DISCLAIMER : TITE KUBO...KUBO TITE...ARGHHHHHHHH yg buat Bleach dagh XDD
BECAUSE I HATE YOU 5
'Cklek'
Suara pintu terbuka itu mampu mengalihkan para penghuni ruang OSIS dari kesibukannya masing-masing. Mata mereka tertuju pada sosok Sang Ketua OSIS dan seorang pemuda berambut orange yang berdiri diambang pintu.
"Selamat sore Rukia-chan!," sapa Momo dengan nada riang. Sang Ketua yang tak lain adalah Rukia tak membalas sapaan Momo, matanya terfokus pada kertas-kertas yang sedang berceceran di depan tiap anggota OSIS.
"Apa yang kalian lakukan?," tanya Rukia sambil mengernyitkan alis, ia pun berjalan mendekati Momo.
"Kami sedang mengerjakan laporan-laporan kegiatan klub bulan lalu dan proposal festival musim panas nanti,"balas Sang Wakil Ketua OSIS sambil membetulkan letak kacamatanya.
Alis gadis bermata violet itu makin bertaut, "Siapa yang menyuruh kalian untuk mengerjakan semua ini!," tanyanya dengan nada tinggi.
Kalau sudah begini semua yang berada di dalam ruangan itu hanya dapat terdiam, tak ada yang berani menanggapi ucapan Sang Ketua OSIS yang terdengar akan memarahi mereka, sampai beberapa menit kemudian Sang Wakil Ketua OSIS,Uryuu Ishida, memberanikan diri untuk menyatakan pendapatnya, "kami hanya mengerjakan tugas kami, apakah tindakan kami salah Kuchiki-san?."
"Ini semua salahku! Harusnya akulah yang mengerjakan ulang laporan-laporan itu bukan kal...,"
"Bukan! Ini semua tugas kami! Selama ini Rukia-chan sudah bekerja keras mengerjakan tugas-tugas kami,dan sekarang giliran kami mengerjakan tugas ini," sela Momo.
"Lebih baik Kuchiki-san istirahat saja," kata seorang pemuda berambut hitam dari klub kesenian yang bernama Yamada Hanatarou.
Rukia hendak membelas kata-kata Hanatarou ketika seorang pemuda berperawakan kecil dan berambut putih jabrik membenarkan kata-kata Hanatarou, "Ya.. Lebih baik kau istirahat saja Kuchiki, apalagi kau telihat tidak sehat akhir-akhir ini," sela Toushiro Hitsugaya.
"Wah...ternyata kau memperhatikan orang lain juga Toushiro," sindir Pemuda berambut orange yang tak lain adalah Kurosaki Ichigo yang sedari tadi berdiri di samping Rukia.
"Diam kau!," balas Hitsugaya sambil memalingkan wajahnya agar tak ada seorangpun yang melihat raut wajahnya sekarang.
"Hey! Aku baik-baik saja! Kenapa kalian memperlakukanku seperti orang sakit sih?," tanya Rukia dengan oktaf suara yang lebih tinggi.
"Karena akhir-akhir ini Rukia-chan nampak berbeda dari biasanya makanya kami mengira kalau Rukia-chan sakit dan butuh istirahat," balas Momo.
"Begitukah? Aku baik-baik saja! Kalian puas? Sekarang lebih baik kalian pulang dan tinggalkan kertas-kertas itu di mejaku, aku akan mengerjakannya hari ini juga."
Seluruh anggota OSIS yang berada di ruangan itu berpandangan, lalu beberapa saat kemudian Ishida menyela, "tidak Kuchiki-san! Selama ini kami tidak dapat melakukan apapun karena semua tugas di kerjakan oleh Kuchiki-san, jadi kali ini biarkan kami mengerjakan tugas-tugas ini."
"Aku setuju dengan Ishida!," sela Hisagi yang sedari tadi hanya terdiam melihat perdebatan di depannya.
"Aku juga!," kata Momo.
"Aku setuju!," satu persatu para anggota OSIS menyetujui usul Sang Wakil Ketua OSIS.
Sang Ketua OSIS hanya dapat terdiam melihat antusias anggota-anggotanya, sedangkan pemuda berambut orange yang berdiri di sampingnya hanya dapat tersenyum melihat Sang Ketua OSIS terdiam.
"Terserah kalian sajalah," kata Rukia sambil membuang nafas.
Para anggota OSIS hanya dapat tersenyum mendengar persetujuan dari Sang Ketua.
"Laporan-laporan itu harus segera dikumpulkan dua hari lagi, aku tidak mau ada satupun kesalahan yang kalian perbuat ataupun pekerjaan setengah jadi yang membuat aku harus mengerjakan ulang semua laporan-laporan itu. Kalau sampai itu terjadi aku tak akan memaafkan kalian!," kata Gadis bermata violet itu dengan nada kesal dan aura gelap di sekitarnya.
"Tenang saja Rukia-chan! Kami pasti akan menyelesaikan laporan-laporan ini sampai selesai," kata Momo sambil tersenyum.
"I-iya...Kami pasti akan menyelesaikannya," sela Hanatarou yang sedikit takut dengan ancaman Rukia.
"Kalian semua salah! Bukan itu yang Midget maksud," kata Ichigo sambil mengibas-ibaskan tangan kanannya di depan wajahnya.
Beberapa anggota OSIS nampak mengernyitkan alis, tanda heran.
"Rukia bilang 'Laporan-laporan ini memang harus dikumpulkan dua hari lagi, tidak apa-apa kalau kalian mengerjakan setengah jadi ataupun benyak kesalahan, aku akan memperbaikinya. Aku sangat berterima kasih karena kalian sudah membentuku' begitu katanya," kata Ichigo sambil menirukan gaya bicara Rukia.
Wajah Gadis yang sedang menjadi behen pembicaraan itu nampak memerah, "Aku tak pernah mengatakan itu, Jeruk!," kilahnya sambil memalingkan wajah.
"Hahahhaha tapi matamu mengatakan itu Midget!," goda Ichigo sambil terkekeh geli.
"Kau memang tak pandai berbohong," tambahnya lagi.
"Aku tidak pernah mengatakan itu!," kata Rukia dengan kesal dan rona merah masih melekat di wajahnya.
"Oh ya? Wajahmu memerah lhoo. Katakan saja sejujurnya Rukia," goda Ichigo sambil mengacak-acak rambut hitam gadis di depannya itu.
"Aku...,"
"Terima kasih Rukia-chan. Kami pasti akan menyelesaikan tugas-tugas ini tepat waktu jadi Rukia-chan tenang saja," kata Momo sambil tersenyum tulus. Anggota OSIS yang lain hanya dapat tersenyum kecil melihat ekspresi yang jarang sekali di berikan oleh Sang Ketua.
Wajah Rukia kembali memerah hebat, dia memalingkan wajahnya kearah jendela.
"Wajahmu merah, Rukia," lagi-lagi pemuda berambut orang di sebelahnya menggodanya.
"Tidak...Wajahku tidak merah!," kilah Rukia sambil berbalik dan bersiap meninggalkan ruang OSIS.
"Kau mau kemana Rukia?," tanya Ichigo sambil berjalan menyusul Rukia.
"Bukan Urusanmu Baka Mikan!," balas Rukia di depan pintu ruang OSIS tanpa menoleh pada Ichigo.
"Hey! Tunggu ak...,"
"Hey Jeruk! Kemana sepatumu?," sela Hitsugaya yang melihat keanehan pada kaki Ichigo.
Pemuda berambut orange yang merasa 'julukannya' di panggil menoleh, "dibuang oleh si Midget," katanya dengan santai.
"JANGAN SEBUT AKU MIDGET, BAKA MIKAN!," teriak gadis yang di beri julukan Midget oleh Ichigo yang berdiri beberapa meter dari pintu ruang OSIS.
"Wah...Jadi kau merasa ya, Rukia?," sindir Ichigo sambil meninggalkan ruang OSIS.
"AArghhhhhh! Diam kau!." teriakan Sang Ketua semakin samar-samar terdengar dari ruang OSIS.
"Baru kali ini aku melihat wajah Rukia-chan memerah," kata Momo sambil tersenyum-senyum tak jelas.
"Sepertinya Kuchiki yang kita kenal sudah kembali," kata Ishida sambil -lagi-lagi- membetulkan letak kacamatanya.
"Yaa. Aku senang kalau Rukia-chan sudah kembali seperti dulu lagi," kata Momo sambil berdiri dan membawa setumpuk kertas ke hadapan Hitsugaya yang sedang bermalas-malasan di kursinya.
"Apa ini?," tanya pemuda berambut putih itu heran.
"Itu laporan kegiatan klub sepak bola, Shiro-chan kerjakan ulang ya?," kata Momo sambil tersenyum manis namun penuh misteri.
"Banyak sekali Momo! Kenapa harus aku yang mengerjakan semua ini?," keluh Hitsugaya sambil membolak-balik beberapa lembar kertas laporan di depannya.
"Karena kau ketua klub sepak bola, Shiro-chan!," balas Momo.
"T-tapi ini...,"
"Sudah kerjakan saja!," tegas Ishida dengan tatapan dingin.
*Seven*
Esoknya...
"Jadi, adakah yang punya usul untuk pemeran-pemerannnya?" tanya Ukitake-sensei setelah membacakan rencana drama kelas yang akan ditampilkan kelas 2-7 pada festival musim panas bulan depan. Kelas tersebut akan menampilkan drama tentang putri salju dan semua peran-perannya belum di tentukan.
Di pojok kanan kelas, nampak seorang pemuda berambut keunguan dengan bulu mata yang menjuntai indah *?* tersenyum-senyum tidak jelas. Teman sebangkunya yang tak mempunyai rambut satupun di kepalanya terlihat heran melihat tingkah teman sebangkunya.
"Kau kenapa Ayase?," tanya pemuda botak yang diketahui bernama Ikaku.
"Hah? Kenapa apanya?" tanya Ayase bingung, namun dirinya masih tersenyum-senyum tak jelas.
"Kenapa kau tersenyum-senyum tak jelas?," tanya Ikaku lagi.
"Hahahhaha aku hanya berfikir, aku pasti cocok memerankan putri salju," balas Ayase sambil mengibaskan tangan kanannnya menyentuh bulu mata indahnya*?*.
Kontan Ikaku membeyangkan seorang Ayase memerankan putri salju dengan sebuah gaun biru putih dan sebuah pita biru tua di rambutnya dan seketika itu pula dia menjitak kepala Ayase dengan keras, "jangan menghayal! Membayangkannya saja sudah membuatku muak kau tau!" bentak Ikaku.
"Wadauuu!" teriak Ayase kesakitan sambil mengelus kepalanya yang terasa benjol karena ulah teman sebangkunya yang botak.
Kegaduhan yang mereka timbulkan menjadi pusat perhatian teman sekelasnya dan juga guru yang sedang mengajar.
"Ada apa Ikaku, Ayase?" tanya Ukitake-sensei.
"Ayase ingin menjadi Putri Salju, sensei," jawaban Ikaku kontan membuat teman-teman sekelasnya tertawa.
"Jangan mimpi kau, Ayase!" timpal Hisagi sambil tertawa.
"Aku tidak mau peran Putri Salju di perankan Ayase!" protes Matsumoto sambil menyibakkan rambut orange panjangnya.
"Aku setuju denganmu, Rangiku-san! Drama kelas kita pasti akan hancur jika peran Putri Salju diperankan Ayase," timpal Tatsuki.
"Bilang saja kalian tidak suka dengan 'kecantikan'ku, jadi kalian mencibirku seperti itu," bela Ayase sambil menyentuh bulu matanya yang menjuntai.
Ikaku kembali memukul kepala Ayase, sedangkan anak-anak kelas hanya dapat 'menggerutu' karena kata-kata Ayase tadi.
"Sudah..Sudah," lerai Ukitake-sensei sambil menahan senyum.
"Jadi, apakah ada yang mempunyai pendapat siapa saja yang pantas memerankan karakter-karakter dalam drama ini?" sambung Ukitake-sensei.
Tatsuki nampak mengangkat tangan.
"Ya, Arisawa?"
"Bagaimana kalau peran Putri Salju di perankan oleh Orihime saja, sensei?" usul Tatsuki.
Seisi kelas nampak terdiam sejenak, lalu terdengar beberapa orang memberi komentar asal usul Tatsuki.
"Wah, aku setuju denganmu Tatsuki. Orihime kan cantik, dia pantas menjadi Putri Salju," timpal Ryu.
"Hime-chan pasti akan sangat cocok memakai gaun Putri Salju!" kata Keigo sambil hendak memeluk Orihime tapi keburu di tendang oleh Tatsuki.
"Tenanglah teman-teman...A-aku tidak seperti..."
"Dan bagaimana kalau yang menjadi pangerannya adalah Kurosaki?" Tatsuki memotong perkataan Orihime sambil mengikut lengan gadis berambut kecoklatan itu pelan.
Wajah Orihime kontan memerah, "Tat-Tatsuki-chan..."
"Wah mereka akan jadi pasangan yang cocok!" timpal Ryu.
"Aku setuju!"
"Aku juga!"
Sebagian murid di kelas itu nampak setuju dengan gagasan Tatsuki. Gadis berambut pendek itu nampak tersenyum karena rancananya untuk mendekatkan Orihime dan Ichigo berhasil, ia menoleh pada Orihime yang wajahnya terlihat makin memerah lalu ia berbisik, "ini kesempatan yang bagus kan?"
"Baiklah, usul di terima. Apakah kau setuju Kurosaki?" tanya Ukitake-sensei pada seorang pemuda berambut orange yang sedari tadi terdiam.
Ichigo menoleh, "yeah terserah saja... Tapi aku juga punya usul," jawab pemuda itu.
"Apa?"
"Bagaimana kalau yang menjadi penyihir adalah Rukia?" kata Ichigo sambil tersenyum misterius.
Gadis bermata violet yang merasa namanya disebut-sebut seketika itu menoleh ke arah Ichigo, "kenapa aku?" tanyanya heran.
"Bukankah pantas seorang ketua OSIS yang galak dan disiplin menjadi penyihir jahat?" goda Ichigo.
"Apa katamu, Mikan?" tanya Rukia sewot, dia merasa tidak terima di katai galak. Gadis itu tidak merasa dirinya galak melainkan tegas!
Ichigo hanya terkekeh geli, "kalau kau marah, aku merasa kau bertambah pantas memerankan tokoh penyihir"
Seisi kelas nampak menanggapi kata-kata Ichigo.
"Benar juga!"
"Ketua OSIS memang pantas memerankan penyihir jahat ya?"
"Kuchiki memang pantas"
Rukia menggeram kesal, dia melirik tajam pada pemuda berambut orange yang duduk di sebelahnya itu, Si Pemuda hanya memasang senyum kemenangan.
"Baiklah! Peran penyihir akan di perankan oleh Kuchiki. Sekarang kita tentukan peran-peran yang lain," kata Ukitake-senpai memutuskan.
Rukia nampak mengeluarkan aura gelapnya sambil kembali menatap tajam mata Ichigo, mata violet itu seakan mengatakan "Awas kau nanti, Baka Mikan!"
Dan Ichigo hanya dapat tersenyum penuh arti.
*seven*
T,T
Maafkan author. Chapter ini terasa garing dan lama update... Ini juga author nyuri2 waktu bwt nulis chapter ini.
Kesibukan author kian menjadi padahal baru 3minggu author berangkat skula tp tugas ama ulangan udah ngantri, tidur selalu jam 1 atau jam3 pagi cuma bwt ngerjain tugas, padahal ide2 buat ff sedang menggunung...huh! SEBEL.
Ntar malem blajar fisika bwt ulangan bsok T,T
hueee...
ya udah deh, untuk Right here chap 6 'mungkin' author akan publish pertengahan februari ketika skula author lg ga ada mapel karena ngrayain ultah skula.
untuk review makasih bwt
haruki1244,
Reina Rukii
Remi
MinNoitra Aporro Grantz
mortehourglass males log in
NO Name
edogawa Luffy
Ruki Yagami Luph Senna
Sora Hinase
Wi3nter
mv gag bsa bls satu2...untuk yg tanya kapan Rukia jatuh cinta ma pacaran, ummm...lyat aja ntar XDD
ok...give me review please X3
