Renji?," tanya Ichigo pelan.
Rukia mencengkeram pinggiran pagar besi itu dengan kuat, pertanyaan Ichigo tepat mengenai sasaran.
"Kenapa? Kau putus dengannya?."
Kini Rukia mengigit bibir bawahnya mencoba menahan amarahnya.
"Atau dia menyakitimu?."
"..."
"Sudahlah lupakan dia! Masih ada banyak laki-laki di dunia ini, Rukia."
Rukia menatap Ichigo tajam, kekesalan yang ia pendam sedari tadi sudah tak tertahankan, "DIAM KAU! KAU TAK APA-APA! BAGAIMANA AKU MELUPAKAN SEMUANYA DENGAN MUDAH HAH?," bentak Rukia sambil menahan air matanya yang akan jatuh.
Ichigo nampak terkejut dengan jawaban Rukia, pemuda itu juga dapat melihat sebutir cairan bening menetres dari mata kanan Rukia dan perasaan bersalan menyelimuti pemuda itu sekarang.
"Ma...Maaf...," kata Ichigo.
"DIA...DI..A ...kena..pa dia hendak melakukan itu padaku? Kenapa?,"tanya Rukia terbata sambil menghapus airmatanya yang tak mau berhenti mengalir.
Ichigo menatap Rukia dengan perasaan sesak di dadanya. Gadis itu menangis, menunjukkan pertahanan yang runtuh di depannya.
Tubuh Ichigo bergerak mendekati Rukia dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Kalau ingin menangis, menangislah. Keluarkan semuanya, tangisanmu, masalahmu dan semua hal yang mengganggumu," kata Ichigo sambil mencium puncak kepala Rukia.
"Dii..Dia...Dia hendak memperkosaku Ichigo...Dia...,"kata Rukia di sela-sela tangisannya. Mata Ichigo kontan terbelalak mendengarnya.
"Kenapa dia begitu? Apa salahku?," tanya Rukia pelan.
"Dia selalu mengatakan dia mencintaiku, tapi..ta..pi...kenapa?," sambung Rukia lagi, isakannya semakin keras.
"Dia bohong! Kalau dia mencintaimu, dia kan menjagamu bukan menyakitimu,"balas Ichigo sambil mempererat pelukannya.
Rukia semakin terisak,"kenapa?."
"Kau tak salah! Kau tidak salah apapun," jawab Ichigo, ia menarik nafas sejenak lalu kembali melanjutkan perkataannya, "menangislah jika itu membuatmu senang."
Gadis itu menangis dalam pelukan Ichigo dan pemuda hanya membelai rambut hitam Rukia berharap gadis itu akan segera tenang.
Beberapa saat kemudian tangisan Rukia mulai mereda, dia melepaskan pelukan Ichigo lalu menghapus airmatanya.
"Terima kasih Ichigo," katanya pelan.
Ichigo tersenyum mendengarnya, "ya..."
Dan tiba-tiba saja Rukia menginjak kaki Ichigo dengan keras.
"Wadaaaauuuu!"Ichigo meringis kesakitan, "apa-apaan kau Rukia?."
"Apa kau tak tau Kurosaki Ichigo? Di sekolah ini TIDAK boleh memakai sepatu berwarna! Dan lihat! Kau memakai sepatu berwarna putih!," kata Rukia tajam seraya menunjum sepatu Ichigo yang berwarna putih.
Ichigopun ikut memandangi sepatunya, "oh...Sepatu hitamku rusak Ketua!," balas Ichigo sambil nyengir kuda.
"Tidak ada alasan! Sekarang lepaskan sepatumu!," kata Rukia sambil berkacak pinggang.
Ichigo tersenyum mendengarnya, "kalau kau bisa menangkapku," kata pemuda berambut orange itu sambil berlari meninggalkan Rukia.
"Hey! Jangan lari kau Jeruk!," teriak Rukia sambil berlari mengejar Ichigo.
XOXOXO
TBC...
chappythesmartrabbit renji hiatus sementara XD
Jee-ya Zettyra makasih ^^...iyah byakuya jadi hantu DX
Kurochi Agitohana Renji nyasar di hutan...jadi papanya kingkong disana XD*plak..iyah gpp ^^
Yuki-ssme Byakuya yg nylametin...lebih lengkapnya tunggu di chap-=chap slenjutnya
XD
Arlheaa oh ia makasih..XD
aRaRaNcHa iyah makasih XD...saia emang buta EYD XD...kapan2 aku benerin ladi dh smuanya ejheheh.
Sader 'Ichi' Safer oh,,.ya makasih ^^
Dean Ciel'Bleu salam kenal juga XDD...ne dah update XD
Ichi NightrayRukia kan jaim =,=a
Yupi Akayuki Kurosaki Hu,um ...anda benar XD
Kurosaki Mitsuki ph ia ,,makasih XD
Minami Kyookai ya neh dah update XD...byakuya jadi hantu XD
dorami fil yah makasih ^^..aku emang author batuuuuu XD
Thx 4 read and review...maaf jika masih banyk typo...trus aku usahain 2-4 minggu kedepan aku bisa update yg Right here *pokoknya sebelum semesteran aku update XD*
Could you give me review please? ^^
Thx...
