The Great Detective L Lawliet
Al-chan: Aku kembali setelah berhasil melewati wb yang menghadang diantara langit dan bumi
Mello: Makanya rasa malesnya itu harus dipangkas sedemikian rupa dong...
Al-chan: Elo ngomongnya guampang dan sulit tau untuk mewujudkannya dasar blonde cute!
Mello: Ups... kabur
Al-chan: Ok aku mulai ceritanya daze...
Disclainer: duo TO kaka kembar saya ^w^ #ngaku-ngaku lagi jadi adeknya
Warning: Liat aja deh chapter sebelumnya...
EXTREME
Kalian tentu mengenal banyak detektif terkenal, apakah kalian mengenal detektif yang satu ini? Detektif ini adalah L Lawliet, detektif yang dapat diandalkan dalam kasus yang kurang masuk akal oleh para polisi bahkan oleh jajaran FBI.
Aku Mello adalah anak pertama dari 3 saudara kembar, Matt adalah anak kedua yang sangat hobi main olahraga bahkan gamenya pun ia mainkan walaupun memang banyakan main game. Near adalah anak termuda dari kami 3 saudara kembar, ia hobi memainkan boneka dari gundam sampai barbie pun ia mainkan kadang ia terlihat memeluk teddy bear, kadang pula memainkan hulknya yang berpelukan dengan barbie. Sedangkan aku pecinta coklat yang nggak takut kena diabetes akut.
Maka dimulailah analisis yang dilancarkan oleh Profesor yang kini sedang mulai membenahi diri menjadi super duper ganteng lalu ia pun memulai persiapan-persiapannya.
"Ehm maaf tolong kameranya dimatikan," kata Profesor dan dituruti si kameramen. Dan sebuah ketakuan tinggipun dimulai.
"Baik sekarang saya akan memulai memecahkan misterinya," kata Profesor dengan muka super duper ganteng.
"Sebelumnya aku punya pendapat, bisa saja gunung itu hanya buatan dengan kain putih dan balon udara kan? Bisa saja si Michele sembunyi di balik kainnya saat si gunung menghilang benarkan Profesor?" kata si Matsuda bertampang sok polisi sekarang.
"Pinter! Bahkan semua hipotesa anda salah semua," kata Profesor tenang memegang pundak si Matsuda yang kepalanya kalau di anime meledak dari rasa percaya dirinya.
Sedangkan orang lain yang berada disana merasa kasian dengan Matsuda yang awalnya dielu-elukan malah dijatuhkan dengan tidak elitnya oleh profesor yang kini 100% lebih ganteng dan membuat teriak massal para fangirling yang tidak membutuhkan perhatian dan kasih sayang berlimpah.
"Loh bukan kita sudah diberi tahu kalau pulai ini kembar dan ada salah satunya yang tidak memiliki gunung ingat?" kata Profesor mengingatkan mengenai cerita yang pernah dituturkan oleh Light saat mereka sedang mengalami masa bosan stadium atas.
"Aku ingat, seharusnya bila ingin menambah teka-teki ia tidak akan mengatakan hal itu, berarti ada lubang waktu untuk kita ke tempat yang lain begitu profesor?" kata Mello denga sangat percaya diri.
"Bukan juga, sebuah titik kecil yang membuat kita tidak diperbolehkan melihatnya," kata Profesor sambil memandang jendela seperti menunggu sesuatu untuk terlaksana.
"Menurutku ada salah satu dari kita yang dimanipulasi pikirannya dan dibawa ke sebuah pulau lain dengan perahu yang disembunyikan," kata Matt sambil bermain dengan psp kesayangannya.
Profesor hanya duduk (baca jongkok) dan memainkan lolipop yang kini tengah ia emut," Bukan juga, trik ini sangat sederhana, bahkan kalian akan tertawa mendengarnya. Dan tentu ada seorang di antara kita yang menjalankan trik ini dengan baik," kata Profesor kembali sambil menatap tehnya dan meminumnya kembali.
Maka keheninganpun tercipta, para kru dan artis yang resah akan akhir film, Light yang masih menyabarkan adiknya yang masih butuh kasih sayang, 3 bocah ang berdikusi, dan Profesor yang terus menerus menatap matahari yang kini mulai tenggelam.
"Baiklah pertama-tama kenapa lampu yang digunakan rumah ini adalah lampu biasa dan bukanlah lampu kaca besar, kedua adalah menghilangnya Michele yang menganggap kita beserta rumah-rumahnya menghilang, ketiga dimiliki oleh Mello, dan keempat kenapa semua orang yang tinggal disini bisa mabuk laut!" kata Profesor dengan muka datar sedatar-datarnya ditambah potongan daging asap dan salad jadilah sandwitch profesor (#dilemparin kursi ama Light).
"Jangan-jangan kita-kita ditangkap alien tak berotak, trus dibawa terbang paus autis, melawan monyet dangdutan, dan disambut oleh prajurit mainan. Karena itu Michele gak tau kalo kita ada di sini," kata Mello dengan muka super horor ditambah bumbu mata hitam.
"Jawaban yang sangat2 tidak masuk akal Mello. Hah ya sudah pertama-tama akan kuberitahukan siapa pelakunya dalam kasus ini, dan yang menjadi pelakunya adalah anda Watari. Anda pasti sudah mengatur kalau-kalau ada seorang dari kami yang mengetahui kebenarannya, benar Mello," kata Profesor sambil mengadap Mello.
"Berarti waktu aku lihat jendela yang berlatarkan laut itu benar dan bukan mimpi! Tapi sesudahnya aku merasakan harum mawar," kata Mello yang dikira hanya gurauan oleh Matt dan Near.
"Permisi Tuan, tadi saya menemukan sebuah botol bius dengan aroma mawar di kantong sampah pojok belakang ke kiri sedikit rumah," kata Sebastian mengungkapkan apa yang telah dia lihat.
"Benar, itu adalah hal yang membuat Mello tertidur, dan aku tidak menyangka bakal berubah secepat ini. Kukira anda hanya sekedar iseng," kata Profesor sedangkan Mello tetap menatap Profesor dengan muka sumringah, dan kini ia tahu siapa yang mengangkat tubuhnya dari tempat ia tertidur ke kamarnya kembali.
"Ia ingin menutupi kita ke sebuah mesin dibawah yang akan membawa kita ke tempat yang lain," kata Profesor menatap Watari yang kini ia yakini akan melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.
"Ya, sebetulnya saya dan Tuan Muda tidak ingin agar misteri dapat terpecahkan dan tentu membuat yang menonton pergi begitu saja setelah menonton. Maka oleh itu saya buat cerita dimana kita memainkan sebuah peran yang ternyata memuat kita sebagai pemain film itu pula, benarkan Tuan Muda," kata Watari yang diikuti oleh senyuman oleh Light.
"Tapi kenapa tidak beritahu kami sih," kata Teriyaki Zabo menatap Light Yagami dengan sebal.
"Karena mereka selalu berisik tahu," kata Light.
"Keinginan anda sama seperti saya ya, sungguh lebih menyenangkan kalau kita sendiri yang memecahkan kasusnya bukan~," kata Profesor membuat Light bungkam dan terdiam sedangkan misteri terakhir belum juga terungkapkan.
"Saya harap anda semua menutup kebenaran dari kasus," kata Watari sambil menyodorkan gelas-gelas untuk diminum bersama.
Namun setelah itu berakhir Pofesor menatap kembali jendela, seperti ia ingin memberitahukan orang lain mengenai keganjilan yang lain. Seperti hendak mengungkapkan namun tak bisa sampai...
terdengar bunyi aneh dibawah rumah tersebut~
"Inilah misteri terakhir, anda pasti tidak tahu kalau apa yang kalian tumpangi ini bukan sekedar rumah biasa. Tapi sebuah rumah luar biasa, yang mungkin tak akan kalian bayangkan," kata Profesor tetap saja menatap jendela.
"Saya juga tahu kalau rumah ini bukan sekedar rumah," kata Ciel sok-sokan aja, sana ke laut aja lo.
"Yang kalian tinggalin selama 3 hari ini adalah rumah dan sebuah kapal. Nah karena itu, kita bisa dipulau yang lain karena kapal ini bergerak sama dengan yang diucapkan Mello kalau ia hanya melihat laut bukan pulau," kata Profesor menatap jendela yang ternyata sekarang hanya ada hamparan laut untuk berjalan kembali ke Tokyo.
"Hahaha, benar sekali Tuan, anda sungguh hebat dan terimakasih atas pertunjukannya Tuan," kata Watari sambil menbungkuk dan berjalan ke arah Light.
Maka perjalanan merekapun berakhir, film yang mereka perankan laku keras dan banyak yang mengatakan itu bukan asli dan buatan. Sedangkan kami tetap tutup mulut akan kebenaran cerita tersebut walaupun akhirnya Profesor dicap sebagai detektif gadungan yang cuma bisa makan doang.
"Boleh aku minta surat dan kertas?" kata Profesor beberapa hari kemudian.
"Ini pake 1 aja jangan minta lagi kalau gagal," kata Matt sambil memberi sebuah amplop dan kertas.
Dear Yagami-san
Presdir pertama dalam Yagami Corporation
Saya tahu bahwa ini adalah pekerjaan anda bukan
dan juga saya anggap anda sedang ingin menyelamatkan tambang anda
dan pula anda yang telah mengatur semuanya dan mendapatkan hasilnya sekarang
dan kasus ini sungguh menyenangkan bukan
dan terima kasih atas ajakan anda sebelumnya dan serta makanannya~
salam Great Detective L Lawliet
ps: masa anda membiarkan anak lelaki anda menggunakan rok =="
Seorang pria tua bernama Yagami tengah tertawa membaca surat yang dikirimkan Profesor kepadanya, dan melihat anaknya yang kini tengah memakai gaun merah tua.
"Papa maniskan aku pake baju ini," kata Michele tersenyum sumringah~
"Kamu jangan berlagak jadi cewek nak," kata orang itu mengelus kepala Michele dengan lembut.
"Tapi ini sangat menyenangkan sekali pa, memiliki 2 identitas. 1 menjadi Michael dan 1 menjadi Michele," kata seorang anak laki-laki kini berdiri di depan Yagami-san dan tengah tersenyum tenang.
THe End BRO!
Al-chan: hueeeee akhirnya selesai juga thanks buat dukungan kalian selama ini TT^TT, akhirnya fic yang aku tinggalkan lebih dari 5 bulan selesai juga. Thanks buat dukungan kalian dan juga Ka Nerazurri kaka virtual saya buat dukugannya, kalo gak ada dia aku gak bakal bisa nerusin. Dan juga aku nulis ini di perpustakaa sekolah jangan bilang2 abis ini juga mau ada kelas lagi jadi aku udahan dulu aja udah mau mulai OAO bye~
jangan lupa oleh2 reviewnya dong ^_^
