Balas Review dulu ah :
taira shinju : makasih ya udah ngereview. Oh, enggak kok sakura nggak amnesia, dianya cuma lupa, kan udah lama tidak ketemu. Ini lanjutannya Tiara, semoga kamu suka ya. ^_^
S.H : makasih udah ngereview, ini chap 2 nya. Semoga kamu suka ya.
Troy-kun : udah kujelasin di chap 2 ini, sesuai permintaan Troy-kun. Makasih udah ngereview
kazuko mizushima : Thanks udah ngereview, wah alurnya kecepatan ya, yang dichap ini aku udah brusaha buat ngelambatin juga udah aku panjangin, gimana ? Masih kecepatan atau tidak ? Thanks buat saran-nya ^_^
EvilKyu Cassielf : makasih ya udah mau ngereview, wah senpai joss banget bisa nebak kalau rin itu pacarnya kakashi ^_^. Ini alurnya udah aku lambatin ? Bgm masih terlalu cepat ? Bahasanmya juga udah aku ilangin bahasa gaulnya, bgm ? Thanks ya buat sarannya ^_^. Oya senpai, rei mau tanya nih, deskrip yang bagus itu yang gmn ya ? Rei mau nulis deskrip bingung
hatake : ok, ini udah aku panjangin, masih kurang panjang ? Thanks for review. ^_^
ArthuriaMariePendragon : makasih ya udah ngereview, di chap ini kata- kata ku-nya udah aku sambung sekarang, thanks ya saranya ^_^. Semoga kamu suka chap 2 ini
Naruto©Masashi Kishimoto
.
.
.
I Always Love You © Rei
.
.
Pairing: Kakashi X Sakura
.
Warning: Jelek, Gaje, Ga mutu, aneh, Typo(s)dll.
Chapter 2 : De Flashback
*Flashback on*
Sakura dkk : 13 tahun (naik kelas 2 SMP)
Kakashi dkk : 22 tahun
Sakura's POV
"Saku-chan, bangun- bangun, ini sudah siang, sampai kapan kamu mau tidur terus ?" kata nee-chan sambil menarik selimutku.
'Hm...Ini seharusnya hari pertama libur kenaikan kelas 2 SMP, tapi kenapa nee-chan teriak- teriak untuk membangunkanku ya ? Aku masih ngantuk sekali, tetapi kulihat Rin-nee semangat sekali membangunkanku, entah ada urusan apa dia membangunkanku pagi- pagi begini, jangan- jangan dia lupa kalau hari ini aku libur'batinku dalam hati.
Aku berusaha menarik lagi selimutku, tapi kulihat nee-chan sudah tidak menarik- narik selimutku lagi tetapi membuka jendela kamarku sehingga cahaya matahari masuk ke kamarku dan itu benar- benar membutakan mataku. Aku hanya menarik selimutku lebih tinggi lagi agar menutupi seluruh wajahku. Tetapi percuma, cahaya matahari benar- benar tak terkalahkan.
"Hn..." Kataku sambil meregangkan tubuhku yang kaku ini.
"Akhirnya bangun juga si pemalas" kata Rin-nee sambil tersenyum puas
"Rin-nee, Sakurakan libur, kenapa dibangunkan ? Sakura masih ngantuk Rin-nee"
"Lho, Saku-chan lupa ya ? Rin-nee berjanji sesuatu denganmu." Jawab Rin-nee sambil melipat selimutku.
"Hn... Janji apa ya, aku lupa ?" Kataku sambil berusaha mengingat- ingat.
"Ya ampun, masih muda pikun lagi, dulu Saku-chan minta pergi ke Konoha Wonderland waktu libur kenaikan kelas"
"O.. Iya ya"
"Ya sudah mandi sana cepat, bau " sindir Rin-nee.
Setelah itu akupun segera mengambil pakaian, t-shirt berwarna pink menjadi pilihanku tentunya aku juga mengambil underwear, rompi favoritku, dan celana jeans. Karena menurutku ini hanya rekreasi biasa, jadi aku bisa pakai baju santai saja. Akupun segera masuk dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarku.
Kamarku bisa dibilang luas, dengan sebuah ranjang king-size, beberapa almari pakaian, dua buah meja belajar yang saling berhadapan. Kamarku ini temboknya dicat warna merah muda, dengan lantai yang dilandasi karpet membuat kamarku ini seperti hotel berbintang.
Aku segera turun ke ruang tamu setelah selesai mandi. Kamarku dan kamar Rin-nee terletak dilantai dua. Jika masuk kerumahku, akan disuguhi pemandangan ruang tengah dengan meja besar, di samping pintu masuk terdapat sofa yang terkesan mewah, tempat duduk para tamu dan dari tempat itu bisa melihat tangga melingkar untuk menuju ke lantai dua. Dan jika melihat lurus jauh kedepan lagi bisa melihat taman rumahku yang penuh pohon sakura. Singkatnya rumahku ini bisa dibilang seperti istana.
Waktu aku turun, aku melihat wajah yang tidak kukenal duduk disebelah Rin-nee. Pemuda itu memiliki rambut yang melawan gravitasi dan berwarna keperakan. Kalau pengamatanku secara singkat dia orangnya tampan, wajahnya putih bersih, badannya tegap, dan wajahnya kalem.
"Saku-chan, sini !" Panggil nee-chan
"Ya ,ada apa nee-chan ?" Jawabku sambil turun dari tangga
"Ini perkenalkan, pacar nee-chan, Kakashi Hatake, Kakashi-kun perkenalkan ini adikku namanya Sakura Haruno"
"Yo ! Salam kenal Sakura, aku Kakashi, kamu bisa panggil aku Kakashi-nii" respon Kakashi-nii sambil mengulurkan tangannya itu
"Ya, salam kenal juga Kakashi-nii, aku Sakura" kataku sambil membalas uluran tangannya.
"Hm.. Adikmu cantik ya Rin-chan"kata kashi-nii
"Eh, jangan macam- macam dengan adikku ya, nanti kamu dicap pedofil" balas Rin-nee santai.
Tapi mendengar kata- kata Kashi-nii membuatku senang. Entah kenapa ketika bertemu dengannya jantungku berdegup kencang. Itulah hari dimana aku bertemu dengan Kashi-nii untuk pertama kalinya.
'Aku tidak tahu sudah seberapa lama mereka pacaran tapi mereka benar- benar akrab, setahuku pacar Rin-nee adalah Obito-nii, tapi kenapa sudah ganti ya ? Sudahlah tidak perlu diungkit- ungkit lagi' batinku santai
"Eh, Kashi-nii ada acara apa datang kesini ? Ini Sakura dan Rin-nee mau pergi lho !"
"Saku-chan, sebenarnya Rin-nee mau mengajak Kakashi-kun ikut dengan kita, tapi kamu keberatan tidak ?"
"O.. Ya tidak apa- apa Rin-nee, Sakura senang dapat teman satu lagi" jawabku dengan gembira
"La itu, Kaka-kun, kamu boleh ikut sama Saku-chan"
"Ya ya, aku ikut saja kalau begitu" kata Kashi-nii
Tempat yang akan kami kunjungi adalah Konoha Wonderland. KW adalah taman rekreasi keluarga indoor terbesar di Asia. Di dalamnya terdapat berbagai permainan, seperti roller coaster, rumah hantu, rumah kaca, dsb. Begitu masuk akan disuguhi pemandangan air mancur yang indah tiap 2 jam sekali, yaitu jam 10, jam 12, jam 2 siang, dan jam 1 siang ,kebetulan aku Rin-nee dan Kashi-nii masuk pukul 12 siang.
"Wah air mancurnya bagus sekali ya" kataku ketika melihat air mancur yang berlapis- lapis dan bisa memancarkan warna yang berbeda- beda karena di beri lampu.
"Iya ya romantis sekali" sahut Rin-nee sambil menggelayut ke tangan Kashi-nii.
Sebenarnya waktu Rin-nee menggelayut ke tangan kekar Kashi-nii, aku tidak suka, tapi mau bagaimana lagi, diakan pacar Rin-nee.
"Uh..." Dengusku pelan
"Eh, ada apa ? Kenapa begitu ? Kamu tidak suka pergi kesini dengan Rin-nee ?"
"Ah, bukan apa- apa nee-chan, Sakura suka sekali pergi kesini, eh Rin-nee, Kashi-nii kita antri buat naik roller coaster, yuk" kataku sambil menarik tangan Kaka-nii dan Rin-nee ketempat antrian roller coaster
"Uh, lama sekali, aku pegal berdiri terus" keluhku
"Ya udah sini, Kakashi-nii gendong, hahahahah..."
"Ih, Kashi-nii genit" kataku sambil menginjak kaki kanan Kashi-nii
'Ini antrian kenapa tidak maju- maju ya ? Jangan- jangan roller coaster-nya rusak lagi, tadi waktu aku bercanda sama Kashi-nii, Rin-nee kelihatan tidak suka ya, cemburu mungkin, he..he..he..' Batinku senang
Aku tidak tahu kenapa, tapi tiba- tiba raut wajah Rin-nee berubah, dia seperti melihat sesuatu yang tidak menyenangkan. Aku sih tidak peduli apa yang Rin-nee lihat apa, yang penting aku bisa dekat- dekat dengan Kashi-nii. Kalau dipikir- pikir aku sudah menunggu antrian sekitar 30 menit, bosan aku menunggu seperti ini terus.
"Eh Saku-chan, Kaka-kun kita pindah saja, capai, kita sudah menunggu lama sekali."
"Lho, kan kita sudah terlanjur antre disini, Rin-nee," ketika mendengar pernyataan Rin-nee aku bingung, karena yang sebenarnya ingin naik roller coaster adalah Rin-nee bukan aku, ya mungkin dia ingin menjaga image di depan Kashi-nii, tapi raut wajah-nya yang panik membuatku semakin penasaran.
"Ya sudah, kalau begitu Rin-chan menunggu di Konoha Cafe saja, aku akan menemani Saku-chan" jawab Kashi-nii
"Uh.., kenapa kamu lebih memilih menemani adiknya pacarmu dari pada menemani pacarmu ?" Kata Rin-nee ngambek
"Lho, kamukan sudah dewasa, bisa jaga dirikan ? Kalau Saku-chan masih anak- anak, nanti kalau diculik bagaimana ?"
"Eh.., siapa juga yang anak- anak ?" Jawabku sambil menginjak kaki Kashi-nii yang satunya.
"Jadi kamu tidak mau ditemani Kakashi-nii ? Tanya Kashi-nii sambil tersenyum menggoda
Sebelum aku menjawab Rin-nee sudah menghilang entah kemana, mungkin dia pergi ke Konoha Cafe sesuai saran Kashi-nii.
"Rin-nee sudah pergi, kelihatannya dia marah padamu Kashi-nii" sesalku
"Saku-chan tidak perlu merasa bersalah, nanti pasti sudah lupa" kata Kashi-nii sambil mengacak- acak rambut merah mudaku.
"Eh, Kaka-nii sejak kapan pacaran dengan Rin-nee ?" Tanyaku penuh selidik
"Hm ? Untuk apa Saku-chan bertanya seperti itu ?"
"Cuma penasaran saja"
"Hm ? Sejak kapan ya ? Satu bulan yang lalu mungkin."
'Belum lama' batinku
"Kashi-nii tahukan kalau Rin-nee, dulu pernah punya pacar ?"
"Tahu, Obito-kun kan ? Kata nee-chan mu mereka sudah putus"
"Oh, kupikir nee-chan selingkuh dengan Kashi-nii"
"Ada- ada saja kamu"
Selama menunggu roller coaster aku bercakap- cakap dengan Kashi-nii, ternyata dia memang cukup asyik untuk diajak bicara. Setelah pertanyaan demi pertanyaan, akhirnya aku tahu kalau Kashi-nii itu satu tempat kuliah dengan Rin-nee, tetapi beda jurusan, kalau Rin-nee mengambil kedokteran, Kashi-nii mengambil ekonomi.
"Kashi-nii, Saku-chan ke kamar mandi dulu." Kataku, berjalan keluar barisan
"Ok, cepat ya ! Nanti Kakashi-nii tinggal lho."
Waktu berjalan ke kamar mandi terdekat, aku kaget sekali. Kenapa ? Aku melihat Rin-nee berciuman dengan Obito-nii di Konoha Cafe. Pikiranku melayang, berarti Rin-nee selingkuh, dia menipu Kashi-nii. Aku langsung sembunyi dan mengamati mereka dari jarak jauh. Menurut pengamatanku mereka berpagutan dengan sangat mesra dan bukan paksaan dari Obito-nii untuk Rin-nee. Tiba- tiba aku teringat akan raut wajah Rin-nee yang berubah ketika menuggu antrian roller coaster, mungkin dia melihat kenapa waktu Kashi-nii ingin menemani aku dan bukannya menemani Rin-nee, Rin-nee malah ngambek? Aku benar- benar bingung melihat cinta segitiga ini. Entah apa yang kurasakan ini, aku sedih karena tenyata Rin-nee seperti itu, aku juga kasian dengan Kashi-nii, tetapi hati kecilku senang karena itu artinya kesempatanku mendapatkan Kashi-nii semakin beberapa saat terfokus dengan Rin-nee, tiba- tiba aku teringat akan Kashi-nii yang menungguku di
antrian roller coaster. Akibat pemandangan mengejutkan ini aku jadi lupa akan hasratku untuk ke kamar mandi, dan segera kembali ke tempat Kashi-nii karena kupikir aku sudah mengintip Rin-nee teralalu lama.
'Apa aku perlu mengatakan hal ini ya dengan Kashi-nii ? Kalau aku salah bagaimana ? Bagaimana kalau Kashi-nii tidak percaya dan menuduhku yang tidak- tidak'batinku mimbang
"Kashi-nii, sudah lama ya" sapaku, membungkuk untuk menghindari pembatas supaya bisa masuk ke antrian lagi.
"Ah, tidak"
Aku bingung sekali, entah aku harus mengatakannya pada Kashi-nii atau tidak. Aku tidak mau melihat Kashi-nii marah ataupun bersedih. Aku tidak tahu, apakah aku orang yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatiranku ? Apakah semua kekhawatiranku tertulis jelas di wajahku ? Sampai- sampai Kashi-nii langsung bertanya padaku.
"Hey, ada apa ? Kenapa wajahmu pucat sekali Saku-chan ?"
"Ah tidak apa- apa Kashi-nii" elakku
"Jangan- jangan kamu sakit ya ?" Timpal Kashi-nii sambil meletakkan telapak tangannya di dahiku.
"Ah tidak- tidak, aku sehat- sehat saja Kashi-nii" sambil menyingkirkan tangan Kashi-nii dari wajahku
"Tidak, wajahmu pucat sekali, ayo kita pulang saja" Kashi-nii menarik tanganku untuk keluar antrian.
"Jangan Kashi-nii, kita sudah terlanjur disini"kataku sambil meronta
"Tidak apa- apa, lain kali kita ke sini lagi, ayo pulang saja, aku mengkhawatirkaanmu"
Kata "mengkhawatirkanmu" benar- benar bisa meluluhkan hatiku. Aku tidak melawan ketika Kashi-nii menarikku keluar antrian. Kashi-nii dan aku segara menuju ke Konoha Cafe untuk mengajak Rin-nee pulang. Aku tidak dapat membayangkan apa yang akan Kashi-nii lakukan. Sekarang aku benar- benar cemas karena dari sini aku sudah bisa melihat Rin-nee duduk bersama Obito-nii dan mereka saling berpeganggan tangan. Aku melihat wajah Kashi-nii, dia terlihat marah, sangat marah, dahi yang mengkerut hebat, yang tadinya menggenggam tanganku jadi dilepaskannya,dia mempercepat langkahnya hingga meninggalkan aku jauh dibelakang. Yang bertambah parah adalah mereka malah berciuman, kelihatanya mereka tidak tahu kalau Kashi-nii sedang berjalan menuju mereka dengan marahnya. Aku harap Kashi-nii bisa mengontrol emosinya, apalagi ini sudah di depan umum. Aku hanya berjalan lebih cepat lagi agar dapat mengimbangi Kashi-nii, tapi percuma dia berjalan cepat sekali. Sesampai di lokasi kejadian ( baca: meja dimana Rin-nee dan Obito-nii duduk ) Kashi-nii langsung memegang bahu Rin-nee.
"Aku pikir kalian sudah putus saat kita mulai berpacaran, Rin-chan" kata Kashi-nii ketus
"Kakahi-kun..." Kata Rin-nee lirih
"Apa maksudnya ini ?" Sekarang yang marah bertambah satu lagi, Obito-nii.
"Obito-kun, Kakashi-kun, aku bisa menjela.."
"Cukup, aku paham akan semua ini, kamu pacaran denganku, tetapi kamu juga masih berpacaran dengan Obito, jadi diawal kamu sudah berbohong padaku." Potong Kashi-nii cepat.
"Tapi, Kakashi-kun, sebe.."
"Sudah, tidak ada tapi- tapi lagi, aku kecewa padamu Rin, kita putus" potong Kashi-nii lagi sambil pergi meniggalkan mereka berdua.
Ketika sudah tidak memfokuskan lagi pandanganku ke Rin-nee, Obito-nii, dan Kashi-nii, aku melihat bahwa pengunjung- pengunjung lain mengamati mereka juga. Tiba- tiba ada tangan yang menarik tanganku, setelah aku melihat, ternyata itu laki- laki berambut perak, Kashi-nii. Aku tidak melawan ketika Kashi-nii menarikku, aku tidak ingin dia bertambah marah. Kashi-nii menarik tanganku dengan keras, dia benar- benar kecewa.
"Kashi-nii" panggilku lirih, saat aku dan Kashi-nii sudah berada didalam mobil.
"Hn" jawabnya singkat
"Kashi-nii, marah dengan Rin-nee ya" kataku
"..." Hening, Kashi-nii tidak menjawab
"Kashi-nii, tolong maafkan Rin-nee ya, mungkin Rin-nee tidak bermaksud untuk menyakiti Kashi-nii"
"..." Kashi-nii tidak manjawab pertanyaanku lagi
"Kita masih bisa bertemankan Kashi-nii ?" Tanyaku
"Ya, kenapa tidak ?" Jawab Kashi-nii lirih
Selama perjalanan benar- benar sepi sunyi senyap, tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulutku dan mulut Kashi-nii. Aku tidak tahu harus berbicara tentang apa, aku benar- benar ikut besedih. Sesampainya didepan rumahku, aku langsung turun dari mobil Kashi-nii, aku yakin Kashi-nii tidak mau masuk ke dalam rumahku.
"Kashi-nii, aku turun dulu ya, terima kasih untuk segalanya, tolong maafkan nee-chanku ya" pamitku
"Ya" jawabnya singkat
Aku melihat mobil Kashi-nii sudah melesat ke jalan raya. Akupun masuk kerumah dan segera menuju ke kamarku untuk mengistirahatkan diriku. Aku melirik ke jam dinding kamarku ternyata ini masih jam 3 sore. Entah kenapa pikiranku terasa kacau, badanku berat, aku benar- benar ngantuk. Rasanya kali ini mataku benar- benar terpejam.
"Uh.." Kataku sambil melirik kerah jam, sudah jam 6 sore ternyata. Aku ketiduran hampir selama 3 jam.
Akupun berjalan turun kedapur untuk mengambil segelas air putih. Aku melihah Rin-nee duduk dimeja makan dengan wajah benar- benar sedih. Melihat Rin-nee aku lupa akan rasa hauskun dan langsung menghampiri Rin-nee.
"Rin-nee"
"..." Rin-nee tidak menjawab panggilanku, kelihatannya ia benar- benar sedih. Di malah pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata apapun
"Uh, Rin-nee" dengusku kesal
Sejak kejadian itu Rin-nee terlihat murung dan depresi. Orang tuaku juga sedang ada urusan bisnis ke luar negeri jadi tidak tahu kalau salah satu anaknya sedang mengalami kesulitan. Hari- hari liburanku benar- benar sepi, karena nee-chan sedang besedih, jadi tidak adalagi yang pergi mengantarku jalan- jalan.
Suatu hari, aku lewat depan kamar Rin-nee, aku mendengarnya bertelepon dengan seseorang. Entah kenapa aku jadi ingin mendengarnya, aku menempelkan telingaku ke pintu kamar nee-chan.
"Kamu harus bertanggung jawab" aku kaget mendengar kata- kata itu, bertanggung jawab untuk apa pikirku ?
"Bajingan kau" makin kaget lagi aku mendengar kata- kata ini, siapa yang bertelepon dengan nee-chan.
Mendengar langkah kaki nee-chan mendekati pintu, aku segera bergegas. Aku langsung berlari turun dan berpura- pura membaca majalah. Aku melihat Rin-nee keluar dari kamarnya dan menuju ke pintu depan rumah.
"Pergi kemana Rin-nee ?" Tanyaku penuh penasarn
"..." Lagi- lagi aku diabaikan gumamku.
Rin-nee keluar rumah dan langsung menuju ke mobilnya dan mulai menyetarter mobilnya. Karena aku penasaran maka aku berencana mengikutinya.
"Hayate-san.." Panggilku
"Ya nona Sakura" jawabnya cepat, Hayate adakah sopir pribadiku.
"Keluarkan mobil, kita ikuti mobil Rin-nee"
"Ya nona"
Aku mengikuti mobil Rin-nee, Rin-nee menyetir mobilnya dengan ngebut. Setelah 20 menit mengikuti, akhirnya mobil nee-chan berhenti di sebuah rumah mewah.
'Rumah siapa ini ?' Batinku
Rin-nee turun dari mobil dan langsung menekan bel rumah itu. Tampak seorang pelayan mempersilahkan dirinya masuk.
Aku tidak tahu apa yang dilakukan nee-chanku di situ tetapi aku benar- benar khawatir. Sudah 30 menit aku menggu didalam mobil. Aku mulai bosan dan memutuskan untuk turun.
Akupun memencet bel rumah itu.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu" tanya wanita itu padaku
"Maaf, kalau boleh tahu ini rumah siapa ya ?"
"Oh, ini rumah Kakashi Hatake-sama, ada keperluan apa kemari"
"Uhm, tadi ada seorang wanita kesini, sekitar 30 menit yang lalukan ?"
"Iya, dia adalah pacar Hatake-sama"
"Aku adiknya" jawabku singkat
"Oh, kalau begitu mari masuk"
Akupun masuk kerumahnya, benar- benar rumah yang mewah gumamku. Rumah ini memiliki 2 lantai. Begitu masuk, aku dipersilahkan duduk di sofa, kata wanita itu dia akan membuatkan the untukku. Setelah selang waktu, dia kembali membawa nampan berisi teh.
"Uhm, Kakshi-nii dimana ya ?" Tanyaku
"Dia diruang kerjanya bersama Rin-sama"
"Boleh aku kesana ?"
"Tentu saja, Rin-sama pasti senang" jawabnya cepat
"Kalau boleh aku tahu siapa namamu ya ?"
"Ayame"
"Oya, terima kasih, Ayame"
"Mau aku antar sekarang ?"
"O..iya"
Akupun berjalan mengikuti Ayame, ruang kerja Kashi-kun berada dilantai 2. Sambil bejalan aku melihat sekeliling, ternyata Kashi-nii suka mengoleksi barang- barang kuno. Aku melihat banyak sekali pajangan barang kuno disini.
"Di sini kamarnya, saya harus memasak dulu" kata Ayame sambil menunjuk sebuah pintu
"Ya terima kasih"
"Permisi"
Akupun mengetuk pintu, setelah beberapa kali mengetuk tetapi tidak menjawab akupun masuk.
Betapa kagetnya aku melihat Rin-nee bersimpuh darah di rangkulan Kashi-nii dan Kashi-nii sendiri memegang pisau.
"RIN-NEE...!" Jeritku
End of Sakura's POV
*Flashback off*
"RIN-NEEEE !" tiba- tiba Sakura menjerit.
Sudah 1 jam Sakura pingsan di labolatorium biologi. Kakashi menunggu Sakura dengan cemas. Tiba- tiba ia kaget akan terikan Sakura itu. Dia langsung berjalan cepat untuk menghampiri Sakura.
"Sakura, kau sudah sadar ?" Tanya Kakashi dengan nada khawatir
"Kau.. Kau..." Kata Sakura dengan geram
"Jangan salah paham Sakura, aku bisa menjelaskan semuanya"
"KAU PEMBUNUH" pekik Sakura sambil meninggalkan laboratorium biologi dan membanting pintunya dengan sangat keras
"Sakura" desah Kakashi pelan
TeeBeeCee
ooOooOoo
? TAMAT ATAU LANJUT ?
Mina-san, gomen- gomen, Rei updatenya lama.
Mungkin chap depan dari sudut pandangnya kakashi, gmn ? Setuju enggak ?
Thanks yang udah ngereview, silent readers, komp rumah.
Author selalu meminta review, saran, kritik karena author masih amatir
