Title : Buttterfly

Author : Kim Yurii

Length : Seriaes

Rating : all ages

Genre : Romance aja ahh

Cast :

-Kwon Ji yong as GD

-Sandara Park as Dara

- Lee Seung Hyun as Seungri

- TOP as Choi Seung Hyun

-Chae Lee as CL

-Park Bom as Bom

- ### -

Saat aku benar-benar sedang menikmati memandang wajah itu *CCCiiiiiiiiiittttttttt mobilnya berhenti mendadak membuat goncangan keras ,…..

Aku begitu takut setengah mati, bulir-bulir peluh mengalir menyusuri tiap lekuk wajahku yang pasti sudah memucat, tapi aku sadar sesuatu yang begitu hangat menempel erat pada tubuhku, dalam keterbatasan mataku untuk melihat saat terpejam aku mampu mendengar suara hentakan kecil, semakin kencang dan terus berlomba untuk jadi tercepat, aku buka mataku perlahan dan kutemui sosok seunghyun oppa tengah mendekapku erat,

"oppa,.. waeyo? Kenapa kau berhenti mendadak seperti itu," meski tubuhku masih terus bergetar hebat ku mencoba melepas dekapan seunghyun yang kini membuatku sedikit sesak,

"gwenchanayo? Kau tak terluka kan?" tangan lembut itu mulai menyentuh wajahku, memperhatikan tiap detil dan mencoba memastikan tak ada satupun luka ditubuhku, padahal seharusnya oppa mengkhawatirkan dirinya sendiri aku tahu betapa kerasnya goncangan tadi mampu mengancam jiwa kami,

Sesaat setelah tangan oppa eraih daun pintu mobilnya, membuka dengan nada penuh emosi dan keluar untuk memberikan teriakan keras, aku melihat seorang gadis kecil berbalut gaun cantik berwarna pink berdiri kaku didepan mobil seunghyun oppa ,

"Jeongmal baboya? Michyeo yo? Ha? Apa yag kaulakukan bodoh?" gelombang suaranya membentuk tempo tak beraturan yang kian meninggi dan terdengar ngilu dihati, sedikit berlebihan oppa meneriaki seorang gadis kecil seperti itu, akupun ikut turun dan hendak menenangkan oppa,

lalu sekejap saja Seunghyun oppa berhasil membuatku terpaku, gadis kecil yang kini mulai membiarkan air mata bergulir deras dipipinya itu terdekap erat dalam tubuh seunghyun oppa.

"Anak bodoh, bagaimana kalau tadi aku tak sempat menghentikan laju mobilku? Bagaimana kalau kau terluka? Dan bagaimana kalau kau tak lagi bisa menatap orang tuamu,..anak bodoh" meski lirih aku mampu mendengar suara isak keluar dari kerongkongan oppa, sulit nalarku menerima bahwa namja ini mampu menangis mengkhawatirkan seorang gadis kecil, bahkan seakan dia akan kehilangan nyawanya bila gadis itu terluka,

"aku mohon berhati-hatilah, "dekapan oppa semakin erat, dan gadis kecil yang sedari tadi menangis dan tak mengerti apapun itu kini terdiam sejenak, terheran melihat sikap seunghyun oppa dan justru menenangkan oppa dengan menepuk-nepuk bahunya pelan,

"oppa,.. gwenchana, gwenchana" gadis yang bahkan terlihat belum lancer berbicara itu mengusap pipi seunghyun oppa yang basah karena air mata

"Yurii,.. kau tak apa? Syukurlah tak terjadi sesuatu padamu, maafkan katas kelalaianku hingga membiarkannya berjalan sendiri, jengmal mianhae,."seorang wanita paruh baya berjalan mendekat, segera merah tubuh gadis kecil yang msih terdekap tubuh oppa, meminta maaf sambil berlinang air mata dan hendak beranjak pergi.

"oppa, inyi pelmen untuk oppa, jangan sedih ya,.dadah oppa tampan" anak itu melemparkan sebuah lollipop ang sedaritadi ia genggam pada seunghyun oppa,lalu gadis dan wanita yang mungkin eommanya itu bergegas pegi,

Kulihat oppa tak beranjak dari posisinya, masih duduk terpaku dan gemetar, getar yang entah mengapa memberikan sugesti kecil padaku untuk mendekat dan menenangkannya.

"Sudahlah oppa, gadis itu baik-baik saja" aku mencoba membangunkan tubuh oppa dan menuntunnya kembali ke mobil,

Tanpa bicara sepatah katapun oppa mulai menyalakan mobilnya dan melajukannya ke rumah gd oppa, aku tahu meski dia terdiam dia masih merasakan ketakutan yang luar biasa, jari-jarinya masih gemetar.

"Berhentii! Oppa berhentilah,…"

"wae? Kau kenapa?" seunghyun oppa dengan reflek menghetikan laju mobilnya didekat sebuah jembatan yang sudah nampak sepi,

"tenangkanlah dirimu, jangan seperti orang bodoh, " aku merah tangan seunghyun oppa dan menariknya keluar mobil, aku baru menyadari hari sudah mulai gelp, hanya tertinggal cahaya-cahaya lampu jalan yang berkerlap kerlip menyapa kami,

"Oppa, kenapa kau begitu takut?" bisikku pelan padanya

"takut apa? Aku taka pa, hanya saja aku tak ingin melihat anak itu terluka," balas oppa

"Kau orang baik" itu kata terakhir dalam dialog kami yang terucap dari bibirku, setelah itu untuk beberapa saat kami terus terdiam,

"hey ayo kita kembali, aku haus mengantarkanmu pulang " ajak seunghyun oppa, aku hanya mengangguk, dalam perjalanan pulang bias cahaya lampu dimalam hari menyorot lembut wajah seunghyun oppa, membuatku tertarik untuk menatapnya lagi, sosok ini seorang namja yang ditakuti namja lain disekolah, seseorang yang selalu dinilai sepihak sebagai namja sadis, entah mengapa raut mukanya terlihat begitu tulus, menyenangkan aku dapat menatap wajah yang membuatku tenang.

Kami sampai di depan halaman rumah gd oppa, aku segera menuruni mobil itu, kulihat lampu di ruang tengah gd oppa masih menyala terang, sepertinya sedang ada tamu, ya sudahlah itu bukan urusanku, aku segera pamit pada seunghyun oppa dan pulang kerumah.

Akhirnya aku bisa mengistirahatkan tubuhku diranjang nyamanku setelah aku selesai mandi. Aish, tapi kenapa ribut sekali, sepertinya suara ini berasal dari sebelah, kuputuskan untuk menyibak tirai jendela kamarku, dan kupandang tajam sebuah hunian kecil disamping rumahku dengan ampu yang begitu terang dan aku mencium bau harum dari hunian itu,

"Apa sih yang sedang gd oppa lakukan" pikirku, celingak celinguk aku mencari sumber keramaian dirumah itu, aku meliaat sepertinya beberapa orang sedang berkumpul, itu gd oppa dan juga seunghyun oppa, mereka seperti sedang berpesta barbeque, lalu aku melihat seorang yeoja, siapa ya, sepertinya aku kenal yeoja itu,

Tiba-tiba saja mataku terbelalak menyadari yeoja itu orang taka sing bagiku, ChaeLee eonnie pekikku,.

Aisshh apa yang dia lakukan dirumah gd oppa, menyebalkan sok kecakepan banget sih tu eonnie, aku mebuka jendelaku tak begitu lebar sih tapi cukup memberikanku ruang untuk dapat melemparkan gumpalan kertas kearah yeoja aneh itu.

"Aigoo, apaan sih ini, hey siapa yang berani melempariku?" hihihi, tuh yeoja terhentak kaget, terlihat bingung dan kikuk menyenangkan melihatnya seperti itu

"Gwenchana? Apa yang terjadi ChaeLee" aishh gd oppa justru mendekat dan mengkhawatirkannya, aigoo kenapa ini dadaku sakit seperti ada sesuatu yang menancapnya dan kemudian tercabut lagi, entah kenapa hatiku tak pernah menginginkan melihat gd oppa bersama CL eonnie,..

Ting tong, ting tong,.. bel dirumahku terus berbunyi, menimbulkan suara gauh yang menyebalkan, kerasa eomma sedang sibuk hingga ia tak jua membuka daun pintu itu, kuputuskan untuk menanganni yang satu ini.

Tak seperi biasanya aku langsung saja membuka pintu rumahku tanpa melihat siapa orang yang ada dibalik pintu itu,

Krieekk,.. aku membuka , keluar dan menutupnya,

"Annyeong Sandy", oh my god aku salah buka pintu harusnya aku nggak pernah sekalipun membukanya, setelah melihat siapa yang ada dibalik pintu ini, tak perlu kujelaskan mengapa aku begitusaja kembali dan menutupnya.

"Hei sandy, bukakan pintunya, aku kan hanya ingin main, kalau tidak aku akan…." teriak namja bernama seungri dari balik pintu rumaku

"terserah, " ucapku dengan nada malas mendengar ancaman tak bermutu itu

"SANDARA PARK YANG AKU CINTAI TOLONGLAH BUKAKAN PINTU UNTUKKU…" Aigoo anak bodoh itu justru berteriak keras seperti orang gila, etteohkeyo? Sepertinya terpaksa aku harus membukakan pintu ini untuknya sebelum,..

*ctak* "Hey pabo! Kau itu bodoh atau apa? Jangan berteriak didepan halaman rumah orang BERISIK tahu,!" sebuah benda kecil berwujud padat bermassa pekat yang kusebut batu, melayang dari tangan seorang namja yang tengah berdiri dihalaman samping,

"Mwo?,… kau kan sunbaenim yang sombong sekali itu, kau itu yah memang menyebalkan,.." aku bergegas keluar dan menemui sosok seungri hendak berkelahi menantang Seunghyun oppa,

"Ada apa ini? Kenapa ribut2 " kuraksa gd oppa mulai terganggu dengan kegaduhan dimalam ini hingga dia mau melangkah keluar dari rumahnya,. Oppa berhasil melerai Seunghyun oppa dan Seungri.

"Dara, kami sedang berpesta barbeque, kebetulan sekali aku baru saja ingin mengundangmu, ayo bergabunglah" ucap gd oppa

"ah, ani aniyo," aku menggelengkan pelan kepalaku aku malas melihat gd oppa dan CL eonnie

"tuh kan, dasar bodoh , kau pikir seorang sandarac park mau memakan barbeque yang pasti murahan weekkk" seungri menjulurkan lidahnya dan mengeluarkan cemoohan yang justru tak pernah terlintas dalam benakku,.

"benarkan begitu? Kalau begitu mian,.." gd oppa terlihat lesu

"ahh,.. aku ikud deh, lagi pula eomma pasti mengijinkan, tapi anak ini juga ikut"aku rasanya nggak ingin melihat raut muka gd oppa kecewa seperti itu jadi kuputuskan untuk bergabung meski kupikir ini takkan menyenangkan.

"Ya~~ apa yang dilakukan yeoja tak sopan itu disini gd?" sepertinya CL eonnie tak suka melihatku kemari

"dia kan tetangga gd, wajar donk kalau dia kemari," Sunghyun oppa membelaku yeay,..

"ne,.. tentu saja, habis rasanya nggak asik barbequean tanpa yeoja manis ini," seperti biasa sepertinya kalau udah ada seungri gd oppa jadi seneng banget menggodaku utuk melihat ekspresii lucunya,

"ya~ jangan sentuh putriku, minggir hyung" ucap seungri kesal

"ya~ siapa juga yang mau menyentuh yeoja jelek seperti itu, yak an oppa" kini giliran Chae lee eonnie yang mencibir

Sementara mereka bertiga ribut, Seunghyun oppa justru menarikku dari tengah kegaduhan nggak penting itu dan langsung mengambilkanku sepotong daging yang terlihat begitu lezat, sepertinya hanya seunghyun oppalah yang mengerti bagaimana seharusnya bersikap pada serang gadis sepertiku,

Kami berlima melewati malam yang riuh ramai

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, sepertinya Chaelee eonnie juga sudah mabuk sehabis minum-minum tadi jadi Seunghyun oppa hendak mengantarkan gadis itu pulang.

Sementara itu Seungri sudah tertidur lelap di sofa gd oppa, mungkin malam ini terpaksa dia harus tidur dirumah oppa,. Lagipula oppa mengizinkkannya,

Tinggal aku dan gd oppa yang masih terjaga , kulihat tubuh seungri menggigil kecil seolah merasakan hawa dingin yang mampu merajam kulitnya, jadi kuputuskan untuk menyelimutinya dengan jas yang menempel pada tubuhku ini.

"hei anak baik, kenapa kau selalu bersikap kasar didepannya? Kau tidak membencinya kan? " ucap gd oppa padaku

"aku hanya tak ingin dia berlebihan padaku, aku juga tak ingin membuatnya terluka karena aku tak pernah menyukainya, bahkan untuk selamanya" jawabku jujur,

Tapi tanpa kusadari Seungri tak sepenuhnya meninggalkan kesadarannya, aku tak pernah yahu bahwa saat aku mengucapkan tiap rinci kata ini seungri mendengarnya dan berpura-pura terlelap,

Meski begitu aku sempat tertahan ketika melihat seutas cahaya terpantul dari wajah seungri, bagai cahaya yang terbiaskan oleh zat berupa cair.

Aku terlalu lelah malam itu, entah mengapa aku merasa begitu ngantuk padahal gd oppa masih terus mengajakku berbincang dikebun kecil dibelakang rumahnya.

"Oppa,.. aku merasa hidup ini tidak adil yah,.. kenapa aku harus kehilangan seluruh yang kumiliki, aku tak lagi bisa mengendarai mobilku, aku bahkan tak bisa ke salon untuk merawat diriku" saat bersama gd oppa aku merasa begitu nyaman bahkan aku bisa meluapkan segala yang kurasakan.

"kau tahu, harta bukanlah hal yang kau butuhkan, itu hanya suatu materi yang kau inginkan, percayalah dara kau dapat menemukan berjuta kebahagian meski tanpa mobil mewah dan harta berlimpah" sekali lagi gd oppa melemparkan senyum yang begitu manis, senyum yang mampu merebut jiwaku,

Dengarkan ini,.. sebuah earphone mungil yang sebelumnya melekat pada telinga gd oppa kini beralih padaku, tanpa sengaja tangan gd oppa menyentuh telingaku membuatnya sedikit hngat namun jauh lebih panas yang kurasakan dalam hatiku, darahku tepompa, jantungku berdegup tak seperti biasa, tapi aku tak ingin terlihat konyol, jadi aku berusaha menahan gejolak ini,

Lirih sekali aku mendengar alunuan musik, suara ini tak salah lagi dentingan piano, meski begitu alunan nada ini terdengar sedikit keruh layaknya hanya sebuah rekaman dari tangan amatir, lembut sekali, dan saat aku mulai memandang ribuan bintang tertebar yang menghiasi langit kala itu

"It About you a Butter fly
Every time I come close to you (Every time I'm feeling you)
Feel like I'm gonna Dream every time (I get butterfly) " suara lembut terdengr bersautan , keluar dari mulut gd oppa,. Aku terhenak kaget dan memandangnya,.. nmja ini memiliki suara yang merdu,.. aku makin terbius malam itu

"hey dara, kau tahu ini lagu ciptaanku, aku memainkan beberapa nada dan berfikir untuk memberinya sebuah lyric, tapi aku masih belum bisa menyalesaikkaa,… yah nak ini kenapa justru tertidur, apa suaraku begitu membosankan?" kala itu aku sudah terlelap mendengarkan dentingan piano merdu bersautan dengan harmoni dari gumam gd oppa seperti menjadi kunci untuk membuka sebuah dunia mimpi dunia dibalik gerbang besar, dunia dengan cahay terang, hamparan rumput luas, dan lambaian para bunga,. Aku terlelap nyaman sekali di bahu gd oppa

Sementara itu

- Gd point of view -

Bocah ini tertidur begitu saja dibahuku, seharusnya aku tak merasa nyaman tapi entah mengapa aku tak ingin dia merubah posisinya ini, meski aku baru mengenalnya aku merasa dia berbeda, gadis yang terlihat begitu angkuh dan tegar diluar tapi begitu lembut.

Kualihkan pandanganku kewajah mungilnya, ia ertidur ,. Dan tersenyum? Manis sekali aku ingin tahu siapa dirinya jauh lebih mengenalnya,. Entah mengapa kini tanganku seakan tertarik oleh medan magnet besar yang berasal dari wajahnya, aku mulai menyusuri tiap helai rambutnya dengan jariku, terasa begitu halus,..

- gd pov end -

- seungri pov -

Aku tahu semua ini akan terjadi tapi aku tak pernah menyadari akan sesakit ini, aku mencintaimu sandy, jeongmal choahae,.. rasanya sakit sekali bahkan untuk beranjak dari sofa inipun tubuhku bagai tak sanggup menopangnya tapi aku berusaha beranjak untuk melihat sandy sekali lagi, perlahan berjalan menuju taman belakang rumah gd, meski aku masih sedikit pusing karena pengaruh alcohol ini aku berusaha berjalan sebaik mungkin,..

Dan betapa terkejutnya aku saat aku melihat sandy menyandarkan kepalanya dibahu seorang namja, mataku masih berkunang aku berusaha menyegarkannya dengan membelalakkannya , Omona,… apa yang gd hyung lakukan,..

…..

TBC yah,.. hahaha jalan cerita semakin amburadul tapi kuQ author malah berdebar sendiri yah,..

Mian banget ngetag kalian tanpa ijin, tapi mohon dimaklumi pribadi authoer yang nggak jelas ini,.. yang pasti selalu mengharap RCL yah,…

Nb: kesalahan ketik harap dimaklumi.. keyboard dirumah udah nggak kompeten *halah alibi*