Author : Choi MinYeon
Cast : Cho Kyuhyun, Cho Jino, Choi Siwon, Cho Hyora (OC), Lee Minra (OC), Cho Minji (OC)
Genre : Family, brothership
The Story Is Mine !
The Character is mine except Kyuhyun, Jino, and Siwon !
Read and Review !
.
.
.
.
"Nyonya Cho Hyori, hari ini anda boleh pulang. Tubuh anda cukup kuat untuk seseorang yang baru melahirkan kemarin."canda dokter Joohyun. Di kamar Cho Hyori kini ada Tuan Cho dan ibu Cho Hyori.
"hahaha, kau bisa saja dokter. Ah iya, mana dokter Yuri ? aku mau berterima kasih padanya."Tuan Cho bertanya.
"Dokter Yuri ada urusan keluarga, kemarin setelah membantu persalinanmu ia langsung pergi. "jawab dokter Joohyun. Cho Hyori mengangguk.
"baiklah, ini anak anda nyonya Cho."ucap dokter Joohyun saat seorang perawat masuk sambil menggendong seorang bayi. Sang perawat memberikan anak tersebut pada Cho Hyori. Ia menggendong dan menimang anak tersebut. Ia menyadari sesuatu. "dokter, kemarin aku meminta dokter Yuri untuk memasangkan gelang pada anakku. Kok ini… belum dipasang ya ?"Tanya Cho Hyori.
"mwo ? ah, Jhwesonghamnida Nyonya Cho !"seru sang perawat tiba- tiba. Semua orang didalam kamar itu bingung. "sepertinya anak ini tertukar. Aku melihat seorang anak yang memakai gelang bertuliskan 'Cho', mungkin.. anak ini tertukar. Karena di rumah sakit ini ada 2 orang keluarga Cho."sang perawat membungkuk dan meminta maaf. Semua orang terlonjak kaget.
"kau ini bagaimana ! cucuku hampir tertukar dengan anak orang lain !"bentak Lee Minra, ibu Cho Minji.
"sudahlah umma, cepat, tukar anak ini dengan anakku."pinta Cho Hyori halus. Sang perawat segera mengambil anak tersebut –yang sebenarnya memang anak Cho Hyori- dengan bayi satunya –anak Cho Minji-.
Sang perawat kembali dengan bayi dengan gelang ditangannya. Ia memberikan anak itu ke tangan Cho Hyori. "sekali lagi Jhwesonghamnida nyonya Cho."Sang perawat membungkuk 90 derajat. "ne, tidak apa- apa. Lain kali lebih hati- hati ya."ucap Cho Hyori seraya tersenyum.
Ia mencium anaknya. "kau akan memberinya nama siapa, yeobo ?"Tanya tuan Cho. "aku akan menamainya Cho Jino."katanya sambil mencium kening sang bayi.
.
.
.
"Dokter.. aku ingin pulang saja."ucap Cho Minji. Dokter Yunho membulatkan mata.
"mwo ? kau belum boleh pulang nyonya Cho. Menurut laporan dokter Joohyun, kau kambuh lagi kemarin setelah melahirkan. Kau harus dirawat."jelas dokter Yunho.
"ahni.. aku tidak bisa. Aku tidak sanggup lagi menjalani perawatan- perawatan itu. aku ingin menikmati hari- hariku bersama anakku.."ucap Cho Minji lirih. Cho Minji mengidap penyakit mematikan sejak 1 tahun yang lalu. Kanker. Kanker paru- paru. Karena itu juga suaminya meninggalkannya.
"huh.. kau selalu berkata seperti itu. aku ingin kau bertahan hidup. Ini demi anakmu juga kan ? kalau kau tidak ada, bagaimana dengan anakmu ? ia tidak mungkin sendiri."ucap dokter Yunho. Ia mulai putus asa. Pasiennya yang satu ini tidak memiliki semangat untuk sembuh.
"tidak dokter. Aku ingin pulang hari ini juga. Tolong bawakan anakku kemari. Aku belum melihatnya dari kemarin. Dan siang ini aku dan anakku akan pulang."ucap Cho Minji tegas.
Dokter Yunho hanya bisa menghela napas. Ia menyuruh seorang perawat untuk mengambilkan bayi Cho Minji.
"permisi nyonya Cho, ini anak anda."sang perawat memberikan bayi kecil itu ketangan Cho Minji. "gamsahamnida suster."
Cho Minji mencium kening anaknya. "dokter Yunho, bisa kau membatuku ? aku selalu ingin memberikan nama untuk anakku berdua dengan suamiku. Tapi.. ia… ah, ma-maksudku, bisakah kau membantuku member nama untuk anak ini ?"Tanya Cho Minji dengan mata berkaca- kaca.
"ne, tentu aku akan membantumu. Hmmm, Cho.. Cho Kyu.. Kyuli, Kyumi, ah itu terdengar aneh."Dokter Yunho bingung. "Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Ya itu namanya."ucap nyonya Cho tiba- tiba. "ah ! nama yang bagus Nyonya Cho !"seru Dokter Yunho.
"ne, namamu Cho Kyuhyun."ucap nyonya Cho berbicara pada bayi kecil itu.
.
.
.
Malam hari tiba, petir menyambar. Cho Minji tengah menutupi telinga bayinya,Cho Kyuhyun. Bayinya terus menangis. Ia ketakutan. Tiba tiba Minji terbatuk. UHUK ! darah degar keluar dari mulutnya.
Ia menaruh Kyuhyun di tempat tidur. Ia menuju kamar mandi. "kenapa ini semua terjadi padaku ? bagaimana dengan anakku kalau aku tidak ada ?"Minji menangis . Ia terisak. Tapi tiba- tiba ia memikirkan suatu ide. Ia mengambil selembar kertas dan menulis sesuatu diatas kertas itu dengan sisa- sisa tenaganya. Ia melipat dan memasukan kertas itu kedalam amplop.
Ia membawa Kyuhyun kecil keluar menerjang derasnya hujan. Ia melihat sekeliling. Melihat sebuah rumah mewah. Ia berlari kerumah tersebut. Meletakan bayinya yang ia balut dengan selimut tebal di depan pintu rumah besar itu. 'kediaman Cho' Minji tersenyum. Setidaknya anaknya akan tetap memakai marga keluarganya jika ia disini. Ia menaruh surat yang ia tulis tadi di dalam selimut itu. ia menangis. Ini untuk kebaikan anaknya, Cho Kyuhyun. Ia menciumi wajah anaknya untuk terakhir kalinya. Ia menitipkan, ah.. bukan. Seharusnya mengembalikan anak itu di kediaman keluarga Cho.
Rasa sakit mulai mendera tubuhnya. Ia berlari kencang menuju rumahnya. Ia merebahkan diri di tempat tidurnya. Ia masih terbatuk. Dadanya terasa sangat sakit. Pandangannya mulai mengabur. Dan Cho Minji akhirnya meninggalkan dunia ini.
.
.
.
Kediaman keluarga Cho, nyaman dan aman bagi sang bayi kecil. Cho Jino. Sang ibu dan ayah memeluk anaknya. Berharap hujan segera berhenti dan anaknya tak lagi ketakutan.
"yeobo, aku mau ambil minum dulu."ujar Hyori. Cho Siwon –tuan Cho- mengangguk. Hyori menuju ke dapur. Ia mengambil segelas air dan meminumnya. Samar- sama ia mendengar suara tangis bayi. "Jino menangis ya ?"ia berlari kekamarnya dan menemukan Jino dan Siwon sedang tidur. Ia mengernyitkan dahinya. Ia berjalan kearah ruang tamu, suara tangis bayi itu semakin keras. Ia tiba di depan pintu rumahnya. Jantungnya berdebar. Ia membuka pintu rumahnya perlahan. Dan tebak apa yang ia temukan. Seorang bayi kecil yang hanya berbalut selimut !
Hyori segera menggendong bayi itu dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Yeobo, kenapa berisik seka…"kata- kata Siwon terpotong karena melihat Hyori yang sedang menggendong seorang bayi. Ia membuka pintu kamarnya. Jino ada didalam. Lalu itu siapa ? batin Siwon.
"Hyori.. itu… anak… siapa… ?"Tanya Siwon yang masih terkaget.
"aku juga tidak tahu siwonie, aku menemukannuya didepan rumah kita."jawab Hyori sambil menimang bayi yang tidak kunjung tenang.
Siwon membulatkan matanya. Ia mendekati bayi itu. ia melihat ada sepucuk surat diselimut bayi itu. ia membacanya.
Kepada : kediaman keluarga Cho
Maaf karena aku merepotkan kalian, aku hanyalah seorang single parent yang menderita penyakit kanker.
Aku memohon pada kalian semua, untuk merawat dan membesarkan anakku.
Ia tak punya siapa- siapa lagi selain aku. Dan aku.. mungkin sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini.
Aku memutuskan menitipkan anakku dirumah kalian karena aku berharap, ia akan tetap bisa memakai marga yang sama denganku. 'Cho' .
Aku sangat berterima kasih jika kalian bersedia membesarkannya. Saat kalian menemukan anakku, mungkin kini aku sudah tiada.
Umurnya baru 3 hari.
Satu lagi, namanya Kyuhyun, Cho Kyuhyun.
Cho Minji
Siwon jatuh terduduk setelah membaca surat itu. "ada apa Siwonie ?"Tanya Hyori. Kyuhyun kini sudah tertidur. Hyori mengambil surat itu dan membacanya. Ia membulatkan matanya.
"Siwonie, apa kau mau mengangkat anak ini sebagai anak kita ? dia membutuhkan orang tua.."ucap Hyori.
"mwo ? kau gila Hyori ? kita baru saja memiliki Jino. Lagipula, ummamu tak akan mengijinkan !"seru Siwon. "besok kita akan bawa dia ke panti asuhan."lanjut Siwon.
Hyori terkejut. Entah kenapa dihatinya, ia ingin merawat Kyuhyun. "Siwonie.. kumohon…"pinta Hyori dengan suara bergetar. Ia menangis. Siwon tak bisa melihat istrinya menangis. "baiklah.. kita akan merawatnya. Nanti kita akan bicarakan pada umma."ujar Siwon pada Hyori. Ia memeluk Hyori.
"gomawo yeobo.."ucap Hyori. Ia menggendong Kyuhyun.
.
.
.
.
5 tahun kemudian…
"Jino, Kyuhyun ! ayo makan !"seru Hyori pada kedua anaknya. Tak ada satupun yang turun. Hyori masuk kekamar kedua anaknya.
"Jino-ya… pinjamkan PSPmu.. Kyu juga mau main…"rengek Kyu.
"tidak boleh. Halmeoni bilang ini buat Jino. Kyu tidak boleh pinjam."kata Jino cuek.
"Jino.. ayolah.. sebentar saja kyu pinjamnya.. Kyu Cuma mau coba main.."rengek Kyu. Matanya sudah berkaca- kaca.
Hyori menghela napas. Ummanya memang setuju ia mengangkat Kyuhyun sebagai anak, tapi itu Karena Hyori memohon- mohon. Tapi tetap saja, ummanya tidak memperlakukan Kyu dan Jino secara adil. Seperti sekarang. Jino dibelikan PSP, barang yang sangat Kyuhyun ingini.
"Jino-ya.. pinjamkan PSPmu pada Kyu. Kalian harus saling berbagi, kan kalian kembar.."ucap Hyori. Ya, Hyori memang tidak mengatakan pada Kyuhyun kalau ia anak angkat. Ia mengatakan kalau Jino dan Kyuhyun adalah anak kembar tak identik. Karena memang kenyataannya, umur mereka sama. Mereka sama- sama lahir di hari yang sama, 3 februari.
Jino masih tak bergeming. Mata Kyuhyun berkaca- kaca. Hyori merasa iba. Tapi Jino memang anak yang keras kepala. "sudah sudah. Nanti Kyu main yang lain saja ya. Sekarang Jino, letakan PSPnya dan turun kebawah, makan pagi sudah siap." Kyuhyun dan Jino mengangguk dan turun kebawah.
.
.
.
"appa, Kyu mau boneka beruang itu…"
"ne, sini apa belikan"
"gomawo appa ! Kyu sayang appa !"
"appa Jino juga mau boneka itu !"
"baiklah, apa akan belikan untuk kalian berdua"
"Jhwesonghamnida, bonekanya hanya tinggal satu tuan."
"mwo ? Kyu-ya, berikan bonekanya pada Jino saja ya. Kau kan hyungnya.."
"mwo ? Kyunnie mau boneka itu appa.."
"Kyunnie ! kau itu kan hyungnya, kau harus mengalah pada adikmu !"
"yeeeii, gomawo appa"
Begitulah kehidupan keluarga Cho saat ini. Kyuhyun hanya bisa menangis dipelukan ummanya, Hyori. Appa dan haelmoninya tidak mempedulikannya. Hanya mementingkan Jino.
TBC
Tunggu chap depan ya !
Chapter depan baru mulai ceritanya
Sedikir bocoran, chapter depan umur mereka udah 14 tahun dan konflik- konflik mulai terjadi :D
