Jung Yunho's PoV

"Appa! Appa" Aish, magnae pervert itu lagi, mau apa sih dia?

"Aish, ada apa sih?"

"Appa, buatkan aku makanan dong. Aku lapar sekali" aku mendesah kesal, kenapa anak ini manja sekali? Sudah besar tapi masih minta dibuatkan makan.

"Kenapa tidak buat sendiri? Ada mie ramen tuh"

"Ani, aku tadi sudah makan itu. Tidak boleh lagi kata Eomma"

"Delivery saja ya? Appa ngantuk, stock makanan juga habis" Changmin mengangguk semangat, Changmin-ah! Bilang saja jika kau ingin makan ayam favoritmu itu.

Aku pun menelpon delivery itu. Dan setelahnya, aku berniat tidur lagi- tapi Changmin memaksaku menemaninya menonton film horror, katanya dia takut. Jika kau takut kenapa kau menonton film horror, pabo?

"Appa, ajari aku dong" Changmin tiba-tiba mendekat ke arahku.

"Ajari apa, sih?"

"Yang tadi itu, yang kau lakukan dengan Eomma" Aku mendelik, apa yang diomongkan bocah 18 tahun ini? Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan. Tolong, tolong, TOLONG!

"Engg, eh- yang benar saja. Kau akan mengetahuinya jika kau sudah berumur 20 tahun lebih" Changmin langsung cemberut.

Ting Tong

Ah, itu pasti delivery-nya. Untunglah, aku terselamatkan dari pertanyaan polos yang keluar dari mulut seorang magnae DBSK. Jaejoong-yah, tolonglah namjachingu-mu yang tampan ini!

-MHS-

Kim Junsu's PoV

Huah, segarnya setelah mandi. Aku dan Yoochun kemarin pulang sangat larut, lelah sekali- tapi aku senang hari ini aku tidak ada jadwal, sedangkan yang lainnya aku tidak tau. Aku harap sih mereka juga tidak ada jadwal, jadi bisa berkumpul.

"Junsu Hyung" Tiba-tiba magnae DBSK, Changmin memanggilku tapi dengan berbisik seraya menarikku ke arah dapur.

"Wae?"

"Engg, aku penasaran bagaimana rasanya melakukan seperti yang dilakukan Jaejoong Hyung dan Yunho Hyung semalam" Aku mengerutkan keningku, tidak tau maksud dari namja berumur 18 tahun ini.

"Begini Hyung, mereka- engg, kissing. Ah, kau tau pasti maksudku" Aku membelalakkan mata, apa-apaan ini? Kenapa Eomma dan Appa DBSK melakukan hal seperti itu di depan uri magnae?

"La-lalu kau mau apa?"

"Aku ingin melakukannya juga, denganmu"

"MWO? Andwae, andwae. Yoochun bisa membunuhku!" Aku memasang wajah takut. Lucu sekali, aku dibuat ketakutan oleh magnae DBSK yang bahkan masih berumur 18 tahun. Tapi tingkahnya yang kelewat innocent kadang memang sangat menakutkan.

"Hyung, ayolah" Cukup. Aku takut, aku akan segera melarikan diri dari ini semua. Tidak ada waktu untuk penyamaran, biarlah para Cassieopeia tau- yang penting aku lolos. Hari ini memang hari dimana para Cassieopeia berkumpul di cafe sekitar dorm.

Aku terus berlari, dan Changmin terus mengejarku- Yoochun, dimana dirimu sayang? Tolong aku. Benar saja, para Cassieopeia sedang berkumpul, tapi mereka bahkan tidak terpikir untuk histeris atau semacamnya gara-gara melihat seorang dari member DBSK dengan suara indah, Kim Junsu- hampir menangis ketakutan karena ke'innocent'an magnae DBSK.

"HYUNG~ kenapa lari begitu, sih?" Changmin dengan suaranya yang nyaring bahkan melebihi para yeoja, masih memohon padaku. Ya Tuhan, tolonglah hambamu yang tidak berdosa ini.

"ANDWAE! Huaaaa~ Park Yoochun, tolong aku. Huweeee" Aku malu sekali seperti ini, berlari sambil menangis ketakutan- mau bagaimana lagi? Aku tak punya pilihan.

"Hei, Junsu-yah!" Aku sedikit bisa bernafas lega, ketika sosok Yoochun muncul di depanku sambil melambaikan tangannya. Aku menarik lengan Yoochun dengan paksa, aku menariknya ke sebuah distro yang cukup ramai- jadi Changmin tak akan temukan aku.

Park Yoochun's PoV

Aku kaget, tiba-tiba Junsu menarikku seraya berlari dan membawaku kesini- ke sebuah distro yang lumayan ramai. Aku lihat dia juga menangis dan mukanya ketakutan, pertama kali aku melihat dia seperti ini- mukanya lucu, kekeke. Berikan aku kamera! Aku ingin mengabadikan ini.

"Junsu-yah, waeyooo?"

"Uri magnae sudah gila! Masa dia ingin melakukan apa yang dilakukan YunJae couple itu semalam?"

"Memang apa yang Eomma dan Appa lakukan?"

"Kissing. Memangnya apa lagi? Mereka berdua melakukannya di depan Changmin"

Aku tersenyum nakal, "Remaja itu biasa jika penasaran begitu, Junsu"

"Kau tau siapa orang yang dia ajak untuk melampiaskan rasa penasarannya?" Aku menggeleng, "AKU! AKU! Dengar kan? AKU" junsu berbicara histeris sambil memukul dadanya, untuk menegaskan. Aku langsung shock. Changmin-ah, kenapa kau tega berniat untuk merebut belahan jiwa Hyungmu sendiri?

"Sst, nanti kita ketahuan. Kita bicarakan saja ini pada Eomma dan Appa, mereka pasti punya jalan terbaik" Aku mencoba menenangkan Junsu yang mulai histeris, bagaimana jika para Cassieopeia melihat? Image Junsu bisa rusak nantinya.

"Ne" Ucap Junsu seraya mengatur nafasnya dan menghapus sisa-sisa air mata. Jinjja, BERIKAN AKU KAMERA SEKARANG. Aku ingin ekspresi ini tersimpan dalam sebuah file foto.

-MHS-

Author's PoV

Yunho masih tak bertenaga, sungguh dia sendiri tidak menyangka Jaejoong bisa se-liar itu- semoga saja malam ini dia tidak minta lagi. Yunho sendiri malu dengan dirinya, bagaimana bisa seorang Yunho kehabisan tenaga? Dan bagaimana bisa Jaejoong lebih kuat darinya? Memalukan.

"Yunho-yah, masih capek?" Jaejoong yang sedang menyiapkan sarapan menyapa Yunho yang melangkah malas ke dapur.

"Ne, maaf ya yang kemarin. Sungguh, aku capek"

"Gwenchana. Walaupun begitu, aku tetap mencintaimu kok" Jaejoong berkata lembut, membuat Yunho dengan jahil mencolek pinggang Jaejoong.

"Aish, Yunho nakal ah! Aku sedang memasak, jangan begitu"

"Kamu itu, my heart sweetener. Hatiku pahit kalau kamu nggak ada" Yunho mulai mengeluarkan jurus gombal sobek (?) nya. Jaejoong menjulurkan lidahnya dengan memasang ekspresi 'jangan-merayu-aku-dengan-kata-kata-seperti-itu'. Yunho berpikir, aku akan mencium Jaejoong sebentar saja .

"Eomma, Appa! Tolong aku!" Junsu dan Yoochun tiba-tiba masuk ke dapur dengan panik.

"Anak-anak! Kenapa seperti itu? Kok pergi tidak bilang-bilang pada Eomma?"

"Ah, mian. Ini tentang uri magnae, gawat"

Junsu menceritakan semuanya. Tanpa melewatkan detil sekecil apapun. Jaejoong yang merasa bersalah menangis histeris si pelukan Yunho.

"Huweeee, Eomma macam apa aku ini. Pabo, pabo, pabo" Jaejoong bicara diantara isakannya seraya memukul-mukul dada Yunho. Yunho pun kewalahan mengurusi namjachingu-nya yang sudah diluar kontrol.

"Yah, kalian berdua carilah Changmin dan bawa dia kesini" Appa yang bijak, Yunho- mencoba menenangkan suasana yang tegang setegang tegangnya melibihi apapun yang paling tegang di dunia ini (?). Dan dua anak itu hanya menuruti apa kata Appa mereka.

Jaejoong terus memukul Yunho, "Aish, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tenang, Kim Jaejoong?"

Jaejoong lalu berhenti menangis dan tersenyum nakal, perasaan Yunho tidak enak. "Poppo, aku belum puas kemarin" Yunho tidak punya pilihan lain, dia menarik namjachingu-nya itu ke kamar dan mulai melakukan 'aksi'nya.

Dimulai dengan mencopot kaus, keduanya memamerkan 'abs' masing-masing. Mereka lalu mulai berciuman, kali ini Jaejoong tidak hanya mencium di bibir- tapi leher Yunho termasuk area penjelajahannya. Yunho yang tak mau kalah juga melakukan hal yang sama.

-MHS-

Tepat setelah Yunho dan Jaejoong 'selesai' , Junsu dan Yoochun kembali dengan membawa Changmin yang bermuka tegang. Junsu pun masih menjaga jarak pada Changmin, dia masih sangat takut dengan tingkah Changmin.

"CHANGMIN-YAH! Apa yang hendak kau lakukan dengan Hyung-mu, Junsu?" Jaejoong yang emosi, menatap tajam ke arah Changmin yang sudah menggigiti bibirnya sendiri.

"Mianhae, lagipula itu salah Eomma dan Appa kan? Aku kan masih polos"

"Oh ya? Masih polos? Kalau begitu, sini aku periksa laptopmu- sayang" Eomma DBSK itu tersenyum penuh kemenangan, dia yakin Changmin akan kalah dengan cara ini.

"Eh, itu tidak ada hubungannya."

"CEPAT BERIKAN!"

"N-ne,"

Changmin dengan takut-takut menyerahkan laptop berwarna merah tua-nya. Jaejoong langsung merebutnya dengan senyuman mengancam. Yunho, Junsu, dan Yoochun hanya menunggu apa yang akan ditemukan Jaejoong.

"Ehm, coba kita lihat. Oh, Cabi Song- yang personil SNSD pada memakai baju mini, kan? Dan, apa lagi ini? Wah, kumpulan foto-foto wanita yang kekurangan bahan pakaian ya (?). WAW! Ada video 21+, kau umur berapa sih? Apa ini yang dinamakan polos?" Jaejoong tersenyum penuh kemenangan, sambil menutup laptop Changmin dengan keras.

"Hiks, mianhae Eomma. Aku memang penasaran," Changmin memasang wajah memelas.

"Aku capek menghukummu. Biar Yunho saja yang memutuskan. Aku, Junsu dan Yoochun akan menyiapkan sarapan," Jaejoong lalu meninggalkan Yunho dan Changmin berdua.

Shim Changmin's PoV

Aku sekarang disini duduk berhadapan dengan Appa DBSK, Jung Yunho. Memang, Appa orangnya jarang marah dan sabar- tapi aku tidak boleh meremehkan dia, sekalinya marah dia akan lebih galak dari apapun. Bahkan, bukan tidak mungkin dia menghantam cermin dengan tangannya sampai pecah- aku pernah melihat kejadian ini.

"Kau dihukum. Kau harus meminta maaf kepada semua artis SM yang pernah kau jahili. Khususnya Taemin, dia yang paling sering kau jahili"

"Ta-tapi, hampir semua artis SM pernah kujahili. BoA Noona pun pernah,"

"Kalau begitu, minta maaflah kepada seluruh artis SM. Oh ya, kau harus minta maaf dengan bernyanyi lagu-lagu DBSK untuk menyenangkan mereka. Aku punya usul, bagaimana kalau 'Balloons'?"

"A-ani! Itu akan sangat memalukan Appa!"

"LAKUKAN SAJA ATAU AKAN KUTAMBAHI HUKUMANMU" Suara Yunho Hyung meninggi, tapi tetap dengan wajah yang dingin. Akhirnya, aku laksanakan hukumanku saat itu juga.

-MHS-

"BoA Noona!" Yang dipanggil menoleh dengn wajah tegang, dia sudah berkali-kali aku kerjai.

"Kau mau apa?"

"Noona, aku minta maaf ya sudah menjahili-mu. Sebagai gantinya aku akan menyanyikan sebuah lagu. JJinagabeorin eorin sijeoren pungseoneul tago naraganeun yeppeun kkumdo kkueotji"

Aku pun menarikan tarian lagu itu juga, pipiku pasti memerah. Dan aku masih harus melakukan ini di depan orang banyak?


Balasan Review :

jaejung love : iya, iya ini diterusin... Gomawo reviewnya :)

Hinata Fuyuki H : waaah :) YunJae shipper sejati rupanya :)

Joongiejungjung : itu emang Changmin :)

Miinah92 : wehehehe, iya pengen buat Jaemma beda :)

eka u-knw : nggak jadi sama junsu kok :) gomawo udah review

JOMINYOUNG : iman saya belum kuat untuk itu, Youngie :)

Arisa Adachi YunJaeShipper : nih, udah sedikit panjang :)

rara : heheheheh, gomawo :)

vely : iya , author juga ketawa abis pas nulis bagian itu :)

.

Maaf ya, kalau banyak typo :)

Oh ya, chapter selanjutnya bukan cerita.. tapi balasan untuk Human Flame yang udah seenaknya maki-maki FF ini. Mian yah, author mau curcol sedikit :)