9 tahun kemudian…
Kyuhyun dan Jino sudah berumur 14 tahun. Mereka sekarang berada dikelas 3 SMP.
"umma, haelmoni, aku pulang !"Seru Kyuhyun. Ia memanggil kedua anggota keluarganya. Walau ia tahu yang akan menjawab hanya ummanya. Tetapi ia tetap menghormati haelmoninya. Sedangkan siang hari begini appanya masih di kantor dan Jino masih disekolah karena Kyuhyun tidak sekolah hari ini. Ia mengikuti olimpiade matematika.
"Kau sudah pulang Kyu ? bagaimana olimpiadenya ?"Tanya Hyori. Senyum Kyuhyun mengembang, ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. Sebuah medali. Hyori tersenyum bangga. Ia memeluk Kyuhyun, mengelus rambut hitam Kyuhyun.
"sudah umma duga. Kau memang anak pintar."puji Hyori lalu mencium kening Kyuhyun. "hehe, siapa dulu, Cho Kyuhyun.."Kyuhyun membusungkan dadanya. Hyori tertawa melihat tingkah anaknya. "ah umma, aku mau memberikan medali ini untuk haelmoni. Aku ingin membuktikan kalau aku anak yang membanggakan !"Kyuhyun tersenyum lebar.
Senyuman diwajah Hyori menghilang, Ia menggeleng. "jangan Kyu.. kau taukan bagaimana sikap haelmoni padamu.."ujar Hyori.
"umma, mungkin saja dengan ini sikap haelmoni bisa berubah padaku. Aku sangat menyayangi haelmoni."ucap Kyuhyun tegas. Kyuhyun anak yang kuat. Walaupun haelmoninya tidak pernah peduli padanya, ia terus mencoba membuat haelmoninya bangga dan menyayanginya. Seperti saat ini, ia mencoba memenangkan hati haelmoninya. Kyuhyun telah memenangkan beberapa lomba. Kontes menyanyi, olimpiade matematika, lari marathon, dan lainnya. Tetapi sikap haelmoninya tak pernah berubah.
.
.
.
Tok tok tok
"ya masuk"ucap Lee Minra –haelmoni kyuhyun dan Jino-
"haelmoni ?"Kyuhyun membuka pintu. Minra menoleh. 'anak itu lagi' batin Minra.
"ne, ada apa."Tanya Minra tanpa menoleh sedikitpun kearah Kyuhyun. Kyuhyun berjalan pelan kearah Minra. Ia menggenggam medali ditangannya.
"aku.. hanya ingin memberikan medali ini untuk haelmoni. Aku tadi memenangkan olimpiade matematika tingkat nasional !"jelas Kyuhyun dengan wajah senang. Minra hanya menghela napas. Sebenarnya ia bangga jika cucunya memenangkan sebuah olimpiade. Tapi 'Kyuhyun bukan cucunya'. Cucunya hanya Jino.
"ya, aku tahu."jawab Minra cuek. Senyum Kyuhyun menghilang. "a-aku ingin haaelmoni menerima ini. Menerima hasil jeripayahku."ucap Kyuhyun dengan kepala menunduk. Minra menoleh kea rah Kyuhyun dengan wajah kesal.
"apa gunanya aku menerimanya ? tak ada gunanya."ucap Minra. Tangan Kyuhyun bergetar.
"mi-mianhae ha-haelmoni. Aku hanya ingin membanggakan haelmoni."suara Kyuhyun bergetar menahan tangis. Akhirnya Minra berteriak. "Baiklah aku akan menerimanya ! asal kau pergi dari sini dan jangan tampakan wajahmu lagi dihadapanku !" Bentak Minra. Ia terkaget dengan apa yang ia ucapkan. Ia kelepasan, emosinya sedang tidak baik.
Kyuhyun mendongakan kepalanya. Matanya berkaca- kaca. "ne, haelmoni. Asal haelmoni menerima hadiah dariku."ucap Kyuhyun pelan. Ia masih menahan tangis. Ia tersenyum lalu membungkuk dihadapan haelmoninya. Lalu bergegas pergi. Ia sudah tak sanggup menahan tangisnya.
Kyuhyun merebahkan dirinya dikasurnya. Ia menangis. Melampiaskan semua kesedihannya. Ia tak pernah menangis jika dibentak atau tidak dipedulikan haelmoninya. Seharusnya sudah biasa. Tapi haelmoninya tak pernah mengusirnya sekasar tadi. Kyuhyun menelungkupkan wajahnya dikasur. Ia terus menangis sampai- sampai kepalanya terasa sangat berat. Akhirnya ia tertidur.
.
.
.
Minra memikirkan perkataannya pada Kyuhyun tadi. Ia terbawa emosi. Ekspresi wajah Kyuhyun terus berputar dikepalanya. Kyuhyun dengan mata berkaca- kaca dan tubuh yang bergetar. Sangat terlihat ia sedang menahan tangis. Kyuhyun tidak pernah menangis dihadapannya. Terakhir saat ia membelikan PSP untuk Jino. Ia melihat medali pemberian Kyuhyun. Ini jeripayah cucu angkatnya.
"umma, haelmoni aku pulang !"itu suara Jino. Minra meletakan medali dari Kyuhyun dan berjalan keluar kamar menghampiri cucunya.
"wahh, cucu haelmoni sudah pulang.. sore sekali pulangnya, ini sudah pukul 6 sore. "ucap Minra sambil tersenyum.
"Ne haelmoni. Hehehehe. Emm, tadi Jino ada tugas disekolah."jawab Jino sambil tersenyum. "jino-ya… mulutmu kok bau… bau soju ya ? kau tidak minum kan sayang ?"Tanya Minra.
"aniyo haelmoni ! mana mungkin aku minum ! akukan belum cukup umur."jawab Jino cepat. Minra menghela napas lega. "haelmoni, aku kekamar dulu yaa."ucap Jino smbil berjalan kearah kamarnya. Jino menghela napas lega. 'untuk tidak ketahuan haelmoni.'
"jino-yaa, kau sudah pulang ?"Hyori menghampiri anaknya. "Ne umma"sahut Jino.
"Jino-ya.. mulutmu kok bau soju ? kau tidak minumkan ?"Tanya Hyora penuh selidik."aniyo umma !"jawab Jino cepat. Hyora memandang curiga."sudahlah umma, aku mau kekamar dulu."Jino langsung berlari cepat kearah kamarnya dan Kyuhyun.
.
.
.
"Huhh, untung saja tidak ketahuan. Kalau tidak matilah aku."Jino berbicara sendiri. Ia melihat Kyuhyun yang sedang tertidur dengan posisi terngkurap.
"Ya ! Cho Kyuhyun, bangunlah ! kenapa kau tidur dikasurku ? aku mau tidur !"bentak Jino.
Kyuhyun mengerjapkan matanya. "kau sudah pulang Jino."matanya terasa sangat berat. Ini pasti efek menangis tadi. Batinnya. "minggir kau Kyu ! aku mau tidur. Kau sudah tidur disini dari tadi. Sekarang aku mau tidur !"bentak Jino lagi. Kyuhyun bangun dari kasurnya.
Jino dan Kyuhyun memang tidur berdua dikamar mereka. 2 tempat tidur berukuran sedang. "Jino-ya.. inikan tempat tidurku. Tempat tidurmu kan yang disana.."kata Kyuhyun. Jino mendecak. Tempat tidurku sedang rusak. Sudah rapuh, dan suka berbunyi. Aku tidak bisa tidur."jawab Jino.
"kalau begitu, aku tidur dimana ?"Tanya Kyuhyun. Ia benar-benar butuh tidur sekarang. Kepalanya sangat sakit. "tidur saja di ruang tamu."jawab Jino cuek.
"mwo ? di ruang tamu ? Jino-ya, jangan begitu… kepalaku sedang sakit.."ujar Kyuhyun.
"ya ! jangan banyak alasan Cho Kyuhyun. Kalau kau berisik aku akan adukan pada haelmoni !"ancam Jino. Kyuhyun terdiam. Ia tak mau semakin dibenci haelmoninya. Sudah cukup hari ini.
"Baiklah.."Kyuhyun dengan terpaksa mengikuti keinginan Jino. Ia membawa bantal dan selimutnya ke ruang tamu, menaruh keduanya di sofa kemudian memasuki kamar mandi untuk membasuh diri.
.
.
.
"Jino, Kyu, makan malam sudah siap" panggil Hyora.
Jino dan Kyuhyun segera menduduki tempat duduk masing- masing. Kyuhyun melirik kearah Minra. Ia sudah berjanji untuk tidak tampak didepan haelmoninya.
"umma, aku makan di ruang tamu saja ya.."ujar Kyuhyun. "loh ? kenapa Kyu ? tidak seperti biasa ?"Hyori bingung. "aniyo umma, hanya ingin saja."jawab Kyuhyun sambil tersenyum. Minra terdiam. 'apa mungkin ini karenaku ? ia benar- benar tak mau tampak didepanku lagi ?' ia merasa bersalah. Kyuhyun mengangkat piringnya dan duduk diruang tamu. Ia menyantap makanannya. Air mata menggenang disudut matanya. Ia segera menghapusnya. Tak mau terlihat cengeng di depan keluarganya.
Siwon menghampiri Kyuhyun. Ia merasa tak tega melihat Kyuhyun makan sendirian. "kyu-ya.. kenapa makan disini ?"Tanya Siwon halus. "aniyo appa, aku hanya ingin makan disini."sahut Kyuhyun dengan senyuman khasnya. "kyu-ya, wajahmu pucat sekali. Kau sakit ?"Tanya Siwon. Ia menempelkan tangannya di dahi Kyuhyun. Kyuhyun menepisnya halus. "aku tidak apa- apa appa."ujar Kyuhyun. Siwon menatapnya bingung.
"sudahlah, apa kembali saja ke meja makan. Biar aku makan disini."ujar Kyuhyun sambil tersenyum. Siwon menghela napas dan akhirnya meninggalkan Kyuhyun.
.
.
.
Malam tiba, semua anggota keluarga sudah masuk kekamar masing- masing kecuali Kyuhyun. Tak ada yang tahu Kyuhyun tidur di sofa. Mereka menyangka Kyuhyun masih ingin duduk di ruang tamu.
Kyuhyun menyelimuti dirinya dengan selimut birunya. Kepalanya semakin sakit daritadi.
"TAR !" suara petir terdengar. Kyuhyun menutupi telinganya dengan telapak tangannya. Ia benci petir dari kecil. Tubuhnya menggigil kedinginan. Kepalanya terasa semakin sakit. Tubuhnya berkeringat, tapi tubuhnya kedinginan. Ia tak bisa tidur. Sudah 3 jam ia mencoba tidur. Ia bernyanyi kecil. Berharap bisa mengusir rasa sakitnya dan ia bisa segera tidur.
If u smile, I also smile too
I'm waiting for you,
you always covered my night.
If you are happy,
I'm happy too
If I can see u,
it's okay that even though I'm alone
always standing behind you, just looking you..
(Super Junior – good person – English trans)
Kyuhyun terus bernyanyi. Akhirnya ia tertidur dimalam berpetir itu..
.
.
.
Keesokan harinya Hyora bangun lebih dulu, seperti biasa. Ia harus membuatkan sarapan untuk keluarga dan bekal untuk Kyuhyun. Karena Jino tidak mau dibawakan bekal. Tapi tiba- tiba ia melihat ada seseorang yang tidur di sofa ruang tamunya. Ia mengernyitkan dahinya. Dan…
"astaga ! Cho Kyuhyun ! kenapa kau tidur disini ?"Hyora berteriak. Ia panic. Anaknya tertidur sofa ruang tamu dengan wajah pucat pasi dan tubuh gemetar. Ia mengecek suhu tubuh Kyuhyun dengan thermometer yang baru saja di ambilnya. "astaga, 39,4 ? panas sekali."ujar Hyora khawatir.
"ada apa Hyora ? berisik sekali pagi- pagi."Tanya Siwon. "Kyuhyun demam Siwonie.."jawab Hyora. Siwon segera menghampiri Kyuhyun. Wajahnya pucat sekali.
"aku akan memanggil dokter."ujar Siwon. "ppali siwonie"suruh Hyora.
"Hyora-yaa, kenapa pagi- pagi begini berisik sekali sih."gerutu Minra. Hyora tidak mendengar. Ia sibuk mengkompres kening Kyuhyun. Minra melongok. Ia melihat Kyuhyun yang sangat pucat. Tubuhnya mengigil.
"ada apa dengannya Hyora- ya ?"Tanya Minra dengan wajah cemas. "Kyuhyun demam umma. Sepertinya semalaman ia tidur diruang tamu.."jawab Hyora. Minra membulatkan matanya. 'memangnya ada apa dikamarnya ? apa dia bertengkar dengan Jino ?'batin Minra.
Minra membuka kamar Jino dan Kyuhyun. Ia menemukan Jino tidur dikasur Kyuhyun. "Jino sayang, bangunlah. Kenapa kau tidur dikasur Kyuhyun ?"Tanya Minra.
"pagi haelmoni.. kasurku terus berbunyi. Aku tidak bisa tidur. Maka dari itu aku meminta Kyuhyun untuk tidur diruang tamu."jawab Jino enteng. Minra merasa marah pada Jino.
"Jino-ya, seharusnya kau bilang pada haelmoni.. haelmoni akan membelikan kasur baru untukmu. Sekarang Kyuhyun demam karena ia tidur di ruang tamu."ujar Minra. Ia khawatir pada Kyuhyun.
"ne haelmoni, mianhae.. kemarin aku sangat lelah."jawab Jino halus. Minra tersenyum. "sekarang mandilah, sebentar lagi kau harus berangkat sekolah."ujar Minra.
.
.
.
"bagaimana keadaan Kyuhyun dok ?"Tanya Siwon. Dokter menghela napas.
"hhh, dia hanya demam biasa. Tetapi sepertinya, selain kedinginan dia sepertinya menangis terlalu lama. matanya bengkak. Kepalanya pasti pusing. Karena itu juga ia bisa sakit seperti ini. Sepertinya ia memiliki beban berat."jelas sang dokter.
Hyori dan Siwon yang mendengar penjelasan dokter langsung menatap Kyuhyun yang masih tertidur dengan napas yang tidak teratur. "kenapa Kyuhyun menangis ? setahuku ia tak pernah menangis.."ujar Siwon.
"Tak pernah menangis ? kau yang tak pernah melihatnya menangis."jawab Hyora dingin. Siwon terdiam. Apa maksudnya ? batin siwon.
"maaf, saya permisi dulu."ucap sang dokter. "ah, ne dokter. Gamsahamnida.."Hyori membungkuk.
"Hyori-ya.. apa maksudmu dengan, aku tak pernah melihatnya menangis ?"Tanya Siwon. Hyori menoleh. "jangan bicarakan hal ini didepan Kyuhyun. Kita kekamar." Ucap Hyora.
Kyuhyun yang sudah bangun sejak beberapa saat yang lalu membuka mata. Ia penasaran dengan hal yang akan dibicarakan umma dan appanya. Memang itu bukan hal yang baik. Tapi hatinya mengatakan kalau ia harus melakukannya. Ia berjalan perlahan, kepalanya masih sakit.
.
.
.
"Hyora-ya, jawab pertanyaanku."ujar Siwon.
"dia sebenarnya selalu menangis saat kalian lebih mementingkan Jino. Ia bercerita padaku, padahal mereka anak kembar, kenapa perlakuannya berbeda ?"Jawab Hyora sambil menahan tangis.
"walaupun dia bukan anak kandung kita tapi dia tak tahu apa- apa, siwonie. Sikapmu dan umma membuatnya sangat tertekan. Ia selalu berusaha membuat umma bangga, tetapi umma tak pernah menganggapnya. Ia tak mau terlihat lemah. ia tak pernah menangis dihadapan kau dan umma. Tetapi saat ia ada didepanku, ia menjadi anak yang lemah. anak biasa yang ingin kasih sayang."jelas Hyora lirih. ia menangis.
Mata Siwon sudah berkaca- kaca. Ia tak pernah tahu bagaimana perasaan anak angkatnya itu. ia memeluk istrinya. "aku akan mencoba bicara pada umma. Agar dia bisa bersikap hangat pada Kyuhyun."Hyora mengangguk.
.
.
.
Kyuhyun yang mendengarkan percakapan orang tuanya hanya bisa menangis. Ia terlalu terkejut dengan hal ini. Ia masih belum bisa menerima kenyataan kalau ia bukan anak keluarga Cho.
Kyuhyun tersenyum lirih. "haha, dugaanku selama ini ternyata benar.. aku.. bukan anak umma dan appa. Bukan cucu haelmoni. Bukan kakak kembar Jino. Aku… hanya orang lain dikeluarga ini."gumam Kyuhyun lirih.
TBC
coba tebak apa yang akan dilakukan Kyuhyun setelah dia tahu kalau dia bukan anak keluarga Cho ? RnR ! Gomawo x3
saya bakal update cepat kalau pada review. Gomawo u,u
