Title : Buttterfly
Author : Kim Yurii
Length : Seriaes
Rating : all ages
Genre : Romance aja ahh
Cast :
-Kwon Ji yong as GD
-Sandara Park as Dara
- Lee Seung Hyun as Seungri
- TOP as Choi Seung Hyun
-Chae Lee as CL
-Park Bom as Bom
- seungri pov -
Aku tahu semua ini akan terjadi tapi aku tak pernah menyadari akan sesakit ini, aku mencintaimu sandy, jeongmal choahae,.. rasanya sakit sekali bahkan untuk beranjak dari sofa inipun tubuhku bagai tak sanggup menopangnya tapi aku berusaha beranjak untuk melihat sandy sekali lagi, perlahan berjalan menuju taman belakang rumah gd, meski aku masih sedikit pusing karena pengaruh alcohol ini aku berusaha berjalan sebaik mungkin,..
Dan betapa terkejutnya aku saat aku melihat sandy menyandarkan kepalanya dibahu seorang namja, mataku masih berkunang aku berusaha menyegarkannya dengan membelalakkannya , Omona,… apa yang gd hyung lakukan,..
Dia,.. entah berapa senti jarak wajahnya dan sandy yang kutahu perlahan tapi pasti wajah mereka makin dekat, kulihat sandy tak bergeming sedetikpun,..
~Chuu~ Omo,. Gd hyung mencium lembut pipi halus Sandy, sungguh aku tak menyangka bahkan untuk meletakkan satu sentuhan jari di pipi itu aku harus berjuang berbulan-bulan tapi kini aku melihat gd hyung merenggutnya dengan mudah,.. rasanya tak karuan, gejolak amarah menyelimuti hatiku.
- sungri pov end-
- gd pov -
"Omona,.. apa yang kulakukan, apa yang ada dalam benakku? " aku tak bisa mengerti kenapa wajah yeoja yang kini bersandar dibahuku ini seperti memberi tekanan gelombang magnetic yang begitu besar , yang tak memberiku kesempatan untuk mengalihkan pandanganku darinya, Mianhae, aku begitu bodoh , kenapa hatiku justru merasa tenang setelah mengecupnya,
"Ya~~ apa yang kau lakukan hyung? Dia itu yeojaku!" aku mendengar teriakan keras dari seorang namja yang berjalan sempoyongan kearahku, belum sempat aku menjawab namja ini memberikanku pukulan keras tepat di wajahku .
"Hei pabo! Apa maksudmu ya~~!" aku mencoba meredakan amarah namja yangterpengaruh oleh alcohol itu
"dia itu yeojaku, yeoja miliku,.. "kini namja tersebut justru merengek terisk seakan dia kehilangan sesuatu yang begitu berharga , seakan kehilangan cahaya hidup.
"ini sungguh tak seperti yang kau pikirkan, sadarlah seungri,.." Seketika seungri yang tengah terpengaruh alcohol tumbang, kuputuskan untuk membaringkannya diranjangku.
Setelah semua kekacauan ini, aku antarkan dara kembali ke rumahnya dalam keadaan setengah tertidur.
Jam menunjukkan pukul 03.35 a.m dan aku masih belum bisa memejamkan mataku, semalaman aku asih memikirkan kebodohanku hingga melukai perasaan seorang namja yang masih lbil, lagipula kenapa aku bisa mengecup dara, aku sungguh merasa gundah, tapi akhirnya kegigihanku tak bertahan lama, mataku terasa begitu berat , dan akupun terlelap untuk waktu yang cukup lama.
Cahaya mentari pagi berkerlap-kerlip menyinariku merambat menembus jendela kamarku yang berhias tirai berwarna putih. Perlahan aku membuka mataku yang masih belum bersahabat dengan cahaya ini, kuraba ranjangku dan aku merasa sedikit aneh, seharusnya tubuh seseorang masih terbaring disebelahku tapi aku sama sekali tak berhasil menemukannya,.." kemana seungri? Apa dia pulang begitusaja tanpa pamit padaku?" entahlah mungkin itu yang terjadi karena aku menemukan pintu rumahku dalam keadaan setengah terbuka dan mobil seungripun tak terlihat.
Rasanya kepalaku sedikit sakit, mungkin karena akupun ikut meminum beberapa botol soju semalam, sebaiknya aku membeli vitamin dulu.
- g.d pov end -
- Sandara pov -
" Omo,.. eomma pergi menemui appa? Kenapa tak mengajakku?, lagipula apa-apaan ini kenapa tak ada makanan sedikitpun,.. eotteohke? Masa aku harus pergi ke mini market sendiri, apa boleh buat lah" omelku kesal karena eomma pergi begitu saja.
Ckleekk…. Aku membuka pimtu rumahku, dan bersamaan dengan itu aku melihat gd oppa juga sedang bersiap beranjak keluar rumah, *uwaaa gd oppa yang hanya memakai kaos putih tak berlengan benar-benar tampan,..
"Annyeong heseyo dara, maaf semalam aku yang mengantarkanmu pulang.." sapa gd padaku.
"Ah ne oppa,.."jawabku simgkat
"mau kemana sepagi ini? Tumben.." balas gd
"owh… eoma pergi menjenguk appa, dan tak ada 1 masakanpun dimeja, jadi aku mau ke mini market."
"kalau begitu, pakai saja sepedaku, minimarketnya kan cukup jauh kalau pakai ini pasti nggak terlalu capek"jawab gd dengan tulus,
Omona,.. sepeda? Eotteohke,.. aku kan sama sekali nggak bisa mengendarainya.
"ah aniyo,.. aku bisa jalan sendiri kok, "jawabku sedikit ketus agar oppa tak curiga aku tak bisa menaiki sepeda.
"oh.. ya.. tentu saja, mana mungkin seorang noona muda sepertimu mau menggunakan sepeda butut seperti ini, Mianhae" aku melihat wajah oppa yang sedikit kecewa, membuat hatiku bergetar lagi merasa sedih,. Etteohke,.
"ah oppa.. mian sebenarnya bukan begitu,.. hanya saja aku,…. Aku,…. Aku tak bisa naik sepeda" akhirnya hal memalukan ini terucap juga dari bibirku
Sesaat tubuh gd oppa yang berjalan membelakangiku terhenti. Lalu aku melihat getaran-getaran kecil di bahunya,..
"Pppfffftttt hahahahaha,… jadi kau tidak bisa naik sepeda? Yang benar saja , apa sejak kecil kau hanya berkutat dengan mobil?" oppa justru menertawaiku, *hal yang sudah bisa kuduga
"ya~~ kalau memang begitu kenapa? Menyebalkan, apanya yang lucu,.. huft aku marah padamu,.. "karena hati ini begitu kesal, keputuskan untuk segera beranjak dari tepat itu meninggalkan gd oppa, tapi tak kusangka ternyata oppa bergegas mengejarku dengan sepedanya dan berhenti tepat dihadapanku.
"Mianhae,.. sekarang naiklah,.. aku akan mengantarmu " uwa,.. senyum oppa ini selalu saja melelehkan hatiku
Tanpa basa-basi aku duduk di belakang, oppa pun melajukan sepedanya,.. benar-benar menyenangkan, aku bisa terus menatap punggung yang terasa nyaman itu,.. entah kenapa aku sulit membendung perasaanku yang begitu ingin menyentuh punggung oppa,
Sebuah goncangan kecil mengejutkanku, membuat tangan oppa merengkuh dan melingkarkan tanganku ke badannya, mungkin uhan ingin menggodaku,.. aku sama sekali tak bicara kala itu, entah bingung atau hanya membeku. Hahhaa
Begitu aku sedang menikmati saat itu,..
"ya~ dara kita sudah sampai, ayo turun,.." uwh benar-benar aku berharap supermarket itu 10km lebih jauh,
"ne oppa" jawabku sedikit kecewa, kemudian aku bergegas masuk dan mencari beberapa kudapan yang kubutuhkan, kulihat gd oppa sedang asyik mencari eskrim, kami menyelesaikan acara belanja itu hanya dalam beberapa menit, lalu aku segera kembali untuk menaiki sepeda oppa, kekeke
"hey dara, eommamu sedang pergi kan, kalau begitu bagaimana kalau kita mampir sebentar , aku tahu tempat yang bagus" uwh gd oppa membuyarkan konsentrasiku untuk memandangi punggungnya *mupeng bgd sih ni anak
"Ah,. Ne,. ne,. terserah oppa saja." Uwaaa kami melewati sebuah bukit kecil, sekarang ini aku dapat melihat hamparan rumput hijau yang begitu luas, bunga-bunga kecil berwarna-warni, dan didekat sebuah pohon rindang yang kokoh terdapat bangku kecil panjang berwarna putih, tempat yang indah dan sepi.
"dara aku ingin mengajarimu naik sepeda,.. " ucap gd,..
"omo? Ah,. Tak perlu oppa, aku tak ingin naik" jawabku panic…
"dasar dara penakut,.. penakut,…" oppa justru meledekku,..
"O.k fine ayo kita naik, tapi aku bukan penakut "huft kenapa emosiku bisa menjebakku seperti ini.
Aku bersiap menaikinya dan bersamaan dengan itu gd oppa mengikatkan sebuah pita berwarna merah yang indah ke ambutku yang terurai, lalu sambil tersenyum ramah ia bilang aku terlihat manis,. Rasanya aku sedang mengalami sport jantung.
Perlahan kukayuh sepeda milik oppa, kulihat oppa setia memegangi sepeda ini dari belakang, aku mulai menikmatinya kami seperti pasangan kekasih, menyenangkan, kukayuh lebiha cepat lalu aku menoleh ingin mendapatkan senyuman oppa, tapi Omona,.. sejak kapan oppa melepaskan pegangannya,. Huwa,.. eotteohke?
"oppa etteohke, bagaimana berhenti,…"belum selesai aku bicara *Buaghh,… tepat seperti dugaanku, aku terjatuh , tanganku terluka.
"gwencana? Mianhae aku melepaskanmu, kita pulang yuk aku akan mengobatimu"
"gwenchana oppa " rasa sakit ini tergantikan oleh rasa bahagia akan kekhawatiran oppa padaku, sambil melaju pulang oppa memberikanku sebuah eskrim strawberi, menikmati perjalanan pulang bersama oppa yang sangat menyenangkan. ^0^
halaman rumah gd
"hey gd darimana saja kau? Aku menunggumu sejak tadi,.." kulihat seorang namja berdiri dihadapan kami,.
"Seunghyun? Ada perlu apa?" Tanya gd oppa,. Wah ternyata itu seunghyun oppa, aku segera turun dan hendak menyapanya.
"Mwo? Kau terluka dara? Bagaimana bisa,.. hey gd cepat buka rumahmu lalu obati dara" ucap seunghyun, dengan segera gd oppa membuka pintu rumahnya, lalu perlahan berjalan masuk mengambil sebuah kotak obat, dan entah kenapa tanpa diinstruksi siapapun Seunghyun oppa justru merebut kotak itu dari tangan gd dan mulai mengobati lukaku,.. uwaa benar-benar orang yang baik hati, setelah selesai aku segera pulang.
- author pov-
Dara baru saja melangkah keluar rumah gd, tapi entah mengapa wajah seunghyun masih diliputi aura kekhawatiran.
"kau, kenapa kemari? Ada yang ketinggalan kemari" ucap gd
"ah aniyo,. Aku lupa,.. hey gd boleh aku ngomong sesuatu?" seunghyun kini mengambil posisi duduk tapat bersebelahan dengan gd diteras rumahnya.
"Apa kau menyukainya? Sandara? .." uhukk,.. seketika pertanyaan itu membuat gd tersedak,
"wae? Kenapa kau menanyakan hal itu?" balas gd
"kurasa aku juga menyukainya,. Ini pertama kalinya aku merasakan hal yang begitu aneh, begitu ingin menjaganya, selalu ingin menatapnya, aku tak tahu kenapa aku seperti ini,."papar seunghyun
"ah, aniyo,.. aku hanya menganggapnya sebagai adik kok," entah mengapa gd justru mengatakan hal itu padahal ia tahu perasaannya pada dara bukan sebagai adik tapi ia juga tak tahu entah rasa apa itu
"kalau begitu , aku ingin kau membantuku mendapatkannya." Ucap seubghyun.
- keesokan paginya-
Hari ini meski merasakan malas yang amat sangat entah kenapa seungri datanglebih awal kesekolah, hatinya msih diselimuti kegalauan tentang hal yang dilihatnya saat sandy dengan nyaman bersandar di bahu gd, dang d mengecup pipi dara lembut, hanya memikirkan hal itu saja sudah membuat seungri begitu kesal, akhirnya ia putuskan untuk berjalan-jalan sebentar.
Ia menyusuri tiap koridor disekolah itu lalu entah mengapa langkahnya terhenti tepat didepan pintu kelas gd, ia terus saja menatap kelas itu,..lalu terdengar suara seorang yeoja sedang membicarakan sesuatu yang langsung mmenarik perhatiannya,..
"yah~ memang benar menyebalkan sekali sandara itu, bahkan kemarin dia bergabung di acara barbeque gd, dia pikir dia itu siapa? Pokokknya kita harus memberi pelajaran yeoja genit itu, oke girls?"
Sepertinya yeoja ini sedang merencanakan sesuatu yang tak baik pada sandy,..
"ya ~~ apa yang kau rencanakan hah?" seungri memasuki perlahan kelas itu dan menemui sosok seorang yeoja bernama Chae Lee
"huh,.. ternyata kau anak kecil,.. bukankah kau anak yang menyukai sandara kan? Bagaimana kalau kita bekerja sama,.. kau singkirkan dara dari gd, dan aku akan membantumu mendapatkannya?" Chae lee justru memberikan sebuah penawaran kecil pada Seungri,..
"kau pikir aku sebodoh itu, dengar nenek sihir ! aku memang akan mendapatkannya tapi tidak dengan cara kotor seperti itu!, " seungri justru melengos yang akhirnya menyentuh titik puncak emosi Chae lee,.. hampirsaja sebuah tamparan keras mendarat diwajah seungri namun sebelum benar-benar sampai ke wajahnya seungri mampu menghentikannya..
"jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu noona,.. ! dan ingat aku takkan pernah membiarkanmu menyakiti sandy, sedikitpun!" ancam seungri keras pada yeoja itu.
- siang hari di kantin-
Gd sedang asyik berbincang dengan seunghyun ketika tanpa sengaja sandarac berjalan mendekat kearah mereka, tanpa basa-basi Seunghyun meraih tangan sandara dan memaksanya untuk duduk bersama mereka,..
"ya~~ apa yang kalian lakukan , aku ini lapar oppa,.." rengek dara,.
"kalau begitu tunggulah, akan kuambilkan makanan untukmu,." Sikap seunghyun yang seperti inilah yang selalu membuat dara merasa nyaman.
Kini tinggal dara berdua bersama gd, entah mengapa gd hanya terdiam, namun yang pasti dia masih menyempatkan diri untuk melirik dara yang begitu manis mengenakan pita pemberiannya,..seakan ingin menjaga perasaan temannya gd berusaha menjaga jarak dengan dara yang justru membuat dara sedikit khawatir.
"dara ini makanlah,.. " Seunghyun kembali dengan tangan penuh makanan, mungkin ini hal yang aneh bagi para siswa disekolah itu yang untuk pertama kalinya melihat seunghyun melayani orang lain dengan senyum yang mempesona,.
"aku haus, aku akan membeli minum dulu,." Ucap gd
"oppa,. Minum saja punyaku",.. balas dara cekatan,.
"aniyo,. Aku bisa beli sendiri,.."
"ya~ dia bisa membelinya sendiri kok, sudah kau simpan saja untukmu sendiri" ucap seunghyun, lalu tak perlu waktu yang lama gd sudah meninggalkan mereka berdua, terlihat raut muka dara yang sedikit kecewa,.. sepertinya Seunghyun yang sibuk mengawasinyapun menyadari ada sesuatu yang aneh antara dara dengan gd.
"oppa aku ingin kekamar mandi sebentar,.." ucap dara pelan
"Ne,.."
- dara pov-
Ada apa sih dengan gd oppa, sepertinya dia menghindariku, padahal kemarin dia sangat baik padaku,. Apa ada yang salah denganku? Kenapa aku merasa begini kecewa tapi ya sudahlah,..
Perlahan kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi,. Kulihat bayanganku dicermin,. Benar-benar lusuh, tapi aku masih bisa tersenyum saat aku melihat pita yang tersemat dirambutku, pita merah yang indah,..
Tiba-tiba saja segerombolan yeoja ikut masuk kekamar mandi,.. lalu ada salah seorang dari mereka menutup pintu,. .. Omona, CkiK,.. kudengar suara pintu dikunci dengan pelan,.. dan saat mereka berbalik,..
"Chae Lee eonnie? Ada apa?" tanyaku kaget
"huh,. Ada apa kau bilang,. Dengar ya gadis genit, aku hanya ingin memberimu sedikit pelajaran?" pekiknya,..
"pelajaran? Dari orang sepertimu? Aku nggak butuh" Plakk seketika tamparan keras melayang ke pipiku,..
Aku mulai memberontak tapi ini sudah nggak wajar lagi,. Beberapa yeoja memegangiku dan tak membiarkannku memberikan sedikit perlawanan,.
"Dengar ya~~,.. Gd itu milikku, dan nggak akan ada yeoja lain bersamanya terlebih yeoja sepertimu! Ara?" kini nadanya terdengar makin keras
"cih,.. aku sama sekali tak berniat merebut gd darimu, lagipula aku yakin oppa itu masih waras dan nggak mungkin menyukaimu,..kau pikir kau pantas bersamanya dasar wanita tua!" aku justru membalas ucapannya dengan sedikit kasar.
YAAA~~~ KAUU ituuuuuuuuuuuuuuuuuuu,…..
*TBC.*
Mian ya reader aku kelamaan publish ffnya soalnya kemarin2 sibuk ngurus ujian praktek T_T nasib yang jelex,..
Dan mian juga alurnya makin aneh,.. tapi saya tetap mengharap kritik dan saran dari para reader,.. *nunduk 900
