Title : Chasing the Idol

Genre : Romance

Rating : T

Disclaimer : I own only the plot. Half of the plot based on my friend True Story. SuJu belong to them selves

Warning : Typos, YAOI (BOY X BOY) Don't Like? Please press red botton with x symbol

Summary : Pernahkah kau memuja seseorang begitu banyak hingga kau akan melakukan apa saja dan segala cara hanya demi bertemu dengannya?

.


.

Yang ditulis italic itu masih POV nya sang fanboy yaw. Happy Reading…

.

Chapter 2 : Mission Impossible

.

.

Inceon International Airport. 04.30 A.M

Seorang namja dengan wajah masih-sangat-amat-mengantuk keluar dari terminal kedatangan internasional sambil menguap lebar namun dengan gaya imut yang membuat siapapun ingin mencubit pipinya.

"Aish.. Mengantuk sekali. Sebaiknya beli kopi untuk menghilangkan rasa ngantuk ini."

Dengan terhuyung-hyung ia berjalan menuju konter starbucks, setelah mendapat pesanannya, ia duduk manis dijejeran kursi tunggu bandara. Mungkin karena begitu kelelahan dan tak terbiasa tidur kurang dari 10 jam sehari, ia jatuh tertidur tanpa menyentuh kopinya sama sekali.

.

Sebuah guncangan pelan dibahunya membangunkan sang namja dari mimpi indahnya. Ia bermimpi bertemu dengan Kim YeSung idolanya tercinta. Sambil bangkit serta mengucek matanya yang lelah dan mengerang diliputi bibir yang mengerucut, ia membuka mata.

Ia kebingungan menemukan sepasang mata coklat milik seorang yeoja memandangnya, bukannya mata hitam milik ZhouMi yang biasa membangunkannya dipagi hari.

"Tuan, Maaf, Sebaiknya anda pindah, anda mengganggu kenyamanan umum. Maaf sekali."

Sang namja menoleh kekiri dan kanan, masih tidak sadar dimana diirinya berada sampai suara pesawat yang landing terdengar nyaring memekakkan telinga.

Seketika matanya terbuka lebar, rohnya kembali sepenuhnya ketubuh pemiliknya.

"Jam berapa sekarang?"

"Jam 12 siang…"

"Apaaaaaaa?" Dengan kecepatan knot ia menyambar tasnya dan berlari keparkiran mencari taksi, meninggalkan sang yeoja yang telah berbaik hati membangunkannya terpekur.

"Ahjussi, ke Lotte Hotel World sekarang. Cepat!" Ia berteriak histeris pada supir taksi.

"Aish… Kenapa bisa begitu bodoh, ketiduran seperti itu! Fansigningnya mulai jam 2 siang!"

Sang ahjussi supir taksi heran bercampur takut melihat kelakuan penumpangnya. Mungkin karena sang penumpang sedang membentur-benturkan kepalanya pada jok mobilnya.

Begitu sampai hotel, sang namja langsung berlari ke lobby dan meminta kunci kamarnya, tentu saja setelah membayar taksi (wajah ahjussi supir taksi begitu lega mengantar kepergian penumpangnya).

"Walaupun hampir terlambat tapi penampilan juga penting, aku harus mandi dulu. Tidak mungkin muncul dihadapan YeSung Ssi dengan wajah kusut."

10 Menit kemudian, setelah selesai mandi dan berganti dengan kaus baby pink dan celana khaki serta sepatu kets putih, ia mengobrak-abrik isi tasnya mencari tiket masuk Fansigning yang diselenggarakan di olympic stadium.

"Oh.. Tidak… Tidak ketinggalan di China khan? Argh… Bodohnya aku~~!" Ia menjerit frustasi sambil sekali lagi memeriksa isi backpacknya. Memang benar kata pepatah, bila terlalu lama kenal dengan seseorang maka kebiasaan orang tersebut akan menular pada kita, seperti si namja ini yang tertular kebiasaan suka berteriak ZhouMi.

Kali ini Tuhan sedang berpihak di sisinya, tiket kecil yang berharga itu ternyata berada didalam dompetnya sendiri. Setelah puas menepuk dahinya, sang namja berlari maraton keluar hotel.

.

Olympic Stadium. Conference Room. 02.00 PM.

.

Suara petir yang bercampur dengan hujan tak mampu meredam teriakan histeris para fangirls saat 3 orang namja tampan muncul dengan melambaikan tangan sambil tersenyum, sebelum masing-masing duduk di kursinya.

Hari ini, setelah 2 tahun meninggalkan Korea untuk mengembangkan sayap di Amerika, Trio yang terkenal dengan nama K.R.Y ini kembali dengan album Korea dan Showcase. Fangirls yang menamakan dirinya E.L.F tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Cho KyuHyun, Kim RyeoWook, Kim YeSung, tiket Showcase yang mencakup Fansigning dan konser ini habis dalam waktu 2 jam saja. Venue Fansigning bahkan sudah dipenuhi lautan Saphire Blue satu hari sebelum acara.

"Selamat pagi ELF~~! Terima kasih telah datang hari ini, kami K.R.Y, sangat berterima kasih dengan kesabaran kalian selama dua tahun menunggu come back kami. Kami tahu kalian sudah tidak sabar, jadi mari kita mulai Fansign ini!"

Namja dengan rambut berwarna coklat bernama Kim RyeoWook berpidato pendek mewakili Hyung dan Dongsaengnya.

-ChasingtheIdol-

Diantara lautan fangirls yang sudah tak sabar untuk bersalaman dan bercengkrama dengan sang idola, duduk seorang namja dengan wajah yang tak kalah menggemaskan dari yeoja manapun. Sesekali sang namja meremas-remas tangannya untuk menghilangkan kegugupan.

"Aissshhh…. Sebentar lagi giliranku. Rasanya mau pingsan! Tidak.. Tidak… Kalau aku pingsan sekarang perjuangan ini akan sia-sia. Aku harus menghargai pengorbanan Zhoumi Hyung. Chaiyo! Hwaiting!"

Semakin pendek antrian, semakin bertambah pucat wajah sang namja. Dengan pelan ia mendekat ke arah meja dan berdiri dihadapan namja berambut blonde, Kim YeSung.

"Annyeong.. Namanya siapa?" Sambil tersenyum YeSung menyapa sang namja.

"S.. S.. SungMin.. Lee SungMin.." Setelah berusaha keras bernafas SungMin berhasil menyebutkan namanya.

"Ahhhh.. SungMin Ssi, terima kasih telah datang" Yesung kembali tersenyum dan menjabat tangan SungMin kemudian mengembalikan plakat yang telah ditanda tangan olehnya.

Yesung sedikit mengerutkan alis saat SungMin hanya terdiam kaku dan menyebabkan antrian dibelakang punggungnya terhenti. Belum sempat Yesung membuka mulutnya, SungMin berbicara kembali dalam satu tarikan nafas.

"YesungSsi-saya-adalah-penggemar-beratmu-bisakah-saya-berfoto-denganmu?" Melihat YeSung yang binggung, wajah SungMin memerah. Sambil menutup wajahnya dengan handphone, ia hendak melangkah pergi.

"Tunggu, kemarikan handphonemu SungMin Ssi" Tak menyangka bahwa Yesung mengerti apa yang dikatakannya, dengan tangan gemetar SungMin menyerahkan handphone nya dan..

CKREK

YeSung mengambil gambar dimana ia berpose V sambil merangkul bahu SungMin (wajah SungMin semerah tomat) dengan sebelah tangan dan memegang handphone dengan tangan lainnya. Setelah mengucapkan terima kasih dan membungkuk berkali-kali, Sungmin menuju Kim Ryewook.

"Mission 1 : Take Pic with Yesung Ssi Complete. Berikutnya tinggal permintaan Henry" Masih dengan senyum lebar setelah dari Ryewook, Sungmin melangkahkan kaki menghampiri Misi Nomor 2 nya.

"Ehem.. KyuHyun Ssi, saya tahu sungguh merepotkan, tapi bisakah menandatangani ekstra di kertas ini? Teman saya adalah seorang SparKyu dan sekarang dia terkapar di RS, dua hari lagi ulang tahunnya, saya ingin menghadiahkan tanda tangan KyuHyun Ssi. Saya mohon dengan sangat".

Tanpa basa basi KyuHyun menandatangani plakat beserta kertas yang diberikan SungMin. Setelah mengucapkan terima kasih, dengan riang gembira SungMin melangkah sambil sesekali melompat-lompat.

"Mission 2 : Get KyuHyun Ssi's Sign for Henry : Complete"

SungMin tidak menyadari pandagan membunuh yang dikirimkan berpasang-pasang mata Fangirls yang saat itu medeklarasikan diri untuk membenci dirinya.

Kenapa para yeoja itu begitu marah?

Karena SungMin begitu beruntung, YeSung yang terkenal cuek dan kurang suka skinship, menerima ajakan berfoto bahkan merangkulnya. KyuHyun yang dinginpun bersedia memberikan tanda tangan ekstra.

Andaikan pandangan mata bisa membunuh, mungkin sekarang SungMin sudah terjatuh bersimbah darah.

-ChasingtheIdol-

Kegembiraan SungMin tidak berlangsung lama, saat ini ia sedang berada dalam situasi tidak mengenakkan, ia terperangkap ditengah gerombolan yeoja yang marah.

"Yah! Kau pikir dirimu siapa? Flirting dengan Oppadeul seperti itu!"

SungMin mengedipkan mata, tak mengerti kenapa tiba-tiba segerombol yeoja mendatanginya dan berteriak-teriak. Apa mereka tidak sadar sekarang mereka sedang di luar gent rest room? Ia mencoba mengabaikan mereka, baginya hanya namja rendahan yang menyakiti makhluk lemah seperti yeoja.

SungMin mencoba melewati mereka tapi salah satu dari 5 yeoja yang sepertinya ingin menelannya hidup-hidup menarik tangan SungMin.

"Yah, kau mau lari? Apa kau bisa menyebut dirimu namja? Pengecut! Karena itulah kau mengenakan pink seperti itu! Menjijikkan"

Mendengar umpatan yeoja ini, darah SungMin naik kekepala.

Beraninya dia menghina warna kesukaannya.

Apa salahnya namja dengan pink?

Mereka mencari musuh yang salah, pink mungkin saja melambangkan kelembutan, dan orang yang menyukai pink berarti hatinya lembut.

Tapi, Lee Sungmin tak akan membiarkan siapapun yang berani menghina harga dirinya berharap bisa selamat. Prinsip yang diajarkan oleh Kim HeeChul.

SungMin menarik kembali kalimatnya barusan : yeoja yang tak tahu sopan santun harus diberi pelajaran!

Sungmin tersenyum, menampilkan senyuman sangar yang disebut Zhoumi sebagai senyuman Raja Setan. Mata coklatnya dipenuhi oleh sesuatu yang lebih mengerikan daripada sekedar kemarahan.

Tanpa menyadari aura berbahaya yang keluar dari diri namja dihadapan mereka, para yeoja yang telah terbakar oleh rasa iri, menganggap senyuman itu adalah bentuk tantangan.

"Yah.. Senyumanmu pun menjijikkan, membuatku ingin muntah." Yeoja cantik berambut blonde yang menarik tangan Sungmin, merebut tas yang sedari tadi dipegang oleh namja itu dan mengeluarkan isinya, sebagai hadiah terakhir ia hendak menginjak isinya, termasuk plakat dan hadiah untuk Henry.

Secepat sang yeoja menarik dan menumpahkan isi tas itu, secepat itu pulalah ia terdorong menghadap ketembok, dengan tangan terpiting dibelakang punggungnya.

"Agassi, jangan kira karena kau yeoja, kau bisa bertindak seenaknya. Dunia ini kejam, jadi jangan kira menangis akan bisa menolongmu" Sungmin berbisik pelan sambil menyelipkan rambut si yeoja kebelakang telinganya, membuat semua rambut halus ditengkuk sang yeoja malang berdiri dan ia mulai menangis.

"Kya… Haneul Unnie….. " Teriak para yeoja dibelakang mereka. Salah satunya mengambil tabung pemadam kebakaran untuk memukul Sungmin.

Karena terlalu senang bisa menakuti yeoja yang dipanggil Haneul ini, Sungmin tak menyadari bahaya dibelakangnya dan seketika pandangan Sungmin gelap. Kali ini ia benar-benar terjatuh dengan bersimbah darah.

"Kyaaaa… TaeHee Unnie, kenapa memukulnya.. Dia berdarah! Bagaimana kalau mati! Ottokke…" yeoja berambut lurus kecoklatan membalikkan tubuh Sungmin dengan takut-takut.

"Yah… Diam JangMi.. Kau membuatku pusing! Sudah, jangan urusi dia! Cepat ambil tasnya dan kita pergi."

"Tapi bagaimana bila dia mati! Ella Unnie, kita harus bagaimana? Kita tak mungkin meninggalkannya disini"

"Aishhh… Kenapa bisa begini! Haneul, tenangkan dirimu, berhenti menangis. TaeHee, Gisel bereskan barang-barangnya. Cepat bergerak dan angkat kaki dari sini!"

Kelima yeoja itu pergi dengan langkah-langkah lebar seperti dikejar hantu, meninggalkan SungMin yang terkapar di lantai.

-ChasingtheIdol-

Hari ini benar-benar melelahkan bagi YeSung.

Para yeoja itu begitu mengganggunya, meminta berfoto segala (yang tentu ditolaknya dengan senyum), ia malas meladeninya, kecuali tentu saja namja cute dengan T-shirt pink itu.

Entah kenapa YeSung tidak bisa menolak wajah memohon namja bernama Lee SungMin itu.

Melemaskan otot leher dan lengannya yang telah menandatangani plakat sebanyak 800 buah, YeSung melangkah menuju rest room.

Betapa kagetnya YeSung menemukan sesosok namja di lantai dengan darah mengalir dari kepalanya.

Terlebih namja itu adalah orang yang sama yang dipikirkannya daritadi.

Tanpa berpikir panjang, diangkatnya tubuh lemas SungMin dan dibawanya menuju ruang ganti K.R.Y.

.

Saat kesadarannya mulai kembali, hal pertama yang dirasakan SungMin adalah kepalanya yang sakit dan terasa berat serta tempat tidur yang empuk.

Tanpa membuka mata disentuhnya belakang kepalanya hati-hati.

Bisa dirasakannya kain dibelakang kepalanya.

"Ah.. Sudah sadar SungMin Ssi…" Sebuah suara yang telah sangat dikenali SungMin terdengar, suara yang berkali-kali didengarkannya melalu ipodnya setiap malam.

"YeSung Ssi.. Kenapa saya bisa berada disini? Ini dimana?" SungMin memandang tak percaya kearah YeSung yang ternyata duduk disebelah tempat tidur dan KyuHyun serta RyeWook yang duduk di sofa dibelakang YeSung.

"Kau berada di dorm kami, aku menemukanmu tergeletak pingsan di depan rest room olympic stadium. Apa yang terjadi?."

"Saya… Arghhhhhhhhhhhhhhh… Tasku!" SungMin tiba-tiba teringat akan tas berisi segala barang-barang berharga miliknya. "Handphone, plakat, kado, tiket pesawat kembali ke China, passport, visa, dompet, semua ada disana… Arghhh…. Ottokke~~~"

Melupakan rasa sakitnya, SungMin berjalan menghentakkan kaki bolak-balik kamar yang bisa dibilang tidak sempit sama sekali itu.

"Hey, berhenti bergerak. Kau membuatku pusing. Tinggal pergi kekedutaan besar China saja, kenapa begitu repot." KyuHyun berkata dengan nada dingin dan menghina.

SungMin yang panik dan emosi memandanginya dengan pandangan yang seolah mengatakan jangan-ikut-campur-kau-tak-tahu-apa-masalahnya.

Kontes saling melototpun terjadi antara KyuHyun dan SungMin.

SungMin kecewa berat, ternyata idola Henry, KyuHyun ini bermulut pedas dan menyebalkan.

Kontes yang belum ketahuan siapa yang menang, dihentikan oleh YeSung yang menepuk kepala SungMin sambil berkata "Kau bisa tinggal sementara dulu disini, kemudian hubungi keluargamu sambil mengurus semua dokumen kepulanganmu. Hey, omong-omong kau tak terlihat seperti orang China."

"Benarkah? Kamsahamida YeSung Ssi. Saya memang bukan Chinese, tapi besar disana." Kemudian dahi SungMin berkerut "Tapi saya tidak hapal nomor rumah, karena selalu mengandalkan handphone. Bagaimana ini?"

"Aku tidak setuju. Dia orang asing. Bisa saja dia berpura-pura dipukuli agar kau menemukannya dan membawanya kemari, Hyung." Lagi, KyuHyun yang menyahut dengan dingin.

Dan kontes saling melempar death glarepun dilanjutkan.

"Kyu… Hentikan… Biarkan SungMin Ssi tinggal disini. Dia adalah ELF, tak mungkin mempunyai niat jahat pada kita."

RyeoWook berbicara untuk pertama kalinya, dan kalimat singkat itu membuat SungMin sangat girang. Ia bisa tinggal satu atap dengan YeSung Ssi. Benar-benar bagai mendapat durian runtuh.

"Terima kasih RyeoWook Ssi…" SungMin berlari hendak memeluk RyeoWook namun dihadang oleh tubuh tinggi besar KyuHyun. Aura dingin keluar dari dua namja itu.

Peperangan akan segera pecah antara dua orang yang sepertinya sama-sama keras kepala itu, andaikan RyeoWook tidak menarik lengan KyuHyun dan YeSung mengelus kepala SungMin.

"SungMin Ssi, Berapa umurmu? Kau ke Korea sendirian?" Kembali RyeoWook bertanya setelah mengamankan KyuHyun di sofa.

"18 tahun. Iya, aku sendirian." SungMin mulai menggunakan bahasa normal dan melepaskan sedikit bahasa sopannya.

"Lahir bulan apa?"

"Januari 1st"

"Hmmm… Berarti aku memanggil SungMin Ssi sebagai Hyung, bolehkah? Karena aku lebih muda beberapa bulan, dan KyuHyun lebih muda setahun dari kita."

RyeoWook memiringkan kepalanya imut, membuat SungMin ingin memeluknya lagi dan mengenai urutan usia, tentu saja ia tahu. Bagaimanapun ia adalah ELF.

"Boleh."

"Kalau begitu SungMin juga harus memanggilku Hyung, karena sepertinya aku yang tertua." YeSung tertawa, membuat SungMin memerah karena melihat wajah tertawa YeSung yang mempesona.

"Huh. Lalu dia tidur dimana? Disini hanya ada dua kamar tidur. YeSung Hyung sudah dengan RyeoWook, dan aku tak mau membagi tempat tidurku dengan dia."

Kata-kata tajam KyuHyun mengembalikan SungMin ke bumi dan ia seperti mendarat diatas tumpukan duri.

Setelah diperhatikan memang kamar yang menjadi tempat mereka berkumpul memiliki dua tempat tidur alias twin bed. SungMin begitu frustasi hingga tak menyadarinya daritadi.

"Sebaiknya dia tidur di sofa ruang tamu atau menggunakan tenda. Aku punya tenda ekstra." SungMin menatap KyuHyun penuh horor. Apa kesalahannya hingga KyuHyun seperti begitu kesal padanya? Tidak, bukan hanya sekedar kesal tapi lebih seperti…. tidak suka? Benci?

SungMin menghela nafas, Ia tak peduli, mau dibenci, mau disiksa, selama masih bisa didekat YeSung, ia akan menahannya.

"Baiklah, tidak apa. aku sudah sangat berterima kasih diizinkan tinggal disini." SungMin menjawab sebelum RyeoWook atau YeSung sempat memprotes.

"Bagus, kau hanya menumpang jadi harus tahu diri." KyuHyun melemparkan kalimat beracun terakhir sebelum pergi dan SungMin harus menahan diri untuk tidak berteriak, memukul namja tinggi itu atau menarik rambutnya hingga rontok semua.

-ChasingtheIdol-

SungMin tak bisa tidur. KyuHyun-sialan-itu memberikannya tenda, benar-benar sebuah tenda dan menempatkannya di ruang tamu.

Terbiasa dengan tempat tidur besar dan nyaman membuatnya mengalami kesulitan tidur. Selain itu berbagai pikiran berputar-putar memenuhi kepalanya hingga ia tambah kesulitan tidur.

Besok harusnya SungMin pulang ke China.

Bagaimana nasib ZhouMi Hyungnya bila ia tak pulang?

Bagaimana HeeChul Hyungnya akan bereaksi bila ia tak pulang?

Bisa-bisa Hyungnya yang overprotektif itu memanggil Interpol, FBI, CIA, SWAT, Gegana atau bahkan Densus 88.

Mengerikan… Hyungnya bisa mengobrak-abrik seluruh penjuru kota Beijing hanya untuk mencari dirinya.

Dan saat mengetahui SungMin ternyata di Seoul, HeeChul pasti akan memporak-porandakan kota ini.

Dan ia tak ingin YeSung terkena getahnya.

.

Berjinjit agar tak menimbulkan suara yang tak perlu, SungMin memutuskan untuk menggunakan telepon.

Ia beranggapan YeSung tentu tak akan keberatan, YeSung bersedia meminjamkan pakaian dan menampung orang yang baru dikenalnya kurang dari beberapa jam, jadi melakukan international call tentu hanya masalah sepele.

SungMin tersenyum sendiri sambil menekan nomor handphone ZhouMi.

Soal tidak tahu nomor telpon itu? Tentu saja kebohongan besar.

Ini adalah golden ticketnya untuk dekat dengan YeSung, mengapa harus disia-siakan?

Dengan sabar SungMin menunggu ZhouMi mengangkat telepon dari dirinya.

"Hallo…. "

"ZhouMi Hyung… Ini aku…. "

"SuunnnnnggMinnnnnnnnnnieeeeee~~… Kenapa baru menelepon sekarang?" SungMin menjauhkan gagang telepon sebelum menjawab.

"Maaf Hyung. Rencana berubah total, aku tak bisa pulang. Please cover up for me at least 1 week ya."

"Noooooooo~~~! Aku masih sayang nyawaku~~!" ZhouMi protes berat, tak mau menjadi korban kebrutalan HeeChul yang marah dan panik.

"Ehem… Ehem…. "

Belum sempat SungMin merayu ZhouMi lebih lanjut, sebuah suara berdehem yang-sangat-menyebalkan terdengar.

Pelan, SungMin menoleh, Ia merutuk dalam hati, kenapa tidak lebih berhati-hati, dan diatas semua orang, mengapa harus KyuHyun yang menangkap basah dirinya.

KyuHyun berdiri dengan menyandarkan bahu di tembok, sebelah tangannya memegang gelas berisi air putih dan sebelah lengannya dilipat didada.

"Rupanya ada yang ingat nomor telepon rumahnya." KyuHyun mengangkat sebelah alisnya.

"Nanti aku akan mencoba menghubungi Hyung kembali, dan FYI, handphoneku hilang." SungMin memberitahu ZhouMi sebelum memutuskan sambungan, lalu menghadap KyuHyun dengan gagah.

"Huh.. Kau memang rubah berbulu kelinci. Pembohong besar."

SungMin tahu KyuHyun sedang mencoba memprovokasi dirinya, jadi ia menahan diri dan hanya mengepalkan tangan, menancapkan kuku-kukunya pada telapak tangannya.

"Lalu, kau mau memberitahukan pada RyeoWook dan YeSung Hyung?"

"Tidak."

Mata SungMin melebar dan mulutnya terbuka sama lebarnya. Kemudian kedua alisnya bertaut.

"Lalu apa maumu?"

"Aku mau kau menjadi budakku selama disini."

KyuHyun menyeringai iblis sebelum meninggalkan SungMin yang mematung.

.

TBC

.


.

Huhuhuhuhu.. *Menangis guling-guling*

Saya kesal sekali, tiap mau menulis lanjutan FF ini pasti mentok dan hasilnya malah begini.

Apakah ada yang kecewa?

Maaf ya, sang Fanboy bukan Kyu, bukan juga Wookie, karena bagi saya, Wookie itu angel yang tak mungkin menjahati orang.

*digiling vitaMIN*

Akhir kata, silahkan lampiaskan kekesalan kalian dengan review.

Love, Cho Jang Mi